31 Agustus 2020 2:54 pm

Budidaya Apel

Budidaya Apel
  • Sejarah Buah Apel

Buah apel ini pertama kali ditanam di daerah Asia Tengah, tetapi sqqaat ini sudah tersebar di beberapa daerah yang suhu udaranya lebih dingin. Buah yang memiliki nama latin Malus Domestica ini memiliki kulit yang agak lembek dan buah yang agak keras, serta terdapat beberapa biji didalamnya.

Awalnya buah apel dibawa masuk ke Amerika Utara bersama kolonis pada abad ke – 17. Dan di abad ke – 20, proyek irigasi di negeri Washington dilancarkan untuk memacu pembangunan industri buah bernilai ribuan jutaan dollar, yang dipelopori spesies apel. 


  • Budidaya Buah Apel ­
Di Indonesia tanaman buah apel pertama kali ditanam di daerah Malang, Jawa Timur. Adapun ketinggian tanah di daerah Malang berkisar antara 700 – 1200 mdpl dengan suhu udara 16 – 27 derajat Celcius.

Jadi, tanaman buah apel sebaiknya ditanam pada tempat bersuhu dingin dengan curah hujan tahunan berkisar antara 1000 – 2500 mm dan penyinaran sebanyak 50 – 60% per hari, serta kelembaban udara 75 – 85 %. Sebaiknya tanamana buah apel ditanam pada tanah yang bertekstur sedang, gembur, dengan kedalaman tanah kurang lebih 50cm, serta memiliki sistem drainase yang baik.

1. Pemilihan benih,

di Indonesia terdapat beberapa varietas apel yang dibudidayakan. Yakni varietas rome beauty, manalagi, dan ana. Adapun varietas rome beauty memiliki ciri kulit buahnya berwarna merah sedikit kehijauan, buahnya agak bulat, daging buah agak keras, beraroma kuat, dan memiliki rasa yang sedikit masam. Varietas manalagi memiliki ciri buah berwarna kuning kehijauan, agak bulat rasanya manis, wangi, dan memiliki sedikit kandungan air.

Dan varietas ana memiliki ciri buah berbentuk lebih lonjong, kulitnya berwarna merah dan tipis, daging buahnya lunak dan rasanya asam. Ciri benih buah apel yang baik yakni proses pembibitannya dengan cara okulasi, batang lurus, akarnya serabut lebat, daunnya subur sehat.


2. Persiapan lubang tanam,

sebelum membuat lubang tanam buah apel bersihkan dahulu lahan yang akan di tanami. Kemudian buat lubang tanam dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm dengan jarak 2 – 3,5 m dari satu pohon ke pohon lainnya. Campur pupuk kandang dan fosfat alam sesuai aturan supaya tanah menjadi subur. Pada musim hujan merupakan waktu tanam yang ideal karena ketersediaan air dan suhu udara mendukung untuk adaptasi benih dilapangan.

Pada waktu penanaman benih dimasukan kedalam lubang tanam dengan diatur akarnya agar menyebar kesegala arah. Kemudian timbuh benih dengan tanah hingga leher akar kemudian padatkan agar benih kuat dan tidak mudah roboh.

3. Pelengkungan cabang,

Untuk mendorong munculnya tunas generatif pada cabang lateral perlu dilakukan pelengkungan cabang. Pelengkungan cabang dapat dilakukan setelah tanaman beradaptasi dengan lingkungan area tanamnya. Adapun cara pelengkungan cabang yakni ambil 3 sampai 4 cabang yang sudah memiliki diameter sekitar 1 – 2 cm, lalu lengkungkan sampai hingga mendatar dan diikat dengan bambu atau kayu yang ditancapkan kedalam tanah. Setelah itu, rontokkan daun dan potong ujung cabangnya.

4. Pemupukan,

tanaman buah apel membutuhkan unsur hara makro dan mikro yang bisa didapatkan pada pupuk kimia dan pupuk organik. Untuk menjaga kegemburan tanah dan untuk memenuhi unsur hara makro dan mikro, dianjurkan untuk dilakukan penambahan 20 – 40 kg/pohon bahan organik dan jika ph tanah kurang dari 5,5 pada setiap musim kemarau perlu dilakukan pengapuran. Berikut tabel rekomendasi dosis pupuk untuk tanaman buah apel :


5. Perontokan daun,

hal ini biasanya dilakukan pada 2 minggu setelah panen, perontokan daun ini dapat dilakukan secara manual dengan menggunakan tangan dan bisa juga dengan cara menyemprotkan menggunakan zat pengatur tumbuh berbahan aktif hidrogen sianamida dengan 10 % urea pada daun tua. Perontokkan daun ini biasanya dilakukan pada bulan April hingga Oktober, pada bulan tersebut lebih baik karena bunga terhindar dari air hujan.

6. Penjarangan buah,

hal ini dilakukan agar dapat meningkatkan mutu panen dan menjaga stabilitas produksi. Adapun cara penjarangan buah yakni dengan menyisakan 2 – 3 buah pertundun, kegiatan ini sebaiknya dilakukan saat buah berusia 8 – 9 minggu dari bunga mekar.

7. Pembungkusan buah,

kegiatan ini dilakukan setelah penjarangan buah atau 3 bulang setelah perontokan daun. Khusus varietas manalagi, ketika buah berumur 3 bulan dari bunga mekar dianjurkan untuk membungkus buah dengan menggunakan kertas yang bersih dan tahan air. Hal tersebut dilakukan supaya menjaga warna buah.


8. Mengatasi hama dan penyakit,

pada tanaman buah apel terdapat penyakit utama yakni embun tepung atau powdery mildew dan marsonina coronaria. Penyakit tersebut dapat diaatasi dengan penggunaan pestisida secukupnya.

9. Pemanenan,

kegiatan ini sebaiknya dilakukan saat cuaca cerah dan dengan menggunakan bantuan alat tajam seperti gunting, setelah dipetik letakkan buah dalam keranjang yang sudah dilapisi dengan karung atau plastik untuk menjaga kondisi buah agar tidak mudah rusak. Buah yang dapat dipanen biasanya berumur antara 100 – 140 hari.
Blog Post Lainnya
Mau tanya - tanya dulu?
0823-1087-4445
@2014 - 2020 Samudrabibit Inc.