3 Oktober 2020 3:15 pm

Serba - Serbi Pupuk Tanaman

Serba - Serbi Pupuk Tanaman
Dalam kegiatan budidaya, salah satu faktor utama yang dapat meningkatkan produksi dan hasil dari suatu tanaman adalah pupuk. Pupuk diperlukan untuk memenuhi unsur hara yang dibutuhkan tanaman agar baik perkembangannya. Dalam aplikasinya terdapat berbagai jenis pupuk dengan bentuk, kandungan, dan fungsi yang berbeda - beda tergantung dari kebutuhan setiap tanaman. Adapun jenis – jenis pupuk sebagai berikut :

  1. Pupuk berdasarkan sumber bahan
Berdasarkan bahan baku pembuatanya, pupuk tanaman dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:


  • Pupuk organik,
pupuk ini terbuat dari sisa – sisa metabolisme atau organ hewan dan tumbuhan. Jadi pupuk ini terbuat dari bahan alami yang aman bagi tanaman. Kotoran hewan atau limbah tumbuhan yang dianggap tidak berguna bisa di olah menjadi pupuk organik yang dapat menyuburkan tanaman selain itu juga dapat mengurangi polusi dan menjaga kebersihan lingkungan.

Adapun manfaat dari pupuk organik adalah mampu meningkatkan keanekaragaman hayati pertanian dan produktivitas tanah dalam jangka panjang serta dapat membantu penyerapan nutrisi pada tanaman menjadi lebih efektif. dibalik manfaatnya, penggunaan pupuk organik juga memiliki beberapa kekurangan yakni karena pupuk organik memiliki sifat kompleks sehingga ketersediaan nutrisi yang ada pada pupuk tidak berupa unsur ataupun molekul sederhana yang dapat di serap secara langsung oleh tanaman tetapi hal ini juga dapat menjadi sebuah keuntungan karena interval peberian pupuk organik lebih panjang.

kelemahan lain pupuk organik adalah kadar nutrisi yang tersedia sangat bervariasi tergantung dari bahan apa pupuk organik tersebut dibuat dan tidak dalam bentuk yang tersedia secara langsung bagi tanaman sehingga membutuhkan waktu lama untuk di serap oleh tanaman. selanjutnya pupuk organik dapat menjadi carier hama dan penyakit tanaman jika pengolahanya tidak diperhatikan.


  • Pupuk anorganik,
Senyawa kimia utama yang dibutuhkan tanaman sebagai nutrisi adalah nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). pupuk jenis kedua adalah pupuk anorganik atau pupuk kimia yang memiliki kandungan nutrisi N, P dan K dengan jumlah yang pasti dan lebih cepat diserap tanaman. penggunaan pupuk anorganik lebih cepat menunjukan hasilnya pada tanaman. Pupuk nitrogen dibuat dengan menggunakan proses Haber - bosch yang ditemukan pada tahun 1915.

Sebagai sumber hidrogen pada proses ini menggunakan gas alam, dan gas nitrogen dari udara pada temperatur dan tekanan yang tinggi dengan bantuan katalis menghasilkan amonia sebagai induknya. Adapun amonia dapat digunakan untuk bahan baku pupuk lainnya seperti amonia nitrat dan urea. pemberian pupuk N pada tanaman akan mempercepat laju pertumbuhan dan pembentukan daun tanaman. Adapun penggunaan secara berlebih dapat meyebabkan tingkat keasaman tanah mengalami peningkatan.

Dampak negatif dari pupuk kimia yang digunakan jangka lama akan menimbulkan beberapa masalah lingkungan, diantaranya :

- Polusi air, kandungan nitrat pada pupuk kimia atau pupuk anorganik ini mengakibatkan polusi atau pencemaran pada lingkungan terutama air.
- Sindrom bayi biru, karena air tanah sudah tercemar dampaknya adalah dapat terkena sindrom bayi biru, akibat dari penggunaan air untuk kegiatan sehari – hari.
- Kontaminasi zat pengotor, pupuk kimia memiliki bahan dasar mineral yang dapat mengandung zat pengotor berupa fluorida dan logam berat seperti kadimum dan uranium. Senyawa pengotor ini dapat mempengaruhi kualitas tanah hingga meracuni tanaman.
- Ketergantungan penggunaan pupuk anorganik, hal ini dapat terjadi karena penggunaan pupuk kimia atau pupuk anorganik dapat mematikan organisme tanah, sehingga penyediaan nutrisi secara organik pada tanah tidak dapat diserap tanamanm dengan cepat dan memerlukan pupuk kimia agar tanaman tetap hidup.
- Pencemaran udara, emisi metana dari lahan pertanian, terutama sawah penanaman padi meningkat dengan bertambahnya penerapan pupuk berbasis amonia. Emisi ini dapat berkontribusi secara signifikan pada perubahan iklim karena metana merupakan gas rumah kaca yang kuat. Selain metana, nitro oksida telah menjadi gas rumah kaca dengan kontribusi pemanasan global ketika di dunia karena meningkatnya penggunaan pupuk berbasis nitrogen.


2. Pupuk berdasarkan bentuk fisik
Adapun pupuk berdasarkan bentuk fisiknya dibagi menjadi 2, yakni :
  • Pupuk padat, adalah pupuk yang dihasilkan dari sisa tumbuhan, kotoran hewan (organik) ataupun kimia yang memiliki hasil akhir berwujud padat. Pupuk ini digunakan untuk menutrisi lewat sistem perakaran tanaman, sehingga pupuk ini akan ditanam atau ditaburkan dipermukaan tanah.

  • Pupuk cair, adalah larutan pembusukan bahan – bahan organik / kimia. Penggunaannya pada tanaman akan mengefesiensikan penggunaan fosfat oleh tanaman. Pupuk cair ini berperan sebagai pembenah tanah, meningkatkan kemampuan tanah untuk mengikat kelembaban juga memperbaiki struktur tanah dan pengatusan tanah.


3. Pupuk berdasarkan kandungannya
Adapun pupuk berdasarkan kandungannya dibagi menjadi 2, yakni :
  • Pupuk tunggal,

adalah pupuk yang hanya memiliki satu kandungan unsur hara. Biasanya berupa unsur hara makro primer, urea yang hanya mengandung unsur nitrogen. Adapun fungsi dari pupuk nitrogen yakni dapat mempercepat tumbuhan tanaman dan menambah tinggi tanaman.

  • Pupuk majemuk,
adalah pupuk yang memiliki lebih dari satu kandungan unsur hara. Pupuk majemuk ini biasanya dibuat dengan bentuk butiran yang seragam agar mudah untuk ditaburkan di tanaman. Pupuk ini memiliki sifat higroskopis memudahkannya untuk larut dan diserap oleh tanaman serta bersifat netral.

Adapun kelebihannya memakai pupuk ini yakni hanya memerlukan sedikit tenaga untuk penempatan pupuk, dan media ini juga lebih merata jika disebarkan di lapangan sebagai akibat pembagiannya yang seragam dari masing – masing unsur hara di dalam pupuk lengkap.
Blog Post Lainnya
Mau tanya - tanya dulu?
0823-1087-4445
@2014 - 2020 Samudrabibit Inc.