8 Februari 2020 2:44 pm

Cara Mudah Budidaya Buah Naga di Dalam Pot Agar Tumbuh Subur dan Cepat Berbuah.

Cara Mudah Budidaya Buah Naga di Dalam Pot Agar Tumbuh Subur dan Cepat Berbuah.
Buah naga merupakan salah satu jenis tanaman kaktus yang berasal dari Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika selatan. Namun seiring dengan perkembangan zaman, buah naga kini sudah banyak dibudidayakan di negara - negara asia seperti di Taiwan, Vietnam, Filipina, Malaysia, dan tentunya di Indonesia.

Nah dinamakan buah naga karena buah ini memiliki bentuk yang cukup unik dan tidak ada buah lain yang menyamainya, yakni seperti naga dengan sisik yang berapi - api di permukaan kulitnya. Selain itu, buah naga sejak zaman dahulu juga sudah sangat terkenal dan banyak orang yang memburu buah ini untuk dikonsumsi langsung sebagai buah segar maupun diolah menjadi aneka produk kuliner.
Kepopuleran buah naga sendiri didukung oleh beberapa faktor. Selain harga jualnya yang cukup terjangkau, citarasa yang ditawarkan buah ini juga sangat manis, dan legit, dengan sedikit rasa masam yang membuatnya terasa sangat menyegarkan.

Belum lagi ditambah dengan daging buahnya yang lembut dan juicy. Wajar saja jika banyak masyarakat mulai dari anak - anak hingga orang dewasa sangat suka menyantap buah yang satu ini.

1. Karakteristik Tanaman Buah Naga.
a. Akar.
Tanaman buah naga memiliki akar serabut yang tumbuh dan berkembang secara horizontal (mendatar) di dalam tanah dengan kedalaman sekitar 30 - 40 cm namun terkadang juga bisa lebih. Pada tanaman yang sudah dewasa, terkadang ditemui juga akar gantung yang tumbuh di permukaan batangnya.

Kedua akar ini memiliki fungsi yang berbeda. Akar serabut yang tumbuh di dalam tanah berfungsi untuk menopang pertumbuhan tanaman serta untuk menyerap unsur hara dari dalam tanah. Sedangkan akar gantungnya berfungsi untuk melekatkan diri pada panjatannya serta untuk menyerap air dan mineral dari media panjatannya.

b. Batang.
Batang tanaman buah naga pada umumnya berbentuk segitiga, terdapat duri - duri pendek yang tidak terlalu tajam, durinya ini tumbuh diseluruh bagian pinggir/sudut batang dan berwarna kehitaman. Karena durinya yang cenderung pendek dan tidak tajam, tanaman ini terkadang juga sering disebut sebagai “kaktus tanpa duri”. Nah dibagian duri tersebut biasanya digunakan sebagai tempat munculnya bunga dan buah.

Batang tanaman buah naga berwarna hijau, bersifat lunak, dan banyak mengandung air. Air tersebut digunakan sebagai cadangan jika suatu saat terjadi kekeringan. Selain sebagai penopang tanaman, batangnya ini juga berfungsi sebagai daun.

c. Bunga.
Bunga buah naga memiliki bentuk yang terlihat seperti terompet, mahkota bunga bagian dalamnya berwarna putih bersih, sedangkan mahkota bunga bagian luar berwarna krem. Bunganya ini memiliki sepasang benangsari yang berwarna kuning. Bunga buah naga sendiri termasuk kedalam jenis bunga hermaprodit, artinya dalam satu bunga hanya terdapat benangsari dan putik.

Seperti yang sudah disebutkan diatas, bunganya ini muncul pada bagian sudut batang yang terdapat duri - duri lunak. Dalam satu ruas batang, bisa terdapat beberapa bunga yang ditopang dengan tangkai yang pendek. Bunga buah naga memiliki ukuran yang cukup besar, yakni bisa mencapai diameter sekitar 30 cm. Bunganya biasa mekar pada malam hari dan akan mengeluarkan aroma yang sangat harum.

d. Buah.
Untuk buahnya, buah naga biasanya berbentuk bulat memanjang dan muncul pada permukaan batang. Dalam satu batang, biasanya muncul lebih dari satu buah yang tumbuh berdekatan. Buahnya ini memiliki kulit yang cukup tebal, yakni sekitar 1 - 2 cm dengan permukaan buah yang terdapat semacam sirip berukuran 2 cm sehingga mirip seperti naga.

Meskipun tebal, kulit buah naga sangat mudah dikupas dan akan mengeluarkan cairan berwarna yang bisa melekat pada tangan. Daging buahnya berwarna putih, merah, ungu (tergantung dengan varietasnya), berair, dan rasanya manis dengan sedikit rasa masam yang khas. Buah naga sendiri beratnya bervariasi, yakni sekitar 250 - 600 gram.

e. Biji.
Sama seperti buah - buahan pada umumnya, buah naga juga memiliki biji yang berbentuk bulat, berukuran kecil, terlihat tipis, cukup keras, namun juga bisa dimakan. Bijinya ini dapat digunakan untuk perbanyakan secara generatif.

Akan tetapi, cara ini jarang dilakukan karena tanaman biasanya akan menjadi lama dalam berbuah. Perbanyakan dengan biji biasanya hanya dilakukan oleh para peneliti yang bertujuan untuk menciptakan varietas baru.

2. Jenis Buah Naga.
Setelah mengenal ciri - ciri buah naga, sekarang saatnya kita mengenal jenis - jenis buah naga apa saja yang beredar masyarakat. Di Indonesia sendiri, terdapat setidaknya 4 jenis buah naga yaitu :

a. Hylocereus undatus (Buah Naga Putih).
Buah naga yang satu ini adalah jenis yang paling banyak ditanam di Indonesia. Buah naga jenis ini memiliki kulit yang berwarna merah dengan daging buah yang berwarna putih. Dari ke 4 jenis buah naga, varietas ini memiliki ukuran yang paling besar namun tingkat kemanisannya sedikit lebih rendah daripada jenis buah naga lain.

b. Hylocereus polyrhizus (Buah Naga Merah).
Berbeda dengan Hylocereus undatus, Hylocereus polyrhizus ini memiliki kulit buah yang berwarna merah dengan daging buah yang berwarna merah keunguan. Selain itu, rasanya juga lebih manis namun ukurannya sedikit lebih kecil, yakni sekitar 400 gram/buah.

c. Hylocereus costaricensis (Buah Naga Super Merah).
Jika diperhatikan, sekilas Hylocereus costaricensis ini memang terlihat seperti Hylocereus polyrhizus yakni kulit dan daging buahnya sama - sama berwarna merah. Selain itu, ukuran buahnya juga sepintas mirip. Nah yang membedakan adalah warna daging buahnya terlihat lebih mencolok dan rasanya juga sedikit lebih manis.

d. Selenicereus megalanthus (Buah Naga Kuning).
Nah dari semua jenis buah naga, Selenicereus megalanthus ini memiliki rasa yang paling manis. Selain itu, warnanya juga berbeda yakni kulitnya berwarna kuning dan dagingnya berwarna putih. Meskipun manis sayangnya ukuran buahnya paling kecil, bobotnya hanya sekitar 80 - 100 gram/buah. Varietas ini biasanya ditanam dataran tinggi dengan ketinggian lebih dari 800 mdpl.

3. Syarat tumbuh buah naga.
Buah naga merupakan salah satu jenis tanaman tropis yang dikenal mampu beradaptasi dengan berbagai macam kondisi lingkungan dan perubahan cuaca ekstrem. Tanaman ini bisa ditanam pada daerah dengan curah hujan sekitar 600 - 1300 mm/tahun. Namun idealnya adalah sekitar 720 mm/tahun.

Perlu diketahui, tanaman buah naga tidak tahan terhadap air yang menggenang. Hujan yang terlalu deras dan terlalu lama bisa menyebabkan kerusakan terhadap tanaman terutama masalah pada akar yang dapat membusuk. Maka dari itu, pastikan bahwa lahan tanam memiliki sistem drainase (aliran air) yang baik.

Dalam pertumbuhannya, tanaman ini sangat membutuhkan sinar matahari. Kebutuhan sinar mataharinya adalah sekitar 70 - 80%. Oleh karena itu, akan lebih baik jika bibit buah naga ditanam pada lahan terbuka yang mendapatkan sinar matahari langsung setiap harinya. Pada umumnya, tanaman buah naga akan tumbuh dengan baik jika ditanam di dataran rendah dibawah 350 mdpl.

Meskipun demikian, namun tanaman ini juga bisa ditanam di daerah dataran tinggi mencapai 1200 mdpl. Suhu udara yang ideal untuk penanamannya adalah sekitar 26 - 35˚C. Sedangkan untuk media tanamnya, disarankan menggunakan media tanam yang subur dan banyak mengandung bahan organik seperti tanah humus atau tanah kompos.

4. Cara Menanam Buah Naga di Dalam Pot.
Dalam menanam buah naga di dalam pot, ada beberapa tahapan yang harus kita lakukan seperti berikut :
a. Pemilihan Bibit.
Tahap pertama yang harus kita lakukan adalah memilih bibit buah naga. Bibit yang digunakan usahakan berasal dari perbanyakan secara vegetatif yaitu dengan cara stek batang. Batang yang dipilih harus dalam kondisi sehat, sudah berumur, berwarna hijau gelap kelabu, setidaknya sudah berbuah 3 - 4 kali, dan panjangnya sekitar 20 - 30 cm.

Beberapa kriteria tersebut bertujuan agar bibit yang ditanam cepat membesar dan bisa memproduksi buah dengan kualitas yang baik. Apabila bibit diambil dari batang yang masih muda dan belum berbuah, biasanya tanaman akan bersifat lunak seolah memiliki kadar air tinggi yang dapat berpengaruh dengan usia produksi tanaman.

Setelah batang yang ideal sudah ditemukan, potong batang tersebut menggunakan pisau tajam kemudian angin - anginkan sampai getah kering supaya tidak mudah membusuk. Setelah diangin - anginkan, celupkan pangkal batang kedalam larutan perangsang tumbuh seperti Rootone F.

b. Menyiapkan Pot dan Media Tanam.
Pot yang digunakan sebaiknya terbuat dari tanah liat dengan diameter sekitar 40 - 50 cm. Namun jika tidak ada, bisa juga menggunakan pot plastik. Selain itu, pilihlah pot yang bagian bawahnya terdapat lubang dan memiliki kaki - kaki penyangga. Untuk media tanamnya, siapkan campuran tanah, pasir, bubuk bata merah, pupuk kandang, dan pupuk kompos dengan perbandingan 1:2:2:3:1.

c. Pembuatan Tiang Panjat.
Tanaman buah naga biasanya dapat tumbuh besar namun batangnya tidak terlalu kokoh sehingga mudah roboh. Maka dari itu, diperlukan tiang untuk membantu menopang pertumbuhan tanaman. Siapkan besi beton atau kayu dengan diameter 8 - 10 dan tinggi 200 cm. Balut seluruh permukaannya menggunakan sabut kelapa dan ikat dengan tali. Setelah itu, buat palang silang dengan panjang 35 cm yang terbuat dari balok kayu yang kuat.

Jika sudah, buat lingkaran menggunakan kawat dengan mengubungkan ujung palang silang sehingga berbentuk lingkaran seperti setir mobil yang nantinya kita gunakan sebagai penopang menjulurnya tanaman. Pasang lingkaran tersebut dengan mengikatnya secara horizontal pada ujung atas besi beton/kayu. Selanjutnya, beri kaki - kaki berbentuk trapesium dengan ukuran 30 x 35 cm pada bagian bawahnya. Lalu masukan tiang panjat tersebut tepat ketengah - tengah pot.

d. Penanaman Bibit Buah Naga di Dalam Pot.
Isi pot menggunakan campuran media tanam yang sudah dipersiapkan sampai memenuhi 80% dari volume pot. Jika diperlukan, tambahkan 100 gram dolomit dan 20 gram pupuk hortigro per pot kemudian aduk hingga tercampur rata. Buat tiga lubang tanam dengan kedalaman sekitar 10 cm lalu masukan bibit yang sudah disiapkan kedalam lubang.

Setelah itu, padatkan media tanam di setiap pangkal bibit kemudain siram air secukupnya dan jangan sampai menggenang. Jika sudah, ikat bibit dengan tiang panjat yang sudah dipasang supaya nanti ketika sudah besar tanaman tidak mudah roboh. Yang terakhir, letakkan pot pada tempat yang mendapatkan sinar matahari terutama sinar matahari pagi.

5. Perawatan Tabulampot Buah Naga.
Jika sudah ditanam, maka tanaman buah naga juga perlu dirawat agar pertumbuhannya lebih subur dan cepat berbuah. Tapi tenang saja, perawatannya sangat mudah kok. Adapun perawatan tanaman buah naga adalah sebagai berikut.
a. Penyulaman.
Dalam menanam buah naga, penyulaman sangat perlu dilakukan supaya nantinya tanaman dapat tumbuh dengan maksimal. Penyulaman dilakukan dengan mengganti tanaman yang mati, pangkalnya membusuk, tidak tumbuh, dan kerusakan fisik lainnya. Penyulaman bibit buah naga dapat dilakukan seminggu setelah bibit ditanam.

b. Pemupukan.
Yang tak kalah penting dalam menanam buah naga adalah pemupukan. Pemupukan ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan tanaman buah naga. Pemupukan dapat dilakukan setiap sebulan sekali menggunakan pupuk NPK (16-16-16) sebanyak 2 sendok teh/ tanaman atau 6 sendok teh/pot. Pada umur 6 bulan, berikan pupuk hortigro kuning dan hortigro power sebanyak setengah sendok teh/tanaman.

c. Penyiraman.
Meskipun tidak terlalu suka dengan air yang menggenang, namun tanaman buah naga tetap membutuhkan air untuk pertumbuhannya. Penyiraman dapat dilakukan ketika kondisi media tanam dirasa sudah terlalu kering dan jangan sampai berlebihan apalagi sampai terendam karena dapat menyebabkan busuk pada batang dan akar. Biasanya penyiraman buah naga dilakukan setiap 5 - 7 haru sekali.

Waktu terbaik untuk dilakukannya penyiraman adalah pada pagi hari pukul 06.00 atau pada sore hari pukul 17.00. Pada saat tanaman buah naga sudah mulai berbunga dan berbuah, intensitas penyiraman harus dikurangi supaya pertumbuhan tunas berhenti. Penyiraman dapat dikurangi menjadi 2 minggu sekali ketika kuncup bunga sudah muncul.

Nah jika buah sudah membesar dan ukurannya sudah sebesar satu kepal telapak tangan, penyiraman bisa dihentikan sampai buah matang. Tanda buah yang sudah matang adalah warnanya sudah berubah menjadi merah atau kuning penuh (tergantung varietasnya) serta ujung dan pangkal buahnya sudah mengeras.

d. Pemangkasan.
Pemangkasan bertujuan agar terbentuk cabang baru yang lebih produktif. Pemangkasan dapat dilakukan ketika tanaman sudah berumur 2 - 3 bulan. Pangkas ujung batang dan sisakan sekitar 40 - 60 cm dari media tanam. Pemangkasan ini akan memicu pertumbuhan batang kearah atas. Batang baru ini nantinya akan menjadi batang utama.

Ketika tanaman tingginya sudah sekitar 140 - 170, maka kelebihannya harus dipangkas. Dari batang utama tadi akan tumbuh cabang baru sekitar 3 - 4 tunas yang tumbuh berjajar. Pilihlah satu tunas yang pertumbuhannya baik dan cepat lalu dekatkan dengan batang utama, buang tunas yang lain. Ketika sudah berumur 6 bulan, tanaman biasanya sudah akan berbunga dan siap dipetik dalam waktu 2 bulan.

e. Repotting.
Jika diartikan, repotting adalah pemindahan tanaman dari wadah satu ke wadah lainnya yang lebih luas. Repotting tabulampot buah naga dapat dilakukan saat tanaman berumur 3 tahun. Ketika mengeluarkan tanaman dari pot lama, lakukan dengan berhati - hati. Ambil seluruh bagian tanaman beserta tiang panjatnya kemudian pindahkan kedalam pot baru bediameter 60 - 70 cm yang sudah di isi dengan media tanam.

6. Penanggulangan Hama dan Penyakit Tanaman Buah Naga.
a. Tungau.
Tungau atau Tetranychus sp biasanya menyerang cabang atau batang dan merusak jaringan klorofil, ditandai dengan perubahan warna dari hijau menjadi cokelat. Untuk mengatasinya, dapat dengan menyemprotkan omite dengan dosis 1 - 2 gram/liter setiap 2 - 3 kali seminggu.

b. Mealybug.
Serangan mealybung atau yang juga dikenal dengan nama kutu putih ditandai dengan adanya selaput berwarna putih pada cabang. Hama ini dapat dikendalikan dengan menyemprotkan kanon dengan dosis 1 - 2 cc/liter setiap seminggu sekali pada cabang yang diserang. Biasanya hanya dua kali penyemprotan hama kutu putih sudah hilang.

c. Kutu Sisik.
Kutu sisik (Pseudococus sp) biasanya menyerang bagian cabang yang tidak terkena sinar matahari dan cabang yang terserang akan terlihat kusam. Hama ini dapat diatasi dengan menyemprotkan kanon dengan dosis 1-2 cc/liter air.

d. Kutu Batok.
Kutu batok atau Aspidiotus sp menyerang tanaman buah naga dengan cara mengisap cairan pada batang atau cabang sehingga menyebabkan cabang berubah menjadi berwarna kuning. Pengendaliannya sama seperti pengendalian hama kutu sisik, yaitu dengan menyemprotkan kanon dengan dosis 1-2 cc/liter air.

e. Semut.
Semut biasanya hanya muncul ketika tanaman mulai berbunga. Semut akan mengerubungi bunga yang baru kuncup dan akan menyebabkan bintik - bintik berwarna kecokelatan pada kulit buah sehingga akan berakibat pada kualitas buah. Untuk mengatasinya, semprotkan gusadrin dengan dosis 2 cc/liter air.

f. Bekicot.
Hama yang satu ini sangat merugikan tanaman buah naga karena dapat merusak batang dengan cara mengerogotinya sehingga dapat menyebabkan batang menjadi busuk. Hama ini biasanya muncul karena kebersihan tempat penanaman kurang terjaga. Untuk menanggulanginya, bersihkan tempat penanaman secara berkala dan buang bekicotnya jika ada.

g. Busuk Pangkal Batang.
Penyakit ini disebabkan karenan kelembaban tanah tang terlalu tinggi sehingga memicu tumbuhnya cendawan Sclerotium rolfsii Sacc yang bisa merusak batang. Penyakit ini sering terjadi pada bibit stek yang akarnya belum tumbuh. Cara penanggulangannya dapat dilakukan dengan menyemprotkan benlate dengan dosis 2 gram/liter air setiap sebulan sekali keseluruh batang terutama pada bagian yang terserang.

h. Busuk Bakteri.
Penyakit busuk bakteri disebabkan oleh Pseudomonas sp. Gejala yang ditimbulkan adalah tanaman akan tampak layu, kusam, terdapat lendir putih, dan berwarna kekuningan pada bagian yang terserang. Penanggulangannya dapat dilakukan dengan mencabut tanaman yang terserang kemudian masukan basamid dengan dosis 1 gram kedalam lubang dan ganti tanaman dengan bibit baru.

i. Fusarium.
Penyakit ini disebabkan oleh Fusarium oxysporium Schl. Bagian yang terserang biasanya akan terlihat layu, berkerut, dan busuk berwarna cokelat. Cara menanggulanginya adalah dengan menyemprotkan fungisida seperti sirkus 50WP dengan dosis 2g/liter air 1 - 2 kali seminggu dan disemprotkan pada bagian batang yang terserang.

j. Bercak Kering.
Penyakit bercak kering disebabkan oleh Phyllosticta concave dan Mycosphaerella spp. Gejala yang ditimbulkan adalah bagian yang terserang akan timbul bercak kering berwarna cokelat keabu - abuan. Penanggulanngannya dapat dilakukan dengan mengumpulkan bagian yang terserang kemudian dimusnahkan. Penyakit ini biasanya muncul jika tanaman buah naga ditanam pada tempat dengan kelembaban yang tinggi dan jarang muncul pada tempat yang kering.

7. Panen.
Setelah berjuang dalam menanam dan merawat tanaman buah naga, kini saat yang ditunggu - tunggu telah tiba yakni panen buah naga. Tabulampot buah naga biasanya akan mulai berbunga ketika sudah berumur 6 bulan dan perubahan dari bunga menjadi buah siap panen membutuhkan waktu sekitar 2 bulan.

Ciri - ciri buah yang sudah siap panen adalah kulitnya yang sudah berubah warna menjadi merah atau kuning (tergantung jenisnya) secara penuh, kecuali pada bagian ujung sisik yang biasanya akan akan tetap berwarna hijau. Buah yang sudah matang harus segera dipetik karena jika terlambat akan muncul retakan yang dapat menyebabkan buah menjadi rusak, maksimal 5 hari setelah matang.

Cara memanennya adalah dengan memotong tangkainya menggunakan alat bantu berupa pisau atau gunting yang tajam dan usahakan jangan sampai merusak batang dan kulit buah. Ukuran buah yang sudah matang bervariasi dan ditentukan oleh beberapa faktor seperti jenis buah naga, media tanam, intensitas air, pemupukan, pemangkasan dan lain - lain.
Nah sampai disini dulu artikel mengenai “Cara Mudah Budidaya Buah Naga di Dalam Pot Agar Tumbuh Subur dan Cepat Berbuah”. Semoga artikel ini dapat membantu kita semua dalam menanam dan merawat buah naga sendiri di halaman rumah. Jika Anda tertarik menanam buah naga, Anda bisa mendapatkan bibit buah naga berkualitas melalui tautan berikut. Sampai jumpa lagi di artikel berikutnya!!!
Blog Post Lainnya
Mau tanya - tanya dulu?
0823-1087-4445
@2014 - 2020 Samudrabibit Inc.