7 Januari 2020 9:20 am

Pedoman Penanaman dan Perawatan Ceri Kersen yang Kaya Manfaat

Pedoman Penanaman dan Perawatan Ceri Kersen yang Kaya Manfaat
Buah ceri atau cherry sudah banyak dikenal orang. Anda juga pasti tidak asing dengan buah yang sering dijadikan manisan dan topping berbagai kudapan ini. Tetapi, pernahkah Anda mendengar nama tanaman ceri kersen?

Tanaman yang buahnya sangat disukai anak-anak ini sebenarnya banyak di sekitar kita, tetapi seringkali kita kurang memerhatikannya. Anda dapat menemukannya di pinggir jalan, di lapangan, di lahan-lahan kosong, tumbuh di selokan, bahkan pada retakan dinding dan fondasi rumah. Oleh karena sifatnya yang tumbuh di mana saja dengan mudahnya, tanaman ini dianggap sebagai tanaman liar dan cenderung dimusnahkan.

Daunnya yang sangat rindang dan buahnya yang sangat banyak serta mudah rontok memang menimbulkan masalah kebersihan di sekitarnya. Apalagi, buah ini merupakan makanan favorit kelelawar yang punya kebiasaan memakan buah ini di sembarang tempat dan mengotori pekarangan-pekarangan rumah tempat kelelawar bersembunyi untuk makan. Namun di balik segala kerepotan yang ditimbulkan, ceri kersen merupakan tanaman yang kaya manfaat, terutama bagi kesehatan.

Bukan hanya buahnya, daun, bunga, kulit kayu, hingga akar ceri kersen berguna sebagai sarana pengobatan alternatif atau herbal. Sampai saat ini, cara pengolahan bagian-bagian tanaman ceri kersen untuk pengobatan masih dilakukan secara tradisional, belum tersedia ekstraknya dalam bentuk suplemen. Tanaman ini juga belum dibudidayakan secara serius. Padahal dengan manfaatnya yang banyak dan penanaman serta perawatan yang sangat mudah, ceri kersen sangat potensial bagi pembudidayaan.

Sebagaimana tanaman ini yang dianggap sebagai salah satu tanaman pionir, apakah Anda tertarik mencoba menjadi pionir dalam pembudidayaan ceri kersen? Berikut berbagai informasi seputar tanaman ceri kersen, cara penanaman dan perawatan, serta pengolahannya untuk mendapatkan manfaat maksimal bagi kesehatan.


Klasifikasi ilmiah

Ciri-ciri fisik ceri kersen menunjukkan adanya hubungan antara tanaman ini dengan famili Elaeocarpaceae atau keluarga tanaman berbunga yang hidup di wilayah tropis. Adapun klasifikasi ilmiah dari ceri kersen sebagai berikut.

Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Malvales
Famili : Muntingiaceae
Genus : Muntingia L.
Spesies : Muntingia calabora


Asal-usul dan nama lain

Sekalipun banyak ditemukan tumbuh liar di berbagai tempat, tanaman ini ternyata bukan asli Indonesia. Ceri kersen berasal dari wilayah-wilayah tropis di Amerika Tengah hingga Selatan, seperti Meksiko, Karibia, hingga Peru dan Bolivia. Tanaman ini pertama kali masuk ke wilayah Asia Tenggara melalui Filipina pada abad ke-19. Setelah itu, ceri kersen menyebar ke seluruh Asia Tenggara dengan cepat. Tanaman bernama latin Muntingia calabora ini memiliki banyak sebutan dalam berbagai bahasa.

Seperti datiles atau aratiles atau manzanitas dalam bahasa Filipina, mȃt sȃm atau cay tung ca dalam bahasa Vietnam, khoom sȏm atau takhȏb dalam bahasa Laos, takhob farang dalam bahasa Thailand, krȃkhȏb barang atau kakkop dalam bahasa Kamboja, buah cheri atau kerukup siam dalam bahasa Malaysia. Di India, tanaman ini disebut chinese cherry atau japanese cherry. Dalam bahasa Inggris disebut sebagai jamaica cherry, panama berry, dan singapore cherry.

Orang Belanda menyebutnya japanese kers, diyakini menjadi asal mula penyebutan nama kersen di Indonesia. Dalam bahasa Spanyol disebut capulin blanco, cacanigua, nigua, atau niquito. Di negara-negara asalnya pun memiliki nama yang berbeda-beda, seperti capolin, palman, atau puan (Meksiko); capulin blanco (Guatemala dan Kostarika), dan capulin de comer (El Salvador). Di Indonesia, namanya yang paling umum adalah ceri (Jakarta) atau kersen. Di Jawa ada yang menyebutnya talok dan di Madura disebut baleci.


Karakteristik dan morfologi

Ceri kersen adalah tanaman tropis hijau abadi yang mampu berbunga dan berbuah terus sepanjang tahun tanpa musim. Berbentuk perdu, tetapi juga dapat tumbuh tinggi seperti pohon. Tingginya pada umumnya hanya mencapai 3 – 6 m, tetapi jika dibiarkan dapat tumbuh sangat tinggi hingga 12 m. Pada dasarnya merupakan tanaman liar sehingga dapat tumbuh di mana saja, baik di pinggir jalan, lapangan, persawahan, kebun, hingga di selokan dan sela-sela fondasi rumah.

Kemudahannya tumbuh di mana pun menjadikan ceri kersen salah satu tanaman pionir. Tajuk tanaman ini sangat rindang, cenderung tumbuh melebar, sangat cocok dimanfaatkan sebagai tanaman penghijauan dan pohon pelindung. Akarnya cukup kuat sebagai penahan erosi. Batangnya kuat, cabangnya banyak. Tumbuh sangat cepat, dalam 1 – 2 tahun saja dapat mencapai ketinggian 4 m. Bersifat genjah atau mudah berbuah. Tanaman ini tidak memerlukan perawatan khusus dan tidak memerlukan banyak air.

Akar rambutnya mampu mengikat air sebagai cadangan di musim kemarau. Kecenderungan tumbuh melebar karena percabangan ceri kersen tumbuh mendatar, menggantung di ujung, membentuk naungan yang rindang dan rapat. Rantingnya berambut halus campur rambut kelenjar. Ranting-rantingnya yang menggantung ini sangat mudah dijangkau tangan orang dewasa. Kulit kayunya mudah dikelupas. Kayunya termasuk golongan kayu lunak dan mudah kering.

Daun berambut halus, letaknya mendatar, tumbuh berselang-seling. Helaian daun bentuknya tidak simetris, bundar telur lanset dengan tepi bergerigi, ujungnya runcing. Sisi bawah permukaan daun berambut kelabu rapat. Lebar daun antra 1 – 4 cm, panjangnya 4 – 14 cm, tangkainya pendek. Memiliki daun penumpu yang sebelah bagiannya meruncing dan membentuk benang dengan diameter 0,5 cm, sementara sebelah bagiannya lagi rudimenter.

Dedaunan ini setelah mengering kemudian rontok. Bunganya kecil-kecil berwarna putih, ketika muncul bersamaan memberi kesan bunga yang lebat. Tumbuh dalam berkas yang terdiri atas 1 – 3 kuntum, kadang sampai 5 kuntum. Terletak di ketiak agak sebelah atas dari tempat tumbuhnya daun. Tangkai bunga panjang. Bunga berkelamin dua dan berbilangan 5. Kelopaknya terbagi dalam tajuk meruncing berbentuk benang dan berambut halus.

Mahkotanya bertepi rata, bentuknya bundar telur terbalik, helaiannya tipis berwarna putih dan gundul. Diameter mahkota 1 cm. Benang sarinya banyak, antara 10 hingga lebih dari 100 helai. Setelah mekar, bunga menonjol ke luar, di atas helai-helai daun. Setelah menjadi buah, menggantung ke bawah, tersembunyi helaian daun. Hanya 1 – 2 bunga yang menjadi buah dari tiap berkas. Buah ceri kersen bertipe buni, bentuknya bulat hampir sempurna dengan diameter 1 – 1,5 cm.

Mahkota sisa tangkai putik yang tidak rontok membentuk bintang hitam bersudut 5 di pangkal buah. Rasanya manis dengan aroma khas, kandungan airnya banyak. Warna kulit buah hijau ketika masih muda, lalu secara bertahap berubah menjadi merah cerah ketika matang. Sudah dapat dimakan meskipun warnanya masih merah muda atau sedikit jingga, tetapi masih sedikit sepat. Setelah benar-benar merah sempurna rasanya sangat manis.

Buah ini memiliki biji kecil halus seperti pasir yang jumlahnya sangat banyak hingga ribuan. Biji-biji ini dapat dimakan. Warnanya putih kekuningan, terbenam dalam daging dan sari buah. Buah ceri kersen tidak hanya disukai manusia, terutama anak-anak. Bagi burung, terutama dari kelompok merbah dan burung cabe, dan kelelawar atau codot, buah ini merupakan makanan favorit. Bagi tanaman ini, burung dan kelelawar dapat merugikan atau menguntungkan.

Merugikan karena dapat menghabiskan buahnya dalam waktu singkat, tetapi juga menguntungkan karena kedua jenis hewan ini dapat menyebarkan biji ceri kersen hingga jauh. Burung dan kelelawar tidak dapat mencerna biji ceri kersen sehingga biji ikut tersebar bersama kotoran di lain tempat.


Syarat tumbuh

Ceri kersen mudah menyesuaikan diri dengan berbagai kondisi tanah. Merupakan tanaman dataran rendah beriklim panas yang masih mampu tumbuh dengan baik hingga ketinggian 1000 mdpl. Suhu ideal rata-rata 30 – 35oC. Tanaman ini memerlukan sinar matahari langsung sepanjang hari. Kebutuhan air tidak terlalu banyak. Rentan terhadap angin kencang yang tidak hanya merontokkan daun, bunga, dan buah, tetapi juga mematahkan ranting-ranting dan dahan.

Pembibitan

Cara pembibitan ceri kersen sangat mudah. Tidak banyak perbedaan antara pembibitan secara generatif (biji) maupun vegetatif (cangkok dan stek). Pembibitan secara generatif tingkat keberhasilannya sangat tinggi dan tidak terjadi perbedaan sifat antara tanaman induk dengan tanaman baru. Hanya saja, waktu tumbuhnya lebih lama karena memerlukan waktu untuk perkecambahan.

Sementara pembibitan dengan cara cangkok atau stek menghasilkan tanaman yang lebih cepat tumbuh dan berbuah, tetapi tingkat keberhasilannya lebih rendah dan perakaran tidak sekuat tanaman ceri kersen hasil pembibitan generatif. Pembibitan untuk pembudidayaan sebaiknya dilakukan di dalam polybag agar lebih mudah dipindahkan ke lahan permanen atau pot. Jika dibibitkan langsung di tanah, risiko matinya bibit ceri kersen setelah dipindahkan lebih besar.

Tanaman ini memang mudah tumbuh di mana-mana, tetapi sulit dipindahkan karena perakarannya yang rentan. Teknik pembibitan generatif ceri kersen dapat meniru teknik pembibitan generatif kayu putih karena sifat bijinya yang hampir sama. Keluarkan biji dari buah ceri kersen yang sudah benar-benar matang, buang kulitnya dan cuci agar terbebas dari cairan daging buah. Saring dengan kain kasa, lalu jemur di bawah sinar matahari.

Siapkan wadah persemaian berupa bak plastik berukuran 25 x 35 x 10 cm yang sudah memiliki lubang drainase di bagian bawahnya. Jika lubang belum tersedia dapat dibuat sendiri dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Selanjutnya, siapkan media semai berupa campuran pasir kasar, topsoil, dan pupuk kandang/kompos yang sudah dimasak dan diayak halus dengan perbandingan 1 : 1 : 1 secara merata (homogen).

Campur biji dengan pasir halus yang sudah disterilkan terlebih dahulu dengan cara digoreng tanpa minyak atau disemprot fungisida agar tidak menggumpal atau bergerombol. Tabur merata di atas bak tabur, tutup dengan sedikit lapisan pasir halus. Tutup dengan sungkup plastik transparan untuk menjaga kelembapan. Sirami dengan sprayer halus setiap pagi dan sore hari agar media selalu lembap. Tutup kembali sungkup setelah penyiraman.


Setelah biji berkecambah, siapkan media semai yang terdiri atas tanah, pasir, dan kompos dengan perbandingan 7 : 2 : 1. Masukkan ke dalam polybag yang tidak terlalu besar, misalnya berukuran 9 x 12 cm. Ambil kecambah dengan hati-hati dan segera tanam ke dalam polybag, satu polybag untuk satu benih. Susun polybag di atas bedengan berukuran 5 x 1 m atau sesuai ketersediaan lahan. Tujuan peletakan polybag di atas bedengan agar tidak tergenang air.

Selama dalam persemaian, tanaman dirawat dengan penyiraman yang teratur, menggunakan sprayer selama bibit masih sangat muda dan mudah roboh, dilanjutkan dengan penggunaan gembor setelah bibit memiliki batang dan perakaran yang lebih kuat. Lindungi persemaian dari angin kencang dan terik matahari menggunakan naungan yang tidak terlalu rapat. Bibit yang sudah tampak kokoh dan memiliki beberapa helai daun dewasa dapat dipindahkan ke pot, pekarangan, atau kebun.

Pembibitan dengan cara stek atau cangkok memerlukan bahan berupa dahan atau cabang yang sudah cukup umur dengan diameter antara 1,5 – 2 cm. Cabang ini diambil dari pohon ceri kersen yang sudah cukup umur dan sudah berbuah. Pada teknik stek, cabang dipotong sepanjang ±30 cm dari ujung. Buang dedaunan yang berada di dekat pangkal batang stek, lalu rendam batang stek dalam air selama satu malam.

Untuk memastikan keberhasilan pembibitan, semaikan batang stek dalam polybag sebelum ditanam di kebun atau pekarangan atau dalam pot. Oleskan hormon pertumbuhan akar pada pangkal batang stek dan diamkan selama beberapa menit sambil menyiapkan media semai dalam polybag. Isi polybag dengan campuran tanah, pasir, dan kompos atau pupuk kandang matang. Benamkan batang stek ke dalam media semai hingga sepertiga bagian batang berada di bawah permukaan tanah.

Letakkan polybag semai di atas bedengan untuk menghindari genangan air. Sirami secara rutin diikuti perawatan dasar lainnya. Pembibitan dinyatakan berhasil apabila batang stek sudah menunjukkan adanya pertumbuhan tunas baru. Pada teknik cangkok, cabang yang sudah dipilih dikerat kulitnya sepanjang 7 – 10 cm hingga kambiumnya tampak, sekitar 20 cm dari batang pokok. Oleskan hormon pertumbuhan akar pada kambium yang sudah dibersihkan, lalu tutup dengan sabut kelapa.

Bungkus dengan plastik transparan, lalu ikat ujung-ujungnya dengan tali plastik. Jika sudah tampak adanya akar yang tumbuh di sela-sela sabut kelapa, potong dahan di bawah cangkokan. Semaikan dalam polybag dan pelihara hingga muncul tunas baru, barulah bibit dapat dipindahkan ke lahan permanen. Jika Anda seorang pemula dalam hal pembudidayaan atau menginginkan kepraktisan untuk menghemat waktu, Anda dapat memilih alternatif penyediaan bibit ceri kersen dengan cara membeli bibit siap tanam.

Apabila langkah ini yang Anda pilih, pastikan membeli bibit yang bebas hama dan penyakit, daunnya segar atau tidak layu, batangnya tumbuh lurus, dan memiliki banyak cabang.

Persiapan lahan/pot dan penanaman

Oleh karena sifat tajuk tanaman ini yang cenderung tumbuh melebar sehingga jarak tanam ideal antarpohon cukup lebar, maka lahan yang diperlukan sebaiknya tidak terlalu sempit. Meskipun demikian, bukan berarti ceri kersen tidak dapat ditanam di pekarangan yang mungil. Gunakan pot sebagai tempat penanaman dan rajinlah melakukan pemangkasan agar tajuk tanaman tetap ideal sesuai dengan luasan lahan. Pastikan tempat penanaman mendapat sinar matahari yang cukup dan tidak terlindungi dari penyinaran langsung.

Bebaskan lahan dari gulma dan olah tanah dengan cara dicangkul atau dibajak. Perkirakan jarak tanam antarbibit minimal 3 x 3 m atau 3 x 4 m. Perhitungkan jarak tanam ini dengan letak tanaman pelindung. Fungsi tanaman pelindung adalah untuk menghindari terpaan angin kencang. Tanaman pelindung hendaknya ditanam lebih dahulu dengan jarak yang cukup agar kelak tidak menghalangi sinar matahari langsung. Pada titik-titik yang sudah ditentukan, buat lubang tanam berukuran 50 x 50 x 50 cm.

Campur tanah bekas galian dengan pupuk organik (misalnya, pupuk kandang) matang dan sekam. Diamkan lubang tanam selama 2 – 3 hari agar racun dalam tanah hilang. Selanjutnya, tanam bibit yang sudah dilepaskan dari polybag ke dalam lubang tanam yang sebelumnya sudah diisi media tanam hingga setengah bagian. Cara melepaskan polybag dengan aman diawali penyiraman media semai pada bibit yang akan ditanam. Media semai yang basah akan lebih padat dan tidak mudah pecah ketika polybag dibuka.

Sobek polybag dengan pisau tajam, hati-hati agar tidak memutuskan perakaran. Masukkan bibit berikut media semainya ke dalam lubang tanam, lalu timbun dengan sisa tanah galian yang sudah dicampuri pupuk dan sekam hingga seluruh permukaan tanah di sekitar batang pokok rata. Padatkan sedikit dan siram air hingga tampak basah, pasang ajir kayu melingkari bibit untuk membantu menopang bibit sampai benar-benar kuat. Langkah penanaman dalam pot kurang lebih sama.

Isi pot berdiameter minimal 60 cm dengan tanah gembur, subur, dan mengandung banyak unsur hara. Lebih baik lagi bila dicampur pupuk kandang dan sekam. Pastikan pot memiliki lubang drainase yang cukup baik di bagian dasarnya. Setelah pot diisi setengah bagiannya dengan media tanam, letakkan bibit yang sudah dilepaskan dari polybag dalam posisi tegak lurus tepat di tengah pot.

Timbun kembali hingga jarak antara permukaan media tanam dengan bibir pot sekitar 2 cm. Padatkan tanah dan pasang ajir untuk menopang bibit, lalu sirami secara merata hingga air mengalir keluar dari lubang drainase.


Perawatan

Ceri kersen tidak terlalu rewel dalam hal perawatan. Tanaman ini hanya memerlukan penyiraman satu kali sehari bila tidak ada hujan. Pemupukan menggunakan kombinasi NPK dan pupuk kandang yang diberikan berselang-seling tiap satu bulan sekali. Jika diperlukan, tambahkan hormon perangsang buah, batang, dan daun satu bulan sekali agar cepat berbuah. Pemangkasan rutin diperlukan untuk menjaga tajuk tidak terlalu rapat dan bersilangan yang berakibat lingkungan sekitar tanaman terlalu lembap dan rawan ditumbuhi jamur.

Pemangkasan rutin juga bertujuan menjaga tinggi tanaman tetap dapat dijangkau dengan mudah ketika panen. Terutama pada ceri kersen tabulampot, pemangkasan mencegah tanaman tumbuh terlalu besar sehingga tidak cukup ruang yang tersedia di pekarangan. Pemangkasan juga dapat meningkatkan produksi buah dengan merangsang lebih banyak bunga. Dengan pemangkasan, sinar matahari lebih leluasa menjangkau seluruh bagian tanaman yang sangat berpengaruh pada proses fotosintesis tanaman.

Penyiangan dan penggemburan selain berfungsi menjaga asupan nutrisi bagi tanaman, juga bermanfaat mencegah serangan hama dan penyakit dalam bentuk serangga dan jamur. Penggemburan dapat mencegah serangan rayap karena pembalikan tanah mengurangi kesempatan rayap membangun sarang di dalam tanah. Perhatikan pula drainase di seputar kebun atau pekarangan. Burung dan kelelawar dapat menguntungkan dan juga merugikan bagi ceri kersen.

Menguntungkan karena hewan-hewan ini tidak dapat mencerna biji ceri kersen, salah satu buah favorit kedua jenis hewan ini. Biji yang tidak tercerna turut tersebar bersama kotoran burung dan kelelawar ke berbagai tempat. Cara makan yang berantakan juga membantu penyebaran benih ceri kersen. Sisi merugikannya terutama akan dirasakan pada penanaman model kebun pembudidayaan komersial. Kegemaran kedua jenis hewan ini akan ceri kersen dapat mengurangi hasil panen secara signifikan.

Untuk mencegah serangan burung dan kelelawar, cara yang paling efektif adalah menutup kanopi atau tajuk tanaman dengan jaring. Membungkus buah satu per satu untuk melindunginya dari hama sangat sulit dilakukan karena jumlah buah yang sangat banyak, ukurannya sangat kecil, dan kemunculan buah tersebar di berbagai sisi ranting. Penutupan kanopi dengan jaring juga dapat mempermudah panen, baik buah maupun daun dan bunga ceri kersen.

Buah, daun, dan bunga ceri kersen sangat mudah rontok dan setelah jatuh ke tanah, tentu kualitas produk terutama untuk tujuan kesehatan sudah berkurang akibat kontaminasi tanah dan terbenturnya buah. Cara lain untuk mengusir burung jauh-jauh dari tanaman ceri kersen Anda adalah dengan memasang pita-pita logam yang dapat bergerak seiring tiupan angin.

Tidak hanya kilauan pantulan cahaya matahari, suara yang ditimbulkan dari benturan pita-pita logam tersebut juga akan menjaga burung tetap menjauh dari tanaman ceri kersen. Akan tetapi, cara ini kurang efektif untuk mencegah datangnya kelelawar karena hewan ini makan di malam hari ketika matahari sudah tidak bersinar.


Panen

Ceri kersen berbuah dalam 2 – 3 tahun setelah penanaman. Jika bibit diperbanyak dengan cara stek dan cangkok dapat lebih cepat lagi berbuah, hanya sekitar 1 – 2 tahun. Buah ceri kersen secara komersial memang kurang dikenal. Tanaman ini lebih identik sebagai tanaman herbal. Bukan hanya buahnya, daun ceri kersen banyak diolah sebagai bahan pengobatan alternatif tradisional. Daun ceri kersen yang sudah dikeringkan juga dapat ditemukan di toko-toko obat tradisional.

Bunga dan kulit kayunya juga memiliki manfaat untuk kesehatan, tetapi pemanfaatannya tidak sepopuler buah dan daunnya. Untuk kebutuhan tersebut, maka yang menjadi hasil panen dari tanaman ceri kersen, terutama, adalah buah dan daunnya. Buah yang dapat dipanen adalah buah yang sudah benar-benar matang dengan ciri kulit berwarna merah cerah dan terasa lunak lembut ketika ditekan.

Buah yang belum matang benar, masih berwarna merah muda atau jingga, rasanya masih sedikit sepat dan bergetah, kurang enak dan kurang baik dimakan. Adapun daun yang dapat digunakan adalah daun yang sudah tua, tetapi belum layu atau kering menguning (masih segar).


Kandungan nutrisi

Telah disebutkan sebelumnya bahwa baik buah maupun daun ceri kersen memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Manfaat tersebut diperoleh dari kandungan nutrisinya yang lengkap. Berikut kandungan nutrisi yang terdapat dalam 100 gr daun ceri kersen.
Energi 380 kj
Karbohidrat 17,9 gr
Air 77,8 gr
Abu 1,14 gr
Protein 0,324 gr
Lemak 1,56 gr
Serat 4,6 gr
Kalsium 124,6 mg
Fosfor 84,0 mg
Zat besi 1,18 mg K
aroten 0,019 mg
Vitamin B1 (tiamin) 0,065 mg
Riboflavin 0,037 mg
Niasin 0,554 mg
Vitamin C (ascorbic acid/antioksidan) 80,5 mg

Kandungan nutrisi yang serupa terdapat dalam buah ceri kersen. Perbedaan terletak pada kandungan vitamin C yang lebih tinggi. Dalam 100 gr buah ceri kersen terkandung 150 mg vitamin C. Adapun kelebihan lain dari daun ceri kersen adalah kadar purinnya rendah. Kandungan air yang tinggi dapat melarutkan purin yang mengendap di ginjal dan persendian.

Kandungan lemak yang terdapat dalam buah dan daun ceri kersen adalah lemak tak jenuh ganda. Selain unsur-unsur kimia di atas, daun dan buah ceri kersen juga mengandung flavonoid yang terdiri atas biflavon, flavan, flavanone, dan folavone. Kandungan lain, yaitu saponin, tanin, steroid, alkaloid, dan betakaroten.


Manfaat bagi kesehatan

Berkat kandungan-kandungan nutrisi yang dimiliki, baik buah dan ceri kersen memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Manfaat umum, antara lain, sebagai antioksidan, antibakteri, antiinflamasi, dan antiseptik. Kandungan antioksidan yang tinggi jelas memberi manfaat pada peningkatan sistem imun atau daya tahan tubuh, mencegah kanker, mengurangi risiko penyakit jantung, dan menetralkan toksin atau racun. Manfaat yang paling populer dari buah ceri kersen adalah sebagai obat asam urat dan kaku sendi.

Kandungan vitamin C yang tinggi mencegah dan meredakan gejala flu dan pilek. Selain itu, berkhasiat pula untuk melancarkan saluran pencernaan, menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan kadar kolesterol dalam darah, mengatasi infeksi, meningkatkan daya tahan tubuh, meredakan sakit kepala, mencegah dan menyembuhkan batuk, antispasmodik (kejang saluran cerna akibat diare atau gastritis), antiinflamasi, antitumor, membunuh mikroba, mengendalikan kelembapan alami kulit, mengatasi radang dan mengatasi masalah pernapasan, dan antidiarrheic.

Manfaat utama dari daun ceri kersen adalah sebagai pengobatan alternatif bagi penderita diabetes karena kemampuannya menurunkan kadar gula dalam darah. Manfaat kandungan-kandungan nutrisi dalam daun ceri kersen dapat dijelaskan sebagai berikut.

  • Mengontrol kadar kolesterol jahat, menurunkan sintesis kolesterol, membantu menurunkan timbunan lemak dalam pembuluh darah berkat kandungan saponin dan flavonoid, menghindarkan dari penyakit-penyakit kardiovaskular.
  • Antidiabetes berkat kandungan flavonoid dan saponin, membantu sekresi hormon insulin dalam tubuh, mengontrol kadar gula darah bagi penderita diabetes dan mencegah bagi mereka yang memiliki potensi diabetes.
  • Antikanker dan tumor berkat senyawa tanin, saponin, dan flavonoid sitotoksik yang merupakan senyawa antioksidan penangkal radikal bebas.
  • Antibakteri dari senyawa flavonoid (flavonol, flavon, dan auron), juga tanin dan saponin dalam ekstrak daun yang bereaksi terhadap bakteri E. coli penyebab diare, P. aeroginosa penyebab otitis internal, S. aureus penyebab infeksi saluran pernapasan dan kulit, serta B. subtili penyebab keracunan. Juga bereaksi terhadap P. vulgaris, C. diphtheriae, S. epidermis, dan K. rhizophil. Selain bersifat antibakteri, ekstrak daun ceri kersen juga bersifat antivirus dan antiseptik.
  • Antiperadangan atau antiinflamasi mampu mengatasi radang tenggorokan dan kulit, mengurangi rasa nyeri sendi akibat asam urat, menyembuhkan infeksi, menghentikan peradangan, dan menurunkan demam.
  • Mencegah darah tinggi yang dapat memicu penyakit jantung dan stroke, serta mengontrol tekanan darah. - Antioksidan dan vitamin meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Mengeringkan borok berbau dan busuk akibat infeksi menahun dan eksim.
  • Memperkuat fungsi otot jantung dan melancarkan peredaran darah pada pembuluh yang menuju jantung.
  • Cepat memudarkan bekas luka dan meredakan kulit yang membengkak.
  • Mencegah dan mengatasi asam urat.
  • Mengatasi sakit kepala, masalah prostat, dan tukak gastrik.


Efek samping

Sekalipun memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, tetapi pemanfaatan buah dan daun ceri kersen sebaiknya tidak berlebihan dan tidak untuk digunakan dalam jangka panjang. Gunakan hanya buah yang benar-benar matang karena getah pada buah ceri kersen yang masih muda dapat memicu batuk. Penggunaan yang terlalu banyak juga sebaiknya dihindari, terutama pada mereka yang memiliki lambung lemah atau asam lambung tinggi.

Efek samping pada pemanfaatan daun ceri kersen lebih kompleks. Reaksi paling umum adalah alergi berupa gatal-gatal dan ruam kemerahan pada kulit. Pemberian ekstrak daun ceri kersen ataupun air rebusannya kepada anak-anak juga harus dihindari karena dapat menimbulkan sakit perut, gangguan lambung, peningkatan asam lambung, dan diare.

Bagi penderita maag atau yang memiliki lambung sensitif juga sebaiknya sangat berhati-hati karena dapat menyebabkan mual dan muntah akibat meningkatnya asam lambung secara tiba-tiba. Penggunaan daun ceri kersen secara berlebihan atau tidak sesuai aturan dan rekomendasi ahli gizi dapat menimbulkan gangguan ginjal. Zat kersen mampu melukai ginjal sehingga kesulitan menyaring cairan tubuh dan racun akibat luka dan radang di sekitar ginjal.

Sebaiknya hindari pula penggunaannya pada penderita gangguan hati atau lever atau sedang menjalani terapi penyembuhan penyakit gangguan hati karena dapat memperburuk kondisi dan memperlambat proses penyembuhan. Bagi ibu yang hamil muda antara 18 minggu hingga 3 bulan pertama kehamilan, dilarang keras minum rebusan daun ceri kersen sebab dapat mengganggu perkembangan janin dan menyebabkan keracunan.

Zat antiseptik dan antiinflamasi yang kuat dapat mencederai organ bayi yang sedang terbentuk. Untuk menghindari efek samping, sebaiknya jangan minum jus atau air rebusan daun ceri kersen lebih dari 5 cangkir ukutan sedang setiap hari, cuci daun berulang kali hingga benar-benar bersih dan higienis, jangan tambahkan bahan-bahan lain (gula, madu, dan lain-lain), dan tidak dianjurkan untuk mengonsumsi daun ceri kersen dalam jangka panjang.


Pengolahan

Buah ceri kersen dapat dikonsumsi langsung sebagai buah segar atau dibuat sirup. Dapat pula dijadikan selai dan manisan. Sirup ceri kersen selain dapat dimanfaatkan sebagai minuman segar, juga dapat dijadikan topping kue atau dessert lainnya. Cara mengolah buah ceri kersen menjadi sirup sebagai berikut. Bahan-bahan yang diperlukan adalah buah ceri kersen matang, kayu manis, gula pasir, garam, dan vanilla. Untuk alat, diperlukan botol sebagai kemasan, saringan, panci, penumbuk, dan ember.

Cuci buah kersen matang dengan air bersih yang mengalir. Pisahkan kulit dan daging buah dengan cara ditumbuk, lalu direbus. Tambahkan gula pasir, garam, kayu manis, dan vanilla. Perbandingan gula pasir dan buah adalah 2 : 1. Setelah rebusan mendidih, saring agar air dan ampas buah terpisah. Setelah dingin, tuang air rebusan ke dalam botol dan tutup rapat. Adapun pengolahan daun ceri kersen adalah dengan cara direbus, diseduh, dijus, atau dijadikan obat luar.

Gunakan daun ceri kersen yang sudah tua karena daun yang sudah tua bekerja relatif lebih cepat. Perebusan, penyeduhan, dan pembuatan jus daun ceri kersen sebaiknya tanpa menggunakan bahan tambahan, seperti gula, madu, atau lainnya agar dapat bekerja maksimal dan menghindari efek samping. Berikut langkah-langkah pengolahan daun ceri kersen.

  1. Perebusan daun ceri kersen memerlukan bahan berupa segenggam daun ceri kersen (±10 lembar daun) dan dua gelas air. Rebus hingga mendidih dan air tersisa hanya setengahnya. Minum 2 – 3 gelas tiap hari selama 2 – 4 hari.
  2. Penyeduhan memerlukan bahan berupa daun ceri kersen yang sudah dikeringkan atau dibuat serbuk, dapat diperoleh di toko-toko herbal atau dikeringkan sendiri di bawah sinar matahari langsung dan ditumbuk hingga halus. Seduh dengan air mendidih seperti teh dan minum 2 – 3 gelas sehari selama 2 – 4 hari.
  3. Daun ceri kersen yang dijus memiliki efek pengobatan paling tinggi karena kandungan senyawa penting yang terdapat di dalamnya lebih tinggi daripada daun yang sudah direbus atau dikeringkan. Takaran bahan dapat menggunakan takaran yang sama dengan cara perebusan, tetapi tanpa proses pemasakan. Hanya diblender dan langsung diminum 2 – 3 gelas sehari selama 2 – 4 hari.
  4. Penggunaan sebagai obat luar bermanfaat untuk mengobati peradangan pada kulit, mengobati luka baru, borok menahun, eksim, perdarahan luar, dan menghilangkan bekas luka. Caranya, remas-remas atau tumbuk atau blender daun ceri kersen yang sudah tua. Setelah halus, segera tempelkan pada bagian yang radang atau sakit 3 kali sehari.

Resep pengolahan daun ceri kersen khusus untuk pengobatan diabetes melitus sebagai berikut. Ambil 10 lembar daun ceri kersen segar, rebus dalam 200 ml air selama 15 menit hingga berwarna kuning. Jika menggunakan daun ceri kersen kering, langsung seduh dengan air mendidih hingga airnya berwarna kemerahan seperti teh. Minum satu kali sehari secara rutin untuk menurunkan kadar gula dalam darah. Ramuan ini juga dapat digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah, minum 3 kali sehari.


Kegunaan lain

Bagian-bagian tanaman yang lain dari ceri kersen juga memiliki manfaat tersendiri. Bunga ceri kersen memiliki sifat antiseptik yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi pembengkakan dan sifat antispasmodik yang bermanfaat untuk mengatasi kram perut. Cara pemanfaatan bunga untuk mengatasi kram perut adalah dengan merebus bunga dan meminum air rebusannya. Adapun untuk mengurangi pembengkakan, bunga dapat dioleskan langsung pada tempat yang sakit setelah diremas-remas atau dihaluskan.

Akar ceri kersen juga memiliki manfaat dalam pengobatan. Di dalam akar ceri kersen terkandung zat flavonoid sitotoksik yang merupakan antikanker dan tumor. Kulit kayu dari batang ceri kersen sangat mudah dikelupas, dapat dimanfaatkan untuk membuat tali, dan memiliki sifat antiseptik sehingga dapat digunakan sebagai pengganti kain pembalut. Batang pohon ceri kersen bersifat mudah kering, cocok sekali digunakan sebagai kayu bakar.

Meskipun diameternya tergolong kecil dan termasuk dalam kategori kayu lunak, adapula yang memanfaatkan kayu batang ceri kersen sebagai bahan konstruksi. Selain bermanfaat bagi kesehatan manusia, buah dan daun ceri kersen ternyata memiliki manfaat pula bagi hewan peliharaan. Buah ceri kersen sangat baik dikonsumsi burung pekicau, seperti trucukan, cucakijo, kemade, kolibri, walik, merbah, cabe, dan pleci. Ada dua cara pemberian buah ceri kersen sebagai nutrisi tambahan bagi burung pekicau.

Pertama, dengan memotong buah ceri kersen menjadi dua bagian setelah dicuci bersih. Dibutuhkan 3 – 4 buah ceri kersen matang untuk sekali pemberian. Masukkan buah ceri kersen yang sudah dipotong-potong ke dalam wadah pakan burung. Cara kedua adalah dengan menggantungkan buah ceri kersen matang sebanyak 3 – 4 buah pada kisi-kisi sangkar 2 kali seminggu. Sifat antibakteri dan antiparasit dari daun ceri kersen bermanfaat tidak hanya pada burung, tetapi juga hewan peliharaan lainnya, seperti kucing dan anjing.

Sifat antiparasit ini dapat membantu mengusir kutu yang sering mengganggu hewan-hewan berbulu. Rebus daun ceri kersen secukupnya hingga mendidih. Tunggu air rebusan dingin, lalu gunakan untuk memandikan hewan kesayangan Anda.

Demikian berbagai manfaat yang dapat Anda peroleh dari pembudidayaan atau penanaman dan pemeliharaan ceri kersen. Semoga bermanfaat bagi Anda yang berminat untuk menanam atau membudidayakan tanaman ini. Selamat mencoba. Jika memerlukan bibit ceri kersen yang siap tanam, Anda dapat mengunjungi kami di situs www.samudrabibit.net atau langsung datangi kebun pembibitan kami di Dusun Kandangsari Kwarasan RT 04 RW 07 Gaum, Tasikmadu, Karanganyar – Solo, Jawa Tengah 57761.

Kami melayani pembelian langsung ataupun online, baik satuan maupun secara grosir. Tidak hanya menyediakan bibit tanaman buah yang berkualitas, kami juga menyediakan sarana berkebun lainnya, mulai dari peralatan hingga pupuk organik khusus tanaman buah, suplemen antistress pada tanaman, hormon pertumbuhan, dan zat pengatur tumbuh. Semuanya dalam kualitas terbaik yang diformulasi khusus sesuai kebutuhan tanaman.
Blog Post Lainnya
Mau tanya - tanya dulu?
0823-2246-8111
@2014 - 2020 Samudrabibit Inc.