24 Maret 2020 10:19 am

Budidaya Buah Kiwi

Budidaya Buah Kiwi
Buah kiwi ini merupakanjenis buah beri yang dapat dimakan dari tanaman merambat berkayu yang berasal dari Shaanxi, Tiongkok. Buah segar ini awalnya bernama Gosberi Cina, kemudian buah ini diberi nama ulang menjadi melonette di tahun 1950-an dengan alasan ekspor marketing. Setelah berganti nama menjadi melonette diganti lagi menjadi kiwi, pemberian nama kiwi ini seperti nama burung yang tidak dapat terbang di daerah Selandia Baru.

Buah kiwi ini memiliki banyak khasiat, yang pertaman buah kiwi ini mengandung antioksidan yang tinggi. Antioksidan memiliki manfaat sebagai anti kanker, anti peradangan, anti alergen, dan melawan bakteri (staphylococcus dan e-coli) yang dimana bakteri tersebut dapat membuat manusia keracunan makanan. Yang lebih bagusnya lagi, pada kulit buah kiwi juga mengandung antioksidan bahkan kandungannya mencapai 3 kali lebih banyak dari kandungan antioksidan pada dagingnya.


Buah ini juga dapat sebagai obat hipertensi.Buah kiwi ini terkenal sebagai buah import dengan harga yang tidak murah. Dengan harga yang bisa dibilang mahal ini, tidak semua orang bisa menikmati buah yang kaya akan vitamin ini. Tapi tidak perlu khawatir, dengan penanaman dan perawatan yang tepat buah ini dapat ditanam di wilayah Indonesia. Adapun syarat tumbuh buah kiwi yakni di dataran tinggi beriklim basah dengan ketinggian 800 sampai 1300 meter diatas permukaan laut serta dengan suhu rata – rata 12 sampai 24 derajat celcius.

Hindari jenis tanah liat, tanaman buah kiwi lebih menyukai jenis tanah humus berpasir dengan sistem drainase yang baik. Tanaman buah kiwi ini juga memerlukan sinar matahari sepanjang hari dengan sedikit naungan. Dan dikarenakan arah pertumbuhannya yang menyebar, maka tanaman ini memerlukan ruang yang cukup luas.

Jangan lupa untuk memperhatikan jara tanamnya juga, serta diperlukan bantuan penyangga yang kuat sebagai media tumbuhnya karena tanaman ini memiliki ukuran yang cukup besar. Berikut langkah – langkah membudidayakan tanaman buah kiwi.


1. Pembibitan,

Bibit kiwi biasanya sudah tersedia dan dijual dalam bentuk benih atau biji. Sebaiknya cari biji yang siap tanam, pembibitan dengan menggunakan biji ini mempunyai keunggulan pada perakaranya lebih kokoh. Meskipun resikonya bibit belum tentu mewarisi sifat – sifat tanaman induknya. Berbeda teknik pembibitan dengan cara stek batang akan menghasilkan tanaman yang identik dengan induknya, serta perakaranya akan tumbuh seragam namun akan tumbuh kurang kuat.

Berbeda lagi dengan teknik pembibitan dengan cara stek akar hanya dilakukan untuk menciptakan kultivar baru. Adapun langkah pembibitan dengan menggunakan teknik biji sebagai berikut :
  • Pertama, belah buah kiwi yang sudah benar – benar matang kemudian ambil bijinya, saring biji dan cuci bersih
  • Kemudian rendam dengan aiar hangat semalaman, lalu letakkan pada handuk kertas basah
  • Bungkus dan masukkan didalam kantung plastik yang dapat dilekatkan ujungnya / disegel dan simpan ditempat yang hangat
  • Periksa setiap hari sampai biji berkecambah, jika handuk kertas sudah tampak kering namun masih belum berkecambah maka tambahkan air untuk membasahi handuk kertas
  • Setelah biji berkecambah, siapkan pot atau polybag isi dengan campuran tanah humus dan pupuk kandang. Dalam satu pot atau polybag dapat ditanam 3 sampai 4 benih
  • Letakkan pot yang sudah ditanami pada tempat yang terdapat banyak sinar matahari, namun secara tidak langsung
Dan berikut ini akan dijelaskan langkah pembibitan dengan menggunakan teknik stek batang :
  • Pada tanaman kiwi ini terdapat dua macam batang yakni batang keras dan batang lunak. Siapkan batang lunak yang memiliki diameter sekitar 1 cm, dan sudah memiliki tiga mata tunas.
  • Potong batang tersebut sepanjang 13 – 20 cm. Potong tepat di bawah batas tumbuh.
  • Bersihkan semua daun yang ada dibatang kecuali daun yang ada pada pucuk batang. Celupkan pangkal tunas kedalam larutan hormon pertumbuhan akar. Letakkan didalam wadah di media khusus perakaran.
  • Jaga kelembaban batang, dan akar akan muncul dalam waktu 6 sampai 8 minggu
  • Kemudian pindah ke dalam pot atau poly bag dengan kedalaman kurang lebih 10 cm


2. Persiapan lahan dan media tanam

pada fase ini dapat ditanam pada pekarangan ataupun di dalam pot. Tanaman kiwi ini membutuhkan lahan cukup luas supaya dapat tumbuh dengan baik. Tanaman kiwi juga memerlukan penopang karena tanaman ini cukup berat. Jika ingin menanam di pekarangan, bersihkan dahulu lahan dari gulma. Kemudian gemburkan tanah dan beri pupuk kompos atau pupuk kandang. Beri jarak 2 hinggan 4 meter antara pohon satu dengan lainnya. Beri juga parit – parit sebagai drainase, kemudian biarkan 2 hingga 3 hari sampai siap untuk ditanami.

Jika menggunakan pot, dapat menggunakan yang memiliki ukuran 30 sampai 70 liter dengan bahan yang bagus dan memiliki lubang drainase yang baik. Siapkan media tanam berupa campuran tanah humus, pasir, dan pupuk kandang atau pupuk kompos dengan perbandingan sama atau seimbang. Setelah itu buat rambatan sederhana yang kuat, terdiri atas dua pancang kayu atau besi vertikal setinggi 1,8 sampai 2 meter dengan diameter 10 sampai 12 cm ditanam di salah satu sisi lahan.

Dan pasang juga para para, yakni kawat besar yang melintang antara kayu satu dengan seberangnya. Pembuatan para – para ini dibuat bukan hanya untuk merambat tanamannya tapi juga agar pot tidak terjungkal.


3. Penanaman

Pada fase penanaman ini pastikan jangan terlalu banyak terkena sinar matahari, hal ini berakibat tanaman lebih cepat stres. Berikut langkah penanaman buah kiwi di media tanah maupun pot.
  • Penanaman di tanah, lepaskan tanaman dari polybag atau pot dengan hati hati supaya akar tidak rusak. Kemudian masukkan ke lubang tanam dan siram secukupnya.
  • Penanaman di pot, penanaman pada pot ini hampir sama seperti penanaman di tanah. Bedanya pada dasar pot sebarkan kerikil atau pecahan genting supaya sistem drainase nya baik. Kemudian keluarkan bibit dari poly bag lalu masukkan dalam pot yang lebih besar. Letakkan tegak lurus dan berada di tengah pot.


4. Perawatan

Setelah fase penanaman jangan lupa pada fase perawatan. Yang pertama, yakni penyiraman. Tanaman buah kiwi perlu disiram satu atau dua kali sehari, bisa pada saat pagi dan atau sore hari. Penyiraman ini sesuai keadaan tanah, jangan sampai tanaman buah kiwi tergenang air hal ini menyebabkan tanaman rontok daun dan bunganya, serta dapat menyebabkan kematian pada tanaman. Namun jangan sampai tanaman buah kiwi kering, hal ini menyebabkan tanaman kekurangan nutrisi hingga menyebabkan tanaman layu dan kering.

Yang kedua yakni, penyiangan gulma atau tanaman pengganggu karena dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Setelah penyiangan lakukan juga penggemburan tanah hal ini berguna untuk kesuburan tanah dan kemampuan tanah dalam menyerap air. Berikutnya yang harus dilakukan yakni pemupukan lanjutanhal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman yang semakin lama kondisi tanaman menjadi turun.

Lakukan dengan hati hati dan tidak berlebihan, karena tanaman buah kiwi sangat sensitif terhadap penggunaan pupuk. Jenis pupuk dapat disesuaikan dengan kondisi tanah. Jika kondisi tanah dalam keadaan subur cukup diberikan pupuk kompos setahun sekali. Menjelang masa pembungaan gunakan pupuk yang mengandung nitrogen tinggi. Pada saat melakukan pemupukan sebaiknya dilakukan pada pagi hari.

Setelah itu yang juga perlu dilakukan dalam perawatan tanaman buah kiwi yakni pemangkasan yang bertujuan untuk mengatur arah rambatnya dan mencegah penyakit akibat dari tanaman yang terlalu rimbun. Cara memotongnya yakni dengan memotong tunas dan arahkan tunas yang baru untuk mengikuti pola rambatan. Jika tanaman buah kiwi terhambat atau bermasalah tumbuhnya, maka cari tahu dan cari solusinya.


5. Pemanenan

Pada fase ini tanaman buah kiwi akan mulai bisa dipanen setelah berumur 3 sampai 4 tahun dari usia penanaman dilokasi permanen. Ciri – ciri buah yang siap dipanen yakni, ukuran buah yang maksimal dan terasa lembut atau lunak ketika disentuh serta mengeluarkan bau buah kiwi yang khas. Pada saat melakukan pemanenan lakukan dengan hati – hati, mengingat buah ini memiliki tekstur lunak. Dan jangan tumpuk buah terlalu banyak karena mengakibatkan buah rusak.

Nah sampai disini dulu ya jika Anda berminat untuk memulai budidaya buah kiwi, Anda bisa memesan bibitnya melalui website kami di samudrabibit.net. Bibit kiwi yang kami kembangkan berasal dari hasil perbanyakan cangkok/okulasi sehingga lebih terjamin kualitasnya.

Selain buah kiwi, kami juga menyediakan berbagai macam bibit tanaman lain yang bisa dikirim keseluruh penjuru Indonesia. Sampai jumpa lagi di artikel menarik berikutnya!!! Selamat berkebun :D
Blog Post Lainnya
Mau tanya - tanya dulu?
0823-2246-8111
@2014 - 2020 Samudrabibit Inc.