20 Februari 2020 1:29 pm

Budidaya Tanaman Duku Palembang untuk Pemula

Budidaya Tanaman Duku Palembang untuk Pemula
Buah duku termasuk buah yang populer di kalangan penikmat buah-buahan. Buah yang berbentuk bulat, kecil, dan berkulit kuning pucat ini seringkali membanjiri pasaran di saat musim panennya. Di kala musim panen, kita dapat dengan mudah menemukan buah ini dijual di pasar modern, pasar tradisional, bahkan di pinggir-pinggir jalan raya. Harganya yang relatif terjangkau untuk setiap kilogramnya, membuat buah duku memiliki banyak penggemar.

Buah duku yang biasanya membanjiri pasaran buah antara lain duku Condet, duku Matesih, dan duku Palembang. Nah, buah duku yang paling digemari dan paling populer di pasaran saat ini adalah duku Palembang. Duku Palembang memiliki banyak penggemar karena buah duku jenis ini memiliki rasa yang lebih manis dan daging buah yang lebih tebal. Selain itu, duku Palembang juga dikenal tidak memiliki banyak biji dibandingkan dengan buah duku lainnya.

Lantas, sulitkah untuk membudidayakan tanaman duku Palembang tersebut? Simak uraian berikut ini untuk mendapatkan jawabannya.


Syarat Tumbuh dan Karakteristik Tanaman Duku Palembang

Tanaman duku yang memiliki nama ilmiah Lansium domesticum corr merupakan tanaman buah yang berasal dari Asia Tenggara. Tanaman ini banyak dijumpai di wilayah Asia Tenggara bagian barat. Di Indonesia sendiri, tanaman duku berawal dari tanaman liar yang tumbuh di wilayah Sumatera hingga Kalimantan bagian timur. Setelah buahnya mulai digemari banyak orang, maka tanaman ini mulai dibudidayakan dan menyebar ke seluruh wilayah Indonesia.

Varietas tanaman duku yang paling populer dan digemari oleh penikmat buah duku adalah duku Palembang (Lansium parasiticum). Tanaman duku Palembang ini pada awalnya berkembang di daerah Komering, Sumatera Selatan. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki ketinggian minimal 600 mdpl. Curah hujan yang cocok untuk pertumbuhannya adalah daerah yang memiliki curah hujan antara 1500 hingga 2500 mm per tahun.

Adapun pH tanah yang dibutuhkan adalah tanah yang memiliki pH antara 6 hingga 7. Karakteristik lain dari tanaman duku Palembang adalah kesukaannya tumbuh di tempat yang terlindungi atau ternaungi. Maka tidak heran jika tanaman ini sering tumbuh di area yang sama dengan tanaman mangga, durian, atau petai. Meskipun membutuhkan tanah yang memiliki pH antara 6 – 7, tanaman duku Palembang termasuk toleran terhadap tanah yang mengandung garam tinggi, asalkan tanah tersebut mengandung banyak bahan organik.

Selain itu, tanaman ini juga toleran terhadap cuaca kering. Tanah berpasir tetapi mengandung banyak bahan organik juga dapat menjadi tempat tumbuh bagi tanaman duku Palembang. Meskipun demikian, tanaman ini haruslah mendapatkan pengairan yang cukup untuk dapat tumbuh dengan baik. Tanaman duku Palembang dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian 30 meter. Batang pohonnya biasanya memiliki alur dengan warna kulit kelabu dengan bintik berwarna gelap dan mengandung getah yang kental.

Buahnya sendiri berbentuk bulat hingga lonjong dengan kulit tipis berwarna kuning kecoklatan. Daging buahnya berwarna putih bening dengan biji berwarna hijau di dalamnya.


Pembibitan Tanaman Duku Palembang

Pembibitan tanaman duku Palembang dapat dilakukan dengan cara biji maupun okulasi (sambung pucuk dan cangkok). Pembibitan dengan cara biji akan menghasilkan tanaman duku yang nantinya akan berbuah relatif lama, yaitu sekitar umur 10 tahun atau lebih. Adapun pembibitan dengan cara okulasi, tanaman duku Palembang biasanya akan mulai berbuah di kisaran usia 3 – 4 tahun. Khusus untuk tanaman duku, termasuk duku Palembang, cara pembibitannya biasanya dilakukan dengan biji dan sambung pucuk. Teknik cangkok jarang dilakukan karena biasanya akan menghasilkan bibit tanaman yang berakar lemah.

Untuk pembibitan dengan cara biji dapat dilakukan dengan memilih biji duku Palembang yang dianggap sehat. Biji ini harus dibersihkan dari daging yang melekat. Biji duku memiliki sifat poliembrioni sebesar 10 – 50%, sehingga tidak tahan lama dalam penyimpanan. Oleh karena itu, disarankan apabila biji duku sudah bersih dari daging yang melekat, hendaknya segera disemaikan. Media penyemaian dapat berupa polybag-polybag berdiameter kurang lebih 30 cm.

Di dalam polybag tersebut telah diisi media tanam berupa tanah yang telah dicampur dengan pupuk kandang kering. Perbandingan antara tanah dan pupuk kandang kering tersebut adalah 1 : 1. Apabila perlu dapat ditambahkan sedikit pasir sebagai campuran media tanamnya. Waktu yang paling tepat untuk penyemaian bibit duku Palembang adalah pada saat musim hujan. Hal ini bertujuan agar diperoleh media tanam yang selalu dalam keadaan lembap dan basah.

Pada saat awal-awal penyemaian, diperlukan perhatian khusus untuk mendapatkan bibit duku Palembang yang baik. Selama 2 hingga 3 minggu awal sejak disemaikan, diperlukan pengairan yang cukup untuk memenuhi nutrisi bakal kecambahnya. Apalagi di musim kemarau, dianjurkan untuk menyiramnya dua kali sehari, pagi dan sore, agar media tanam tetap basah dan lembab. Apabila bibit duku Palembang sudah mulai tumbuh, diperlukan juga nutrisi tambahan untuk meningkatkan pertumbuhannya.

Nutrisi tambahan ini dapat berupa pupuk kompos atau pupuk kandang yang diberikan pada media tanamnya. Pertumbuhan kecambah atau bibit dari biji duku Palembang ini memang akan memakan waktu yang lama atau lambat. Untuk mendapatkan batang sebesar biji pensil, biasanya akan memakan waktu sekitar 10 – 18 bulan. Usia ini merupakan usia ideal untuk memindahkan bibit duku Palembang ke areal yang lebih besar, misalnya di lahan pekarangan atau pot berukuran besar.

Pada usia ini, bibit duku juga sudah siap untuk dilakukan pucuk sambung. Teknik pucuk sambung bibit duku Palembang dapat dilakukan dengan menyiapkan batang bawah yang dianggap kuat dan sehat. Sementara untuk batang atasnya dapat dipilih dari cabang tanaman duku Palembang yang telah lebih dulu diketahui kualitas buahnya, dalam hal ini diukur dari segi kuantitas buah dan kemanisan buahnya. Batang bawah yang di polybag dapat dipotong melintang sekitar 30 cm dari pangkal batang yang berada di media tanam.

Kemudian batang atas yang juga sudah dipotong melintang disambungkan dengan batang bawah tersebut. Setelah itu ikat sambungan tersebut dengan kuat. Sekitar 3 bulan kemudian batang bawah dan batang atas tanaman duku tersebut sudah mulai menyatu dan siap dipindahkan ke lahan pekarangan atau pot yang berukuran besar.


Penanaman Bibit Duku Palembang di Lahan Pekarangan atau Pot

Bibit duku Palembang yang sudah berumur 10 – 18 bulan sudah siap dipindahkan ke area yang lebih besar, misalkan di pekarangan rumah atau pot yang besar. Untuk menanam bibit duku Palembang di lahan pekarangan, ada baiknya dipersiapkan medianya 1 bulan sebelumnya. Dalam hal ini, diperlukan lubang galian berukuran minimal 60 cm x 60 cm x 60 cm. Untuk bibit duku Palembang yang berasal dari biji, yang memiliki perakaran lebih panjang, alangkah baiknya dibuatkan lubang yang lebih dalam lagi.

Sedangkan bibit duku Palembang yang berasal dari okulasi dapat dibuatkan lubang galian yang bentuknya lebih melebar. Lubang galian yang telah disiapkan tersebut kemudian diisi dengan tanah yang telah dicampur dengan pupuk kandang kering. Alangkah lebih baiknya lagi apabila ditambahkan pasir sebagai campuran ketiganya. Setelah itu diamkan lubang galian tersebut sekitar 1 bulan. Hal ini bertujuan agar media tanam memiliki pH yang dibutuhkan, yaitu sekitar 6 hingga 7.

Dalam rentang 1 bulan tersebut, peliharalah area tanam dari tanaman pengganggu atau gulma yang sekiranya nanti dapat mengganggu pertumbuhan bibit tanaman duku Palembang. Buatlah juga saluran air untuk menjaga agar akar bibit tanaman nantinya tidak tergenang air siraman atau air hujan. Setelah satu bulan lubang galian didiamkan, saat untuk memindahkan bibit tanaman duku telah tiba. Pisahkan bibit tanaman duku Palembang dari polybag dengan hati-hati.

Jaga agar akar tanaman duku tersebut tidak saling terbelit. Letakkan bibit tanaman duku tepat di tengah-tengah lubang galian dengan posisi tegak. Kemudian timbun kembali lubang galian tersebut dengan tanah yang dicampur pupuk kandang kering dan pasir hingga tertutup. Padatkan bagian atas timbunan dengan hati-hati agar bibit tanaman duku tidak mudah goyah. Apabila perlu pasanglah ajir sebagai penopang bibit tanaman agar tidak mudah roboh.

Karena bibit tanaman duku Palembang memerlukan tempat yang cukup teduh, pasanglah juga peneduh untuk menghindarkan dari terik matahari secara langsung. Peneduh dapat dibuat dari bahan daun kelapa kering atau jerami kering yang difungsikan sebagai atap. Sedangkan untuk memindahkan bibit tanaman duku Palembang ke dalam pot juga tidak terlalu sulit. Siapkan pot berdiameter minimal 60 cm atau dapat juga menggunakan drum bekas yang telah dibelah menjadi dua.

Pastikan pot atau drum memiliki sanitasi yang cukup. Masukkan tanah yang telah dicampur pupuk kandang kering dan pasir ke dalam pot atau drum hingga setengahnya. Diamkan selama 3 – 4 hari hingga media tersebut benar-benar siap untuk ditanami. Setelah waktu pendiaman selesai, pisahkan bibit tanaman duku dari polybag dan letakkan tepat di tengah-tengah pot atau drum dengan posisi tegak. Masukkan campuran tanah, pupuk kandang kering, dan pasir hingga hampir mencapai bibir pot atau drum.

Padatkan bagian atasnya dengan hati-hati supaya bibit tanaman tetap tegak dan tidak mudah goyah. Pasanglah ajir di sekeliling bibit tanaman bila perlu. Ajir tanaman dapat dibuat dari belahan bambu dengan panjang kurang lebih 60 cm. Langkah terakhir adalah meletakkan pot atau drum tersebut di tempat yang teduh untuk menghindari sengatan cahaya matahari secara langsung.


Pemeliharaan dan Perawatan Tanaman Duku Palembang

Seperti halnya tanaman-tanaman lainnya, bibit tanaman duku Palembang yang telah ditanam di lahan pekarangan atau pot juga memerlukan perawatan dan pemeliharaan. Pemeliharaan dan perawatan ini sangat penting dilakukan agar tanaman duku Palembang nantinya dapat tumbuh dan berbuah sesuai dengan yang diharapkan. Adapun pemeliharaan dan perawatan tanaman duku tersebut meliputi penyiraman, pemupukan, penyiangan, dan pemangkasan.

Penyiraman dapat dilakukan setiap pagi dan sore hari. Apabila memasuki musim hujan, penyiraman dapat dilakukan sehari sekali, tergantung kondisi di area penanaman. Dalam hal ini pembuatan saluran air ataupun sanitasi yang baik sangat diperlukan agar air siraman atau air hujan tidak menggenangi akar tanaman duku Palembang. Apabila akar tanaman duku tergenang, lama-kelamaan akar tersebut akan membusuk dan menyebabkan tanaman duku Palembang menjadi mati.

Pemupukan dilakukan dengan menyesuaikan umur tanaman duku. Dalam hal ini, ketika tanaman berusia dua hingga tiga tahun dapat dilakukan pemupukan yang meliputi 15 – 30 kg pupuk organik, 100 gram urea, 50 gram TSP, dan 20 gram ZK. Ketika tanaman duku Palembang berusia empat hingga enam tahun, pemberian pupuk dapat dinaikkan kadarnya, yaitu 25 – 40 kg pupuk organik, 150 gram urea, 60 gram TSP, dan 40 gram ZK.

Untuk tahun-tahun berikutnya, kadar pupuk yang diberikan dapat dinaikkan lagi dengan melihat perkembangan tanaman dan kondisi tanahnya. Pemberian pupuk tersebut dapat dilakukan dengan cara menggali tanah di sekeliling tanaman dan menaburkannya. Sementara penyiangan juga dibutuhkan untuk menghindarkan tanaman duku Palembang dari tanaman pengganggu atau gulma. Tanaman pengganggu atau gulma yang dibiarkan tumbuh di sekitar area tanam akan mengurangi suplai nutrisi dan unsur hara tanaman duku.

Hal ini akan menjadikan tanaman duku Palembang nantinya tumbuh tidak optimal. Penyiangan ini dapat dilakukan dengan senantiasa memerhatikan kondisi di sekitar area tanam. Sedangkan pemeliharaan dan perawatan yang terakhir adalah pemangkasan. Ranting, cabang, atau daun tanaman duku yang terlihat tidak sehat dapat dipangkas. Selain itu, cabang atau daun yang dianggap terlalu rimbun juga hendaknya dipangkas untuk memfokuskan tanaman pada produktivitas buahnya.

Pemangkasan dapat dilakukan setiap tiga bulan sekali atau dengan melihat kondisi tanaman duku Palembang itu sendiri.


Pemanenan Buah Duku Palembang

Tanaman duku Palembang biasanya akan mulai berbunga di kisaran bulan September dan Oktober tiap tahunnya. Penyerbukan pada bunganya lazimnya berupa penyerbukan secara silang dengan perantaraan serangga, semisal lebah madu. Namun tidak jarang dapat juga ditemui penyerbukan bunga duku Palembang dilakukan secara mandiri. Tanaman duku Palembang pada awal berbuah rata-rata akan menghasilkan 25 – 30 kg per pohon apabila ditanam di lahan pekarangan.

Seiring pertambahan usia tanaman, buah yang dihasilkan akan semakin meningkat. Pada tanaman duku Palembang yang sudah dewasa dapat menghasilkan kira-kira 100 – 300 kg per pohonnya. Buah duku Palembang yang siap dipanen biasanya kulitnya sudah berwarna kekuningan, getahnya berkurang, dan terasa lunak apabila dipijat. Buah duku yang dipanen sebaiknya tidak sampai jatuh ke tanah, karena akan menyebabkan buah duku menjadi mudah busuk atau rusak.

Pemanenan dapat dilakukan dengan memanjat pohon duku dan memotong tangkai-tangkai buah yang sudah matang. Pemotongan tangkai buah duku dengan menggunakan gunting pangkas. Pemotongan tangkai buah duku yang sudah matang sebaiknya dilakukan dengan hati-hati jangan sampai melukai batang tempat menempelnya tangkai buah. Hal ini dikarenakan pembungaan di musim berikutnya akan terjadi pada batang itu juga.

Selain itu dapat juga dilakukan pemanenan dengan menggunakan tangga yang tinggi untuk menghindarkan tunas-tunas baru dari injakan kaki. Musim panen buah duku Palembang itu sendiri biasanya terjadi pada bulan Februari hingga April setiap tahunnya. Buah duku Palembang termasuk buah yang mudah rusak kulitnya. Biasanya 1 minggu setelah dipetik dari pohonnya, kulit buah duku Palembang akan mulai berubah menjadi kecoklatan.

Meskipun dalam kondisi demikian, daging buahnya biasanya masih tergolong baik dan masih dapat dikonsumsi. Oleh karenanya, buah duku Palembang setelah dipanen akan langsung dipasarkan ke konsumen.


Manfaat Tanaman Duku Palembang

Tanaman duku Palembang tidak hanya dapat dimanfaatkan buahnya semata. Kayu tanaman duku pun dapat dimanfaatkan oleh manusia. Sifat kayu duku yang keras sering dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan maupun mebel. Sedangkan bijinya dapat dikeringkan dan dimanfaatkan sebagai obat demam. Kulit buahnya dapat juga dikeringkan dan digunakan sebagai pengusir nyamuk dengan cara dibakar. Selain itu kulit buah duku dapat juga dimanfaatkan sebagai obat diare karena mengandung zat oleoresin.

Sedangkan pemanfaatan utama dari tanaman duku adalah buahnya. Buah duku dapat dikonsumsi secara langsung maupun diolah terlebih dahulu menjadi sirup atau selai. Banyak kandungan zat bermanfaat yang terdapat di dalam buah duku, sehingga sangat berguna bagi tubuh manusia.

Zat-zat tersebut antara lain kalsium, karbohidrat, vitamin C, dan vitamin A. Oleh karena itu, buah duku memiliki banyak manfaat, di antaranya mencegah penyakit mata, menjaga stamina tubuh, menyediakan antioksidan, menurunkan kolesterol, melancarkan sistem pencernaan tubuh, menjaga kesehatan kulit, dan lain sebagainya.


Hama dan Penyakit Tanaman Duku Palembang

Lazimnya jenis tanaman buah, tanaman duku Palembang juga tak luput dari incaran hama dan penyakit. Beberapa hama dan penyakit yang biasanya menyerang tanaman duku Palembang antara lain sebagai berikut.

Kutu perisai
Hama jenis kutu ini biasanya menyerang batang dan daun duku. Untuk mengatasinya dapat dengan menggunakan cairan insektisida. Penggunaannya dengan cara menyemprotkan cairan insektisida langsung ke arah dahan dan daun yang terserang kutu.

Kutu putih
Hama kutu putih biasanya menyerang daun duku yang masih muda ataupun kuncup daunnya. Untuk pemberantasannya dapat dilakukan penyemprotan cairan insektisida secara langsung ke bagian yang terserang.

Kumbang penggerek
Kumbang jenis ini akan menyerang buah duku yang hampir ataupun sudah matang. Akibatnya kulit duku akan berlubang dan bila terkena air menyebabkan buah duku menjadi busuk. Untuk memberantasnya dapat menggunakan cairan insektisida yang disemprotkan.

Codot
Hewan yang satu ini juga akan menyerang buah duku yang hampir ataupun sudah matang. Selain merusak kualitas buah duku, dampak serangannya juga akan menurunkan jumlah produksi. Untuk menjaga agar buah duku tidak diserang codot, dianjurkan untuk membungkus buah duku dengan anyaman daun aren ataupun bongsang yang terbuat dari anyaman bambu.

Penyakit busuk akar
Penyakit ini biasanya menghinggapi akar tanaman duku yang disebabkan oleh jamur. Apabila tidak ditangani secara serius akan mengakibatkan akar tanaman duku menjadi busuk dan akhirnya tanaman akan mati. Untuk pengendaliannya dapat menggunakan fungisida yang ditaburkan di sekitar akar tanaman.

Penyakit mati pucuk
Penyakit ini dikarenakan cendawan atau jamur yang menyerang pucuk-pucuk ranting atau dahan tanaman duku sehingga menyebabkannya menjadi layu dan kering. Pemberantasannya dapat dengan menggunakan cairan fungisida yang disemprotkan ke arah bagian tanaman yang terserang penyakit.


Demikian sedikit ulasan mengenai budidaya tanaman duku Palembang bagi pemula. Mudah-mudahan lewat ulasan ini dapat membantu para pecinta tanaman buah, khususnya tanaman duku Palembang, dalam membudidayakannya. Untuk mendapatkan bibit duku Palembang yang sudah siap tanam dan berkualitas, Anda dapat memesan dan membelinya secara online di tempat penjualan bibit tanaman, yaitu melalui situs www.samudrabibit.com.

Selain bibit tanaman duku Palembang, di situs tersebut juga tersedia banyak bibit tanaman lain yang berkualitas dengan harga murah. Tersedia juga berbagai jenis pupuk dan alat-alat berkebun yang sekiranya dapat membantu kegemaran Anda berkebun. Anda dapat membelinya secara eceran maupun grosir. Apabila ada waktu luang, silakan mengunjungi lokasi penjualannya secara langsung di desa Gaum, kecamatan Tasikmadu, kabupaten Karanganyar.
Blog Post Lainnya
Mau tanya - tanya dulu?
0823-2246-8111
@2014 - 2020 Samudrabibit Inc.