2 April 2020 3:06 pm

Mengenal Lebih Dekat Dengan Jambu Kristal dan Tips Budidayanya

Mengenal Lebih Dekat Dengan Jambu Kristal dan Tips Budidayanya
Indonesia merupakan salah satu negara yang dikenal akan keberagaman hayatinya. Di negara kita tercinta ini, terdapat berbagai macam jenis buah – buahan yang lezat dan nikmat. Kita harus bersyukur telah tinggal di negara yang kaya ini. Nah salah satu jenis buah – buahan yang paling banyak diminati dan paling mudah dijumpai adalah jambu biji.

Semua orang di Indonesia pasti sudah sangat akrab dengan buah jambu biji. Bahkan di halaman rumah Anda, mungkin terdapat pohon jambu yang satu ini. Namun sayangnya jambu biji sendiri dikenal memiliki buah yang sangat keras dan rasa yang tidak terlalu manis cenderung sepat. Selain itu, bijinya juga cukup banyak sehingga kita harus memilah bijinya satu persatu.
Nah kabar baiknya, saat ini sudah ada varietas jambu yang hadir untuk menutupi semua kekurangan pada jambu biji, yakni jambu kristal. Pernah mendengar nama jambu ini? Jambu kristal merupakan jenis jambu biji unggulan yang merupakan hasil perubahan genetika dari jambu muangthai pak yang berasal dari negara Thailand.

Dinamakan jambu kristal karena jambu ini memiliki daging buah yang berwarna putih bersih dan terlihat jernih layaknya sebuah kristal. Meskipun bukan buah asli tanah air, namun jambu ini mampu mencuri tempat di hati masyarakat berkat segudang keunggulannya. Keunggulan utama dari jambu kristal terletak pada citarasanya yang sangat manis dan daging buahnya yang renyah.
Tak hanya itu, jambu kristal juga memiliki ukuran buah yang lebih besar daripada jambu biji. Nah hebatnya lagi, meskipun ukurannya besar namun jambu ini tidak memiliki biji sama sekali. Jikapun ada pasti bisa dihitung dengan jari. Hal ini tentunya membuat daging buahnya menjadi lebih tebal karena tempat untuk biji digantikan dengan daging buah yang lezat.

Keunggulan lain dari jambu ini terletak pada sifatnya yang genjah (rajin berbuah) karena dapat berbuah sepanjang tahun sehingga Anda bisa kapan saja memetik dan menikmati kelezatan buahnya. Selain itu, kulit jambu kristal juga dilapisi lapisan lilin sehingga membuatnya tahan terhadap berbagai serangan hama dan dapat disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama.
Tak hanya lezat, di dalam buahnya juga terdapat berbagai macam kandungan gizi seperti vitamin A, vitamin C, antioksidan, dan kalium sehingga sangat bermanfaat untuk tubuh kita seperti mencegah kanker, melancarkan saluran pencernaan, menangkal radikal bebas, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menurunkan tekanan darah, menjaga kesehatan mata, dan masih banyak lagi.

Melihat segudang keunggulannya, tidak mengherankan jika sudah banyak petani buah yang mulai beralih ke jambu kristal untuk dibudidayakan. Nah bagi Anda yang berminat untuk menanam atau bahkan membudidayakan jambu kristal, berikut sudah kami rangkum beberapa tips dalam budidaya jambu kristal supaya tumbuh subur dan memberikan hasil yang maksimal.

1. SYARAT TUMBUH
Nah yang pertama kali harus kita lakukan sebelum membudidayakan jambu kristal adalah mengetahui apa saja syarat tumbuhnya. Habitat asli dari tanaman jambu yang satu ini terletak pada daerah beriklim tropis sehingga sangat cocok ditanam di Indonesia. Untuk penanamannya, dapat dilakukan di daerah dataran rendah dan daerah dataran tinggi.

Ketinggian idealnya berkisar antara 50 – 1000 mdpl dengan suhu udara berkisar antara 15 - 35°C. Dalam pertumbuhannya, tanaman jambu kristal sangat membutuhkan sinar matahari sehingga sebaiknya ditanam pada lahan terbuka. Sedangkan untuk media tanamnya bisa menggunakan tanah humus, tanah kompos, atau tanah berpasir.

2. PEMILIHAN BIBIT
Tahap yang selanjutnya adalah pemilihan bibit. Nah inilah tahapan yang paling menentukan hasil dari budidaya jambu kristal karena kalau bibitnya bagus maka hasil yang didapat juga akan memuaskan. Bibit jambu kristal yang paling bagus untuk ditanam adalah bibit yang berasal dari perbanyakan vegetatif, baik itu dengan cangkok atau okulasi.

Hal ini dikarenakan kualitas bibit akan sama dengan tanaman indukannya. Selain itu, masa berbuahnya juga bisa jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan bibit yang berasal dari biji. Pilihlah bibit yang sehat, terbebas dari serangan hama penyakit, daunnya berwarna hijau segar, tajuknya rimbun, dan tingginya sudah lebih dari 50 cm.

3. PENANAMAN
Jika bibit sudah didapatkan, kini saatnya kita menanam bibit jambu kristal. Bibit jambu kristal dapat langsung ditanam pada lahan atau dapat juga ditanam sebagai tabulampot (tanaman buah dalam pot). Untuk penanaman di lahan, berikut adalah langkah – langkahnya :

a) Buatlah lubang tanam 2 minggu sebelum penanaman.
b) Ukuran lubangnya sekitar 50x50x50 cm dan biarkan lubang terkena sinar matahari selama seminggu.
c) Jika bibit lebih dari, satu atur jarak tanam antar tanaman sekitar 2,5 – 4 meter.
d) Setelah seminggu, masukan pupuk kandang sepertiga lubang tanam dan tutup dengan sedikit tanah lalu siram sedikit air dan biarkan selam 3 – 4 hari.
e) Tanam bibit jambu kristal kedalam lubang tanam kemudian sirami tanah hingga lembab.

Sedangkan jika ditanam di dalam pot, berikut adalah langkah – langkahnya :

a) Siapkan pot berdiameter lebih dari 50 cm dan pastikan bahwa pot memiliki lubang drainase dibawahnya.
b) Isi bagian dasar pot dengan batu kerikil atau pecahan batu bata kemudian isi dengan tanah hingga sepertiga bagian.
c) Buka polybag bibit secara perlahan – lahan dan jangan sampai merusak perakaran.
d) Masukan bibit kedalam pot dan timbun bagian pangkalnya menggunakan pupuk kompos hingga setengah bagian setelah itu timbun lagi dengan tanah.
e) Sirami bibit menggunakan air hingga lembab.

3. PERAWATAN
Jika sudah ditanam, bibit jambu kristal juga perlu dirawat supaya hasil yang diberikan lebih melimpah. Tapi tenang saja, tanaman jambu kristal dikenal memiliki sifat yang tangguh sehingga memudahkan kita dalam perawatannya. Perawatan yang dibutuhkan hanyalah perawatan – perawatan dasar seperti :

a) Penyiraman
Perawatan yang pertama adalah penyiraman. Dalam pertumbuhannya, tanaman jambu kristal sangat membutuhkan air. Maka dari itu lakukan penyiraman minimal 1 kali sehari pada pagi atau sore hari hingga tanah disekitar perakaran menjadi lembab. Sedangkan jika sudah memasuki musim penghujan intensitas penyiraman bisa dikurangi.

b) Pembersihan Gulma
Hal yang tak kalah penting dalam budidaya jambu kristal adalah pembersihan gulma. Pembersihan gulma dapat dilakukan setiap 1 hingga 2 bulan sekali menggunakan alat bantu seperti cangkul supaya lebih cepat dan efisien. Bersihkan semua gulma yang tumbuh disekitar tanaman dan buang dari area penanaman. Untuk bibit yang ditanam di dalam pot, bersihkan gulma setiap kali Anda melihat ada gulma yang tumbuh.

c) Pemangkasan
Pemangkasan bertujuan agar batang dan daun tumbuh secara merata, tidak saling bertumpukan, sirkulasi udara berjalan lancar, dan semua bagian tanaman terkena sinar matahari. Usahakan tinggi pohon tidak lebih dari 2 meter supaya mempermudah kita dalam perawatan, pembungkusan buah, dan pemanenan.

Pilih 3 – 4 cabang yang akan dijadikan sebagai batang utama. Jika batang utamanya sudah terbentuk, pangkas cabang tersebut agar tumbuh cabang sekunder. Selain itu pangkas juga cabang yang terlalu rimbun, terlalu panjang, sudah kering, terserang penyakit, maupun yang tumbuh terlalu dekat dengan tanah.

d) Pemupukan
Pemupukan untuk tanaman yang berusia kurang dari 1 tahun dapat dilakukan menggunakan campuran pupuk kandang, TSP, Urea, dan ZK. Caranya adalah dengan menaburkannya disekeliling tanaman atau buatlah lubang disekitar tanaman sedalam 30 cm lalu masukan pupuk kedalam lubang tersebut.

Pada umur 1 – 3 tahun, pemupukan dapat dilakukan menggunakan pupuk NPK dan pupuk TSP (250 gram/pohon) setiap 3 bulan sekali. Jika umur tanaman sudah lebih dari 3 tahun namun pertumbuhan dirasa kurang sempurna, pemupukan dapat ditambah menggunakan pupuk kandang atau pupuk kompos.

e) Penjarangan dan Pembungkusan Buah.
Bibit jambu kristal hasil cangkok/okulasi biasanya akan mulai berbuah dalam waktu 1 – 2 tahun. Jika sudah berbuah, perlu dilakukan penjarangan dan pembungkusan buah supaya hasil panen lebih melimpah dan untuk menghindari serangan hama penyakit yang bisa menyebabkan gagal panen.

Buah yang muncul terlalu banyak biasanya akan tumbuh terlalu kecil dan memiliki mutu yang kurang bagus. Buang buah yang bentuknya tidak bagus, terluka, terserang penyakit, atau muncul terlalu banyak dalam sebuah cabang dan usahakan setiap cabang hanya ada satu sampai dua buah saja.

Nah untuk pembungkusan dilakukan ketika ukurannya sudah sekitar 2 – 3 cm karena jika terlalu kecil kemungkinan masih bisa rontok setelah dibungkus. Pembungkusan dapat dilakukan dengan kantong kertas khusus pembungkus buah. Jika sulit mendapatkannya, Anda juga bisa menggunakan kantong plastik.

4. PEMANENAN
Setelah bersusah – susah dalam merawatnya, kini adalah waktu yang paling ditunggu – tunggu yakni pemanenan. Pemanenan yang paling baik dilakukan pada pagi hari dan hindari pemanenan pada sore hari apalagi pada siang hari. Pemanenan sebaiknya dilakukan menggunakan alat bantu seperti gunting yang tajam untuk meminimalisir kerusakan buah.

Jika sudah dipanen, sesegera mungkin letakkan buah pada tempat yang teduh dan terhindar dari sinar matahari langsung supaya mutu buah tidak berkurang. Jika ingin didistribusikan, usahakan buah ditata serapi mungkin dalam sebuah wadah dan setiap tumpukan diberi alas seperti kertas untuk menghindari gesekan antar buah yang bisa menyebabkan kerusakan pada buah.
Nah sampai disini dulu ya tips budidaya jambu kristalnya. Jika Anda berminat untuk memulai budidaya jambu kristal, Anda bisa memesan bibitnya melalui website kami di samudrabibit.net. Bibit jambu kristal yang kami kembangkan berasal dari hasil perbanyakan cangkok/okulasi sehingga lebih terjamin kualitasnya.

Selain jambu kristal, kami juga menyediakan berbagai macam bibit tanaman lain yang bisa dikirim keseluruh penjuru Indonesia. Sampai jumpa lagi di artikel menarik berikutnya!!! Selamat berkebun :D
Blog Post Lainnya
Mau tanya - tanya dulu?
0823-1087-4445
@2014 - 2020 Samudrabibit Inc.