9 Januari 2021 2:22 pm

Kiat Sukses Berbudidaya Tanaman, Meski Terbatas Kebutuhan Lahan

Kiat Sukses Berbudidaya Tanaman, Meski Terbatas Kebutuhan Lahan
Di masa sekarang ini, berkebun dan berbudidaya tanaman adalah hal yang sangat menyenangkan, terlebih lagi jika kita bisa mengkonsumsi berbagai tanaman dari hasil budidaya kita sendiri. Tanpa harus repot repot pergi kesana kemari demi mecari hasil buah dan sayuran yang kita cari. Lebih senangnya lagi jika tanaman yang dibudidaya dapat menghasilkan panen dengan jumlah yang melimpah, tentunya itu dapat menjadi sumber penghasilan tambahan.
Namun sayangnya, tidak semua orang mampu merealisasikan mimpi mereka untuk melakukan pembudidayaan tanaman karena tinggal di daerah perkotaan yang bisa dibilang terbatas dalam adanya lahan. Tak bisa dipungkiri, adanya lahan merupakan salah satu peran penting dalam berbudidaya tanaman. Tentu saja ini akan menjadi batu penghalang bagi semua orang jika ingin berbudidaya tanpa memiliki lahan yang memungkinkan.
Tapi sekarang Anda sudah tidak perlu khawatir lagi, berbagai solusi dari semua permasalahan di atas tadi sudah benar benar terealisasi. Saat ini sudah banyak diciptakan metode metode baru yang dapat dimanfaatkan untuk berbudidaya tanaman dengan memanfaatkan media tanam tanpa harus memakan terlalu banyak lahan yang dibutuhkan. Hal ini tentu saja akan sangat bermanfaat bagi Anda yang ingin segera memulai berbudidaya tanaman baik hanya sebagai pengisi waktu luang atau bahkan menjadi sumber penghasilan.
Faktanya, memiliki lahan sempit tak sepenuhnya merugikan dan menjadi halangan untuk melakukan budidaya tanaman. Lahan yang sempit justru mampu memberikan dampak yang sangat baik apabila dimanfaatkan dengan benar, Anda akan merasa lebih mudah untuk mengurusinya sendiri tanpa bantuan orang lain. Berbeda dengan lahan yang luas, pembudidayaannya memerlukan tenaga ekstra dan pekerja dengan jumlah yang banyak, namun lahan yang sempit justru berdampak sebaliknya.
Beberapa metode penanaman yang telah kami rangkum dibawah ini semoga bisa menjadi referensi bagi Anda yang ingin mencoba berbudidaya tanaman meski terbatas akan kebutuhan lahan. Yuk, simak penjelasannya!
1. Metode Tabulampot

Metode tanam yang satu ini pasti sudah tidak terdengar asing lagi. faktanya, metode tanam berupa tabulampot sudah dikeanal oleh banyak orang dan sering digunakan untuk berkebun di rumah. Yap, tabulampot sendiri merupakan singkatan dari “tanam buah dalam pot” yang penerapannya bisa dibilang sangat mudah dan bibit yang digunakan pun juga dapat bervariasi.
Adanya media tanam ini berfungsi sebagai tempat bertumbuhnya akar serta menopang postur dari tanaman. Oleh karena itu, metode tabulampot juga harus diperhatikan juga agar bisa menyimpan air dan memasok nutrisi yang di butuhkan oleh tanaman itu sendiri. Pada umumnya, metode ini kerap diaplikasikan pada tanaman yang berbatang rendah seperti tomat, cabai, dsb.

Untuk menerapkan metode tabulampot, Anda harus menyediakan media tanam khusus berupa tanah, kompos, dan sekam dengan komposisi perbandingan 1:1:1. Ketiga komposisi tersebut harus diberikan secara seimbang dan dibagi rata agar dapat bekerja dengan optimal. Sebab, jika pemberian komposisi memiliki perbandingan yang tidak seimbang, tanaman akan menjadi sulit untuk tumbuh dan berkembang.

Sementara itu, metode tabulampot juga memerlukan wadah sebagai penopang tanaman yang dapat menggunakan pilihan seperti tanah liat, logam, plastik, semen, maupun kayu. Namun diantara semua itu, wadah berbahan tanah liat dan kayu lah yang memilliki peran sangat baik karena memiliki pori pori sehingga kelembaban dan temperatur media tanam menjadi lebih stabil.

Tak hanya itu, penggunaan wadah yang baik juga harus memiliki kaki kaki yang berfungsi untuk memisahkan dasar pot dengan permukaan tanah. Hal tersebut tentunya ditujukan agar sirkulasi air dan udara dapat berjalan dengan lancar serta agar akar dari tanaman tidak menembus langsung ke dalam tanah. Tanaman yang menggunakan metode tabulampot harus diletakkan di tempat yang terbuka dengan keberadaan sinar matahari yang mencukupi.
Karena metode ini hanya mampu menyimpan nutrisi yang terbatas, maka diwajibkan memberikan penyiraman setiap pagi dan sore hari atau ketika tanaman sudah terlihat kering. Selain itu, pemupukan juga dapat dilakukan setiap 3 sampai 4 bulan sekali dan disarankan untuk menggunakan pupuk organik
2. Metode Hidroponik

Metode tanam yang kedua adalah hidroponik, sesuai namanya yang berasal dari kata “hydro” yang berarti air. Hidroponik sendiri merupakan metode bercocok tanam tanpa mengunakan media khusus seperti tanah. Sebagian dari Anda mungkin merasa aneh dengan metode yang satu ini, mungkin sedang beratanya tanya bagaimana bisa sebuah tumbuhan hidup tanpa adanya tanah yang jelas jelas memiliki peran penting terhadap tumbuhan.
Metode yang satu ini bisa dibilang sebagai metode pembudidayaan tanaman yang paling mudah, terlebih lagi jika tumbuhan yang ditanam adalah sayuran. Oleh karena itu, metode hidroponik sangat banyak digunakan oleh pemula yang baru pertama kali memulai budidaya tanaman karena metode dan tahapannya yang cukup mudah untuk diapliasikan.

Untuk menggantikan peran tanah dalam pensupply nutrisi,air yang digunakan dalam metode hidroponik diberi unsur hara penting yang dibutuhkan oleh tanaman seperti larutan mineral. Beberapa jenis nutrisi yang dipakai untuk budidaya tanaman dengan metode ini diantaranya menggunakan pupuk yang berasal dari hewani atau bisa juga dengan pupuk kimia seperti unsur urea yang telah dilarutkan.
Metode tanam ini sangat cocok untuk digunakan pada tanaman seperti tomat, timun, cabai, selada air, dsb. Faktanya, Tanaman yang menggunakan metode hidroponik hanya memerlukan air yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan metode tanam dengan menggunakan media tanah pada umumnya. Selain itu, tanaman yang tumbuh dengan metode ini memiliki kualitas yang lebih baik, baik dalam hal rasa maupun kandungan gizinya.

Untuk melakukan metode ini, salah satu cara yang dapat Anda lakukan adalah menggunakan teknik wick. Bahan yang dibutuhkan hanyalah botol bekas yang telah dipotong menjadi dua bagian dan dilubangi pada bagian atas botol untuk pemasangan sumbu dan aliran udara. Kemudian pada bagian atas diisi dengan media tanam seperti sekam, pecahan bata, dsb agar akar dan batang tidak mudah tumbang. Barulah kemudian bibit tanaman sudah bisa di aplikasikan.
3. Metode Vertikultur

Metode yang satu ini memang sangat cocok dan diperuntukkan bagi Anda yang memiliki pekarangan rumah yang sempit dan sangat terbatas. Sesuai dengan namanya yang berasal dari kata dasar “vertikal”, pembudidayaan tanaman dengan metode ini pada prinsipnya memanfaatkan bidang vertikal seperti tembok dengan posisi tegak sebagai tempat hidup tanaman yang diterapkan secara bertingkat.
Metode yang satu ini sangat cocok untuk diaplikasikan pada tanaman yang memiliki umur singkat. Tak heran jika saat ini banyak orang yang menggunakan metode ini untuk berbudaidaya tanaman sayur sayuran seperti sawi, kangkung, seledri, pakcoi, tomat dan berbagai jenis sayuran lainnya. Selain akan mempermudah tanaman untuk tumbuh, metode ini juga dapat menghijaukan dan memperindah pekarangan rumah.

Vertikultur sendiri pada umumnya memiliki sangat banyak model dan teknik, mulai dari vertikultur gantung, tempel, tegak, hingga rak. Namun kebanyakan orang biasanya menggunakan metode vertikultur tegak dengan bantuan pipa palaron PVC. Anda hanya perlu perlu menyiapkan pipa paralon yang telah diberi lubang sebagai tempat menaruh bibit, kemudian masukkan media tanam seperti kompos dan sekam hingga memenuhi pipa paralon.
Metode vertikultur sendiri merupakan metode yang sangat ramah terahdap lingkungan dan mudah untuk dilakukan. Pasalnya, bahan yang digunakan untuk pembuatan media tanam dapat dihasilkan dari barang barang bekas yang sudah tak terpakai. Dengan menggunakan barang barang bekas seperti botol air mineral, kaleng susu, dan berbagai barang tak terpakai lainnya tentu saja menjadi salah satu cara untuk turut serta mengurangi jumlah sampah di negara kita.

keunggulan dari metode ini tak hanya itun saja, adanya gulma atau tumbuhan liar yang kerap kali muncul di sekitar tanaman dan sering mengganggu tanaman karena mengurangi jumlah zat hara. Namun pada metode ini, kemungkinan munculnya gulma pada tanaman akan jauh lebih kecil sehingga tidak akan merepotkan Anda untuk menyiangi rumput atau gulma lainnya.
4. Metode aeroponik

Metode yang terakhir adalah metode aeroponik, sesuai dengan namanya yang berasal dari kata “aero” yang berarti udara dan "ponus" yang berarti daya sehingga bisa disimpulkan bahwa metode aeroponik adalah sistem berbudidaya tanaman yang tidak menggunakan tanah sebagai media tanam. Jika pada hidroponik dilakukan pada air, metode aeroponik justru dilakukan pada udara.
Sama halnya dengan metode hidroponik, metode aeroponik juga hanya memerlukan area lahan yang sedikit. Keduanya metode ini juga memberdayakan air berisi larutan hara dan memiliki posisi akar tanaman yang diposisikan secara menggantung. Hal ini difungsikan untuk mempercepat penyerapan unsur hara ke akar tanaman. Sedangkan penyemprotan air dan nutrisi dapat dilakukan dengan penyemprotan menggunakan irigasi.

Jika ingin membudidayakan tanaman dengan metode ini pun Anda tidak memerlukan tenaga dan biaya yang tinggi. Anda hanya perlu menggunakan lembaran styrofoam atau gabus yang telah dilubangi. Kemudian dengan menggunakan busa, tancapkan bibit tanaman yang sudah disemai pada setiap lubang dan akar tanaman akan dengan posisi menggantung bebas. Langkah yang terakhir adalah meletakkan sprinkler untuk menyemprotkan air agar tanaman mendapat nutrisi yang cukup.
Pada umumnya, metode aeroponik banyak digunakan kepada tanaman yang termasuk tanaman daun dengan waktu panen yang cepat diantaranya seperti kangkung, bayam, sawi, pakcoy, caisim, kangkun, selada dan tanaman daun lainnya. Meski begitu, tanaman lain seperti umbi umbian layaknya kentang, ketela pohon, ubi juga sangat cocok menggunakan metode ini.

Sayuran yang dibudidayakan dengan metode aeroponik bisanya akan menghasilkan tanaman dengan kualitas yang baik, segar, memiliki aroma dan cita rasa yang tinggi. Selain itu pembudidayaan tanaman denganteknik aeroponik juga mampu menghasilkan tanaman yang mampu tumbuh dengan lebih cepat dengan produksi yang lumayan tinggi.

Itulah beberapa kiat sukses berbudidaya tanaman meski memiliki keterbatasan terhadap lahan. Dengan beberapa metode tadi, Anda dapat tetap melakukan budidaya tanaman secara mudah dan cepat. Dengan melakukan tahapan secara tepat, tanaman yang Anda budidayakan akan tumbuh dengan baik dan optimal asal diterapkan dengan porsi serta komposisi yang telah ditetapkan. Dengan begitu Anda akan mendapatkan beberapa manfaat dari tumbuhan yang Anda tanam tadi.
Sebenarnya masih terdapat banyak kiat dan metode budidaya tanaman dengan lahan yang terbatas, namun rasanya tidak akan muat jika semua dicantumkan sekaligus di artikel ini. apabila ada kesempatan di lain hari, mungkin kita akan bertemu kembali.
Apabila Anda berminat untuk mencoba membudidayakan atau sekedar menanam tanaman dengan metode seperti penjelasan yang telah kami sampaikan tadi, Anda dapat mengunjungi website kami di Samudrabibit.net. Disitus tersebut Anda dapat menjelajahi, mencari, bahkan membeli bibit tanaman dan perlengkapannya secara online. Bibit yag disediakan merupakan bibit pilihan dengan varietas unggulan dengan harga yang ramah ditangan. Atau jika berkenan, Anda bisa mengunjunginya secara langsung di :
Karanganyar – Solo, Jawa Tengah tepatnya di Dusun Kandangsari, Kwarasan, RT 04/RW 07 Gaum, Tasikmadu 57761. Terima Kasih!
Blog Post Lainnya
Mau tanya - tanya dulu?
0823-1087-4445
@2014 - 2020 Samudrabibit Inc.