5 Februari 2021 9:10 am

10 Jenis Tanaman Hidroponik Lezat & Sehat dengan Waktu Panen Tercepat

10 Jenis Tanaman Hidroponik Lezat & Sehat dengan Waktu Panen Tercepat
Berkebun ataupun bercocok tanam memang sangat menyenangkan ya! Selain bisa mengusir rasa bosan, berkebun juga bisa menenangkan pikiran serta menghilangkan stress. Maka tidak mengherankan jika banyak masyarakat yang tertarik menjadikan berkebun sebagai hobi mereka. Nah salah satu metode berkebun yang bisa dilakukan di rumah adalah dengan metode hidroponik.

Lalu apa sih sebenarnya metode hidroponik itu? Hidroponik merupakan sebuah sistem budidaya tanaman yang dilakukan dengan menggunakan media air sebagai pengganti media tanah. Dengan metode hidroponik, tanaman tentunya akan menjadi lebih segar dan aman dikonsumsi karena 100% bebas dari insektisida.
Meskipun menggunakan metode hidroponik, namun tanaman hidroponik tetap memiliki kandungan nutrisi dan vitamin yang sama dengan tanaman yang ditanam pada tanah. Selain itu, metode hidroponik juga sangat cocok diterapkan di rumah ataupun apartemen karena tidak membutuhkan lahan yang luas. Jadi sangat cocok untuk Anda yang ingin berkebun namun terhalang oleh keterbatasan lahan.

Andapun juga bisa mengkombinasikan metode hidroponik dengan vertical garden untuk mengakali kurangnya lahan. Peralatan sederhana seperti barang – barang bekas yang sudah tidak terpakai juga bisa digunakan untuk menunjang metode hidroponik ini. Agar berkebun lebih seru, Anda bisa mengajak si kecil untuk berkebun. Si kecil pun juga bisa mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dan pelajaran hidup yang bermanfaat.
Berkebun atau bercocok tanam menggunakan metode hidroponik juga terbukti lebih hemat air, hemat tempat dan bisa membuat tanaman cepat panen serta memiliki kualitas yang tinggi. Selain itu, manfaat metode hidroponik juga masih banyak lagi seperti tidak bergantung pada musim, efisien, mudah dalam pemberian nutrisi, tidak mengotori lingkungan, bebas gulma, tanpa pestisida, lebih steril dan bersih.

Kekurangan metode hidroponik sendiri adalah keterbatasan jenis tanaman. Hal ini dikarenakan tidak semua tanaman dapat tumbuh subur dengan metode hidroponik. Biasanya, tanaman yang bisa ditanam dengan metode ini adalah tanaman berupa sayuran dan buah. Nah berikut adalah beberapa jenis tanaman yang bisa dibudiyakan dengan metode hidroponik.

1. Bayam.
Dari sekian banyaknya jenis tanaman, mungkin bayamlah yang paling banyak ditanam menggunakan metode hidroponik. Tanaman ini sangat mudah dalam perawatannya serta dapat dipanen dalam waktu yang tergolong cepat, yakni sekitar 40 hari sejak penyemaian. Bayam dapat tumbuh dengan optimal pada lingkungan yang bersuhu sejuk ataupun hangat.

Adapun kadar pH air (derajat keasaman) yang dibutuhkan oleh tanaman bayam adalah sekitar 6 – 7. Jika sudah memasuki masa panen, tanaman bayam hidroponik dapat dipanen sebanyak 2 – 3 kali. Cara panennya pun juga sangat mudah, cukup petik saja dengan tangan atau gunting.

2. Tomat.
Pada dasarnya, tomat merupakan tanaman buah namun ada beberapa orang yang menggolongkan tomat sebagai salah satu jenis sayuran. Jenis tomat juga sangatlah beragam dan hampir semuanya dapat dibudidayakan dengan metode hidroponik. Namun ada satu hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya tomat yakni pencahayaan.

Ketika menanam tomat dengan metode hidroponik, kebutuhan intensitas cahaya tanaman tomat lebih banyak. Maka disarankan untuk menanamnya di luar ruangan atau bisa juga dengan memberikan banyak sumber cahaya seperti lampu jika ingin menanamnya secara hidroponik di dalam ruangan.

3. Mentimun.
Selain bayam dan tomat, mentimun juga bisa ditanam dan tumbuh subur dengan menggunakan sistem hidroponik. Dalam pertumbuhannya, mentimun membutuhkan pengairan dengan kadar pH air (derajat keasaman) sekitar 5,5 – 6. Tanaman mentimun akan tumbuh lebih optimal pada suhu panas sehingga Anda perlu memastikan bahwa kondisi udara disekitarnya sudah mendukung.

Pada awal pertumbuhan, kebutuhan nutrisi tanaman mentimun sudah dapat terpenuhi meskipun hanya menggunakan air biasa. Selanjutnya, selama satu minggu sekali perlu dilakukan pemantauan pada pengairan serta berikan tambahan nutrisi dengan dosis disesuaikan dengan usia tanaman.

4. Selada.
Jenis tanaman yang cocok untuk metode hidroponik yang selanjutnya adalah selada. Meskipun memiliki waktu panen yang lebih lama jika dibandingkan dengan menanam nya ditanah, namun keunggulan menanam selada secara hidroponik adalah perawatannya yang lebih mudah sehingga sangat cocok untuk pemula.

Selain itu, selada juga sangat cocok ditanam di daerah beriklim tropis seperti di Indonesia. Jika Anda tinggal di wilayah bersuhu dingin, maka Anda sangatlah beruntung karena pertumbuhan selada akan lebih optimal. Sedangkan untuk pH air yang dibutuhkan oleh selada berkisar antara 6 – 7.

5. Seledri.
Seledri? Udah pernah mendengar nama sayur yang satu ini kan? Tanaman yang sering digunakan sebagai penyedap rasa alami ini ternyata juga bisa ditanam dengan metode hidroponik loh! Selain bermanfaat sebagai sayuran, seledri juga sering dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tanaman obat untuk membantu meringankan hipertensi.

Pada awal penanamannya, budidaya seledri dengan menggunakan metode hidroponik membutuhkan cahaya secara tidak langsung dengan kondisi suhu udara yang cenderung lembab. Namun ketika daunnya sudah muncul, sangat penting untuk memastikan bahwa daun seledri mendapatkan sinar matahari secara langsung. Dengan metode hidroponik, sayur ini sudah bisa dipanen dalam waktu 1,5 – 3 bulan.

6. Sawi Hijau.
Ingin menanam sayuran tapi nggak mau berurusan dengan hama? Jika iya, maka sawi hijau merupakan alternatif pilihan yang tepat untuk Anda. Kenapa? Karena dari sekian banyaknya jenis sayuran, bisa dibilang bahwa sawi hijau lah yang paling jarang diserang oleh hama. Hal ini tentunya merupakan sebuah keunggulan tersendiri jika ingin membudidayakan sawi ini.

Selain itu, menanam sawi hijau dengan metode hidroponik juga membuat sayur ini lebih cepat panen jika dibandingkan dengan menanamnya langsung pada lahan konvensional. Yang perlu diperhatikan jika ingin memilih sawi hijau adalah pastikan bahwa air dan nutrisi untuk tanaman selalu tercukupi. Mudah bukan?

7. Brokoli.
Bagi masyarakat Indonesia, brokoli sepertinya sudah menjadi salah satu sayuran yang paling dikenal masyarakat. Bentuknya yang unik, teksturnya yang crunchy, dan rasanya yang nikmat membuat banyak orang menyukai sayuran ini. Selain itu, sayur brokoli juga tidak memiliki rasa pahit sama sekali sehingga sangat cocok untuk memenuhi asupan gizi si buah hati.

Jika ingin menanam brokoli dengan metode hidroponik, pastikan bahwa suhu disekitarnya lebih sejuk serta mendapatkan banyak sinar matahari supaya pertumbuhannya berjalan lebih maksimal. Pemberian nutrisi pada tanaman brokoli juga perlu diperhatikan lebih sering daripada tanaman lainnya. Dalam dua kali sehari, lakukan juga penggantian air nutrisi atau perawatan irigasi secara rutin.

8. Pare.
Meskipun rasanya pahit dan cenderung tidak disukai anak – anak, pare ternyata merupakan jenis sayur dengan kandungan nutrisi paling banyak. Pare juga dapat tumbuh dengan baik meskipun ditanam secara hidroponik namun dengan syarat pH air berkisar antara 5 – 6 serta ditanam pada lingkungan yang sejuk hingga hangat.

Sayangnya, budidaya pare memerlukan perawatan yang lebih ekstra karena sering diserang hama seperti ulat, lalat, atau serangga lainnya. Maka dari itu, pare ini sangat cocok untuk Anda yang menyukai tantangan dan ingin mempelajari hal baru dalam budidaya tanaman.

9. Cabe.
Dibalik rasanya yang pedas dan nikmat, cabai ternyata juga bisa dibudidayakan dengan berbagai macam cara dan salah satunya dalah dengan metode hidroponik. Saat ini juga sudah banyak masyarakat yang memilih cabai untuk dibudidayakan karena memiliki perawatan yang mudah serta waktu panen yang terbilang cepat.

Selain itu, benihnya pun juga sangat mudah untuk didapatkan. Nah sedikit saran saja nih, jika ingin menanam cabai sebaiknya pilihlah jenis cabai lokal karena pertumbuhannya lebih baik dan mudah dirawat. Supaya hasilnya lebih maksimal, berikan juga nutrisi secara rutin dengan dosis yang tepat karena cabai membutuhkan nutrisi lebih banyak jika ditanam secara hidroponik.

10. Kangkung.
Bagi Anda yang suka makan ditemani dengan tumis kangkung, ada kabar baik nih! Anda bisa menanam kangkung dengan metode hidroponik di halaman rumah Anda sendiri. Selain itu, kangkung juga dikenal mudah dirawat. Apalagi kalau ditanam secara hidroponik, pertumbuhannya juga lebih cepat dan bisa dipanen dalam waktu 20 – 30 hari.

Karena kelebihannya tersebut, saat ini kangkung menjadi salah satu jenis tanaman hidroponik yang banyak diminati. Namun karena memiliki pertumbuhan yang tergolong cepat, maka asupan nutrisi dan pengairan perlu lebih diperhatikan serta diganti lebih sering.
Sampai disini dulu ya artikel yang membahas tentang jenis – jenis tanaman hidroponik kali ini. Sebenarnya masih ada banyak lagi jenis tanaman yang bisa menggunakan metode hidroponik, namun tidak mungkin jika semuanya ditulis pada satu artikel ini. Jika ada kesempatan, insyaallah akan kami bahas lagi dilain waktu.

Jika Anda berminat untuk membudidayakan salah satu dari tanaman diatas, Anda bisa langsung memesan benihnya melalui website kami di samudrabibit.net. Semoga artikel ini bisa bermanfaat serta menambah wawasan kita semua ya! Sampai jumpa lagi di artikel lain dengan bahasan menarik berikutnya dan selamat berkebun!
Blog Post Lainnya
Mau tanya - tanya dulu?
0823-1087-4445
@2014 - 2020 Samudrabibit Inc.