18 Desember 2019 2:09 pm

Budidaya Tanaman Cermai bagi Pemula

Budidaya Tanaman Cermai bagi Pemula
Barangkali banyak di antara kita yang belum begitu mengenal tentang buah cermai. Buah cermai ini memang termasuk buah yang jarang ditemukan. Bukan hanya pohonnya yang jarang ditemukan di suatu tempat, bahkan buahnya pun hampir tidak pernah beredar di pasaran. Hal ini mungkin karena rasa buahnya yang dianggap terlalu masam. Padahal tanaman cermai memiliki banyak manfaat, tidak hanya buahnya, tetapi bunga dan daunnya juga sangat bermanfaat, khususnya bagi kesehatan kita.

Biarpun buah cermai tergolong masam, tetapi apabila diolah dapat menjadi suatu santapan yang nikmat. Bahkan bagi yang tahan dengan rasa masam, buah cermai segar dapat langsung dikonsumsi secara langsung. Lalu, bagaimana karakteristik dari tanaman cermai ini? Apakah sulit untuk membudidayakannya? Simak tulisan berikut untuk mengetahui jawabannya.


Asal-usul dan Persebaran

Tanaman cermai yang memiliki nama ilmiah Phyllanthus acidus ini merupakan tanaman yang berasal dari Madagaskar. Tanaman ini termasuk tanaman liar di tempat asalnya. Setelah menyebar ke India, lama-kelamaan tanaman cermai menyebar ke seluruh dunia.

Ada beberapa sebutan untuk tanaman ini di beberapa negara. Misalnya, chermai (Malaysia), karmay (Filipina), dan mayom(Thailand). Dalam bahasa Inggris disebut Malay gooseberry atau otaheite gooseberry. Di Indonesia sendiri tanaman cermai memiliki sebutan berbeda di tiap wilayah. Misalnya, careme (Sunda), cerme (Jawa), ceureumoe (Aceh), camin-camin (Sumatera), cermen (Bali), ceremin (Ternate), samma (Bima), caramele (Sulawesi), selemele (Rote), dan salmele (Timor).


Morfologi dan Karakteristik Tanaman Cermai

Tanaman cermai termasuk tanaman perdu, relatif kecil, yang dapat tumbuh hingga setinggi 9 – 10 meter jika diliarkan. Percabangannya banyak, rendah, dan renggang. Rantingnya tidak banyak. Kulit kayunya termasuk tebal. Sekilas mirip dengan pohon belimbing wuluh. Termasuk jenis tanaman yang berumur panjang. Akarnya tunggang. Tanaman ini mampu berbuah sepanjang tahun, tanpa mengenal musim. Tanaman ini memiliki daun tunggal dan bertangkai pendek.

Daun-daun tersebut tersusun rapi membentuk rangkaian seperti halnya daun majemuk. Daunnya berwarna hijau muda, berbentuk bulat telur hingga jorong, dengan ujung daun berbentuk runcing atau lancip dan pangkal daun berbentuk tumpul hingga bundar. Tepi daunnya rata, tidak memiliki daun penumpu. Helaian daun tipis tegar dengan pertulangan menyirip dan permukaan daunnya halus licin tidak berambut.

Daun tanaman cermai memiliki panjang sekitar 2 – 7 cm dan lebar sekitar 1,4 – 2 cm, kecuali cermai manis yang daunnya lebih besar, lebarnya hingga 4 cm. Daun tidak meluruh sendiri. Apabila tangkai daun gugur akan meninggalkan bekas yang nyata pada cabangnya. Bunga tanaman cermai muncul dalam tandan atau malai yang panjangnya antara 1,5 – 12 cm. Tandan bunga ini akan muncul di sepanjang batang dan cabang tanaman cermai.

Bunga tanaman cermai memiliki kelopak berbentuk bintang berbilangan 4 dan mahkotanya berwarna merah muda. Merupakan bunga majemuk berkelamin tunggal atau ganda. Dalam satu tandan bunga cermai terdapat bunga jantan dan bunga betina sekaligus. Diameter bunga sekitar 2,5 cm. Bunga cermai ini mudah rontok. Buah cermai merupakan buah batu berbentuk bulat pipih atau pepat. Permukaannya bergelombang, memiliki 6 – 8 rusuk lekukan.

Ukurannya kecil dengan panjang sekitar 1,25 – 1,5 cm dan lebar sekitar 1,75 – 2,5 cm, diameter sekitar 2,5 cm. Buah cermai yang masih mentah berwarna hijau muda, sedangkan yang sudah matang akan berwarna kuning keputihan.

Bergantungan pada batang dan dahan sendiri atau dalam untaian. Daging buah cermai berwarna keputihan dengan rasa asam dari berair banyak, kecuali jenis cermai manis yang memiliki sedikit rasa manis agak sepat. Di dalam buah cermai ini terdapat inti yang keras dengan 4 – 6 butir biji yang berbentuk bulat pipih dan berwarna coklat muda.


Klasifikasi dan Variasi

Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Malpighiales
Famili : Phyllanthaceae
Bangsa : Phyllantheae
Subbangsa : Flueggeinae
Genus : Phyllantus
Spesies : Phyllantus acidus

Tidak banyak pengembangan pada jenis tanaman ini. Hanya ada dua jenis yang dikenal, yaitu cermai masam dan cermai manis. Perbedaannya terletak pada tingkat kemasaman yang berbeda. Cermai masam dominan dengan rasa asam, sementara cermai manis memiliki sedikit rasa manis dan sepat selain rasa asam khas buah cermai.

Syarat Tumbuh

Tanaman cermai tidak memerlukan banyak air, meskipun menyukai tempat yang lembap. Oleh karena itu, tanaman ini dapat bertahan hidup di wilayah yang kekurangan air maupun kelebihan air. Sangat cocok tumbuh di wilayah tropis maupun subtropis. Rekomendasi tempat tumbuh yang ideal untuk tanaman cermai adalah dataran rendah beriklim panas dengan suhu rata-rata 30 – 35oC. Ketinggian 0 – 1000 mdpl untuk cermai masam, toleran hingga 2000 mdpl untuk cermai manis. Kebutuhan akan sinar matahari penuh sepanjang hari.

Pembibitan Tanaman Cermai

Sebagai langkah awal sebelum Anda memiliki sendiri tanaman cermai, Anda dapat membeli bibit di tempat-tempat penjualan bibit. Pilihlah bibit yang berkualitas baik dengan ciri-ciri tampak sehat, daunnya hijau segar, batangnya kokoh, rindang, dan pastinya bebas dari hama dan penyakit. Setelah sukses menanam satu pohon, Anda dapat memperbanyaknya sendiri dengan berbagai teknik.

Pembibitan tanaman cermai sebenarnya dapat diperoleh dengan biji, tempel, dan cangkok. Akan tetapi teknik yang mudah dan biasa dilakukan adalah dengan cara biji dan cangkok.

Pembibitan dengan biji

Langkah-langkah pembibitan tanaman cermai dengan biji adalah sebagai berikut.
  • Pilihlah beberapa buah cermai yang benar-benar sudah matang. Lebih disarankan lagi buah cermai matang yang jatuh dari pohonnya. Lalu kupaslah buah cermai tersebut untuk diambil bijinya. Hati-hati saat mengupas buah cermai, jangan sampai bijinya tergores atau luka.
  • Rendam biji-biji cermai tersebut dalam air yang telah ditempatkan dalam suatu wadah selama satu malam. Esok harinya ambillah biji-biji cermai yang tenggelam. Buah yang tetap terapung menandakan bahwa biji tersebut rusak (kopong) dan tidak dapat dijadikan bakal bibit. Biji-biji cermai yang sudah diambil kemudian dikeringkan dengan cara diangin-anginkan selama 2 – 3 hari.
  • Siapkan media semai yang berupa tanah liat, pasir, dan pupuk kompos dengan perbandingan 2 : 1 : 1. Campurkan ketiga bahan tersebut hingga rata. Kemudian masukkan media semai yang sudah tercampur tersebut ke dalam kotak kayu atau plastik yang akan dijadikan tempat pembibitan/persemaian.
  • Buatlah lubang-lubang tanam dengan jari telunjuk sedalam kurang lebih 1 cm. Sedangkan jarak antarlubang tanam kira-kira 3 – 5 cm. Lalu masukkan biji-biji cermai ke dalam lubang-lubang tanam, di mana satu lubang dimasukkan satu biji cermai. Kemudian tutup kembali lubang-lubang tanam tersebut.
  • Letakkan kotak kayu tempat pembibitan tersebut di tempat yang terkena cahaya matahari secara langsung. Akan tetapi usahakan jangan sampai tempat pembibitan tersebut terkena air hujan. Sirami bakal bibit tersebut secara rutin untuk menjaga kelembapannya. Usahakan media tanam jangan sampai terlalu lembap atau basah. Siangilah gulma atau tanaman pengganggu yang tumbuh di tempat pembibitan agar jangan sampai mengganggu pertumbuhan kecambah dari biji cermai. Kecambah biasanya akan tumbuh sekitar 1 – 2 minggu setelah penanaman biji cermai.
  • Bibit tanaman cermai yang sudah mulai tumbuh biasanya satu bulan kemudian akan menghasilkan minimal 3 – 4 helai daun. Pada saat itu bibit cermai sudah mulai bisa dipindahkan ke polybag-polybag. Hal ini bertujuan untuk memberi tempat yang cukup bagi pertumbuhan bibit tanaman cermai. Saat memindahkan bibit cermai dari kotak kayu ke polybag harus dilakukan dengan hati-hati agar akarnya tidak sampai terputus. Media semai dalam polybag juga berupa campuran tanah, pasir, dan pupuk kompos dengan perbandingan 2 : 1 : 1.
  • Lakukan perawatan dan pemeliharaan bibit tanaman cermai selama di dalam polybag dengan rutin. Siramilah secara berkala untuk tetap menjaga kelembapan media tanam di polybag. Singkirkan juga gulma dan tanaman pengganggu yang sekiranya tumbuh di sekitar bibit tanaman cermai. Untuk menjaga kesuburan media tanam, lakukan pemupukan paling tidak satu bulan sekali dengan menggunakan pupuk kompos atau organik.
  • Apabila bibit cermai sudah mencapai tinggi sekitar 30 – 40 cm, berarti bibit tersebut sudah siap dipindahkan ke areal tanam yang lebih luas, seperti di pot atau pekarangan rumah. Biasanya dengan ketinggian seperti itu, bibit tanaman cermai sudah memiliki daya tahan untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya.


Pembibitan dengan cangkok

Langkah-langkah pembibitan tanaman cermai dengan cara cangkok adalah sebagai berikut.
  • Tentukan pohon cermai yang akan dijadikan bibit cangkokan. Dalam arti pohon tersebut haruslah pohon yang sehat dan banyak produksi buahnya. Lalu pilihlah batang cermai yang agak tua dan dianggap kuat dengan diameter sekitar 3 cm.
  • Sekitar 5 cm dari pangkal batang, kupaslah kulit batang tersebut dengan panjang kurang lebih 7 – 10 cm. Pastikan kambium yang terdapat pada batang benar-benar bersih.
  • Setelah kambium benar-benar bersih, berilah hormon pertumbuhan dan diamkan kurang lebih 3 hari.
  • Tiga hari kemudian tempelkan media tanam berupa kompos halus dan tutup dengan plastik atau cocopeat. Bungkus dan ikatlah bagian pinggir dan tengahnya agar media tanam dapat melekat dengan kuat.
  • Siramilah secara rutin hasil cangkokan tersebut hingga akar baru tumbuh. Biasanya akar yang tumbuh awalnya akan berwarna terang atau keputih-putihan.
  • Setelah akar berwarna gelap atau coklat kehitaman, bibit hasil cangkokan tanaman cermai tadi telah siap dipindahkan ke media tanam seperti pot atau pekarangan rumah. Akar yang sudah berwarna gelap atau coklat kehitaman menandakan bahwa akar tersebut telah memiliki daya tahan untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya.

Penanaman Bibit Tanaman Cermai di Pot atau Pekarangan Rumah

Bibit tanaman cermai dapat ditanam di pot atau pekarangan rumah. Biasanya tanaman cermai yang ditanam di pot, selain dinikmati buahnya, dapat juga difungsikan sebagai tanaman penghias. Sementara tanaman cermai yang ditanam di pekarangan rumah, selain dinikmati buahnya, dapat juga difungsikan sebagai tanaman pelindung dari teriknya sinar matahari.


Penanaman bibit tanaman cermai di pot

Langkah-langkah penanaman bibit tanaman cermai di pot adalah sebagai berikut.
  • Bibit tanaman cermai yang dihasilkan dari cara biji maupun cangkok dapat dipindahkan ke areal tanam yang lebih besar seperti pot. Untuk itu siapkan pot berdiameter 60 cm atau lebih. Selain pot berukuran besar, sebenarnya dapat juga digunakan drum bekas yang dibelah sebagai penggantinya. Lalu pastikan pot atau drum tersebut memiliki lubang pembuangan air yang cukup. Hal ini bertujuan agar air bekas siraman dapat mengalir lancar sehingga tidak menggenang.
  • Siapkan pula media tanam berupa tanah, pupuk kandang kering, dan sekam. Perbandingan ketiga bahan tersebut adalah 1 : 1 : 1. Campur ketiga bahan tersebut menjadi satu dan jemur di bawah sinar matahari agar bakteri yang merugikan dapat mati.
  • Masukkan media tanam hingga mencapai setengah tinggi pot atau drum.
  • Ambil bibit tanaman cermai dan pisahkan dari polybag (bibit dari biji) atau plastik/coco peat (bibit dari cangkok) dengan hati-hati agar tidak merusak akarnya.
  • Letakkan bibit tersebut tepat di tengah-tengah pot atau drum dengan posisi tegak.
  • Timbun pot atau drum dengan media tanam hingga hampir mencapai bibir pot atau drum.
  • Padatkan bagian atas media tanam untuk menjaga agar bibit tanaman cermai tidak mudah goyah. Caranya dengan menepuk-nepuk bagian atas media tanam dengan tangan ataupun memakai alat.
  • Apabila diperlukan, pasanglah ajir untuk memperkuat posisi bibit tanaman sehingga tidak mudah roboh. Ajir ini dapat dibuat dari belahan bambu dengan panjang sekitar 60 cm.

Penanaman bibit tanaman cermai di pekarangan rumah

Adapun langkah-langkah penanaman bibit tanaman cermai di pekarangan rumah adalah sebagai berikut.
  • Tentukan areal tanam yang akan digunakan untuk menanam bibit tanaman cermai. Pastikan areal tanam tersebut bersih dari gulma dan tanaman pengganggu lainnya sehingga tidak mengganggu pertumbuhan tanaman cermai yang ditanam.
  • Galilah lubang tanam dengan ukuran 50 cm x 50 cm x 50 cm. Kemudian diamkan lubang galian tersebut kurang lebih 1 minggu. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan racun dan mikroorganisme yang tidak diinginkan.
  • Campurkan tanah bekas galian lubang dengan pupuk kandang kering dan sekam padi. Perbandingan campurannya adalah 1 : 1 : 1. Lalu jemurlah campuran ketiga bahan tersebut di bawah sinar matahari untuk mematikan mikroorganisme yang tidak diinginkan.
  • Masukkan media tanam berupa campuran tanah, pupuk kandang kering, dan sekam padi hingga sepertiga tinggi lubang.
  • Lepaskan bibit tanaman cermai dari polybag atau bungkus cangkok dengan hati-hati agar tidak merusak akarnya. Lalu letakkan tepat di tengah-tengah lubang tanam dengan posisi tegak.
  • Timbun kembali lubang tanam dengan sisa media tanam hingga penuh. Lalu padatkan bagian atas media tanam agar bibit tanaman cermai tidak mudah goyah dan roboh. Bila perlu pasang ajir di sekeliling bibit tanaman cermai.


Perawatan dan Pemeliharaan Tanaman Cermai

Tanaman cermai yang ditanam, baik di pot maupun pekarangan rumah, membutuhkan perawatan dan pemeliharaan agar dapat tumbuh dan berbuah dengan optimal. Perawatan dan pemeliharaannya dapat meliputi penyiraman, penyiangan, pemupukan, dan pemangkasan.

- Penyiraman
Penyiraman dapat dilakukan sebanyak dua kali sehari, pagi dan sore. Di musim penghujan, intensitas penyiraman dapat dikurangi dengan melihat kondisi media tanamnya. Pastikan media tanam terjaga kelembapannya, dalam arti tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah.

- Penyiangan
Penyiangan perlu dilakukan untuk menghindarkan tanaman cermai dari gangguan gulma atau tanaman pengganggu lainnya yang tumbuh di sekitar media tanam. Gulma dan tanaman pengganggu lainnya yang dibiarkan tumbuh akan mengurangi jatah nutrisi yang diperuntukkan bagi tanaman cermai sehingga memengaruhi pertumbuhannya.

- Pemupukan
Pemupukan dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk organik seperti pupuk kompos atau pupuk kandang kering atau NPK. Pemupukan dapat dilakukan bersamaan dengan penggemburan kembali media tanam. Lakukan pemupukan 1 bulan sekali untuk menjaga tersedianya unsur hara yang dibutuhkan tanaman cermai. Selain itu dapat juga ditambahkan hormon perangsang buah di sela-sela proses pemupukan. Hormon perangsang buah ini berfungsi untuk mempercepat pembuahan pada tanaman cermai.

- Pemangkasan
Pemangkasan hanya dilakukan untuk mengurangi cabang, ranting, atau daun tanaman cermai yang dianggap terlalu rimbun atau pun mengering. Gunakan gunting tanaman yang tajam untuk memangkas sehingga tidak merusak cabang atau ranting dari tanaman cermai.

Manfaat Tanaman Cermai bagi Manusia

Buah cermai termasuk buah yang tidak memiliki nilai komersial. Akan tetapi, ternyata buah cermai mengandung banyak manfaat bagi manusia. Tidak hanya buahnya saja, bagian-bagian lain dari tanaman cermai juga banyak dimanfaatkan untuk kepentingan manusia, khususnya di bidang pengobatan. Selain sebagai sarana pengobatan, buah cermai enak dikonsumsi segar di hari yang panas, sebagai bahan baku rujak, manisan, atau selai.

Kadang disajikan pula sebagai pelengkap bumbu masakan sebagai pengganti belimbing wuluh, seperti pada sayur asam atau sop ikan. Buah cermai memiliki kandungan nutrisi meliputi berbagai vitamin (A, B1, B6, B9, C), mineral (kalium, potasium, kalsium, fosfor, tembaga, kromium, magnesium, dan mangan), tannin, quercetin, dan flavonoid. Bermanfaat untuk menambah nafsu makan, sebaliknya juga sebagai pelangsing, mengatasi sembelit, diare, membantu mencerna protein, membantu penyerapan kalsium, mencegah serangan jantung, membantu pasien diabetes, memperbaiki masalah rambut, dan mengobati batuk.

Bahkan buah cermai yang telah diolah menjadi manisan dipercaya dapat menjadi obat penyembuh tumor kelenjar getah bening dan leukimia. Sementara daun tanaman cermai yang berbau aromatik khas dan tidak berasa banyak mengandung zat saponin, karbohidrat, flavonoida, polifenol, dan tannin. Dapat digunakan sebagai penawar racun akibat gigitan serangga. Selain itu daun tanaman cermai juga dapat digunakan sebagai obat herbal untuk mengatasi tekanan darah tinggi dan kanker, batuk berdahak, mual, dan sariawan.

Bahkan rebusan daun cermai sering digunakan kaum perempuan sebagai pelangsing tubuh. Namun karena efek kerjanya sangat kuat, sebaiknya jangan konsumsi air rebusan daun cermai ini dalam jangka panjang. Kulit akar tanaman cermai dapat digunakan untuk mengatasi penyakit kulit dan serangan asma. Akan tetapi, penggunaannya sebaiknya berhati-hati, bahkan sebaiknya dihindari, sebab cairan akar cukup beracun.

Zat-zat yang terkandung dalam akar meliputi saponin, asam galus, zat samak, dan zat toksik (beracun). Adapun bagian biji cermai dimanfaatkan sebagai pencahar untuk mengatasi mual dan sembelit.


Contoh Pengolahan

Buah cermai dapat dikonsumsi segar atau diolah terlebih dahulu. Juga dapat diolah menjadi bahan pengobatan herbal. Seperti juga halnya dengan daun dan bijinya. Berikut beberapa contoh pengolahan buah, daun, dan biji cermai menjadi obat-obatan herbal dan camilan sehat.

  • Untuk pengobatan sembelit, ada dua alternatif. - Siapkan ¾ sendok teh biji cermai, cuci dan giling sampai halus. Seduh dengan ½ cangkir air panas. Selagi masih hangat, tambahkan 1 sendok makan madu. Aduk rata, lalu minum sekaligus. Ulangi dua kali sehari. - Siapkan 35 gr daun cermai segar, cuci dan tumbuk hingga halus. Seduh dengan ½ gelas air panas, lalu dinginkan. Minum air seduhan ini bersama ampasnya.

  • Untuk pengobatan asma Ambil 6 butir biji cermai, 2 butir bawang merah, ¼ genggam akar hara (Dolichos lablab), dan 8 butir buah lengkeng (Nephelium longanum/Euphoria longana). Cuci semua bahan dan tumbuk seperlunya. Rebus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa hanya 1½ gelas. Setelah mendidih, dinginkan, lalu saring. Minum dengan air gula secukupnya 2 kali sehari, masing-masing ¾ gelas.

  • Untuk pengobatan/terapi kanker Ambil ¼ genggam daun cermai muda, 1/3 genggam daun belimbing, ½ jari bidara upas, ½ jari gadung cina, dan 3 jari gula enau. Cuci semua bahan dan potong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa sekitar ¾ bagian. Biarkan mendidih, lalu dinginkan dan saring. Air rebusan yang sudah dingin siap diminum 3 kali sehari, masing-masing ¾ gelas.

  • Untuk manisan Siapkan buah cermai masak pohon sesuai keperluan. Cuci sampai bersih, lalu rendam dalam air garam 3% selama ±15 menit. Kemudian keluarkan dari air garam, lunakkan dengan cara menggilas pelan-pelan. Jangan ditekan terlalu kuar agar buah tidak pecah. Peras airnya satu per satu, lalu cuci lagi dengan air bersih biasa sampai semua rasa asamnya hilang. Rendam lagi dengan air kapur selama beberapa jam, cuci lagi dengan air bersih. Setelah itu, masukkan ke dalam larutan gula kental selama satu malam. Keesokan harinya, angkat buah dari larutan gula, saring air gulanya ke atas panci yang sedang dipanaskan di atas kompor. Biarkan air gula yang menetes ke dalam panci mengental selama dipanaskan, lalu dinginkan. Setelah dingin, masukkan kembali buah cermai yang tadi ditiriskan. Lakukan langkah yang sama berulang-ulang sampai buah berubah warna menjadi kemerahan. Manisan yang sudah jadi dapat disajikan dengan cara ditusuk lidi atau bambu seperti sate.

Demikian sedikit tulisan mengenai budidaya tanaman cermai. Semoga melalui tulisan ini dapat ikut membantu penggemar tanaman, khususnya tanaman buah, apabila ingin mencoba membudidayakan tanaman cermai. Untuk memudahkan Anda memperoleh bibit tanaman cermai, Anda dapat memesan dan membelinya di situs www.samudrabibit.com.

Di situs tersebut Anda juga dapat memperoleh beragam bibit tanaman lainnya. Selain itu juga tersedia beragam media tanam dan sarana berkebun, termasuk aneka jenis pupuk dan nutrisi tanaman yang sekiranya dapat membantu Anda dalam berkebun. Anda dapat membelinya secara grosir maupun eceran dengan harga murah, baik secara langsung ataupun memesan secara online.

Apabila berkenan, silakan mengunjungi kebun pembibitan kami secara langsung yang terletak di Dusun Kandangsari Kwarasan RT 04 RW 07 Gaum, Tasikmadu, Karanganyar – Solo, Jawa Tengah 57761.
Blog Post Lainnya
Mau tanya - tanya dulu?
0823-1087-4445
@2014 - 2020 Samudrabibit Inc.