27 Februari 2020 9:50 am

Panduan Sukses Budidaya Tanaman Kelengkeng Agar Cepat Berbuah

Panduan Sukses Budidaya Tanaman Kelengkeng Agar Cepat Berbuah
Buah kelengkeng merupakan salah satu jenis buah yang banyak digemari karena citarasanya yang sangat manis dan segar, ditambah dengan tekstur daging buahnya yang renyah dan banyak mengandung air. Selain lezat, di dalam buah kelengkeng ternyata juga mengandung vitamin C dan berbagai nutrisi penting yang apabila dikonsumsi secara teratur dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh.

Dibalik segudang manfaatnya, harga buah kelengkeng di pasaran juga cukup murah sehingga mampu dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, permintaan masyarakat untuk buah kelengkeng juga tergolong tinggi terutama di daerah perkotaan. Hal tersebut membuat tanaman kelengkeng saat ini mulai banyak dibudidayakan untuk memenuhi permintaan masyarakat sekaligus dijadikan ladang bisnis.
Budidaya tanaman kelengkeng merupakan sebuah bisnis dengan masa depan yang cerah karena hampir semua orang pasti suka dengan buah ini. Tak hanya itu, perawatan tanaman kelengkeng juga sangat mudah dan tentunya tidak membutuhkan banyak biaya. Bahkan Anda bisa memulai budidaya kelengkeng di halaman rumah Anda sendiri.

Selain bisa dimanfaatkan buahnya untuk dijual maupun untuk dikonsumsi sendiri, menanam tanaman kelengkeng di pekarangan rumah juga dapat membuat udara disekitarnya menjadi lebih sejuk dan tampak lebih hijau. Sebelum memulai budidaya tanaman kelengkeng, tidak ada salahnya jika kita mengetahui cara menanam kelengkeng yang benar.

Hal ini bertujuan agar bibit yang kita tanam dapat tumbuh dengan optimal dan memberikan hasil panen yang melimpah. Nah untuk Anda yang ingin mencoba membudidayakan tanaman kelengkeng, berikut sudah kami rangkum dalam artikel yang berjudul “Panduan Sukses Budidaya Tanaman Kelengkeng Agar Cepat Berbuah”.

1. Penyiapan Lahan.
Tahap pertama dalam budidaya tanaman kelengkeng tentunya adalah penyiapan lahan. Jika Anda tidak memiliki lahan yang luas, Anda bisa memulainya di pekarangan rumah Anda sendiri. Tanaman kelengkeng dapat ditanam pada daerah dataran rendah maupun daerah dataran tinggi.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, ada beberapa kriteria lahan yang baik untuk penanaman bibit kelengkeng seperti :
a. Mendapatkan sinar matahari, minimal 7 jam sehari.
b. Media tanam/tanah yang digunakan mengandung banyak unsur hara.
c. Dekat dengan sumber air.
d. Derajat keasaman tanah (pH tanah) sekitar 5,5 – 7,5.
e. Hindari penanaman di tepi pantai agar tanaman tidak terkena kabut air asin dari laut.

Jika lahan yang akan digunakan sudah memenuhi kriteria diatas, maka Anda bisa langsung melanjutkan ke step berikutnya.

2. Pembuatan Lubang Tanam.
Setelah mendapatkan lahan, tahapan yang selanjutnya adalah pembuatan lubang tanam. Jika Anda ingin menanam bibit kelengkeng dalam jumlah yang banyak, ada baiknya lubang tanam yang dibuat ditata serapi mungkin agar memudahkan dalam perawatan dan pemanenan.

Untuk membuat lubang tanam, Anda bisa menggunakan alat bantu berupa cangkul. Kemudian buatlah lubang galian dengan ukuran 50 x 50 cm dan kedalaman sekitar 40 – 50 cm. Lubang ini nantinya akan kita isi dengan pupuk dasar terlebih dahulu sebelum ditanami bibit kelengkeng.

3. Pemberian Pupuk Dasar.
Pupuk dasar untuk penanaman bibit kelengkeng ini menggunakan pupuk organik dengan tambahan pupuk NPK dan kapur dolomit. Pupuk organik yang paling cocok dan paling bagus untuk tanaman kelengkeng adalah pupuk kandang. Sebelum digunakan, pupuk kandang yang digunakan perlu diuraikan terlebih dahulu agar siap diserap oleh tanaman.

Nah untuk menguraikannya, kita bisa menggunakan EM4 (Effective Microorganisms) yang banyak dijual di toko – toko pertanian. Cara menggunakan EM4 pada pupuk organik adalah sebagai berikut :
a. Larutkan 250 gram gula (gula merah, gula pasir, nira, atau tetes tebu) dengan 1 ember air.
b. Tuangkan EM4 kedalam larutan gula tersebut.
c. Tutup ember dan diamkan minimal 24 jam (semakin lama semakin bagus) supaya jumlah mikroorganismenya semakin banyak.
d. Campurkan pupuk kandang, pupuk NPK, dan dolomit dengan perbandingan 30:1:2 dan aduk hingga merata. e. Masukan pupuk tersebut kedalam lubang tanam lalu siram dengan air.
f. Siramkan larutan EM4 dan gula kedalam lubang kemudian tutup menggunakan tanah.
g. Biarkan sekitar 2 minggu agar pupuk terurai sempurna terlebih dahulu.

Sebagai info tambahan, hindari penggunaan langsung pupuk kandang yang masih baru karena dapat meningkatkan suhu dalam tanah yang berakibat bisa mematikan akar tanaman.

4. Persiapan Bibit Kelengkeng.
Tahapan yang selanjutnya adalah menyiapkan bibit kelengkeng. Bibit kelengkeng dapat didapatkan dengan cara generatif (biji) maupun secara vegetatif (cangkok). Masing – masing memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Caranya adalah sebagai berikut :

A. Pembibitan Secara Generatif (Biji).
1) Pastikan biji yang digunakan berasal dari kelengkeng unggul yang sudah besar, berbuah lebat, serta sehat.
2) Ambil biji dari buah yang sudah matang atau membusuk kemudian cuci bijinya dan keringkan dibawah terik sinar matahari selama 1 jam.
3) Siapkan polybag dan isi dengan campuran tanah humus, sekam, dan serbuk kayu supaya tanahnya tetap gembur.
4) Siram media tanam dengan sedikit air, jangan sampai terlalu menggenang.
5) Benamkan biji kelengkeng sedalam 1 – 2 cm, lalu tempatkan ditempat yang teduh dan tunggu hingga tumbuh.
6) Setelah bijinya tumbuh, lakukan penyiraman secara rutin hingga tinggi bibit mencapai kurang lebih 15 cm.
7) Jika sudah sekitar 15 cm, pindahkan bibit ke tempat yang mendapatkan sinar matahari selama 3 jam/hari.
8) Ketika tinggi bibit sudah mencapai lebih dari 30 cm, maka bibit siap dipindahkan ke lubang tanam.

Pembibitan secara generatif ini memiliki beberapa kelebihan seperti :
1) Umur tanaman lebih panjang.
2) Lebih tahan terhadap serangan hama penyakit.
3) Memiliki sistem perakaran yang kuat.
4) Produksi buah bisa mengungguli tanaman induk.

Sedangkan untuk kekurangannya :
1) Waktu pembibitan sangat lama.
2) Waktu berbuah juga lama.
3) Tanaman biasanya akan tumbuh tinggi dan besar sehingga menyulitkan ketika panen.
4) Biaya pembibitan dan perawatan cukup banyak.

B. Pembibitan Secara Vegetatif (Cangkok).
1) Pilih tanaman yang berbuah lebat dan sehat kemudian cari batang yang lurus dan berdiameter sekitar 3 cm.
2) Kupas kulit batang yang ingin dicangkok lalu bersihkan lendirnya hingga tidak licin.
3) Gunakan sabut kelapa atau plastik sebagai pembungkus dan ikatkan pada pangkal batang bagian bawah yang sudah dikupas.
4) Isi sabut kelapa/plastik dengan tanah humus yang basah kemudian ikatkan bagian ujung atas pembungkus dengan batang bagian atas yang sudah dkupas.
5) Perhatikan cangkokan dan sirami secara teratur.
6) Selang 2 – 3 minggu, biasanya cangkokan sudah akan mengeluarkan akar.
7) Setelah akarnya sudah cukup panjang, potong bagian pangkal bawah cangkokan kemudian pindahkan ke lubang tanam yang sudah disiapkan.

Sama seperti pembibitan secara generatif, pembibitan secara vegetatif ini juga memiliki berbagai kelebihan seperti :
1) Waktu pembibitan lebih cepat.
2) Cepat berbuah.
3) Ukuran pohon tidak terlalu tinggi sehingga mudah dipanen.
4) Biaya perawatan dan pembibitan lebih murah.

Sedangkan untuk kekurangannya :
1) Umur tanaman tidak terlalu panjang (sesuai sisa umur indukan).
2) Tidak bisa dijadikan sebagai pohon perindang halaman.
3) Kurang tahan terhadap penyakit.
4) Akar tanaman tidak kuat.
5) Tingkat produktivitas buah biasanya sama dengan indukan.

Nah setelah mengetahui cara pembibitan beserta kelebihan dan kekurangannya masing – masing, Anda bisa memilih ingin menggunakan cara yang mana. Jika Anda tidak mau ribet, Anda bisa memesan bibit kelengkeng berkualitas yang ada di website kami dengan mengklik tautan berikut.

5. Penanaman Bibit.
Langkah – langkah dalam penanaman bibit kelengkeng pada lubang tanam adalah sebagai berikut :
a. Siram bibit terlebih dahulu sebelum dipindah.
b. Taburi lubang tanam dengan insektisida dan fungisida.
c. Penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari untuk menghindari tanaman layu pada siang hari.
d. Setelah dipindah, lakukan penyiraman dan lakukan penyulaman (penggantian bibit jika terjadi kerusakan) pada 2 minggu pertama.
e. Lakukan perawatan terhadap bibit kelengkeng.

6. Perawatan Tanaman Kelengkeng.
Faktor terpenting yang menentukan tumbuh kembang tanaman kelengkeng adalah perawatan. Perawatan tanaman kelengkeng sangat perlu dilakukan agar tanaman dapat tumbuh subur dan maksimal. Adapun perawatannya adalah sebagai berikut :

A. Pemupukan Susulan.
Pemupukan susulan tanaman kelengkeng dapat menggunakan larutan pupuk NPK dan campuran pupuk organik cair yang dikocorkan pada pangkal tanaman. Larutkan 1 gelas NPK dengan 35 Liter air dan tambahkan sekitar 40 ml pupuk organik cair.

Ulangi pemupukan ini setiap 2 – 3 minggu sekali. Jangan memupuk tanaman kelengkeng dengan pupuk NPK dan pupuk urea saat musim hujan karena air hujan sudah mengandung banyak nitrogen.

B. Penyiraman.
Penyiraman tanaman kelengkeng dapat dilakukan setiap dua kali sehari (pagi dan sore) pada musim kemarau untuk menjaga kadar air di dalam tanah. Sedangkan pada musim penghujan, penyiraman dapat disesuaikan dengan kondisi media tanam.

C. Penggundukan Tanah.
Penggundukan tanah dilakukan disekitar pangkal tanaman. Cangkul tanah disekitar pangkal tanaman dan kumpulkan hingga membentuk gundukan yang mengelilingi tanaman. Hal ini bertujuan supaya air cepat meresap dan tidak menggenang, terutama pada musim penghujan.

D. Pemupukan Ulang.
Pemupukan ulang dapat dilakukan setiap 8 – 12 bulan sekali guna menjaga suplai nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman kelengkeng.

E. Penanggulangan Hama dan Penyakit.
Meski tergolong tahan terhadap hama dan penyakit, namun ada beberapa serangan hama atau penyakit yang dapat berpengaruh terhadap tingkat produktivitas dan kualitas buah. Lakukan penanggulangan terhadap hama maupun penyakit secepat mungkin supaya pertumbuhan tanaman tidak terganggu.

Jenis hama maupun penyakit yang sering menyerang tanaman kelengkeng beserta cara penanggulangannya adalah sebagai berikut :
- Serangga, serangga yang sering menyerang tanaman kelengkeng adalah ulat, lalat buah, dan pengerek batang. Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan insektisida dengan cara disemprotkan.
- Jamur, hama jamur biasanya menyerang bagian akar dan dapat menyebabkan layu fusarium. Penyakit ini sering terjadi pada musim hujan akibat dari air yang terlalu lama menggenang. Gejala yang ditimbulkan adalah daun terlihat layu dan lama – lama akan mati. Jika daun sudah terlihat layu, segera kocorkan fungisida ke akar tanaman.
- Kelelawar, dalam budidaya tanaman kelengkeng, kelelawar adalah salah satu hewan yang sangat merugikan. Hewan ini akan memakan dan merusak buah yang sudah matang maupun buah yang masih muda. Untuk mengatasinya, Anda bisa memasang jaring disekeliling tanaman kelengkeng.

7. Panen Kelengkeng.
Bibit kelengkeng yang berasal dari pembibitan vegetatif, baik melalui cangkok/okulasi biasanya akan berbuah dalam 1 – 2 tahun sejak penanaman. Sedangkan bibit yang berasal dari pembibitan generatif (biji) tentunya memiliki waktu berbuah yang lebih lama.

Cara memanennya, bisa menggunakan bantuan alat seperti gunting yang tajam. Pemetikan langsung menggunakan tangan sebaiknya dihindari karena berpotensi merusak cabang tanaman. Buah kelengkeng yang sudah matang memiliki ciri – ciri sebagai berikut :
a. Kulit buahnya sudah berwarna kuning kecokelatan.
b. Aroma buahnya tercium harum.
c. Buahnya terasa empuk jika ditekan.
d. Sudah tidak ada bunga yang muncul.
e. Buah dan tandan mulai merunduk kebawah.
f. Anda bisa juga memetik satu buahnya dan mencicipinya. Jika sudah terasa manis dan harum, maka seluruh tandan sudah bisa dipetik.

8. Tips Rahasia Dalam Budidaya Tanaman Kelengkeng.
Nah setelah mengetahui tahapan dalam menanam kelengkeng, ada tips rahasia supaya buah kelengkeng yang dihasilkan lebih banyak, lebih melimpah, dan berkualitas tinggi. Berikut adalah tips rahasia dalam budidaya tanaman kelengkeng :
a. Gunakan pupuk NPK 16-16-16 karena memiliki kandungan unsur makro yang lebih banyak daripada pupuk NPK 15-15-15.
b. Semprotkan pupuk ZPT auxin ketika tanaman kelengkeng mulai berbunga. Hal ini bertujuan supaya jumlah bunga yang keluar semakin banyak sehingga bakal buah juga akan meningkat.
c. Semprotkan ZPT gibrelic acid ketika buah masih kecil supaya ukuran buah nantinya bisa menjadi lebih besar.
d. Sekitar dua minggu sebelum pemanenan, kocorkan KN03 pada akar tanaman. Hal ini akan membuat citarasa kelengkeng menjadi lebih manis dan bertekstur lembut.
Sampai disini dulu artikel tentang “Panduan Sukses Budidaya Tanaman Kelengkeng Agar Cepat Berbuah”. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan serta membantu kita semua dalam memulai budidaya tanaman kelengkeng. Dengan kegigihan, keuletan, serta kemauan yang kuat, pasti Anda bisa sukses dalam budidaya kelengkeng.

Untuk mendapatkan bibit kelengkeng yang berkualitas, Anda bisa memesannya melalui website kami di samudrabibit.net dengan mengklik tautan berikut atau bisa langsung berkunjung ke kebun kami yang beralamat di Dusun Kandangsari Kwarasan RT 04 RW 07 Gaum, Tasikmadu, Karanganyar – Solo, Jawa Tengah 57761. Sampai jumpa lagi di artikel berikutnya!!! :D
Blog Post Lainnya
Mau tanya - tanya dulu?
0823-2246-8111
@2014 - 2020 Samudrabibit Inc.