3 Januari 2020 11:18 am

Cempaka Merah, Bunga Langka Cantik yang Kaya Manfaat

Cempaka Merah, Bunga Langka Cantik yang Kaya Manfaat
Salah satu kekayaan flora Indonesia adalah bunga cempaka. Sejak dahulu bunga ini sudah digunakan dalam berbagai ritual adat dan keagamaan. Berbagai mitos juga berkembang seputar bunga yang dalam bahasa Jawa disebut kanthil ini. Keberadaan bunga ini bahkan terekam pula dalam bentuk lagu daerah dari Aceh, yaitu Bungong Jeumpa yang artinya bunga cempaka. Wanginya yang khas lazim dimanfaatkan sebagai campuran bahan kosmetik serta perawatan rambut dan kecantikan. Ternyata, ada banyak sekali jenis bunga cempaka.

Jenis cempaka yang sudah banyak dibudidayakan dan dimanfaatkan masyarakat di Indonesia selama ini adalah dari jenis cempaka putih dan kuning. Artikel ini akan membahas tentang cempaka merah, salah satu jenis cempaka yang tergolong langka di Indonesia. Karena langka, harga bunga cempaka dan pohonnya hingga saat ini masih terbilang fantastis. Sekuntum bunga cempaka merah berharga 1 – 3 juta rupiah, sementara pohonnya bisa mencapai 10 – 15 juta rupiah per pohon tergantung kualitas.

Kelangkaan dan harga jual yang fantastis dari cempaka merah menyebabkan tanaman ini berpotensi sebagai lahan bisnis yang menggiurkan. Meskipun lebih rumit dibudidayakan dibandingkan jenis-jenis cempaka yang sudah lebih dahulu dikenal, dengan ketekunan dan kesabaran bukan tidak mungkin pembudidayaan tanaman ini menjadi ladang penghasilan yang sangat lumayan.

Tertarikkah Anda untuk membudidayakan tanaman ini atau sekadar menjadikannya penghias taman di halaman rumah? Berikut serba-serbi tanaman cempaka merah dan cara penanaman serta perawatannya agar cepat berbunga dan menguntungkan.


Asal-usul dan persebaran tanaman cempaka

Penyebutan nama cempaka atau campaka berakar dari bahasa Sanskerta. Diyakini bahwa awalnya tanaman ini berasal dari India dan sekitarnya. Tanaman ini kemudian menyebar ke berbagai wilayah Asia. Dari negara-negara di Asia, tanaman ini berkembang dalam berbagai kultivar baru yang dapat ditanam di berbagai belahan dunia. Hingga saat ini ada sekitar 50 spesies cempaka di seluruh dunia.

Khusus cempaka merah merupakan jenis cempaka asli dari Cina yang mungkin terbentuk dari faktor lingkungan atau perkawinan silang dengan jenis tanaman lain. Tepatnya dari wilayah Sichuan dan Yunan di Cina Selatan. Cempaka merah sendiri sudah sejak zaman dahulu dikultivasi di Cina dan Jepang. Di negara-negara di luar Asia, cempaka merah lebih dikenal sebagai magnolia jepang karena dari negara tersebutlah bibit cempaka merah yang ditanam di kebun-kebun di luar Asia berasal.

Sebutan lain untuk cempaka merah adalah mulan magnolia, magnolia merah, dan magnolia tulip. Cempaka merah yang disilangkan dengan yulan magnolia (Magnolia denudata) menghasilkan jenis cempaka hibrida bernama saucer magnolia (Magnolia x soulangeana).

Klasifikasi ilmiah cempaka merah

Tanaman yang di luar Asia dikenal dengan sebutan magnolia atau michelia ini memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut.

Kingdom : Plantae
Ordo : Magnoliales
Famili : Magnoliaceae
Genus : Magnolia
Spesies : Magnolia liliiflora
Sinonim : Michelia liliiflora


Karakteristik dan morfologi cempaka merah

Cempaka merah adalah jenis tanaman perdu yang mampu merontokkan daunnya sendiri di musim kering sebagai bentuk pertahanan diri. Tumbuh tegak, termasuk pohon yang pendek karena tingginya tidak lebih dari 4 m, berbeda dengan jenis-jenis cempaka lainnya yang dapat tumbuh hingga setinggi 15 – 25 m, bahkan 30 m jika diliarkan. Lebar tajuk sama dengan tinggi tanaman, berbentuk melingkar. Termasuk tanaman berkayu, kayu pohonnya bertekstur keras dan bagus.

Warnanya coklat gelap atau sewarna dengan zaitun. Lingkar batang bulat cenderung ramping. Rantingnya berbulu halus berwarna abu-abu. Bunganya berbentuk seperti bunga lili. Warnanya merah muda, tumbuh di ujung ranting. Kelopak bunga berjumlah 6 – 7, tersusun rapi, panjangnya 5 – 7 cm. Setelah musim kering, bunga muncul dan mekar lebih dahulu sebelum daun. Waktu mekarnya sangat singkat, hanya 2 jam. Setelah itu, layu dan bentuknya menjadi seperti cempaka biasa.

Penyerbukan bunga sangat bergantung pada lebah dan kupu-kupu. Bunga cempaka merah memiliki aroma wangi yang khas dan tajam. Setelah bunga rontok, muncullah daun berwarna hijau gelap, berbentuk elips atau bulat telur. Pertumbuhan tanaman ini tergolong lambat, dalam satu tahun barulah tumbuh daun.

Tanaman ini juga menghasilkan buah berbentuk kerucut sebesar ibu jari orang dewasa yang disebut folikula. Warnanya ungu atau coklat. Ketika matang, buah akan terbuka dan mengeluarkan biji berwarna merah tua. Biji yang jatuh dari pohon kelak akan menjadi tanaman baru.

Syarat tumbuh

Cempaka merah hidup dalam iklim tropis maupun subtropis di ketinggian 200 – 1600 mdpl. Dalam iklim tropis, seperti di Indonesia, hidup lebih baik di dataran tinggi yang beriklim sejuk. Suhu ideal tempat tumbuh cempaka merah antara 20 – 25oC. Tumbuh dengan baik di tempat yang mendapat banyak sinar matahari, tetapi toleran terhadap tempat-tempat yang sedikit ternaungi. Lebih baik jika berada di tempat yang terlindungi dari terpaan angin kencang dan temperatur rendah.

Jenis tanah yang disukai adalah tanah yang lembap, kaya bahan organik, sedikit asam, dan drainasenya baik. Apabila tanah memiliki tekstur keras, dapat diatasi dengan penambahan peat moss atau kompos. Di awal masa pertumbuhan memerlukan ketersediaan air yang cukup, namun setelah dewasa dan akarnya kuat cukup toleran terhadap kondisi kekeringan.


Pembibitan

Untuk penanaman pertama tanaman cempaka merah, diperlukan bibit yang sudah siap tanam dengan kualitas baik. Meskipun tempat pembudidayaan cempaka merah belum banyak, tetapi Anda dapat memperoleh bibitnya di tempat-tempat penjualan bibit ataupun secara online. Pastikan bahwa sumber bibit yang Anda peroleh dapat dipercaya menghasilkan bibit yang benar-benar berkualitas baik.

Syarat bibit yang layak tanam, antara lain, kualitas unggul, tidak rusak atau cacat, akar sudah tumbuh dan berkembang, daun dan batangnya tidak layu, dan tinggi bibit mencapai 30 – 50 cm. Setelah mendapatkan hasil tanaman cempaka merah yang berkualitas baik dan bunganya banyak, Anda dapat mulai mencoba memperbanyak bibitnya sendiri. Benih dari biji untuk pembibitan adalah cara yang paling mudah diperoleh dan dilakukan. Akan tetapi, cara ini sedikit rumit karena harus melalui proses pemilihan benih dan penyemaian.

Di samping itu, pembibitan dari biji berisiko menghasilkan sifat tanaman yang berbeda dengan indukan. Apalagi pada jenis-jenis cempaka hasil kultivasi, persentase risiko melencengnya sifat anakan dari induknya makin besar. Cara lain yang disarankan adalah stek, cangkok, atau okulasi. Stek dan cangkok adalah teknik yang lebih mudah dilakukan, meski menghasilkan tanaman dengan perakaran yang kurang dalam. Adapun teknik okulasi cocok dilakukan untuk menciptakan kultivar-kultivar baru yang lebih unggul.

Cara yang paling umum dilakukan untuk memperbanyak tanaman cempaka merah adalah cangkok. Bahan cangkokan diambil dari tanaman yang sudah berumur lebih dari 3 tahun. Pada usia ini, tanaman sudah memiliki batang dan cabang yang mudah dicangkok. Syarat indukan yang baik untuk bahan cangkok selain umurnya cukup adalah kualitasnya baik, sehat, jarang terkena penyakit, dan bunganya banyak. Pilih cabang yang sehat dan panjangnya cukup untuk dicangkok.

Kerat kulitnya melingkar selebar 7 – 10 cm, lalu oleskan hormon pemicu pertumbuhan akar. Setelah itu, tutup dengan sabut kelapa dan plastik transparan. Ikat dengan rafia dan pelihara dengan penyiraman yang teratur hingga akarnya tampak muncul di sela-sela sabut. Pada saat ini, cangkokan sudah siap untuk dipisahkan dari tanaman induk.

Semaikan dalam polybag yang sudah diisi media campuran tanah, pupuk kandang, dan pasir. Pelihara di persemaian hingga muncul tunas baru, tanda bahwa pencangkokan berhasil dan tanaman siap dipindah ke lahan atau tempat yang lebih permanen.


Penanaman

Cempaka merah dapat ditanam di kebun, pekarangan rumah, taman, di tepi jalan, atau di dalam pot. Jika menggunakan pot, pilih yang ukurannya besar, minimal berdiameter 60 cm. Media tanamnya dapat berupa campuran tanah dan kompos atau tanah, pasir, dan pupuk kandang. Perbandingan bahan-bahan campuran tersebut seimbang (1 : 1 atau 1 : 1 : 1). Sebaiknya gunakan pot yang berbahan kuat agar dapat menopang berat tanaman setelah tumbuh dewasa dan memiliki lubang drainase yang baik.

Penanaman langsung di tanah menghendaki tanah yang terolah baik dan bersih dari tanaman pengganggu atau sisa-sisa tanaman mati. Cangkul sedalam 30 cm, tambahkan peat moss atau kompos jika tanah bertekstur keras. Atur tingkat keasamannya dengan penggunaan kapur dolomit atau belerang. Buat lubang tanam berukuran 50 x 50 x 50 cm. Setengah bagian tanah galian (kedalaman 0 – 25 cm) diletakkan di sebelah timur lubang, sementara setengah bagian sisanya (kedalaman 25 – 50 cm) diletakkan di sebelah barat.

Campur tanah galian sebelah atas dengan pupuk kandang atau kompos dan pasir. Diamkan selama minimal satu minggu. Setelah lubang tanam cukup terpapar sinar matahari dan campuran tanah, pasir, serta pupuk sudah meresap, masukkan tanah galian sebelah bawah ke dalam lubang. Sirami secukupnya. Sirami pula media dalam polybag bibit yang sudah disiapkan. Tujuannya agar polybag lebih mudah dilepaskan. Robek polybag menggunakan pisau tajam dengan hati-hati agar medianya tidak pecah dan perakaran tidak putus.

Setelah berhasil dilepas, letakkan bibit berikut medianya tepat di tengah lubang tanam. Timbun dengan campuran tanah galian sebelah atas hingga permukaannya sedikit lebih tinggi daripada permukaan tanah di sekitarnya sambil menjaga bibit tetap tegak. Padatkan sedikit agar bibit tidak roboh. Sirami lagi secukupnya hingga tanah di sekitar batang pokok tampak basah. Buat saluran drainase agar air siraman tidak menggenang.

Buat naungan sederhana yang dapat melindungi bibit dari sinar matahari langsung, angin, dan udara dingin. Untuk penanaman dalam pot, campuran media tanam dimasukkan ke dalam pot yang sudah dipilih dan disiapkan. Sisakan ruang setinggi 15 cm agar tanah tidak tumpah ketika pot dipindahkan. Buat lubang tanam seukuran polybag bibit. Dengan cara yang sama seperti pada penanaman langsung di tanah, pisahkan polybag dari bibit, lalu letakkan bibit dan media semainya ke dalam lubang tanam yang sudah dibuat.

Timbun lagi dengan sisa media tanam, padatkan sedikit agar tanaman tidak roboh. Sirami hingga merata, ditandai dengan keluarnya air sisa siraman dari lubang drainase di dasar pot. Letakkan pot di tempat teduh selama 2 bulan, baru kemudian diletakkan di tempat yang terbuka.


Pemeliharaan

Selama masih muda, yaitu di tahun pertama setelah penanaman, cempaka merah masih memerlukan penyiraman yang teratur atau rutin. Terutama dalam musim kemarau. Untuk membantu mempertahankan kelembapan tanah dan temperatur di sekitar perakaran, tutup tanah di sekitar batang pokok dengan mulsa. Teknik ini sekaligus juga untuk mencegah tumbuhnya gulma atau tanaman pengganggu di area perakaran cempaka merah.

Lewat dari satu tahun, ketika perakarannya sudah lebih kuat dan dalam, cempaka merah membutuhkan penyiraman seperlunya saja. Pemberian mulsa berupa akar pakis pada tanaman cempaka merah yang ditanam dalam pot juga dapat dilakukan, terutama pada tanaman cempaka merah dalam pot yang diletakkan di bawah sinar matahari langsung. Tetapi jangan sampai mulsa mengenai batang pokok. Letakkan agak jauh agar tidak bersentuhan langsung.


Lebih praktis jika Anda memindahkan pot ke tempat yang sedikit ternaungi ketika panas terik di musim kemarau untuk melindungi tanaman dari kekeringan. Setelah cuaca tidak terlalu panas, pot dapat dikembalikan lagi ke tempatnya semula. Agar tanaman tumbuh dengan baik dan sehat, diperlukan pemupukan lanjutan. Pupuk dapat menggunakan NPK daun setiap satu bulan sekali atau pupuk organik lainnya, seperti pupuk kandang, kompos, atau bokashi yang diberikan dua kali setahun, yaitu pada awal musim hujan dan menjelang musim kemarau.

Pemberian pupuk dilakukan dengan cara ditabur dalam lubang yang dibuat melingkari pohon atau ditanam dalam lubang-lubang di sekitar batang pokok. Kegiatan pemupukan dapat dilakukan bersamaan dengan penyiangan gulma. Respons tanaman cempaka merah terhadap pemangkasan kurang baik, jadi pemangkasan hanya diperlukan ketika tajuk sudah terlalu rimbun atau untuk cabang-cabang yang rusak dan mati. Pemangkasan dilakukan satu tahun sekali, segera setelah bunga mekar. Jika terlambat, akan mengurangi jumlah bunga pada musim selanjutnya.


Penanganan hama dan penyakit

Aroma bunga cempaka merah sangat menarik bagi kupu-kupu dan burung pemakan madu. Bijinya yang tertutup daging juga sangat disukai burung. Selain itu, tanaman ini tidak banyak dihampiri hama dan penyakit. Jikalau ada, jarang yang berdampak mematikan. Berikut contoh hama dan penyakit terpenting pada tanaman cempaka merah.

  • Kutu magnolia (Neolecanium corvuparum), mengisap cairan dari ranting. Pemberantasan hama ini dapat memanfaatkan kehadiran kepik yang merupakan musuh alaminya. Penggunaan insektisida kurang efektif mengatasi kutu dewasa yang sudah memiliki lapisan lilin sebagai pelindung.
  • Jelaga hitam muncul pada tanaman yang diserang kutu magnolia. Kutu ini menghasilkan kotoran manis yang disebut embun madu, tempat tumbuhnya jamur. Pengontrolan terhadap populasi kutu magnolia sekaligus berfungsi sebagai pengontrolan terhadap penyakit ini.
  • Embun tepung disebabkan oleh jamur. Muncul terutama dalam kondisi kelembapan tinggi. Penyakit ini jarang menyebabkan kematian. Untuk mengatasinya, pangkas tajuk sebagai upaya meningkatkan sirkulasi udara. Perhatikan pula sanitasi kebun. Penyiraman pada pagi hari dapat mengurangi penyebaran spora. Aplikasikan fungisida tiap awal tahun untuk mencegah embun tepung.


Berbagai manfaat tanaman cempaka merah

Secara umum, fungsi dari tanaman cempaka adalah sebagai tanaman hias, peneduh, dan penghijauan. Kecantikan dan wangi bunganya yang biasanya dicari orang. Berbagai jenis bunga cempaka menjadi bagian dari ritual-ritual pemujaan dewa dalam agama Hindu, ritual pemanggilan arwah, dan sebagai bunga tabur dalam prosesi pemakaman. Baunya yang harum dimanfaatkan sebagai pengharum ruangan dan menghilangkan bau badan.

Minyaknya menjadi bahan baku pembuatan parfum dan campuran bahan-bahan kosmetik lainnya, termasuk produk perawatan rambut. Pengantin pada zaman dahulu menggunakan cempaka sebagai salah satu dari tujuh macam kembang yang dicampurkan ke dalam air mandi calon pengantin wanita. Sedikit berbeda dengan cempaka merah. Oleh karena harganya yang tinggi, hingga saat ini hanya kolektor tanaman yang berminat memiliki tanaman cempaka merah.

Mereka memanfaatkannya untuk penghias taman dan pekarangan. Kadang bunga cempaka merah ditemukan pula sebagai pelengkap busana dan tata rias pengantin serta dekorasi dalam resepsi pernikahan. Sama seperti jenis-jenis cempaka yang lain, bunga cempaka merah mengandung komposisi alkaloid mikelarbina dan liriodemina yang berkhasiat sebagai ekspektoran dan diuretik. Bunga cempaka merah juga bersifat antibakteri. Kandungan ini menyebabkan bunga cempaka merah memiliki khasiat pengobatan sebagai berikut.

  • Pengobatan bronkhitis, batuk berdahak, serta radang saluran pernapasan (ISPA). Caranya dengan meminum air rebusan bunga cempaka yang dicampur dengan jahe dan kulit jeruk kering.
  • Pengobatan sinusitis dengan cara merebus 30 gr bunga cempaka dicampur jahe, daun menthol, dan bawang putih secukupnya dalam 800 cc air. Minum air rebusan ini 2 kali sehari secara teratur.
  • Menyembuhkan keputihan yang disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, ataupun parasit. Kondisi keputihan yang serius biasanya diikuti radang saluran ekskresi dan rasa perih ketika buang air kecil. Rebus 30 gr bunga cempaka, 60 gr biji jali yang sudah direndam sampai lembut, dan 15 gr kulit delima. Saring air rebusannya, kemudian minum dalam keadaan hangat.
  • Mengatasi demam.
  • Mengatasi radang prostat.
  • Mengatasi perut kembung dengan cara merebus bunga cempaka bersama jeruk keprok atau mandarin kering, kapulaga, dan jahe dalam 700 cc air. Tunggu hingga tersisa sekitar 300 cc, saring, dan minum selagi hangat. - Mengatasi vertigo dengan cara meminum air rebusan bunga cempaka kering.
  • Melancarkan saluran pencernaan.
  • Mengobati penyakit batu ginjal.
  • Melegakan sesak napas.
  • Mengurangi bau mulut.


Tidak hanya bunganya yang bermanfaat untuk kesehatan. Bagian-bagian tanaman yang lain pun memiliki manfaat pula. Akarnya dapat digunakan untuk mengatasi infeksi saluran kemih. Daunnya untuk mengatasi penyakit saluran kemih, gangguan kencing, bronkhitis, dan juga radang saluran pernapasan (ISPA). Untuk ISPA, rebus 15 gr daun cempaka merah, 15 gr umbi bunga lili, dan 5 gr kulit jeruk mandarin kering dalam 500 cc air hingga mendidih dan tersisa hanya sekitar 200 cc. Minumlah selagi hangat.

Kulit kayu tanaman cempaka merah juga efektif untuk menurunkan demam. Tanaman ini juga memiliki kegunaan lain di luar masalah kesehatan. Sebagai tanaman yang berkayu keras, meskipun cenderung ramping, kayu tanaman cempaka merah juga dapat digunakan sebagai bahan bangunan dan bahan baku pembuatan furnitur. Selain keras, kayu cempaka merah juga tergolong tahan lama.

Demikian serba-serbi keunikan tanaman cempaka merah serta cara menanam dan memeliharanya agar cepat berbunga. Semoga dapat membantu Anda dalam perawatan tanaman cempaka merah yang Anda miliki. Jika membutuhkan bibit cempaka merah, baik dalam bentuk satuan ataupun grosir, Anda dapat menghubungi kami di www.samudrabibit.com. Kami melayani pembelian langsung ataupun secara online dengan jaminan produk sampai tepat waktu dan dalam kondisi baik.

Untuk pembelian langsung, Anda dapat mengunjungi kebun pembibitan kami di Dusun Kandangsari Kwarasan RT 04 RW 07 Gaum, Tasikmadu, Karanganyar – Solo, Jawa Tengah 57761. Selain bibit, kami juga menyediakan sarana perkebunan lainnya, seperti peralatan berkebun, aneka pupuk organik, zat pengatur tumbuh, obat-obatan antistress pada tanaman, dan banyak lagi.
Blog Post Lainnya
Mau tanya - tanya dulu?
0823-1087-4445
@2014 - 2020 Samudrabibit Inc.