21 Januari 2021 10:32 am

10 Tips dan Trik Budidaya Apel Rome Beauty Untuk Pemula

10 Tips dan Trik Budidaya Apel Rome Beauty Untuk Pemula
Apel merupakan salah satu jenis buah yang sangat terkenal di dunia. Citarasanya yang manis dan lezat membuat buah ini juga menjadi buah favorit masyarakat. Selain dapat dikonsumsi langsung dalam kondisi segar, buah apel kini juga sudah banyak diolah menjadi berbagai macam jajanan lezat seperti keripik dan dodol.

Tak hanya nikmat, buah apel juga memiliki berbagai macam kandungan vitamin seperti vitamin A, B1, B2, B3, B6, dan vitamin C. Selain beberapa vitamin tersebut, kandungan mineral seperti potassium, magnesium, kalsium, zat besi, dan zinc juga ada pada buah ini. Maka dari itu, tidak mengherankan jika buah apel ini sangat baik untuk kesehatan.
Menurut penelitian, apel terbukti dapat membantu mengurangi resiko kanker usus besar, kanker prostat, dan paru – paru. Kandungan serat yang ada di dalamnya juga dapat mencegah penyakit jantung, mengontrol kadar kolseterol, menurunkan berat badan, dan tentunya melancarkan sistem pencernaan.

Jenis apel yang ada di Indonesia saat ini juga sangatlah beragam dan yang paling terkenal adalah apel rome beauty. Apel yang satu ini merupakan salah satu jenis apel unggulan yang berasal dari negeri kangguru, Australia. Dikatakan unggulan karena apel ini memiliki lebih banyak kelebihan daripada jenis apel biasa. Salah satu keunggulannya terletak pada tampilan buahnya yang sangat cantik.
Ketika sudah matang, apel ini memiliki kulit buah yang berwarna merah yang dikombinasikan dengan warna hijau sehingga terlihat lebih eksotis dan menggugah selerah. Tak hanya dari segi tampilan, citarasa yang ditawarkan apel ini juga sangatlah manis dan lezat.

Ketika dibelah, Anda akan langsung disambut dengan daging buahnya yang berwarna putih bersih, bertekstur renyah, beraroma harum, dan memiliki kandungan air yang melimpah. Sebelum membudidayakan apel ini, ada baiknya Anda mengetahui tips dalam menanamnya. Yuk simak ulasannya berikut ini.

1. Syarat Tumbuh.

Habitat asli dari tanaman apel ini terletak pada daerah beriklim tropis sehingga sangat cocok ditanam Indonesia. Agar pertumbuhannya berjalan lebih optimal, penanaman apel sebaiknya dilakukan pada daerah dataran tinggi dengan suhu udara berkisar antara 16 - 27°C. Ketinggian idealnya berkisar antara 700 – 2000 mdpl. Selain ketinggian dataran, curah hujan juga sangat berpengaruh dalam budidaya apel.

Hal ini dikarenakan curah hujan yang tinggi dapat mengakibatkan gugurnya bunga sehingga berpengaruh terhadap tingkat produktivitas apel. Untuk media tanamnya, apel ini menyukai jenis tanah yang subur, gembur, dan banyak mengandung unsur hara dengan pH tanah sekitar 5,5 – 7.

2. Pemilihan Bibit.

Faktor terpenting yang sangat mempengaruhi budidaya apel rome beauty adalah pemilihan bibit. Bibit yang berkualitas akan menghasilkan tanaman apel yang sehat, cepat berbuah, tahan terhadap hama penyakit, serta memiliki tingkat produktivitas yang tinggi.

Adapun cara memilih bibit apel yang berkualitas dapat dilihat dari 3 cara yakni dari daun, batang, dan akarnya.Bibit apel yang berkualitas memiliki daun yang berwarna hijau cerah serta tidak terdapat bekas ulat ataupun hama lainnya. Pada batangnya, pastikan bahwa batang bibit dalam kondisi baik yakni tumbuh tegak, tidak bengkok, dan tidak ada jamur disekitar batang.

Selain itu, pastikan juga bahwa bibit sudah memiliki akar yang lebat. Akan lebih baik lagi jika bibit yang digunakan sudah berumur lebih dari 6 bulan dan sudah besertifikat. Namun jika Anda terlalu sibuk ataupun tidak memiliki banyak waktu untuk memilih bibitnya, Anda bisa langsung memesan bibit apel rome beauty berkualitas melalui website kami di dengan mengklik link berikut.

3. Penanaman Bibit.

Penanaman bibit apel rome beauty paling direkomendasikan dilakukan pada awal musim penghujan. Hal ini dikarenakan ketersediaan air serta suhu udara sangat berpengaruh untuk membantu bibit beradaptasi dengan lingkungan penanamannya. Sebelum penanaman, perlu dilakukan beberapa persiapan seperti pembersihan lahan dan pembuatan lubang tanam.

Buatlah lubang tanam dengan ukuran panjang dan lebar sekitar 60 cm. Jika ingin menanam bibit apel rome beauty dalam jumlah yang banyak, atur jarak tanamnya sekitar 2 – 3 meter/tanaman. Untuk media tanamnya, Anda bisa mencampurkan tanah humus dan pupuk kandang. Setelah dicampur, masukkan media tanam kelubang tanam dan biarkan selama kurang lebih 2 minggu.
Jika sudah 2 minggu, maka bibit siap untuk ditanam. Cara penanamannya, lepaskan terlebih dahulu polybag yang ada secara perlahan dan hati – hati supaya tidak merusak perakaran. Selanjutnya, masukkan bibit kedalam lubang dan atur akarnya agar dapat menyebar kesegala arah. Setelah itu, timbun bibit dengan media tanam setinggi leher akar.

Padatkan juga media tanam di sekitar bibit agar bibit dapat berdiri tegak dan tidak mudah roboh. Saat awal penanaman, sebaiknya bibit dipasang bambu atau kayu dan di ikat longgar supaya dapat menahan bibit apabila ada angin kencang.

4. Pelengkungan Cabang.

Selain bertujuan untuk membentuk kerangka tajuk, pelengkungan cabang juga bermanfaat untuk mendorong munculnya tunas generatif pada cabang lateral. Tahapan ini dapat dilakukan ketika tanaman sudah beradaptasi dengan lingkungan serta memiliki cabang yang cukup panjang dan kuat, (biasanya berdiameter sekitar 1 – 2 cm).

Caranya ambil 3 – 4 cabang lalu lengkungkan hingga mendatar kemudian ikat dengan kayu atau bambu yang sudah ditancapkan ketanah. Selanjutnya, rontokkan daun yang ada kemudian potong ujung cabangnya.

5. Pemupukan.

Agar pertumbuhannya berjalan lebih maksimal, perlu dilakukan beberapa perawatan pada bibit apel rome beauty yang sudah ditanam dan salah satunya adalah dengan melakukan pemupukan. Tanaman apel membutuhkan unsur hara makro seperti C, H, O, N, P, K, Ca, Mg dan S serta unsur hara mikro seperti Fe, Zn, Mn, Cu, B, dan Mo.

Unsur hara makro dapat didapatkan dari pupuk kimia sedangkan unsur hara mikro dapat didapatkan dari bahan organik ataupun bisa juga dengan pupuk kimia. Unsur hara makro NPK bermanfaat untuk membentuk organ vegetatif dan generatif sehingga unsur hara ini sangat dibutuhkan dalam jumlah yang paling banyak.

Untuk memenuhi kebutuhan unsur makro tersebut, tanaman perlu diberi tambahan pupuk secara teratur setiap 2 – 3 bulan sekali dengan dosis disesuaikan dengan umur tanaman. Sedangkan agar tanah tetap gembur dan unsur hara mikro terpenuhi, disarankan untuk menambahkan bahan organik dan melakukan pengapuran jika pH tanah diatas 5,5 setiap akhir musim kemarau.

6. Perontokkan Daun.

Perontokkan daun atau defoliasi buatan yang disertai dengan perlengkungan cabang serta pemangkasan cabang bertujuan untuk memecah tunas generatif terutama pada tunas lateral yang kemudian akan diikuti dengan proses munculnya bunga. Perontokkan daun sebaiknya dilakukan ketika tunas generatif sudah padat (biasanya sekitar 2 minggu setelah panen).

Selain dapat dilakukan secara manual dengan tangan, perontokkan daun juga bisa dilakukan dengan menyemprot daun tua menggunakan zat pengatur tumbuh berbahan aktif Hidrogen Sianamida dengan 10% urea. Perontokkan daun biasanya dilakukan pada bulan April - Oktober karena memberikan hasil lebih baik daripada bulan lainnya sebab bunga akan terhindar dari air hujan.

7. Penjarangan Buah.

Penjarangan buah yang dilakukan dengan tepat dapat meningkatkan mutu panen dan menjaga stabilitas produksi. Penjarangan buah sendiri adalah mengurangi jumbah buah yang muncul secara bergerombol dan terlalu banyak. Pada tanaman apel, biasanya hanya menyisakan 2 – 3 buah pertandan. Penjarangan buah disarankan dilakukan ketika buah berumur 8 – 9 minggu sejak bunga mulai mekar.

8. Pembungkusan Buah.

Pembungkusan buah dilakukan supaya kualitas buah tetap terjaga serta melindungi buah dari hama yang mengganggu. Jika tidak dibungkus, kualitas buah apel biasanya akan menurun dan warnanya juga menjadi kurang menarik. Pembungkusan dapat dilakukan menggunakan kertas bersih yang tahan air atau menggunakan plastik khusus buah.

9. Pengendalian Hama dan Penyakit.

Dalam proses pertumbuhannya, terdapat cukup banyak jenis hama penyakit yang bisa menyerang tanaman apel rome beauty dan saat yang paling rentan adalah 3 bulan sejak perontokkan daun. Hama yang sering menyerang tanaman apel adalah kutu daun, kutu sisik, trips, tungau, dan ulat sedangkan untuk penyakit adalah embun tepung dan marsonina coronaria.

Untuk mengatasi hama tersebut, Anda bisa menggunakan bahan aktif pestisida seperti imidakloprid dan abamectin untuk kutu daun, kutu sisik, dan trips. Dicofol dan piridaben untuk tungau, serta sipermetrin untuk ulat. Sedangkan untuk pengendalian penyakit dapat menggunakan bahan aktif difenokonazo, propineb, dan mankozeb.

10. Pemanenan.

Kegiatan perontokkan daun dan pelengkungan cabang pada tanaman apel yang ditanam di daerah tropis seperti di Indonesia menjadikan tanaman ini dapat dipanen dua kali dalam setahun. Pada apel rome beauty, buahnya dapat dipanen ketika sudah berumur sekitar 120 – 140 hari sejak kemunculannya.

Pemanenan apel sebaiknya dilakukan pada pagi hari ketika cuaca sedang cerah. Untuk proses panennya, disarankan menggunakan alat bantu yang tajam seperti gunting supaya tidak merusak buah maupun merusak percabangan. Buah apel yang sudah dipanen sebaiknya langsung dimasukkan kedalam kerancang yang sudah dilapisi karung plastik supaya buah tidak mudah rusak.
Sampai disini dulu ya artikel yang membahas tentang tips budidaya apel rome beauty. Semoa artikel ini bisa bermanfaat serta menambah ilmu dan pengetahuan kita semua. Jika Anda tertarik untuk menanam apel rome beauty di rumah, Anda bisa langsung memesan bibitnya melalui website kami dengan mengklik link berikut.

Selain bibit apel, kami juga menyediakan berbagai macam pilihan bibit unggulan lain seperti mangga, jeruk, durian, tin, rambutan, sawo, dan masih banyak lagi. Sampai jumpa lagi di artikel lain dengan bahasan menarik berikutnya. Selamat berkebun!!!
Blog Post Lainnya
Mau tanya - tanya dulu?
0823-2246-8111
@2014 - 2020 Samudrabibit Inc.