31 Desember 2020 2:24 pm

6 Cara Mudah Budidaya Alpukat Mentega Agar Tumbuh Optimal dan Cepat Berbuah

6 Cara Mudah Budidaya Alpukat Mentega Agar Tumbuh Optimal dan Cepat Berbuah

Mengenal Alpukat Mentega

Alpukat mentega? Pastinya tau kan jenis alpukat yang satu ini? Yapsss, alpukat mentega sendiri merupakan salah satu jenis alpukat unggulan yang menjadi primadona di Indonesia. Dikatakan unggulan karena alpukat ini memiiki daging buah yang lebih tebal, padat, dan bertekstur lembut. Nah yang paling menarik dari alpukat ini adalah warna daging buahnya.

“Emang kenapa sih?” Daging buah alpukat ini berwarna kuning menggoda dan tampak bersih layaknya mentega. Hal inilah yang mendasari mengapa alpukat ini dinamakan alpukat mentega. Alpukat mentega memiliki bentuk yang cenderung bulat dengan pangkal dan ujung yang membulat. Panjangnya sekitar 13 – 17 cm dengan diameter sekitar 10 – 14 cm, dan berat rata – rata satu buahnya sekitar 600 gram.
Selain itu, buah alpukat mentega juga memiliki kadar lemak sekitar 7,58% dan kadar protein 1,37%. Bahkan alpukat juga sering digunakan sebagai buah pendamping program diet karena dapat mencegah rasa lapar karena kandungan yang dimilikinya.

Alpukat mentega sendiri ternyata merupakan varietas unggulan yang berasal dari mancanegara, tepatnya dari negara Meksiko. Secara fisik, tanaman alpukat mentega memiliki ciri – ciri yang mirip seperti jenis alpukat unggulan lainnya seperti alpukat aligator dan alpukat wina. Yang paling membedakan adalah karakteristik buahnya.
Tak hanya itu, tanaman alpukat mentega juga dikenal tahan terhadap serangan ulat sehingga sangat cocok untuk Anda yang ingin menanam alpukat namun tidak ingin terganggu dengan hama ulat. Hebatnya lagi, alpukat ini juga memiliki tingkat produktivitas buah yang tinggi yakni bisa mencapai 250 – 450 buah/pohon dalam sekali panen atau sekitar 225kg/tahun. Mantep banget kan?

Keistimewaan lain dari alpukat mentega adalah kemampuannya yang dapat berbuah sepanjang tahun. Jadi Andapun bisa memetik buah alpukat kapanpun Anda mau. Dengan segudang keunggulannya, wajar saja jika alpukat mentega menjadi salah satu jenis alpukat yang paling banyak dibudidayakan masyarakat.
Nah sebelum memulai budidaya alpukat, ndak ada salahnya kan kalau kita mengetahui hal apa saja yang harus dilakukan supaya tanaman alpukat mentega tumbuh optimal dan cepat berbuah? Berikut sudah kami rangkum kiat – kiat dalam budidaya alpukat mentega.

Syarat Tumbuh Alpukat Mentega

a. Bibit alpukat mentega dapat ditanam pada daerah dataran menengah hingga daerah dataran tinggi dengan ketinggian maksimal 1500 mdpl.
b. Iklim yang cocok untuk penanaman bibit alpukat mentega adalah iklim tropis seperti di Indonesia dengan suhu udara sekitar 15 – 30°C dan curah hujan 5 – 6 bulan basah.
c. Agar pertumbuhannya lebih optimal, penanaman bibit alpukat mentega sebaiknya dilakukan pada lahan terbuka yang mendapatkan sinar matahari secara langsung dengan intensitas sekitar 40 – 80% per harinya.
d. Jenis tanah yang ideal untuk penanam bibit alpukat mentega adalah tanah humus, tanah lempung berpasir, lempung endapan, atau tanah liat dengan derajat keasaman (pH tanah) sekitar 5,6 – 6,4.

Budidaya Alpukat Mentega

Selain bebas dari hama ulat, keunggulan lain alpukat mentega yang membuatnya menjadi primadona adalah buahnya yang tidak mudah busuk. Hal ini dikarenakan daging buahnya yang lebih solid dan tidak berair sehingga mampu menghambat perkembangan bakteri penyebab kebusukan.

Dalam hal budidaya, budidaya alpukat mentega ini tergolong sangatlah praktis dan mudah. Bahkan untuk pemula sekalipun pasti bisa sukses dalam membudidayakan alpukat ini. Selain itu, perawatannya pun juga mudah dan tidak membutuhkan banyak biaya.

Asalkan syarat tumbuhnya terpenuhi dan perawatan dasar dilakukan dengan baik, maka tanaman alpukat mentega sudah bisa tumbuh subur dan cepat berbuah. Selain itu, menanam alpukat mentega juga dapat dilakukan di pekarangan dan halaman rumah sendiri loh! Nah bagi Anda yang tertaik untuk membudidayakan alpukat mentega, berikut adalah tipsnya :

1. Pemilihan Bibit Unggul.
Hal pertama yang harus dilakukan ketika ingin menanam alpukat mentega adalah memilih bibit dengan kualitas unggulan. Pastikan untuk memilih bibit yang berasal dari teknik cangkok/okulasi khusus dari penangkaran terpercaya.

Selain itu, pilihlah bibit yang sehat dan memiliki pertumbuhan yang baik. Ciri bibit yang sehat adalah batangnya mulus, bebas dari bercak cendawan atau bakteri, serta hanya terdapat satu atau sedikit lengkungan bekas tempelan mata.

Pastikan juga bahwa bibit memiliki tajuk yang rimbun, segar, dan subur. Sebaiknya menghindari bibit dengan kondisi yang kurang baik seperti berlubang maupun yang terdapat bercak bekas serangan hama dan penyakit. Jika Anda kesulitan mencari bibit alpukat mentega berkualitas, Anda bisa memesannya dengan mengklik tautan berikut (Bibit Alpukat Mentega Unggulan).

2. Pengolahan Lahan.
Setelah mendapatkan bibit unggulan, langkah yang selanjutnya adalah menyiapkan lahan. Lahan tanam yang digunakan sebaiknya memiliki tanah yang gembur, cukup lembab, memiliki kandungan unsur hara yang tinggi, serta memiliki sistem drainase (aliran air) yang baik supaya tidak menyebabkan genangan air karena dapat memicu timbulnya hama penyakit.

Jika sudah ditentukan tempatnya, bersihkan lahan dari gulma atau tanaman pengganggu lainnya kemudian gemburkan tanah menggunakan cangkul dan buatlah bedengan supaya ketinggian tanah di sekitar bibit lebih tinggi daripada ketinggian tanah disekitarnya.

Bedengan ini juga bertujuan supaya bibit terhindar dari genangan air pada musim hujan atau pada saat penyiraman. Jika sudah, buatlah lubang tanam berukuran 60 x 60 cm dengan kedalaman sekitar 60 – 80 cm.

3. Tahap Penanaman.
Tahapan yang selanjutnya adalah tahap penanaman. Jika ingin menanam bibit alpukat mentega dengan jumlah yang banyak, beri jarak tanam antar bibit sekitar 5 – 6 meter. Hal ini bertujuan supaya tanaman tidak saling berebut nutrisi dan sinar matahari sehingga pertumbuhannya akan lebih optimal karena proses fotosintesis bisa maksimal terutama ketika bibit sudah besar.

Sebelum ditanam, ada baiknya lubang yang sudah dibuat diangin – anginkan terlebih dahulu sekitar 2 – 4 minggu setelah itu campur tanah bagian atas dengan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 dan berikan juga pupuk NPK 20 – 10 – 10 sebanyak 1 genggam per lubang tanam. Jika sudah, maka penanaman siap untuk dilakukan.

Pertama – tama, buka atau sobek polybag (jika ada) secara perlahan supaya tidak merusak perakaran. Kemudian letakkan bibit kedalam lubang tanam dan timbun dengan tanah galian setinggi leher akar. Setelah itu, padatkan tanah bagian atas lalu lakukan penyiraman hingga media tanam benar – benar basah.

4. Tahap Pemeliharaan.
Jika sudah ditanam, maka bibit alpukat mentega juga perlu dirawat agar pertumbuhannya lebih maksimal. Nah untuk perawatannya pun juga hanyalah perawatan dasar yang tentunya mudah dilakukan seperti penyiraman, pemupukan, pemangkasan, dan penyiangan. Berikut adalah cara merawat tanaman alpukat mentega :

a. Penyiraman.
Bibit yang baru ditanam sebaiknya diberikan penyiraman setiap dua kali sehari (pagi dan sore) karena bibit yang masih kecil akarnya belum begitu banyak sehingga membutuhkan bantuan supply air yang lebih banyak untuk pertumbuhannya.

Namun jika sudah memasuki musim penghujan, penyiraman dapat dihentikan sementara dan bisa disesuaikan dengan kondisi cuaca. Jika tanah di sekitar bibit mulai padat karena penyiraman, sebaiknya gemburkan lagi menggunakan cangkul secara hati – hati supaya tidak memutus perakaran.

b. Pemangkasan.
Salah satu tujuan pemangkasan adalah untuk membentuk percabangan yang lebih teratur serta mencegah pohon agar tumbuh tidak terlalu tinggi sehingga memudahkan pada saat proses pembungkusan maupun proses pemanenan buah.

Batang utama yang tingginya sekitar 1,5 – 2 meter dari permukaan tanah sebaiknya dipangkas dan biarkan 3 – 4 cabang primer tumbuh subur dan kuat. Selain itu, pemangkasan cabang dan ranting juga perlu dilakukan setiap 1 – 2 bulan sekali supaya sinar matahari tetap dapat masuk sehingga memperlancar proses fotosintesis serta mengurangi kelembaban.

c. Pemupukan.
Sebelum dilakukan pemupukan, buatlah lubang melingkar tepat dibawah tepi tajuk tanaman dengan kedalaman sekitar 30 cm. Setelah itu, masukkan pupuk kedalam lubang dan timbun lagi menggunakan tanah. Dosis pupuk untuk tanaman alpukat mentega yang berumur 1 – 4 tahun adalah 0,27 – 1,1 kg pupuk urea, 0,5 – 1 kg pupuk TSP, dan 0,2 – 0,83 pukuk KCI per pohonnya.

Sedangkan dosis pupuk untuk tanaman alpukat mentega yang berumur 4 tahun keatas adalah 2,22 – 3,55 kg pupuk urea, 3,2 kg pupuk TSP, dan 4 kg pupuk KCI per pohonnya. Jika ingin menambahkan pupuk kandang, dapat dilakukan setiap 6 bulan sekali sebanyak 20 kg per pohon.

d. Penyiangan.
Hal yang tak kalah penting dalam menanam alpukat mentega adalah penyiangan gulma. Gulma sendiri merupakan tanaman yang tumbuhnya tidak kita kehendaki. Gulma yang terlalu banyak dapat menjadi kompetitor bagi bibit dalam menyerap nutrisi dan unsur hara dari dalam tanah.

Nah agar pertumbuhan bibit alpukat mentega tidak terganggu, maka gulma – gulma tersebut harus dibersihkan secara rutin. Untuk membersihkannya bisa dilakukan secara manual dengan mencabuti gulma secara manual menggunakan tangan ataupun menggunakan alat bantu seperti cangkul, sekop, atau sabit.

5. Pengendalian hama.
Meskipun tahan terhadap ulat, namun masih ada beberapa hama kecil lain yang sering mengganggu pertumbuhan alpukat unggulan ini diantaranya kupu – kupu gajah, kutu putih, dan tungau merah. Untuk mengatasi hama ini, Anda bisa menyemprotkan pestisida kimia maupun pestisida organik dari bahan daun ciplukan, daun bandosa, dan daun kirinyuh.

6. Pemanenan.
Buah alpukat mentega biasanya dapat dipanen kurang lebih sekitar 6 bulan sejak berbunga. Untuk cara pemanennannya sebaiknya menggunakan alat bantu seperti pisau atau gunting yang tajam supaya tidak merusak buah maupun percabangan. Buah yang sudah matang ditandai dengan kulitnya yang berwarna hijau tua, tidak lagi mengkilat, dan akan terdengar goncangan biji jika buah digoyangkan.

Seperti yang kita tahu, alpukat sendiri memiliki berbagai macam jenis dan bagi orang awam masih sulit untuk membedakan alpukat mentega dengan alpukat lainnya. Nah untuk membedakannya, berikut ada beberapa cara untuk mengenali alpukat mentega :
a. Memiliki permukaan kulit yang halus.
b. Warna kulit hijau tua dan biji tidak menempel pada daging ketika sudah matang.
c. Daging buah lebih tebal, tidak berserat, dan berwarna kuning menggoda.

Alpukat mentega sendiri memang dikenal mampu berbuah sepanjang tahun tanpa mengenal musim. Bahkan dalam satu tahun bisa dipanen hingga 2 – 3 kali. Mantap bukan? Hal inilah yang membuat banyak masyarakat lebih memilih untuk menanam alpukat mentega daripada alpukat biasa karena dinilai lebih menguntungkan.
Sampai disini dulu ya artikel yang membahas tentang “6 Cara Mudah Menanam Alpukat Mentega Agar Tumbuh Subur dan Cepat Berbuah”. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita terutama dalam hal budidaya alpukat mentega.

Jika Anda tertarik untuk menanam alpukat mentega, Anda bisa memesannya melalui link berikut (Bibit alpukat mentega unggulan) atau bisa juga langsung berkunjung ke kebun kami dengan mengklik link berikut (Kebun samudrabibit). Sampai jumpa lagi di artikel lain berikutnya dan selamat berkebun!
Blog Post Lainnya
Mau tanya - tanya dulu?
0823-1087-4445
@2014 - 2020 Samudrabibit Inc.