21 November 2019 10:06 am

Cara Menanam dan Merawat Tanaman Sawo Australia atau Abiu agar Cepat Berbuah

Cara Menanam dan Merawat Tanaman Sawo Australia atau Abiu agar Cepat Berbuah
Barangkali masih banyak dari pecinta tanaman yang belum pernah mendengar mengenai sawo Australia atau sawo abiu. Tanaman sawo jenis ini memang masih tergolong baru di Indonesia. Saat ini semakin banyak saja penggemar tanaman yang menanam atau bahkan membudidayakan tanaman sawo abiu di negara kita. Meskipun demikian buahnya masih belum beredar di pasar modern, apalagi di pasar-pasar tradisional. Tanaman ini masih sebatas dijadikan sebagai koleksi oleh para penanam atau pembudidayanya.

Lantas, apa keistimewaan dari sawo Australia atau abiu ini? Apa perbedaaan sawo abiu ini dengan sawo jenis lokal? Bagaimana cara menanam dan merawatnya? Bagaimana rasa dari buah sawo jenis ini? Apakah juga memiliki manfaat seperti halnya buah sawo lokal?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, simak tulisan berikut.

Morfologis dan Karakteristik Tanaman Sawo Australia atau Abiu


Tanaman sawo abiu sebenarnya berasal dari Amerika Selatan, yaitu di daerah sekitar Amazon. Tanaman sawo abiu ini banyak tumbuh di negara Brasil, Venezuela, Kolombia, dan Peru. Lama kelamaan tanaman sawo abiu mulai merambah dan dikembangbiakkan di Australia. Di Australia, buahnya sangat diminati oleh warganya, sehingga tanaman sawo abiu semakin banyak dibudidayakan. Dari Australia, akhirnya buah sawo abiu ini masuk ke Indonesia. Oleh karena itulah, sawo jenis ini dikenal dengan nama sawo Australia.

Tanaman yang memiliki nama latin Pouteria caimito ini memiliki batang kayu yang tingginya dapat mencapai 15 meter. Tanaman sawo Australia dapat tumbuh optimal di daerah yang memiliki iklim hangat dan lembap (tropis dan subtropis). Tanah yang dibutuhkan untuk tumbuh adalah tanah yang banyak mengandung humus, gembur, dan berpasir. Kelebihan tanaman sawo jenis ini adalah cepat berbuah atau bersifat genjah. Tanaman sawo abiu yang ditanam dari hasil pembibitan biji bahkan sudah dapat berbuah saat umurnya masih dua tahun.

Bentuk buah sawo abiu sebenarnya tidak mirip dengan sawo lokal kita. Buah sawo abiu berbentuk bulat dengan mengerucut di bagian ujungnya. Panjang buahnya antara 6 – 12 cm. Adapun bobotnya sendiri sekitar 200 gram per buahnya. Kulit buah sawo abiu akan berwarna kuning cerah apabila sudah matang. Sedangkan daging buahnya berwarna putih bening.

Daging buah sawo abiu memiliki tekstur yang lembek dan berair. Oleh karena itu kebanyakan orang mengonsumsinya dengan cara dibelah dan dikerok menggunakan sendok. Rasa buahnya itu sendiri manis, legit, dan menyegarkan. Di dalam daging buahnya dapat ditemukan beberapa biji berbentuk pipih dan berwarna coklat kehitaman yang mirip dengan biji buah sawo lokal.

Pembibitan Tanaman Sawo Australia atau Abiu


Pembibitan tanaman sawo Australia atau abiu dapat dilakukan dengan biji (generatif) dan cangkok/okulasi (vegetatif). Kedua cara pembibitan ini cocok dilakukan terhadap tanaman sawo abiu karena sifatnya yang genjah atau cepat berbuah. Hanya saja jika pembibitan dilakukan dari biji akan memakan waktu agak lama dalam proses pembibitannya.

Bagi kita yang hanya memiliki lahan terbatas, sebaiknya tidak menanam sawo abiu yang dibiakkan dari biji. Hal ini dikarenakan akar tanaman yang dibiakkan dari biji cenderung lebih banyak dan lebih kuat. Dikhawatirkan akar tanaman akan merusak bangunan di sekitarnya jika semakin tumbuh besar.

Langkah yang dilakukan bila hendak menggunakan cara generatif adalah memilih biji-biji sawo abiu yang benar-benar sehat. Biji-biji tersebut tidak boleh terserang hama dan penyakit apapun, bahkan cacat secara fisik pun tidak dianjurkan. Lalu siapkan media tanah yang telah dicampur dengan pupuk kandang kering dan sekam.

Masukkan campuran tanah, pupuk, dan sekam tersebut ke dalam polybag-polybag yang telah disiapkan terlebih dahulu hingga hampir penuh. Kemudian tusuklah tepat di bagian tengah media tersebut dan masukkan biji sawo abiu. Tutup kembali lubang bekas tusukan tersebut. Lakukan penyiraman setiap hari sekali untuk menjaga kelembabannya.

Setelah tumbuh tunas dari biji yang ditanam, tetap lakukan penyiraman dan penggemburan media di dalam polybag. Jagalah agar di sekitar bibit atau tunas tersebut tidak ditumbuhi tanaman liar atau gulma. Pastikan juga agar bibit tidak diserang penyakit yang biasa menyerang tanaman sawo. Apabila ketinggian bibit telah mencapai sekitar 30 – 40 cm, artinya bibit tersebut sudah siap dipindahkan ke tanah pekarangan atau pot.


Untuk pembibitan dengan cara vegetatif dapat dilakukan dengan metode cangkok ataupun okulasi. Pencangkokan dapat dilakukan dengan memilih batang atau cabang dari tanaman sawo abiu yang dianggap sehat dan produktivitas buahnya bagus. Pilih batang atau cabang yang memiliki diameter kira-kira 3 – 5 cm. Kupaslah kulit batang atau cabang tersebut sepanjang 3 – 5 cm. Pastikan kambium yang melekat pada batang atau cabang benar-benar hilang.

Lalu tempelkan tanah kompos halus di sekeliling batang atau cabang yang dikupas tersebut, kemudian bungkus dengan plastik atau coco peat. Siramilah cangkokan tersebut hingga terjaga kelembapannya. Tunggulah hingga tumbuh di tempat cangkokan tersebut. Setelah akar tumbuh dan dianggap kuat, batang atau cabang yang dicangkok tersebut dapat dipotong dan siap dipindahkan ke lahan pekarangan atau pot.

Adapun pembibitan dengan cara okulasi dapat dilakukan dengan menempelkan mata tunas tanaman sawo abiu ke batang bawah tanaman sawo abiu lainnya. Pilihlah batang bawah dari bibit tanaman sawo abiu yang tingginya sudah mencapai kira-kira 50 cm yang dibiakkan di polybag. Sebaiknya batang bawah yang dipilih berasal dari pembibitan biji. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan akar dan batang bawah yang kuat. Buatlah sayatan selebar 1 cm tanpa menghilangkan kambiumnya.

Kambium ini nantinya akan berperan penting dalam pertumbuhan tunas baru. Kemudian kupas ke arah bawah dengan panjang kira-kira 2 cm. Sayatan dilakukan sekitar 30 cm yang diukur dari pangkal bawah batang di polybag. Setelah itu ambil atau congkel mata tunas dari tanaman sawo abiu lain yang memiliki kualitas bagus dalam segi berbuahnya. Usahakan ukuran mata tunas dengan sayatan yang telah dilakukan di batang bawah sawo abiu sebelumnya.

Jadi dapat dikira-kira lebar mata tunas yang diambil sekitar 1 cm dan panjangnya sekitar 2 cm. Hati-hati dalam melakukan pengambilan mata tunas. Jangan sampai mata tunas yang diambil tersebut memar atau retak. Kemudian tempelkan mata tunas tersebut ke sayatan batang bawah. Ikat dengan plastik es atau plastik khusus okulasi. Untuk mengikatnya diperlukan kecermatan pula, jangan sampai terlalu kuat dan jangan pula terlalu longgar. Usahakan pengikatan tersebut menjadikan udara dan air tidak dapat masuk ke dalam.

Lakukan penyiraman setiap dua hari sekali hingga tumbuh tunas baru dari mata tunas yang ditempel. Apabila telah tumbuh tunas baru dari mata tunas yang ditempel, berarti proses okulasi berjalan dengan baik. Hasil okulasi tersebut nantinya akan menghasilkan tanaman sawo abiu yang memiliki akar dan batang kuat serta produktivitas buah yang unggul.

Cara Menanam Bibit Sawo Australia atau Abiu di Lahan atau Pot


Bibit sawo Australia atau abiu di dalam polybag, baik dari pembibitan generatif maupun vegetatif, yang tingginya kira-kira sudah mencapai 70 cm, dapat dipindahkan dan ditanam ke lahan pekarangan atau pot. Untuk penanaman di lahan pekarangan, sterilkan terlebih dahulu lokasi penanaman dari gulma atau tanaman pengganggu lainnya. Lalu buatlah lubang galian dengan ukuran 50 cm x 50 cm x 50 cm. Apabila bibit tanaman sawo abiu berasal dari biji, kedalaman lubang dapat dibuat 1 meter.

Diamkan lubang tersebut hingga 3 – 5 hari. Hal ini dilakukan agar organisme-organisme tanah yang dapat mengganggu pertumbuhan bibit menjadi mati. Campur tanah galian dengan pupuk kandang kering dan sekam. Perbandingan campuran antara tanah, pupuk kandang kering, dan sekam adalah 1 : 1 : 1. Masukkan campuran media ke dalam galian hingga sepertiga lubang. Pisahkan bibit sawo abiu dari polybag dengan hati-hati supaya tidak merusak akarnya.


Masukkan bibit sawo abiu tersebut ke dalam lubang dengan posisi tegak dan tepat di tengah-tengah. Kemudian timbun dengan sisa campuran hingga lubang galian tertutup. Padatkan bagian atasnya dengan perlahan-lahan dan hati-hati untuk menjaga agar bibit sawo abiu nantinya tidak goyah. Bila perlu pasanglah ajir yang mengelilingi bibit tanaman agar tidak mudah roboh. Langkah terakhir, buatlah saluran pembuangan air di sekeliling lokasi penanaman agar air siraman atau hujan tidak menggenang.

Air siraman atau hujan yang menggenang di sekitar bibit tanaman dapat mengakibatkan akar menjadi busuk. Untuk menanam bibit sawo abiu ke dalam pot, langkahnya juga tidak terlalu sulit. Siapkan pot dengan ukuran diameter 60 cm atau lebih. Pot dapat diganti dengan drum bekas yang telah dipotong menjadi dua. Siapkan pula campuran tanah, pupuk kandang kering, dan sekam secukupnya untuk diisikan ke dalam pot atau drum. Campuran ketiga media tersebut dengan perbandingan 1 : 1 : 1.

Masukkan campuran tanah, pupuk, dan sekam hingga sepertiga pot atau drum. Lalu letakkan bibit tanaman sawo abiu yang telah dipisahkan dari polybag ke dalam pot atau drum. Usahakan posisi bibit tanaman tegak dan tepat di tengah. Kemudian timbun dengan campuran ketiga media hingga hampir mencapai bibir pot atau drum. Setelah sama seperti halnya menanam bibit di lahan, padatkan bagian atas campuran media dengan cara ditepuk atau menggunakan alat.

Hal ini bertujuan agar bibit tanaman sawo abiu tidak goyah dan tidak mudah roboh. Pasanglah ajir di sekeliling bibit tanaman bila perlu. Ajir dapat dibuat dengan membelah batang bambu dengan ukuran panjang antara 50 – 60 cm.

Cara Memelihara dan Merawat Tanaman Sawo Australia atau Abiu


Karakteristik dari tanaman sawo Australia atau abiu adalah cepat tumbuh dan bersifat genjah. Oleh karena itu, setelah bibit tanaman sawo Australia atau abiu dipindahkan ke lahan pekarangan atau pot, pertumbuhannya akan menjadi cepat. Dalam waktu kurang dari dua tahun, tanaman sawo abiu tersebut akan memiliki tinggi sekitar satu meter. Cabang dan daunnya sudah mulai menjadi banyak. Bahkan tanaman sawo abiu sudah mulai berbunga.

Bunga sawo Australia atau abiu berbentuk kecil dengan warna hijau dan terdiri atas 2 – 5 kuntum. Bunga sawo abiu biasanya akan tumbuh di sekitar ketiak daun. Kondisi tersebut membuat kita harus rajin memelihara dan merawatnya. Penyiraman harus dilakukan setiap hari, apalagi jika musim kemarau. Pada musim kemarau dapat dilakukan penyiraman sebanyak dua kali, pagi dan sore. Pada musim hujan, penyiraman dapat disesuaikan dengan kondisi tanah dan tanaman itu sendiri.


Selain itu, pemupukan merupakan bagian dari pemeliharaan dan perawatan yang tidak boleh ditinggalkan. Pemupukan dapat dilakukan satu bulan sekali dengan menggunakan pupuk NPK daun. Pemupukan ini akan memberi nutrisi pada akar tanaman sawo abiu hingga menjadikannya semakin subur dan semakin merangsang pertumbuhan buahnya.

Untuk cabang dan daun yang terlalu banyak dan rimbun dapat dilakukan pemangkasan. Pemangkasan dapat dilakukan dengan menggunakan gunting tanaman sehingga tidak merusak cabang. Pemangkasan ini sangat berguna agar tanaman sawo abiu lebih fokus menyalurkan nutrisi ke produksi buah.

Salah satu bagian dari pemeliharaan dan perawatan yang tidak boleh dikesampingkan adalah tetap membuat steril di sekitar areal tanaman. Singkirkan gulma atau tanaman pengganggu supaya tidak mengganggu pertumbuhan tanaman sawo abiu. Gunakan cangkul atau sabit untuk membuang tanaman pengganggu tersebut apabila tanaman sawo abiu tumbuh di lahan pekarangan. Untuk membuang gulma atau tanaman pengganggu di dalam pot atau drum, cukup dicabut dengan tangan.

Manfaat dan Kegunaan Sawo Australia atau Abiu


Buah sawo Australia atau abiu yang sudah masak akan berwarna kekuningan pada kulitnya. Dikarenakan buah ini selain teksturnya yang agak lembek, juga mengandung getah, maka untuk menikmatinya kita disarankan untuk membelah dan menyantapnya dengan menggunakan sendok. Bukan hanya rasa daging buahnya yang memanjakan lidah kita saja, ternyata buah sawo Australia atau abiu ini memiliki manfaat yang tidak sedikit.

Buah sawo Australia atau abiu mengandung ternyata mengandung banyak vitamin A, vitamin C, vitamin B3, serat, dan juga kalori yang cukup tinggi. Jika kita rajin mengonsumsi buah ini, maka akan dapat mencegah kerusakan mata, menjaga daya tahan tubuh, memperlancar pencernaan, dan membantu pembentukan sel darah merah.

Di negara Brasil, buah sawo ini ternyata dimanfaatkan untuk membantu meredakan penyakit bronkitis, batuk, bahkan paru-paru. Di samping buahnya, getah dari batang pohon sawo abiu dapat dimanfaatkan sebagai obat pencahar, cacingan, dan bengkak akibat luka.

Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit sering menyerang tanaman buah, tidak terkecuali tanaman buah sawo Australia atau abiu. Oleh karena itu dibutuhkan pengenalan terhadap macam hama dan penyakit tersebut beserta cara pencegahannya. Hama yang biasa menyerang tanaman sawo abiu antara lain sebagai berikut.

- Lalat buah


Lalat buah biasanya akan menyerang buah sawo abiu yang beranjak matang. Buah sawo abiu yang terserang hama lalat buah ini akan menimbulkan bintik-bintik hitam di kulitnya. Lama kelamaan buah sawo akan membusuk. Untuk pencegahannya, kita dapat melakukan pembungkusan buah sawo abiu sedari kecil. Meskipun demikian, pencegahan dengan cara pembungkusan ini ada kalanya tidak berhasil.

Apabila cara pencegahan dengan menggunakan teknik pembungkusan buah kurang berhasil, maka diperlukan penyemprotan cairan insektisida. Cairan insektisida yang digunakan adalah insektisida sistemik dengan campuran promar. Atau juga dapat digunakan insektisida kontak seperti agrothion 50 EC. Dosis yang digunakan adalah setiap 1 liter air diberikan 4 cc cairan insektisida. Biasanya setelah diberi semprotan insektisida tersebut, lalat-lalat buah sudah tidak berani menyerang kembali.

- Kutu coklat

Hama kutu coklat ini biasanya akan menyerang daun dan ranting tanaman sawo abiu yang masih muda. Akibatnya, ranting dan daun yang diserang akan mengering karena cairan di dalamnya dihisap oleh kutu coklat. Pencegahannya dapat dilakukan penyemprotan cairan insektisida diasinon 60 EC. Dosis yang diberikan adalah setiap 2 cc cairan insektisida dicampurkan dengan 1 liter air.

- Kutu hijau

Hama kutu hijau ini sama halnya dengan kutu coklat, akan menyerang ranting dan daun muda tanaman sawo abiu. Untuk pencegahannya dapat disemprotkan 1 liter air yang telah dicampur dengan cairan insektisida basudin 50 EC sebanyak 2 cc. Adapun penyakit yang sering menghinggapi tanaman sawo Australia atau abiu adalah sebagai berikut.

- Jamur jelaga

Penyakit jamur jelaga akan menghinggapi tanaman sawo abiu diakibatkan oleh tidak tuntasnya pemberantasan kutu coklat yang menyerang. Dampaknya adalah, ranting dan daun tanaman sawo abiu akan tertutup jamur jelaga yang berwarna kehitaman. Kondisi ini tentu saja akan mengganggu proses fotosintesis tanaman sawo abiu. Penyakit jamur jelaga ini dapat diberantas dengan menggunakan larutan fungisida antracol 70 WP. Dosis yang digunakan adalah setiap 2 gram antracol 70 WP dicampurkan dengan 1 liter air.

- Jamur upas

Penyakit jamur upas dapat menyerang tanaman sawo abiu dengan perantaraan angin. Tanaman yang diserang pada awalnya akan tampak seperti diselimuti jaring tipis dan mengkilat. Namun lama kelamaan kulit batang tanaman sawo akan membusuk akibat terkena jamur ini. Cara pemberantasannya dengan mengolesi batang sawo yang terserang dengan cairan tir atau meni. Apabila cara tersebut tidak berhasil, barulah disemprotkan larutan fungisida cupravit OB 21 dengan dosis 4 gram per tiap liter air.

Demikian tulisan mengenai cara menanam dan merawat tanaman sawo Australia atau abiu, disertai pula dengan penjelasan mengenai hama dan penyakit yang biasanya menyerang. Semoga saja tulisan ini dapat menjadi sedikit referensi bagi pecinta tanaman yang ingin menanam sawo Australia atau abiu. Apabila Anda kesulitan untuk melakukan pembibitan tanaman sawo abiu secara mandiri, silakan buka situs www.samudrabibit.com.

Di situs tersebut Anda dapat memesan dan membeli bibitnya secara online, baik secara eceran maupun grosir. Tentu saja Anda akan diberikan harga yang murah dan terjangkau. Di situs tersebut juga tersedia beragam bibit tanaman siap tanam yang dapat Anda pilih. Atau jika Anda ingin membelinya secara langsung dapat mendatangi lokasi penjualannya di Dusun Kandangsari Kwarasan RT 04 RW 07 Gaum, Tasikmadu, Karanganyar – Solo, Jawa Tengah 57761. Selain bibit tanaman, tersedia juga beragam alat dan media yang dapat membantu kegemaran Anda dalam berkebun.
Blog Post Lainnya
Mau tanya - tanya dulu?
0823-2246-8111
@2014 - 2020 Samudrabibit Inc.