2 April 2020 1:53 pm

Ingin Tanaman Nanas Madu Tumbuh dan Cepat Berbuah? Ini Rahasianya

Ingin Tanaman Nanas Madu Tumbuh dan Cepat Berbuah? Ini Rahasianya
Siapa sih yang tidak mengenal buah nanas? Pastinya semua sudah tahu dong? Buah yang identik dengan warnanya yang kuning ini memang sudah sangat terkenal di seluruh penjuru dunia. Kepopuleran buah nanas sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor. Selain harganya yang murah, citarasa buah nanas juga sangat lezat.

Tidak mengherankan jika banyak masyarakat yang menjadikan buah nanas sebagai buah favorit mereka. Nah berbicara mengenai buah nanas, pernahkah Anda mendengar atau bahkan mencicipi kelezatan buah nanas madu? Jika sudah, maka Anda adalah orang yang sangat beruntung. Kenapa? Karena nanas ini memiliki segudang manfaat yang tidak dimiliki nanas biasa.
Keunggulan utamanya bahkan disematkan pada namanya. Yaps! Kata “madu” yang ada pada nanas ini bukan tanpa alasan karena nanas ini memang dikenal memiliki citarasa yang sangat manis layaknya tetesan madu. Belum lagi ditambah dengan daging buahnya yang bertekstur renyah, juicy, beraroma harum, dan menyegarkan karena memiliki kandungan air yang melimpah.

Selain bisa dikonsumsi langsung sebagai buah segar, daging buah nanas madu juga sangat cocok untuk diolah menjadi berbagai macam makanan seperti keripik, selai, rujak, hingga es buah. Tak hanya lezat, mengonsumsi nanas madu ternyata juga dapat memberikan beragam khasiat seperti melancarkan pencernaan, menjaga kadar kolesterol, mencegah anemia dan masih banyak lagi.

Dengan segudang keunggulannya, tidak mengherankan jika saat ini sudah banyak masyarakat yang menanam maupun membudidayakan nanas madu. Nah bagi Anda yang tertarik untuk menanam sendiri nanas madu di pekarangan rumah, berikut ada beberapa tips yang sudah kami rangkum supaya bibit nanas yang Anda tanam tumbuh dengan maksimal.

1. Syarat Tumbuh.

Sebelum memulai menanam atau membudidayakan nanas madu, kita harus mengetahui terlebih dahulu syarat tumbuh tanaman. Nanas madu sendiri dapat tumbuh di daerah beriklim tropis dengan suhu udara ideal berkisar antara 23 - 32°C. Penanamannya sebaiknya dilakukan pada lahan terbuka yang mendapatkan sinar matahari setidaknya 35% dalam sehari.

Untuk media tanamnya, nanas ini dapat ditanam menggunakan tanah gembur, tanah lempung berpasir, ataupun tanah humus yang banyak mengandung unsur hara. Agar pertumbuhannya lebih optimal, media tanam yang digunakan harus memiliki derajat keasaman tanah (pH tanah) berkisar antara 4,5 – 5,5.

Faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan nanas madu adalah sistem drainase. Sebelum ditanam, pastikan bahwa lahan tanam memiliki sistem drainase yang baik karena tanaman nanas pada umumnya tidak menyukai air yang menggenang terlalu lama karena dapat memicu timbulnya hama penyakit yang merugikan.

2. Pemilihan Bibit.

Pemilihan bibit merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dalam budidaya nanas madu karena bibit yang berkualitas tentunya akan memberikan hasil yang lebih maksimal. Bibit yang digunakan harus berasal dari indukan yang sehat serta terbebas dari serangan hama maupun penyakit.

Bibit yang sehat ciri – ciri utamanya adalah memiliki daun yang tebal serta berwarna hijau segar. Proses pembibitan nanas madu dapat dilakukan dengan dua cara, yakni secara generatif dan vegetatif. Namun jika menginginkan bibit yang lebih cepat berbuah sebaiknya melakukan pembibitan secara generatif, yakni melalui tunas ataupun dengan stek batang.

A. Pembibitan dengan tunas.
Dalam pembibitan secara vegetatif menggunakan tunas batang, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Selain sehat, pastikan bahwa tanaman indukan sudah berbuah atau sudah dipanen. Pilihlah tunas batang yang berukuran sekitar 30 cm. Jika sudah menemukan tunas yang bagus, potong bagian daun tunas yang dekat dengan pangkal untuk mengurangi penguapan.

Setelah itu, pindahkan tunas yang sudah didapatkan kedalam polybag atau wadah lain yang sudah berisi media tanam. Tempatkan polybag pada tempat yang teduh dan terhindar dari sinar matahari secara langsung. Jika tunas sudah mulai tumbuh, maka tunas nanas madu dapat dipindahkan ke lahan yang lebih permanen.

B. Pembibitan dengan stek batang.
Sama seperti pembibitan menggunakan tunas, pembibitan dengan stek batang juga harus menggunakan indukan yang sehat, sudah berbuah, dan sudah dipanen. Pilihlah batang nanas madu yang panjangnya sekitar 2,5 cm kemudian belah batang tersebut menjadi 4 bagian sama panjang dan pastikan setiap bagian memiliki mata tunas.

Sebelum ditanam, siapkan terlebih dahulu media tanam berupa campuran pasir dan pupuk kandang. Tanam potongan stek batang dan jangan lupa untuk melakukan penyiraman secara rutin hingga berumur 3 – 5 bulan atau sampai berukuran sekitar 25 – 35 cm. Jika sudah, maka bibit siap dipindahkan ke lahan tanam.

3. Penyiapan Lahan.

Tahap dalam menanam nanas madu yang selanjutnya adalah menyiapkan lahan tanam. Penyiapan lahan sebaiknya dilakukan pada awal musim penghujan bersamaan dengan proses pembibitan. Penyiapan lahan dilakukan dengan cara menggemburkan tanah, membolak – balikan posisi tanah, dan membuat sirkulasi udara pada tanah.

Agar lebih mudah, Anda bisa menggunakan alat bantu seperti cangkul. Proses penyiapan lahan untuk budidaya nanas madu terdiri dari dua tahapan, yakni :

A. Pembuatan bedengan.
Pembuatan bedengan bertujuan supaya sistem drainase pada lahan tanam berjalan lancar. Buatlah bedengan dengan ukuran lebar sekitar 80 – 120 cm dan tinggi sekitar 30 – 40 cm. Jika bibit yang ditanam jumlahnya cukup banyak, beri jarak antar bedengan sekitar 40 – 60 cm.

B. Pengapuran.
Seperti yang sudah disebutkan diatas, salah satu syarat tumbuh nanas madu adalah derajat keasaman tanah (pH tanah) berkisar antara 4,5 – 5,5. Nah untuk mendapatkan pH tanah yang ideal dapat dilakukan dengan cara pengapuran. Proses pengapuran dapat menggunakan bahan calcit, zeagro, dolomit, dan bahan kapur pertanian lainnya.

4. Penanaman.

Nah jika lahan tanam sudah selesai dipersiapkan, selanjutnya kita masuk ke tahap penanaman. Penanaman bibit nanas madu akan lebih baik jika dilakukan pada awal musim penghujan dengan langkah – langkah sebagai berikut :

a. Buatlah lubang tanam diatas bedengan dengan ukuran 30x30x30 cm (atau disesuaikan dengan ukuran bibit) dan atur jarak tanam antar tanaman sekitar 40 – 60 cm.
b. Masukan bibit kedalam lubang tanam lalu timbun pangkal bibit menggunakan tanah dan sedikit dipadatkan supaya bibit tidak roboh.
c. Lakukan penyiraman hingga tanah lembab dan basah.

5. Perawatan.

Setelah ditanam, maka bibit nanas madu juga perlu dirawat agar pertumbuhannya lebih maksimal dan tentunya lebih cepat berbuah. Tapi tenang saja, perawatannya sangat mudah kok, yakni :

A. Penyiraman.
Meskipun tidak terlalu suka terhadap air yang menggenang, namun tanaman nanas madu tetap membutuhkan air untuk pertumbuhannya. Untuk penyiramannya, dapat dilakukan setiap dua kali sehari (pagi dan sore) atau disesuaikan dengan kondisi media tanam.

B. Penyulaman.
Penyulaman adalah penggantian bibit tanaman yang mati dengan bibit tanaman baru yang masih sehat. Jika dalam satu bulan terdapat bibit yang rusak, tidak tumbuh, terserang hama penyakit, atau bahkan mati maka ganti bibit tersebut dengan bibit yang baru.

C. Penyiangan.
Selanjutnya adalah penyiangan, penyiangan sendiri bertujuan untuk mengantisipasi gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Bahkan terkadang gulma yang berlebih juga bisa memicu timbulnya serangan hama dan penyakit. Selain itu, penyiangan juga dapat menjaga kandungan unsur hara yang ada di dalam tanah.

D. Penggemburan.
Penggemburan atau pembumbunan tanah bertujuan untuk memperbaiki serta menjaga struktur tanah agar. Selain itu, bertujuan juga supaya tanaman tetap kokoh dan mencegah akar tidak keluar dari permukaan tanah. Caranya adalah gemburkan tanah disekitar bedengan lalu timbunkan tanah disekitar pangkal batang tanaman.

E. Pemupukan.
Dalam budidaya nanas madu, pemupukan merupakan salah satu hal yang tidak boleh ditinggalkan. Anda bisa menggunakan pupuk yang memiliki kandungan nitrogen, kalium, fosfor, dan unsur hara mikro seperti pupuk urea, SP-36, dan pupuk KCI dengan perbandingan 3:2:3.

Jika sudah dicampurkan, pemupukan dapat dilakukan dengan membenamkan pupuk kedalam tanah disekitar bedengan. Pemupukan nanas madu umumnya dilakukan setiap 3 – 4 bulan sekali hingga tanaman berbunga dan berbuah.

F. Pengendalian hama dan penyakit.
Terkadang saat menanam nanas madu, kita harus dihadapkan dengan adanya serangan hama dan penyakit yang merugikan. Untuk mengantisipasinya, kita harus memiliki pengetahuan yang cukup dalam mengendalikan hama dan penyakit dengan cara yang baik dan benar.

Jika terdapat serangan hama penyakit, Anda bisa menanggulanginya dengan menyemprotkan insektisida pada tanaman. Sedangkan untuk mencegah busuknya akar dikemudian hari, ada baiknya pangkal bibit direndam kedalam larutan fungisida sebelum ditanam.

6. Pemanenan.

Setelah bersusah payah dalam merawat tanaman nanas madu, kini saat yang telah ditunggu akhirnya tiba. Yapss, saatnya panen!! Jika bibit yang ditanam merupakan hasil perbanyakan dengan cara vegetatif, biasanya akan lebih cepat berbuah daripada bibit yang berasal dari perbanyakan generatif.

Bibit nanas madu yang berasal dari perbanyak vegetatif akan mulai berbuah dalam waktu 1 – 2 tahun sejak penanaman. Agar kualitas buah tetap terjaga, maka pemanenan juga harus dilakukan secara hati – hati. Sebaiknya, gunakan alat bantu berupa pisau yang tajam dan steril agar tidak merusak permukaan buah dan tanaman.
Sampai disini dulu ya, artikel yang membahas tentang rahasia dalam budidaya tanaman nanas madu. Semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan kita dalam menanam nanas madu agar tanaman tumbuh subur serta memberikan hasil panen yang melimpah. Untuk mendapatkan bibit nanas madu unggulan yang berkualitas, Anda bisa memesannya melalui website kami di samudrabibit.net.

Selain bibit nanas madu, kami juga menyedikan berbagai macam bibit unggulan lain yang sangat sayang untuk Anda lewatkan. Sampai berjumpa lagi di artikel berikutnya!! Selamat berkebun :D
Blog Post Lainnya
Mau tanya - tanya dulu?
0823-2246-8111
@2014 - 2020 Samudrabibit Inc.