5 Februari 2021 9:10 am

Ini Rahasianya! 7 Tips Sukses Budidaya Strawberry Untuk Pemula.

Ini Rahasianya! 7 Tips Sukses Budidaya Strawberry Untuk Pemula.
Strawberry? Pastinya sudah sangat familiar kan dengan buah manis dan menyegarkan ini? Yapss! Buah strawberry sendiri memang bisa dibilang sebagai salah satu buah yang sangat terkenal di dunia. Citarasanya yang lezat dengan kandungan airnya yang melimpah membuat banyak orang yang menjadikan buah ini sebagai buah favorit mereka.

Selain itu, harga jual buah strawberry juga tidak terlalu tinggi sehingga mampu dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Buah dengan nama ilmiah Fragaria × ananassa ini biasanya dikonsumsi langsung dalam kondisi segar. Namun tak sedikit pula masyarakat yang mengolah buah strawberry menjadi sirup, jus, selai, hingga manisan.

Di Indonesia sendiri, strawberry dapat dengan mudah dijumpai dimana saja. Apalagi jika Anda berkunjung ke daerah dataran tinggi, di sepanjang jalan pasti banyak pedagang yang menjajakan buah ini. Nah bagi Anda yang tertarik untuk menanam atau bahkan membudidayakan buah strawberry, berikut adalah 7 tips sukses budidaya strawberry untuk pemula.

A. Syarat Tumbuh.

Sebelum menanam strawberry, ada baiknya kita mengetahui apa saja syarat tumbuhnya. Tanaman strawberry sebenarnya bisa ditanam di hampir semua ketinggian dataran namun pertumbuhannya akan lebih optimal jika ditanam di daerah dataran tinggi dengan ketinggian 1000 – 2000 mdpl. Curah hujannya berkisar antara 600 – 700 mm/ tahun.

Untuk penanamannya, sebaiknya juga dilakukan pada daerah dengan suhu udara sekitar 17 – 20°C. Dalam pertumbuhannya, tanaman strawberry sangat bergantung pada sinar matahari sehingga pastikan bahwa penanaman dilakukan pada lahan terbuka yang mendapatkan sinar matahari secara langsung minimal 8 – 10 jam perhari.

Yang tak kalah penting dalam budidaya strawberry adalah media tanam. Jika ditanam di kebun, tanah yang baik untuk penanaman strawberry adalah tanah liat berpasir yang subur, gembur, dan banyak mengandung unsur hara. Selain itu, bibit strawberry juga bisa ditanam pot dengan syarat media tanam harus poros, mudah mengalirkan air, dan pot yang digunakan memiliki lubang dibawahnya.

B. Langkah Mudah Budidaya Strawberry.

1. Pembibitan.
Dalam budidayanya, strawberry bisa ditanam dengan dua cara yakni secara generatif melalui biji dan secara vegetatif melalui anakan atau stolon (akar sulur).

a. Perbanyakan generatif (biji).
Sebelum ditanam, rendam benih/biji strawberry menggunakan air selama kurang lebih 15 menit kemudian angin – anginkan. Selain itu, siapkan juga kotak persemaian (bisa kayu atau plastik polybag) dan isi dengan media tanam berupa campuran pasir, tanah, dan pupuk kandang dengan perbandingan (1:1:1). Semai benih secara merata di atas media dan tutup tutup tipis benih dengan sedikit media tanam.

Jika sudah, tutup kotak persemaian menggunakan plastik atau kaca bening dan simpan pada tempat bertemperatur 18 – 20°C. Benih yang sudah disemai harus di siram setiap hari (disarankan menggunakan spray). Jika benih sudah tumbuh dan memiliki minimal dua helai daun, pindahkan benih ke bedeng sapih dengan jarak antar bibit sekitar 2 – 3 cm.

Media tanam pada bedeng sapih bisa disamakan dengan media tanam pada kotak persemaian. Setelah itu, naungi bedeng sapih dengan plastik bening. Selama di bedeng sapih, bibit diberikan pupuk daun. Jika bibit sudah tumbuh dan berukuran kurang lebih 10 cm serta sudah merumpun, maka bibit siap dipindahkan ke media tanam yang lebih permanen.

b. Perbanyakan Vegetatif (Stolon/Akar Sulur).
Bibit strawberry yang diambil dengan cara vegetatif sebaiknya diambil dari tanaman indukan yang sudah berumur 1 – 2 tahun, sehat, dan produktif. Jika bibit diambil dari anakan, bongkar rumpun dengan cangkul dan bagi tanaman induk menjadi beberapa bagian yang setidaknya memiliki 1 anakan. Tanam setiap anakan dengan polybag berukuran minimal 18 x 15 cm.

Untuk media tanamnya, bisa menggunakan campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang halus (1:1:1). Setelah itu, simpan ditempat yang dinaungi plastik bening. Sedangkan jika bibit berasal dari stolon (anak sulur), pastikan jika sulur sudah memiliki akar (jika belum bisa dibantu dengan dibenamkan ke tanah disekitar indukan).

Setelah itu, potong sulur dan tanam dengan polybag berisi campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang halus (1:1:1). Jika bibit sudah tumbuh sekitar 10 cm dan berdaun rimbun, maka bibit siap dipindahkan ke kebun.

2. Pengolahan Media Tanam.
a. Lahan Tanpa Mulsa Plastik.
Diawal musim penghujan, olah lahan dengan cangkul atau lainnya sedalam 30 – 40 cm lalu biarkan selama 2 – 4 minggu. Setelah itu, buat bedengan dengan tinggi 30 – 40 cm, lebar 80 x 100 cm, dan panjang bisa disesuaikan dengan ukuran lahan. Untuk jarak antar bedengan adalah 40 - 60 cm.

Taburkan pupuk kandang/pupuk kompos secara merata ke permukaan bedengan dan buat lubang dengan jarak antar lubang sekitar 40 – 30 cm. Kemudian biarkan lagi lahan tanam selama 2 minggu dan lahan siap untuk ditanami.

b. Lahan Dengan Mulsa Plastik.
Sama seperti lahan tanpa mulsa plastik, olah lahan sedalam 30 – 40 cm diawal musim penghujan dan biarkan selama 2 – 4 minggu. Buat bedengan dengan tinggi 30 – 40 cm, lebar 80 x 120 cm, dan panjang bisa disesuaikan dengan ukuran lahan. Untuk jarak antar bedengan juga sama, yakni sekitar 40 – 60 cm. Setelah itu, angin – anginkan selama 2 minggu.

Tabur dan campurkan tanah bedengan dengan pupuk urea, pupuk SP-36 dan pupuk KCI dengan dosis disesuaikan dengan lahan tanam lalu sirami hingga lembab. Pasang mulsa plastik hitam atau perak menutup bedengan dan kuatkan ujung – ujungnya dengan bantuan bambu membentuk huruf U. Buat lubang diatas plastik seukuran kaleng susu kental manis dengan jarak antar lubang dalam barisan sekitar 30 – 50 cm.

Setelah itu, buat juga lubang tanam dibawah lubang mulsa tadi. Jika tanah masam, bisa dibantu dengan menaburkan dolomit diatas bedengan lalu dicampur merata. Penambahan dolomit bisa dilakukan setelah bedengan selesai dibuat.

3. Teknik Penanaman.
Sirami polybag yang berisi bibit kemudian keluarkan bibit bersama dengan media tanamnya secara hati – hati supaya tidak merusak perakaran. Tanam satu bibit di satu lubang tanam dan padatkan tanah disekitar pangkal batang.

Untuk penanaman tanpa mulsa, sebaiknya diberikan pupuk dasar (Urea, SP-36, KCI) dengan cara ditanam pada lubang sejauh 15 cm di sisi kiri dan kanan tanaman. Jika sudah, sirami tanah disekitar pangkal batang sampai lembab.

4. Perawatan.
Faktor terpenting yang mempengaruhi sukses tidaknya budidaya strawberry adalah perawatan. Berikut adalah beberapa perawatan dasar yang perlu dilakukan dalam budidaya strawberry :

a. Penyulaman : Penyulaman adalah penggantian bibit lama yang mati atau tumbuh abnormal dengan bibit baru yang sehat. Penyulaman strawberry biasanya dilakukan sebelum tanaman berusia 2 minggu sejak ditanam.

b. Penyiangan : Penyiangan dapat dilakukan dengan mencabut gulma atau tanaman pengganggu yang tumbuh disekitar bedengan. Penyiangan ini bisa dilakukan sebelum pemupukan susulan atau ketika gulma dirasa sudah cukup banyak.

c. Perempelan/Pemangkasan : Tanaman yang terlalu rimbun ataupun terlalu banyak daun harus dipangkas. Pemangkasan ini dilakukan secara teratur terutama pada daun tua ataupun pada daun yang rusak.

d. Pemupukan : Pada penanaman tanpa mulsa, pemupukan susulan umumnya diberikan 1,5 – 2 bulan sejak penanaman. Pemupukan diberikan dengan cara menaburnya kedalam larikan/lubang kemudian ditutup dengan tanah. Sedangkan untuk penanaman dengan mulsa, pemupukan hanya perlu dilakukan jika pertumbuhan tanaman dirasa kurang maksimal.

e. Penyiraman : Sebelum tanaman berusia 2 minggu, penyiraman perlu dilakukan setiap dua kali sehari. Setelah itu, intensitas penyiraman bisa dikurangi namun harus tetap memperhatikan supaya tanah atau media tanam tidak mengering.

f. Pemasangan Mulsa Kering : Mulsa kering bisa dipasang seawal mungkin pada bedengan yang tidak menggunakan mulsa plastik. Mulsa kering dapat menggunakan jerami atau rumput kering setebal 3 – 5 cm dan dihamparkan di permukaan bedengan diantara barisan tanaman.

5. Pengendalian Hama Penyakit.
Hama
a. Kutu Daun (Chaetosiphon fragaefolii).
Kutu yang satu ini berwarna kuning kemerahan berukuran kecil (1 – 2mm) dan hidup secara bergerombol dipermukaan daun. Kutu daun bisa menyebabkan daun menjadi keriput, keriting, dan menghambat pembentukan bunga/buah. Untuk mengatasinya, bisa menggunakan insektisida Fastac 15 EC & Confidor 200 LC.

b. Tungau (Tetranychus sp. & Tarsonemus sp.)
Hama yang satu ini berukuran sangat kecil dan berbentuk oval untuk betinanya serta berbentuk segitiga untuk pejantannya. Hama tungai juga memiliki telur yang berwarna kemerah – merahan. Gejala yang muncul dari hama tungau adalah daun berwarna kuning cokelat, keriting, mengering dan akhirnya gugur. Pengendalian tungau bisa menggunakan insektisida Omite 570 EC, Mitac 200 EC atau Agrimec 18 EC.

c. Kumbang penggerek batang (O. sulcatus), kumbang penggerek akar (Otiorhynchus rugosostriatus), dan kumbang penggerek bunga (Anthonomus rubi).
Gejala yang ditimbulkan hama ini adalah bagian tanaman yang terserang biasanya terdapat tepung. Untuk menangani hama ini, bisa menggunakan insektisida Perfekthion 400 EC, Decis 2,5 EC atau Curacron 500 EC ketika menjelang waktu berbunga.

d. Kutu putih (Pseudococcus sp.).
Tanaman yang terserang kutu putih pertumbuhannya biasanya menjadi tidak normal. Pengendalian hama ini bisa dilakukan dengan menyemprotkan insektisida Perfekthion 400 EC atau Decis 2,5 EC.

e. Nematoda (Aphelenchoides fragariae/A. ritzemabosi).
Nematoda ini biasanya tumbuh di pangkal batang hingga pucuk tanaman. Tanaman yang terserang nematoda akan tumbuh kerdil, tangkai daun kurus, dan bulu – bulu pada tanaman strawberry menjadi sedikit. Nah untuk mengendalikannya, Anda bisa menggunakan nematisida Trimaton 370 AS, Rugby 10 G atau Nemacur 10 G.

Penyakit.
a.Kapang kelabu (Botrytis cinerea).
Penyakit kapang kelabu ditandai dengan buah yang membusuk dan berwarna cokelat kemudian mengering. Penyakit ini dapat ditangani dengan fungisida Benlate atau Grosid 50 SD.

b. Busuk buah matang (Colletotrichum fragariae Brooks).
Gejala yang ditumbulkan penyakit ini adalah buah yang matang menjadi basah dan berwarna cokelat muda serta dipenuhi spora berwarna merah jambu. Untuk pengendalian penyakit ini, Anda bisa memanfaatkan fungisida berbahan aktif tembaga seperti Kocide 80 AS, Funguran 82 WP, Cupravit OB 21.

c. Busuk rizopus (Rhizopus stolonifer).
Penyakit ini bisa menyebabkan buah menjadi busuk, berair, berwarna cokelat muda, dan mengeluarkan cairan keruh jika ditekan. Di tempat penyimpanan, buah yang terserang akan tertutup spora hitam dan jamur berwarna putih. Pengendaliannya bisa dilakukan dengan membuang buah yang sakit ataupun melakukan budidaya dengan mulsa plastik.

d. Empulur merah (Phytophthora fragariae Hickman).
Empulur merah ditandai dengan jamur yang menyerang akar sehingga tanaman menjadi kerdil, daun tidak segar, dan terkadang daun menjadi layu pada siang hari.

e. Daun gosong (Diplocarpon earliana atau Marssonina fragariae).
Gejala yang ditimbulkan adalah pada daun terdapat bercak berbentuk bulat telur ataupun tidak beratur dan berwarna ungu tua. Untuk mengatasinya, bisa menggunakan fungisida Dithane M-45 atau Antracol 70 WP.

f. Bercak daun.
Penyakit ini ditandai dengan adanya bercak berwarna cokelat, hitam, putih, maupun kekuningan pada permukaan daun. Fungisida berbahan aktif tembaga seperti Funguran 82 WP, Kocide 77 WP atau Cupravit OB 21 dapat digunakan untuk mengendalikan penyakit ini.

6. Panen Buah Strawberry.
Nah waktu yang ditunggu – tunggu ya ini nih! Yapsss, panen! Tanaman strawberry yang berasal dari anakan dan stolon biasanya akan mulai berbunga ketika berumur 2 bulanan sejak penanaman. Bunga pertama sebaiknya dibuang karena kualitasnya kurang bagus.

Setelah berumur 4 bulan, bunga bisa dibiarkan hingga berkembang menjadi buah. Waktu berbunga dan berbuah strawberry biasanya bisa berlangsung selama 2 tahun tanpa henti. Adapun ciri – ciri buah yang sudah siap panen ditandai sebagai berikut :

a. Tekstur buah sudah agak kenyal dan agak empuk.
b. Kulit buah didominasi dengan warna merah, hijau kemerahan, hingga kuning kemerahan.
c. Buah sudah berumur sekitar 2 minggu sejak berbunga atau 10 hari sejak awal pembentukan buah.

Untuk pemanenan, sebaiknya dilakukan dengan alat bantu yang tajam seperti gunting. Caranya adalah dengan menggunting bagian tangkainya secara hati – hati. Panen buah strawberry bisa dilakukan setiap dua kali seminggu.

7. Pasca Panen.
Buah yang sudah dipanen sebaiknya disimpan dalam sebuah wadah secara hati – hati supaya tidak memar dan letakkan ditempat yang teduh atau dibawa langsung ke tempat penampungan. Susun dan hamparkan buah diatas lantai yang beralaskan terpal/plastik. Cuci buah dengan air mengalir dan tiriskan diatas rak penyimpanan.

Sampai disini dulu ya artikel yang membahas tentang panduan dalam budidaya strawberry. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Jika Anda tertarik untuk menanam strawberry, Anda bisa memesannya melalui website kami dengan mengklik link berikut atau langsung berkenjung ke kebun kami. Sampai jumpa lagi di artikel menarik selanjutnya dan selamat berkebun.
Blog Post Lainnya
Mau tanya - tanya dulu?
0823-2246-8111
@2014 - 2020 Samudrabibit Inc.