21 Desember 2019 9:57 am

Cara Menanam Lavender di Pot atau Pekarangan Rumah

Cara Menanam Lavender di Pot atau Pekarangan Rumah
Hidup di lingkungan tropis memang tidak terpisahkan dengan yang namanya nyamuk. Apalagi bila di awal musim hujan atau kemarau, kawanan nyamuk seakan tidak habis-habisnya menyerang. Nah, apa yang terlintas di benak banyak orang untuk mengatasi serbuan nyamuk? Lavender. Zat dan aroma dari tanaman ini sudah banyak diekstrak dalam aneka bentuk yang dapat dimanfaatkan untuk mencegah gigitan nyamuk.

Kebanyakan orang hanya mengetahui warna lavender adalah ungu. Benarkah demikian? Atau masih ada lavender dengan warna lain? Lantas, apakah lavender juga memiliki manfaat lain, bukan hanya mengusir nyamuk semata? Apakah mudah kalau ingin menanam lavender? Simak tulisan berikut untuk mendapatkan jawabannya.


Morfologi dan Karakteristik Tanaman Lavender

Tanaman lavender yang memiliki nama ilmiah Lavandula afficinalis syn. L. angustifolia ini berasal dari wilayah selatan Laut Tengah. Kemudian tanaman ini menyebar ke Afrika tropis hingga India. Saat ini tanaman lavender telah menyebar hingga ke seluruh dunia. Tanaman ini terkenal akan keindahan warna dan keharuman aroma bunganya. Bahkan keharuman aroma bunga lavender terkenal tidak mudah hilang atau bertahan lama. Tanaman lavender merupakan tanaman yang termasuk dalam jenis rumput-rumputan.

Di dunia ini ada 25 hingga 30 spesies lavender sehingga karakter morfologinya juga berbeda antarspesiesnya. Namun perbedaan karakter tersebut tidaklah signifikan. Pada umumnya daun tanaman lavender berbentuk bulat oval dengan pertulangan sejajar yang tertutup oleh bulu-bulu halus. Pangkal daunnya berbentuk meruncing dengan tepi yang bergerigi. Permukaan daun lavender berwarna hijau muda hingga hijau tua dengan tekstur yang lembut dan halus.

Sementara di bagian bawah daun lavender terdapat tulang daun berwarna putih yang menonjol. Di dalam daun lavender ini terkandung minyak essensial yang sangat bermanfaat. Adapun bentuk tanaman lavender mirip dengan tumbuhan ilalang. Sebagian orang mengenal tanaman lavender memiliki bunga berwarna ungu saja. Pada kenyataannya, bunga lavender ada yang berwarna kuning, biru, hingga ungu kehitaman. Warna-warna tersebut biasanya berdampingan dalam satu tangkai bunga yang menimbulkan gradasi warna yang indah.

Bunga lavender ini tersusun dari beberapa kuntum berbentuk spiral yang berjumlah 6 – 10 kuntum. Tanaman lavender memiliki akar jenis akar tunggang yang berserabut. Panjang akar tanaman ini dapat mencapai 1 hingga 2 meter. Warna akarnya cenderung putih kotor hingga kecoklatan. Tanaman ini dapat tumbuh hingga mencapai tinggi 60 – 80 cm.

Sementara batang tanaman lavender berkayu, berbentuk bulat memanjang dengan diameter kurang lebih 3 – 4 mm. Dari sekian banyak spesies tanaman lavender di dunia, ada beberapa jenis yang sering atau biasa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan manusia, di antaranya sebagai berikut.

- True lavender (Lavandula angustifolia)
Lavender ini sering disebut dengan English lavender karena menjadi basis utama industri minyak lavender di Inggris sekitar tahun 1700-an. Lavender jenis ini memiliki kandungan kamper sehingga menyebabkan aromanya terasa manis. Lavender jenis ini juga terkenal toleran dan tahan terhadap cuaca dingin yang sering terjadi di negara-negara Eropa.

- Spike lavender (Lavandula latifolia)
Lavender jenis ini biasa tumbuh secara alami di wilayah Balkan, Spanyol, Italia, dan Perancis. Lavender ini terkenal lebih toleran dan tahan dingin terhadap cuaca dingin dibandingkan True lavender. Demikian pula dengan kandungan kampernya yang lebih kuat dibandingkan True lavender. Bentuk tanaman Spike lavender sangat mirip dengan bentuk tanaman True lavender, namun proses pembungaannya lebih lambat dan memiliki cabang yang lebih panjang dan rangkap. Tanaman lavender jenis Spike lavender ini biasa dimanfaatkan untuk menghasilkan produk seperti sabun, sampo, dan antikuman.

- Lavandin (Lavandula x intermedia)
Lavandin merupakan hasil persilangan alami antara True lavender dan Spike lavander. Persilangan itulah yang menghasilkan benih steril Lavandin. Hal ini menyebabkan benih Lavandin tidak dapat ditanam lagi. Oleh karena itu, untuk menghasilkan bibit Lavandin hanya dapat diperoleh melalui cara stek. Ciri khas Lavandin adalah bentuk daunnya yang bulat lonjong dengan warna abu-abu kehijauan. Bunga yang dimiliki Lavandin juga memiliki aroma yang sangat harum. Bentuk bunganya seperti paku panjang dan berwarna violet gelap atau putih. Lavandin ini mampu menghasilkan minyak essensial sekitar 10 kali lebih banyak dibandingkan jenis True lavender.

- Spanish lavender (Lavandula stoechas)
Jenis Spanish lavender terkenal lebih tahan terhadap zat asam dan ujung bunganya sangat padat dan rapat. Ciri khas lavender ini adalah aromanya yang merupakan perpaduan antara aroma rosemary dan lavender. Pada zaman pertengahan, lavender jenis ini umumnya disuling untuk menghasilkan minyak yang digunakan untuk pengobatan herbal. Selain dimanfaatkan untuk pengobatan herbal, Spanish lavender juga sering digunakan sebagai hiasan di pekarangan rumah.

- French lavender (Lavandula dentata)
Lavender jenis ini memiliki aroma yang lebih mendekati aroma bunga rosemary. Selain itu, French lavender juga memiliki kandungan kamper yang kuat. Meskipun aromanya tidak seharum aroma lavender jenis lainnya, French lavender memiliki bunga yang sangat indah. Bunga dari French lavender ini sekilas akan tampak berwarna abu-abu keperakan akibat lapisan rambut yang menyelimuti seluruh lapisan tanaman.


Pembibitan Tanaman Lavender dengan Biji dan Stek

Pembibitan tanaman lavender di Indonesia dapat dilakukan dengan biji maupun stek. Proses pembibitan ini merupakan hal yang krusial dalam budidaya tanaman lavender. Hal ini dikarenakan berhasil tidaknya budidaya tanaman lavender tergantung dari berhasil tidaknya pembibitan tanaman lavender dilakukan. Untuk pembibitan tanaman lavender dapat menggunakan wadah berupa polybag.

  • Pembibitan dengan biji

Pembibitan dengan menggunakan biji dilakukan dengan memilih dan memilah biji dari bunga lavender terlebih dahulu. Pilihlah biji yang benar-benar sehat dan tidak cacat secara fisik. Lalu sediakan polybag berdiameter minimal 15 cm. Siapkan pula campuran media tanam, yaitu tanah, pupuk kompos, dan sekam padi. Perbandingan ketiga bahan tersebut adalah 1 : 1 : 1. Isi polybag dengan campuran media tersebut hingga setengahnya.

Letakkan biji lavender di atasnya dan timbun kembali dengan campuran media hingga biji lavender tertutup. Siramilah polybag tersebut untuk menjaga kelembaban media tanamnya. Penyiraman harus benar-benar diperhatikan, karena media tanam tidak boleh terlalu lembab dan tidak boleh terlalu kering. Proses pembibitan dengan menggunakan biji ini akan memakan waktu lumayan lama, yaitu sekitar satu bulan agar biji yang ditanam dapat tumbuh menjadi kecambah.

Rawat dan siramilah kecambah tersebut hingga mencapai ketinggian kurang lebih 15 cm. Bibit lavender yang telah mencapai tinggi kurang lebih 15 cm merupakan pertanda bahwa bibit tersebut sudah siap dipindahkan atau ditanam ke media tanam yang lebih besar, misalnya pot atau pekarangan rumah.

  • Pembibitan dengan stek

Sementara untuk pembibitan tanaman lavender dengan stek, kita membutuhkan tanaman lavender yang sudah jadi untuk distek cabang atau batangnya. Biasanya tanaman lavender yang berumur kurang lebih satu tahun sudah mulai berbunga. Pilihlah tanaman lavender yang benar-benar sehat dan tidak terserang hama. Lalu potonglah cabang atau batang yang agak tua sebagai bibit steknya. Siapkan pula polybag serta campuran tanah, kompos, dan sekam padi.

Campuran ketiga bahan tersebut dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Isikan campuran bahan tersebut ke dalam polybag hingga setengahnya. Kemudian tancapkan cabang atau batang lavender yang telah dipotong. Timbun kembali dengan campuran tanah, pupuk kompos, dan sekam padi hingga penuh. Rawat dan siramilah bibit lavender tersebut setiap hari. Ingat, jangan meletakkan polybag di tempat yang terkena sinar matahari secara langsung.

Di samping itu, tingkat kesuburan media tanam di polybag lama-kelamaan juga akan berkurang. Oleh karena itu, jagalah intensitas kesuburan media tanaman dengan cara memberikan pupuk organik. Berikan setiap dua minggu sekali sehingga kesuburan media tanam tetap terjaga.

Dengan perawatan yang baik, tak lama kemudian akan tumbuh tunas baru dari mata tunas yang terdapat pada batang atau cabang lavender tersebut. Kurang lebih 2 – 3 bulan kemudian setelah tunas baru muncul dan tumbuh, bibit lavender tersebut telah siap dipindahkan ke pot atau pekarangan rumah.


Penanaman Bibit Lavender di dalam Pot atau Pekarangan Rumah

Faktor utama agar bibit lavender dapat tumbuh dengan optimal adalah lokasi penanamannya. Tanaman lavender merupakan tanaman mediterania yang mudah tumbuh dan berkembang di wilayah terbuka. Tanaman ini membutuhkan bantuan sinar matahari 6 – 8 jam tiap harinya untuk berfotosintesis. Oleh karena itu apabila ingin menanam tanaman lavender di pot atau pekarangan rumah, usahakanlah di tempat yang terkena sinar matahari secara langsung.

  • Penanaman bibit lavender di dalam pot

Untuk menanam bibit lavender di dalam pot, kita membutuhkan pot berdiameter 30 cm atau lebih. Pastikan pot tersebut memiliki lubang pembuangan air yang cukup. Siapkan pula media tanam berupa tanah, pupuk kompos, dan sekam padi. Campurkan ketiga bahan tersebut dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Bila perlu tambahkan sedikit pasir ke dalam campuran tersebut. Masukkan campuran bahan tersebut hingga mencapai sepertiga pot.

Satu jam sebelum bibit ditanam, siramilah terlebih dahulu media tanam tersebut. Ambil polybag yang berisi bibit lavender dan sobeklah polybag tersebut dengan hati-hati. Usahakan agar tanah yang melekat pada akar bibit lavender tidak pecah. Lalu letakkan bibit lavender tersebut tepat di tengah-tengah pot dengan posisi tegak. Masukkan kembali campuran tanah, kompos, dan sekam ke dalam pot hingga penuh.

Pasanglah ajir untuk membantu bibit lavender agar tidak mudah roboh. Rawat dan siramilah bibit lavender yang telah ditanam di dalam pot tersebut hingga tumbuh dan berbunga.


  • Penanaman bibit lavender di pekarangan rumah

Menanam bibit lavender di pekarangan rumah dapat dilakukan apabila memiliki lahan kosong, meskipun tidak perlu terlalu luas. Penanaman di pekarangan rumah ini sebenarnya lebih menguntungkan dibandingkan dengan menanam lavender di dalam pot. Hal ini dikarenakan menanam lavender di pekarangan rumah akan mampu menghasilkan tanaman lavender yang tumbuh dan berbunga dengan optimal. Namun apabila tidak memiliki pekarangan, menanam lavender di dalam pot pun juga tidak masalah.

Untuk menanam bibit lavender di pekarangan rumah, terlebih dahulu kita harus memilih lokasi penanamannya. Pilihlah areal tanam yang sekiranya nanti tanaman lavender akan mendapat sinar matahari secara penuh, akan tetapi juga mendapat perlindungan dari angin yang terlalu kencang. Apabila mampu, pilihlah menanam bibit lavender di dekat batu yang besar atau tembok rumah sehingga terlindung dari angin kencang. Akan tetapi pastikan juga tanaman lavender tersebut nantinya akan mendapat pencahayaan sinar matahari.

Langkah selanjutnya adalah memastikan bahwa areal tanam bersih dari tanaman pengganggu atau gulma. Cabut dan buanglah tanaman pengganggu atau gulma sekiranya ada di sekitar areal tanam. Pastikan juga tanah yang akan dijadikan areal tanam memiliki daya serap yang cukup baik. Hal ini dikarenakan tanaman lavender tidak membutuhkan tanah yang terlalu lembab. Oleh karena itu, apabila areal tanam dianggap kurang memiliki daya serap yang baik, dapat ditambahkan pasir di tempat tersebut.

Selain itu tanah juga harus memiliki sifat halus, ringan, dan memperoleh oksigen yang cukup agar tanaman lavender dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Apabila mampu, tanamlah lavender pada areal tanam yang berkontur miring sehingga air siraman atau air hujan tidak dapat menggenang. Setelah lokasi tanam ditentukan, langkah selanjutnya adalah mengukur pH tanahnya.

Tanaman lavender akan tumbuh baik di tanah yang memiliki pH ideal, yaitu antara 6,7 hingga 7,3. Kita dapat mengukur pH tanah dengan menggunakan alat ukur pH yang dapat diperoleh di tempat penjualan bibit tanaman atau tempat lain. Apabila pH tanah tidak ideal, kita dapat menambahkan sedikit perasan jeruk nipis untuk menambah kadar alkalinya. Tambahkan sekitar 60 – 90 ml perasaan air jeruk nipis pada areal tanam tersebut.

Setelah penetapan lokasi tanam dan pengkondisian pH tanah sudah sesuai dengan yang diharapkan, maka galilah lubang di area tanam dengan ukuran 60 cm x 60 cm x 60 cm. Kemudian masukkan dua genggam kerikil ke dalam lubang galian. Masukkan juga setengah gelas perasan sari jeruk nipis dan pupuk kompos ke dalam lubang. Aduklah kerikil, perasan sari jeruk nipis, dan pupuk tersebut hingga merata.

Tujuannya adalah, kerikil akan membantu proses penyerapan, perasan jeruk nipis akan mempertahankan kadar alkali tanah tetap ideal, dan pupuk akan membantu kesuburan tanaman lavender. Setelah itu timbun dengan tanah bekas galian hingga sepertiga lubang. Sementara itu, bibit tanaman lavender yang ada dalam polybag terlebih dahulu harus disiram air sekitar satu jam sebelum ditanam. Tujuannya agar akar bibit lavender tetap mengandung air tetapi tidak terlalu basah.

Sesaat sebelum ditanam, pangkaslah terlebih dahulu ranting atau cabang bibit lavender. Hal ini bertujuan agar sirkulasi udara nantinya dapat melalui batang dengan baik. Selain itu juga membantu pertumbuhan tunas baru pada mata tunasnya dan mengurangi kerimbunan pada bagian tengah batang tanaman lavender. Langkah terakhir adalah memisahkan bibit tanaman lavender dari polybag dan meletakkannya di tengah-tengah lubang galian dengan posisi tegak. Masukkan kembali sisa tanah galian hingga lubang tertutup.

Padatkan bagian atas lubang galian dengan cara menepuk-nepuknya untuk membantu agar tanaman lavender yang ditanam tidak mudah goyah. Bila perlu pasanglah ajir di sekeliling tanaman lavender agar tidak mudah roboh. Ajir dapat dibuat dari belahan bambu sepanjang 60 cm. Apabila kontur areal tanam rata, sebaiknya buatlah saluran air sehingga air siraman atau air hujan nantinya tidak menggenang.


Perawatan dan Pemeliharaan Tanaman Lavender

Agar tanaman lavender yang ditanam dapat tumbuh dengan baik, maka diperlukan perawatan dan pemeliharaan. Perawatan dan pemeliharaan tanaman lavender ini sebenarnya tidaklah begitu sulit. Seperti umumnya perawatan dan pemeliharaan pada tanaman lain, tanaman lavender hanya membutuhkan penyiraman, penyiangan, pemupukan, dan pemangkasan. Untuk penyiraman, tanaman lavender tidaklah begitu membutuhkan banyak air.

Oleh karena itu intensitas penyiraman harus disesuaikan dengan kondisi areal tanamnya. Usahakan agar areal tanam tidak terlalu basah ataupun terlalu kering. Areal yang terlalu basah akan menyebabkan akar tanaman lavender menjadi busuk. Untuk penyiangan dapat dilakukan setiap saat. Cabut dan buanglah gulma atau tanaman pengganggu yang sekiranya tumbuh di areal tanam. Gulma dan tanaman pengganggu yang dibiarkan tumbuh di sekitar areal tanam akan mengganggu pertumbuhan tanaman lavender.

Hal ini dikarenakan gulma dan tanaman pengganggu tersebut akan merebut nutrisi dan unsur hara yang sebenarnya diperuntukkan bagi tanaman lavender. Untuk pemupukan dapat dilakukan satu bulan setelah bibit tanaman lavender ditanam di pekarangan rumah. Usahakan untuk menggunakan pupuk organik seperti pupuk kompos atau pupuk kandang kering. Pemupukan ini dapat dilakukan bersamaan dengan penggemburan kembali areal tanam di sekitar tanaman lavender.

Penggemburan dapat membantu sirkulasi udara dan air yang dibutuhkan oleh akar tanaman lavender. Setelah itu pemupukan dapat dilakukan setiap tiga bulan sekali dengan cara yang sama. Sedangkan pemangkasan diperlukan untuk mengurangi kerimbunan cabang, ranting, dan daun dari tanaman lavender. Cabang, ranting, dan daun yang terlalu rimbun akan menghambat pembungaan tanaman lavender. Padahal tujuan kita menanam tanaman lavender adalah untuk menikmati bunganya.

Selain itu pemangkasan berguna untuk membuang cabang, ranting, dan daun yang sekiranya telah kering. Untuk itu lakukan pemangkasan secara berkala sesuai dengan kondisi tanaman lavender yang ditanam. Gunakan gunting tanaman yang tajam untuk memangkas agar tidak merusak cabang atau ranting tanaman lavender. Gunting tanaman ini juga sebaiknya digunakan untuk memotong bunga lavender yang kita inginkan nantinya.


Manfaat Bunga Lavender

Bunga lavender telah banyak diambil sarinya atau diekstrak secara komersial dan diolah menjadi berbagai bentuk produk, seperti sabun, teh, lotion, gel, dan aromaterapi. Berbagai produk olah tersebut sangat berguna dalam kehidupan manusia, khususnya di bidang kesehatan. Berikut beberapa contoh manfaat bunga lavender bagi kesehatan manusia.

- Membantu mengatasi insomnia atau susah tidur
Gangguan susah tidur atau insomnia banyak diderita oleh manusia pada zaman sekarang. Gangguan insomnia ini sangat merugikan karena akan mengurangi waktu tidur/istirahat, sehingga menyebabkan produktivitas di segala bidang menjadi menurun. Lazimnya manusia zaman sekarang akan mengobati gangguan insomnia dengan mengonsumsi obat-obatan yang bersifat kimiawi. Padahal obat-obatan tersebut apabila dikonsumsi secara rutin atau terus-menerus dapat mengganggu kesehatan tubuh manusia itu sendiri.

Salah satu pengobatan herbal yang dapat membantu mengatasi gangguan insomnia adalah aromaterapi dari bunga lavender. Berdasarkan penelitian, aromaterapi dari bunga lavender mampu mengatasi gangguan susah tidur tanpa efek samping yang merugikan bagi penggunanya.

- Membantu meringankan iritasi perut
Di Jerman, sudah menjadi rahasia umum bahwa warganya banyak yang mengonsumsi minuman teh dari ekstrak bunga lavender untuk meringankan sakit iritasi pada perutnya. Hal ini dikarenakan ekstrak bunga lavender mengandung minyak atsiri yang mampu meredakan rasa mual dan perih pada perut. Selain itu, penggunaan teh dari ekstrak bunga lavender ini juga lebih aman dan ekonomis dibandingkan dengan mengonsumsi obat-obatan kimia.

- Membantu mengatasi kerontokan rambut
Kerontokan rambut pada manusia dapat disebabkan oleh banyak faktor. Salah satu faktor yang sering menjadikan rambut rontok adalah penyakit Alopecia areata. Penyakit ini adalah kerontokan rambut yang disebabkan oleh serangan sistem imunitas tubuh sendiri terhadap folikel. Akibatnya folikel rambut yang merupakan tempat tumbuhnya rambut menjadi mengecil lalu berhenti memproduksi rambut. Lazimnya kondisi ini terjadi pada kulit kepala.

Namun demikian tidak menutup kemungkinan dapat terjadi pada bagian tubuh lainnya yang biasanya ditumbuhi rambut, seperti kumis, bulu mata, dan alis. Berdasarkan penelitian, penyakit kerontokan rambut ini dapat diatasi dengan cara memijat kulit kepala secara rutin dengan minyak bunga lavender. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa rambut di kepala akan mulai tumbuh kembali setelah dilakukan pemijatan dengan minyak bunga lavender selama 7 bulan.


- Membantu menjaga relaksasi tubuh dan suasana hati (mood)
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, aromaterapi dari bunga lavender mampu membuat otot tubuh yang tadinya tegang dapat menjadi rileks kembali. Aromaterapi dari bunga lavender ini juga menumbuhkan rasa aman dan tenang. Sementara pemijatan dengan menggunakan minyak dari bunga lavender menunjukkan bahwa efeknya mampu membuat suasana hati menjadi lebih stabil, konsenstrasi tetap terjaga, dan mengurangi kecemasan.

- Membantu menghindarkan dari gigitan nyamuk
Barangkali ini merupakan manfaat dari bunga lavender yang paling umum dikenal di Indonesia. Penggunaan lotion dari ekstrak bunga lavender yang dioleskan pada kulit mampu menghindarkan dari gigitan nyamuk. Saat ini sudah banyak produk obat antinyamuk dari ekstrak bunga lavender, baik dalam bentuk lotion maupun bentuk lainnya.

Demikian sedikit tulisan mengenai cara menanam tanaman lavender di dalam pot atau pekarangan rumah. Semoga lewat tulisan ini dapat membantu para pembudidaya yang ingin menanam tanaman lavender di Indonesia. Apabila dirasa sulit untuk menyemai bibit tanaman lavender seperti tulisan di atas, Anda dapat dengan mudah memesan dan membelinya di situs www.samudrabibit.net. Selain bibit tanaman lavender, tersedia juga beragam bibit tanaman yang siap tanam.

Di samping itu juga tersedia banyak media tanam yang dapat membantu kegemaran Anda dalam berkebun. Anda dapat memesan dan membelinya secara grosir maupun eceran dengan harga murah. Apabila memiliki waktu, luangkan untuk mengunjungi tempat pembibitannya secara langsung di Dusun Kandangsari Kwarasan RT 04 RW 07 Gaum, Tasikmadu, Karanganyar – Solo, Jawa Tengah 57761.
Blog Post Lainnya
Mau tanya - tanya dulu?
0823-1087-4445
@2014 - 2020 Samudrabibit Inc.