28 Februari 2020 9:45 am

Menanam dan Merawat Si Unik dan Cantik Kacang Amazon

Menanam dan Merawat Si Unik dan Cantik Kacang Amazon
Wilayah-wilayah tropis Amerika Selatan terkenal dengan buah-buahannya yang eksotis dan unik. Buah yang satu ini, contohnya, kacang amazon. Jenis kacang-kacangan yang populer di luar negeri dengan sebutan peanut butter fruit ini dilihat sekilas mirip dengan melinjo. Tetapi jika diperhatikan, ternyata banyak ciri-ciri yang membedakan. Mulai dari daunnya hingga rasa dan tekstur buahnya pun berbeda. Buah ini belum banyak dibudidayakan di luar wilayah asalnya.

Di negara-negara asalnya, kacang amazon dapat dijumpai di pasar-pasar tradisional. Perawatannya tidak sulit. Tumbuh dengan cepat, namun secara fisik tergolong kecil, ditambah dengan penampilannya yang cantik, tanaman ini sangat cocok dijadikan penghias taman atau pekarangan Anda. Tertarik untuk menjadikan tanaman eksotis ini salah satu koleksi Anda? Berikut cara mudah menanam dan merawat kacang amazon di pekarangan ataupun dalam pot agar tumbuh sehat dan cepat berbuah.


Asal tanaman kacang amazon dan negara-negara pembudidayanya

Kacang amazon berasal dari Amerika Selatan, tepatnya di negara-negara Venezuela, Colombia, Peru, Brazil, Guyana, dan Suriname. Negara-negara tersebut mempunyai iklim tropis dengan curah hujan yang cukup tinggi dan memiliki hutan hujan tropis yang cukup luas. Di negara-negara tersebut, kacang amazon cukup populer dan dapat ditemukan dijual di pasar-pasar tradisional ketika sedang musimnya.

Di samping negara-negara tersebut, negara lain yang juga membudidayakan kacang amazon adalah negara-negara di Kepulauan Karibia, Bolivia, dan Ekuador. Kacang amazon cukup populer juga di Hawaii, tetapi di negara bagian Amerika Serikat ini kacang amazon tidak dibudidayakan. Hanya dijadikan sebagai tanaman hias di rumah-rumah dan taman. Meskipun ketika sedang musimnya, dapat pula ditemukan dijual di pasar.

Klasifikasi ilmiah

Kacang amazon atau peanut butter fruit memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut.

Kingdom : Plantae
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Malpighiales
Famili : Malpighiaceae
Genus : Bunchosia
Spesies : Bunchosia argentea

Tanaman ini juga memiliki nama lain. Ada banyak nama dalam berbagai bahasa dunia. Namun nama populer lainnya dalam bahasa Inggris, selain peanut butter fruit, adalah green plum dan monk’s plum. Dikenal juga dengan nama latin Bunchosia armeniaca, tetapi belum diketahui apakah nama ini mewakili tanaman yang sama atau hanya identik. Nama Bunchosia berasal dari bahasa Arab, bunchos, yang artinya kopi, merujuk pada kemiripan tanaman ini dengan kopi arabica.


Morfologi dan karakteristik

Kacang amazon merupakan tanaman tropis perennial yang hijau abadi (evergreen) dan tumbuh sebagai perdu. Tingginya mencapai 3 – 5 m. Meskipun termasuk tumbuhan berkayu, tetapi batangnya tidak membesar dan cenderung lunak. Cabang-cabangnya tumbuh lurus dan melebar. Pertumbuhannya sangat cepat, dalam satu tahun setelah penanaman sudah akan berbunga. Oleh karena tumbuh tidak terlalu tinggi dan hijau sepanjang tahun, tanaman ini cocok dijadikan tanaman pagar seperti teh.

Jika dilihat sepintas, daun kacang amazon tampaknya seperti memiliki warna berbeda antara bagian pangkal dengan ujung, seperti daun melinjo. Tetapi setelah diperhatikan, ternyata warnanya sama dari pangkal ke ujung. Tangkainya pendek, tumbuh berhadapan. Bentuknya oval atau lanset, tebal, tulang daunnya menyirip. Sisi daun bergelombang. Ujung daun meruncing dengan pangkal membulat. Sisi abaxialnya berwarna keperakan atau keemasan.

Panjang daun 10 – 27 cm dan lebarnya 5 – 10 cm, memiliki 6 – 7 vena lateral. Bunga tumbuh di ketiak daun, merupakan bunga majemuk sederhana yang tumbuh pada tandan sepanjang 8 – 15 cm. Warnanya kuning, bersifat hermaprodit sehingga dapat melakukan penyerbukan sendiri, di samping penyerbukan dengan bantuan serangga. Memiliki pedicel sepanjang 0,5 – 1 cm. Bentuknya tabung, tertutup granula berdiameter 1,5 cm. Kelopak berbilang 5 dengan panjang 5 – 6 mm, berbentuk oval.

Bagian dasarnya panjang menyempit. Bagian tepinya bergerigi. Memiliki 10 stamen (benang sari) monadelfian dengan filamen berpusat dan kepala sari terbuka. Tanaman ini bersifat genjah atau rajin berbuah. Bentuk dan warna buahnya mirip melinjo atau apricot, tetapi susunan buahnya berbeda, seperti halnya daun dan batangnya yang berbeda pula. Bentuk buahnya oval atau elips dengan panjang 2,5 cm.

Kulit buah berbulu halus, berwarna hijau pucat ketika masih muda, lalu dalam proses pematangan berangsur menguning, menjadi jingga, jingga kemerahan, hingga merah cerah setelah benar-benar matang. Tumbuh dalam tandan. Buah yang sudah matang terasa lunak jika dipegang. Buah kacang amazon tidak mengeluarkan aroma harum. Aromanya lebih mirip selai kacang.

Daging buah berwarna jingga kemerahan, tebal dan lengket, melapisi biji di bagian tengah. Rasanya gurih, manis, legit, tetapi kadang sedikit pengar. Merupakan perpaduan rasa antara kesemek, ubi rebus, buah tin kering, atau kacang mede. Tetapi, teksturnya lembut seperti mentega atau selai kacang. Dapat dimakan langsung tanpa dikupas, mulai dari kulit, daging, hingga biji.


Syarat tumbuh

Kacang amazon tumbuh subur di iklim tropis dengan atau tanpa musim kering. Dapat hidup di dataran rendah hingga dataran tinggi dengan ketinggian 100 – 2600 mdpl. Memerlukan lahan terbuka dengan penyinaran matahari penuh sepanjang hari. Cuaca rata-rata hangat dan kelembapan cukup. Tanaman ini tidak tahan dingin. Pembudidayaan di daerah dingin sebaiknya dilakukan dalam greenhouse atau rumah kaca.

Habitat aslinya adalah hutan dengan tanah kapur kering namun cukup lembap di dekat pantai dan daerah dataran rendah terbuka yang kering dan berbatu. Jenis tanah yang disukai adalah tanah yang cukup lembap, seperti lempung berpasir yang kaya bahan organik. Tanah harus berdrainase yang baik. Hindari jenis tanah yang berlumpur basah atau tanah rawa.


Pembibitan

Tanaman ini dapat diperbanyak dengan teknik generatif (biji) maupun vegetatif (cangkok atau stek). Pembibitan dari biji sangat mudah dilakukan dan kemungkinan berhasil cukup besar sebab biji kacang amazon sangat cepat berkecambah. Namun ini berarti segera setelah dikeluarkan, biji harus langsung ditanam sebab daya kecambahnya akan cepat menurun jika disimpan atau dibiarkan. Cara apapun yang dipilih tidak terlalu signifikan dengan umur kedewasaan tanaman.

Rata-rata mampu mulai memproduksi buah pada umur 1 – 2 tahun setelah penanaman. Pembibitan dari biji memerlukan biji dari buah kacang amazon yang telah benar-benar matang. Bersihkan dari daging buahnya. Siapkan wadah persemaian berupa bak plastik atau polybag yang berukuran kecil. Isi dengan media yang terdiri atas campuran tanah dan pupuk organik steril atau gunakan tanah khusus pot seperti vermalite. Jika menggunakan bak plastik, benamkan biji sedalam 2 cm dengan jarak 2 – 2,5 cm antarbenih.

Pastikan bak plastik memiliki lubang drainase yang baik. Untuk penggunaan polybag berukuran kecil, tanam satu biji dalam satu polybag. Letakkan pada rak khusus di tempat yang agak terlindung dari sinar matahari langsung. Pelihara benih dengan penyiraman teratur menggunakan sprayer agar media semainya tetap lembap. Siangi jika ada tanda-tanda tumbuhnya gulma. Setelah kecambah tumbuh dan tingginya sekitar 2 – 3 cm, pindahkan ke polybag yang lebih besar.

Sebaiknya letakkan polybag di atas bedengan yang ukurannya disesuaikan dengan lahan pembibitan. Tujuannya menghindari menggenangnya air siraman atau air hujan. Selama bibit masih sangat muda, lindungi dari sinar matahari langsung, angin, dan hujan deras. Caranya dengan membuat naungan dari paranet atau anyaman jerami/daun kelapa kering. Awasi perkembangan bibit, terutama untuk mengantisipasi datangnya hama dan penyakit.

Tanaman ini sangat rentan serangan hama dan penyakit. Jika perlu, semprotkan insektisida dan fungisida secara berkala. Pelihara bibit hingga akarnya cukup kuat, batangnya sudah lebih kokoh, tingginya lebih dari 30 cm, dan sudah memiliki beberapa helai daun dewasa. Ketika bibit sudah memiliki ciri-ciri tersebut, bibit dapat ditanam di lahan permanen, yaitu kebun, pekarangan, taman, ataupun dalam pot yang lebih besar.


Pembibitan dari cangkok dan stek memerlukan cabang dari pohon indukan yang besarnya kira-kira sama dengan besarnya batang pensil. Pohon indukan dipilih dari pohon kacang amazon yang sudah menghasilkan buah dengan kualitas yang baik, sehat, bebas dari hama dan penyakit. Pada teknik stek, cabang dipotong sekitar 30 cm. Jika tidak langsung ditanam, rendam dahulu dalam ember berisi air. Sebelum penanaman, celupkan ke dalam larutan hormon perangsang pertumbuhan akar.

Tancapkan batang stek ke dalam polybag yang sudah diisi media semai. Letakkan di tempat teduh atau buatkan bedeng persemaian seperti pada teknik pembibitan dari biji. Pada teknik cangkok, cabang dilukai dengan membuat sayatan melingkar selebar 7 – 10 cm hingga kambiumnya tampak. Bersihkan dari sisa-sisa kulit kayu yang masih menempel, oleskan hormon pertumbuhan akar, lalu bungkus dengan cocopeat (sabut kelapa).

Bungkus lagi dengan plastik transparan, lalu ikat ujung-ujungnya dengan tali rafia. Tunggu hingga akar muncul di sela-sela sabut kelapa, baru potong cabang dan tanam dalam polybag. Pelihara dalam polybag hingga tumbuh tunas baru. Jika tunas baru sudah tumbuh, bibit cangkokan dapat dipindahkan ke kebun, pekarangan, taman, atau pot.

Cara yang lebih praktis mendapatkan bibit, terutama bagi pemula atau Anda yang hendak menanam kacang amazon sebagai tanaman hias atau koleksi, bukan budi daya, adalah dengan membeli bibit. Pilihlah bibit yang sehat, bebas hama dan penyakit, daunnya banyak dan segar, batangnya kokoh dan tidak kering, serta perakarannya kuat. Belilah bibit di tempat penjualan yang dapat dipercaya.


Penanaman

Sebelum penanaman dilakukan, sebaiknya tanah diolah dahulu agar lebih gembur. Pengolahan tanah ini juga bermaksud mencegah serangan hama dan penyakit yang berada di dalam tanah, seperti hematoda, rayap, dan jamur. Pengolahan tanah juga berfungsi meningkatkan aerasi dan memudahkan penyerapan air serta nutrisi lainnya. Sambil mengolah tanah, bersihkan lahan dari tanaman liar pengganggu dan sisa-sisa tumbuhan yang sudah mati.

Penanaman dalam jumlah banyak di kebun memerlukan jarak tanam. Idealnya minimal 3 x 3 m. Untuk penanaman di taman atau pekarangan yang tidak luas, jarak tanam dengan tanaman lainnya disesuaikan selama tidak terlalu berhimpitan agar kelak tidak terjadi perebutan nutrisi dan tajuk saling menaungi sehingga kelembapan di sekitar tanaman terlalu tinggi. Tentukan letak lubang tanam berdasarkan pengaturan jarak tanam tersebut.

Setelah posisinya ditentukan, buat lubang tanam berukuran 50 x 50 x 50 cm. Letakkan setengah bagian tanah galian sebelah atas (sampai kedalaman 25 cm) di sisi sebelah barat lubang, sementara sisanya (sampai kedalaman 50 cm) di sebelah timur. Campurkan pupuk kandang atau kompos pada tanah galian sebelah atas hingga merata (homogen). Diamkan lubang tanam selama 1 – 2 minggu untuk mematikan mikroorganisme dan menghilangkan gas-gas yang berbahaya di dalam tanah.

Setelah cukup didiamkan, masukkan galian tanah sebelah bawah ke dalam lubang tanam. Basahi dengan air secukupnya, lalu ambil bibit yang sudah siap tanam. Basahi media pada bibit agar mudah melepaskannya dari polybag. Sobek polybag dengan pisau tajam, berhati-hatilah agar tidak merusak media semai dan akar bibit. Letakkan bibit berikut media semainya ke dalam lubang tanam.

Jaga posisinya tetap tegak lurus sambil memasukkan tanah galian bagian atas yang sudah dicampuri pupuk ke dalam lubang tanam hingga tertutup sepenuhnya. Padatkan sedikit dan sirami lagi secukupnya. Buat saluran drainase di sekitar tanaman untuk mencegah penggenangan. Untuk penanaman di dalam pot diperlukan pot yang diameternya minimal 40 cm. Pastikan pot yang Anda pilih memiliki lubang drainase yang baik. Siapkan media tanam berupa campuran tanah humus dan pupuk kandang atau kompos.

Lebih praktis dan terjamin nutrisinya jika menggunakan tanah khusus yang memang sudah diformulasi untuk pot atau vermalite. Masukkan hingga separuh tinggi pot, lalu ambil bibit siap tanam. Sama seperti pada penanaman di kebun atau pekarangan, lepaskan dahulu polybag dan tanam bibit beserta media semainya. Setelah bibit dan media semainya masuk ke dalam pot, tahan agar posisinya tetap tegak lurus sementara sisa media tanam dimasukkan ke dalam pot hingga tingginya 2 cm di bawah bibit pot.

Padatkan sedikit, lalu sirami merata hingga air siraman mengalir keluar dari lubang drainase di bawah pot. Letakkan pot di tempat yang mendapat banyak sinar matahari.


Perawatan dan pemeliharaan

Perawatan paling dasar yang diperlukan kacang amazon adalah penyiraman. Tanaman ini memerlukan air yang cukup. Penyiraman 1 – 2 kali sehari, pagi dan sore, atau satu hari sekali tergantung kondisi cuaca dan tingkat kelembapan tanah. Lakukan penyiangan dan penggemburan secara teratur untuk membasmi gulma dan mencegah serangan hama dan penyakit. Selain untuk memelihara sanitasi, penyiangan dan penggemburan juga menjaga aerasi tanah tetap ideal.

Pelihara saluran-saluran drainase agar tetap dapat mengalirkan kelebihan air dengan baik. Agar tanaman tumbuh sehat dan memiliki daya tahan yang baik, berikan pupuk tambahan secara teratur. Pada awal pertumbuhan, berikan pupuk NPK daun satu bulan sekali atau NPK 15 : 15 : 15 sebanyak dua sendok makan setiap 3 – 4 bulan sekali. Setelah tanaman tidak lagi mengeluarkan pucuk baru (dorman), berikan pupuk unsur PK 5 – 15 gr yang diencerkan dalam 5 liter air hingga tanaman berbuah.

Perawatan selanjutnya adalah pemangkasan rutin. Tujuannya menjaga tinggi tanaman tetap ideal untuk memudahkan pemeliharaan dan proses pemetikan buah saat panen. Pemangkasan rutin juga dapat menghindarkan tanaman dari serangan hama dan penyakit karena tajuk tanaman menjadi tidak terlalu rimbun yang memberi kesempatan hama bersembunyi dan berkembang biak.

Tajuk tanaman yang terlalu rimbun juga berakibat meningkatnya kelembapan di sekitar tanaman yang dapat meningkatkan risiko serangan penyakit, terutama yang disebabkan oleh jamur. Apabila langkah-langkah pencegahan sudah dilakukan, tetapi serangan penyakit tetap datang, gunakan insektisida dan fungisida secara bijaksana. Usahakan insektisida dan fungisida yang bersifat hayati dan ramah lingkungan agar tidak merusak ekosistem di sekitar tanaman.

Penggunaan insektisida dan fungisida hayati juga penting mengingat buah kacang amazon dimakan beserta kulitnya sekaligus. Penggunaan insektisida dan fungisida kimiawi dapat berisiko fatal ketika buah dikonsumsi langsung. Selain hama berupa serangga dan penyakit jamur, gangguan terpenting untuk tanaman kacang amazon adalah burung.

Buah kacang amazon sangat disukai burung-burung kecil. Agar tanaman aman dari serangan burung, sebaiknya pasang jaring menutupi tajuk pohon begitu tanaman mulai berbuah. Alternatif lain adalah membungkus buah berikut tandannya dengan jaring atau kantong kertas. Cara pencegahan ini juga dapat menjauhkan buah dari serangan kelelawar pemakan buah (codot).


Panen kacang amazon

Kacang amazon berbunga dalam dua gelombang. Gelombang kedua mekar ketika gelombang pertama masih dalam proses pematangan buah. Bunga mekar sekitar bulan Maret – Oktober dan berbuah tidak lama kemudian. Setelah matang harus segera dipanen sebelum terlanjur busuk di pohon karena buah ini tidak tahan lama. Jika tidak langsung dikonsumsi, sebaiknya pemetikan dilakukan ketika kulit buah masih berwarna jingga dan keras.

Diamkan selama beberapa hari dalam suhu ruangan, buah ini akan melanjutkan proses pematangannya. Oleh karena tidak tahan lama, buah ini sulit didistribusikan ke tempat yang jauh, apalagi diekspor ke negara lain. Itulah sebabnya di negara-negara asalnya pun buah ini lebih banyak dikonsumsi lokal dan dijual di pasar tradisional.

Tetapi jika disimpan dalam lemari es, buah dapat bertahan sedikit lebih lama. Daging buah juga dapat dibekukan untuk diolah setelahnya. Selain dikonsumsi sebagai buah segar, kacang amazon biasanya diolah menjadi jeli, selai, manisan, minuman seperti milk shake, es krim, smoothie, dan sherbet.


Kandungan gizi dan khasiat kacang amazon

Sekalipun buahnya berukuran kecil, kandungan gizinya cukup banyak. Tiap 100 gram buah kacang amazon memiliki kandungan nutrisi sebagai berikut. Kalori 480 Lemak total 10 gr (16%) Lemak jenuh 2,5 gr (12%) Lemak trans 0 gr (0%) Kolesterol 5 mg (2%) Sodium 300 mg (13%) Total karbohidrat 83 gr (28%) Serat pangan 3 gr (11%) Gula 72 gr Vitamin A 2% Kalsium 25% Vitamin C 10% Iron (zat besi) 4% Kacang amazon memiliki kandungan serat dan protein yang tinggi.

Dengan kandungan nutrisi yang cukup lengkap tersebut, kacang amazon berkhasiat bagi kesehatan. Manfaat mengonsumsi kacang amazon, antara lain, menurunkan kolesterol sehingga dapat mengurangi risiko penyakit jantung, menjaga kestabilan tekanan darah, mencegah kanker, meningkatkan kepadatan tulang, menjaga berat badan, menjaga kesehatan mata, melancarkan pencernaan, meningkatkan stamina, merawat rambut dan kesehatan kulit, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan memelihara fungsi syaraf.

Demikian serba-serbi pengetahuan tentang kacang amazon serta cara menanam dan merawatnya di kebun ataupun di rumah. Semoga dapat membantu Anda mewujudkan tanaman unik penghias taman dan beranda rumah ataupun pembudidayaannya.

Bibit kacang amazon yang baik dapat Anda temukan di situs kami www.samudrabibit.com atau di kebun pembibitan kami dengan alamat Perumahan Bumi Saraswati, desa Gaum, kecamatan Tasikmadu, kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Tidak hanya bibit kacang amazon, Anda dapat menemukan berbagai bibit tanaman buah dan herbal, baik yang trendi, unik, kekinian, maupun tanaman yang hampir langka dalam koleksi bibit kami. Kami melayani pembelian satuan maupun grosir, baik secara online ataupun pembelian langsung.

Selain bibit, kami juga menyediakan berbagai keperluan penunjang kebutuhan berkebun, seperti planterbag, peralatan kebun, berbagai pupuk organik khusus tanaman buah, zat pengatur tumbuh dan hormon pertumbuhan akar, nutrisi antistress pada tanaman, dan masih banyak lagi. Kunjungi situs ataupun kebun pembibitan kami untuk mendapatkan lebih banyak informasi seputar kacang amazon dan produk-produk yang lain.
Blog Post Lainnya
Mau tanya - tanya dulu?
0823-1087-4445
@2014 - 2020 Samudrabibit Inc.