24 Februari 2021 9:26 am

Tips dan Trik Budidaya Belimbing Madu Agar Tumbuh Sehat dan Berbuah Lebat

Tips dan Trik Budidaya Belimbing Madu Agar Tumbuh Sehat dan Berbuah Lebat
Buah belimbing? Buah yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita. Iyakan? Hal ini dikarenakan buah belimbing sangat mudah dijumpai di Indonesia. Bahkan saat ini buah belimbing juga sudah banyak dibudidayakan dan dijual di toko buah dan pasar – pasar tradisional. Harganya yang terjangkau ditambah dengan citarasanya yang lezat membuat buah ini menjadi favorit masyarakat.

Berbicara mengenai belimbing, sepertinya kurang lengkap jika kita tidak membahas belimbing madu. Belimbing madu merupakan salah satu jenis belimbing unggulan yang sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia. Dikatakan unggulan karena belimbing ini memiliki citarasa buah yang sangat manis dan lebih manis daripada belimbing biasa.
Hal inilah yang mendasari mengapa belimbing ini dinamakan belimbing madu. Selain citarasanya yang lezat, buah belimbing madu juga berukuran cukup besar dengan warna kuning orange menggoda sehingga lebih menggugah selera. Kandungan air yang ada di dalamnya juga sangat melimpah loh! Jadi sangat pas untuk dijadikan sebagai buah pelepas dahaga.

Di Indonesia sendiri, sentra budidaya belimbing madu terletak di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Permintaan pasar untuk buah belimbing jenis ini juga cukup tinggi. Hal ini tentu saja membuat peluang budidaya belimbing madu sangat menggiurkan. Anda bisa memanfaatkan kebun atau pekarangan rumah yang tidak terpakai.

Selain itu, Anda juga bisa menanam belimbing madu sebagai tanaman buah sehingga Anda bisa memetik sendiri buahnya serta menikmati kelezatannya kapan saja. Namun jika Anda memiliki lahan yang cukup luas, budidaya belimbing madu tentu saja sangat menarik untuk Anda lakukan. Nah sebelum memulai budidaya, ada baiknya Anda mengetahui tips dalam budidaya belimbing madu.

1. Karakteristik Belimbing Madu

Hal pertama yang wajib dilakukan sebelum menanam belimbing madu adalah memahami karakteristik tanaman. Entah itu syarat tumbuhnya ataupun lokasi yang cocok untuk penanamannya. Hal ini dikarenakan jika tanaman tidak cocok dengan tempat tumbuhnya maka tanaman tidak akan tumbuh dengan maksimal.

Adapun hal yang perlu diperhatikan sebelum menanam belimbing madu adalah sebagai berikut :

a. Penanaman bibit belimbing madu sebaiknya dilakukan pada lokasi dengan curah hujan yang rendah karena curah hujan yang tinggi dapat membuat bunga mudah gugur.
b. Tanam bibit di tempat terbuka yang mendapatkan sinar matahari yang cukup dengan intensitas cahaya minimal 45 – 50 %.
c. Kelembaban udara masuk kedalam tipe amat basah, agak basah, dan basah dengan 6 – 12 bulan basah dan 0 – 6 bulan kering. Namun yang paling ideal adalah 7,5 bulan basah dan 4,5 bulan kering.
d. Pilihlah media tanam yang subur, gembur, dan kaya akan bahan organik dengan pH tanah sekitar 5,5 – 7,5.
e. Usahakan lahan penanaman memiliki sistem drainase dan sistem aerasi yang baik.
f. Kandungan air dalam tanah memiliki kedalaman 50 – 200 meter dibawah permukaan tanah.
g. Ketinggian ideal yang cocok untuk penanaman bibit belimbing madu terletak pada daerah dataran rendah dibawah 500 mdpl.

2. Persiapan Bibit

Dalam budidaya belimbing madu, disarankan menggunakan bibit yang berasal melalui perbanyakan vegetatif, entah itu dari metode okulasi, cangkok, atau susuan. Bibit yang berasal dari biji sangat tidak dianjurkan karena hasilnya akan memiliki sifat yang berbeda dari indukannya.

Pembibitan melalui biji biasanya yang dipakai hanyalah batang bawahnya saja sedangkan untuk batang bagian atas menggunakan bibit yang berasal dari perbanyakan vegetatif. Anda bisa mempersiapkan bibitnya sendiri atau membeli bibit belimbing madu unggul melalui website kami di samudrabibit.com dengan mengklik link berikut.

Namun jika Anda lebih memilih untuk mempersiapkan bibit sendiri tentu saja hal ini membutuhkan waktu yang relatif lebih lama. Anda harus menyemai dan mempersiapkan batang bawahnya terlebih dahulu baru kemudian melakukan penyambungan batang bawah dan batang atas setelah itu baru dapat membudidayakannya.

3. Pemilihan Bibit Belimbing Madu

Untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal dalam budidaya belimbing madu, bibit yang digunakan harus bibit unggulan dan berkualitas. Untuk kriterianya adalah sebagai berikut :

a. Tinggi bibit harus lebih dari 30 cm ketika akan ditanam.
b. Bibit harus memiliki asal usul yang jelas dan benar – benar varietas belimbing madu.
c. Bibit dalam kondisi sehat, utuh, tidak cacat dan tidak terserang hama penyakit.
d. Daun berwarna hijau mengkilap dan terlihat segar serta memiliki batang berwarna cokelat.
e. Akar tanaman dalam keadaan sehat.

4. Persiapan Lahan Tanam

Setelah bibit didapatkan, maka langkah yang selanjutnya adalah menyiapkan lahan tanam. Idealnya, lahan tanam sudah disiapkan terlebih dahulu sekitar 1 – 2 minggu sebelum penanaman bibit. Untuk tahapannya adalah sebagai berikut :

a. Cangkul dan gemburkan lahan yang akan ditanami bibit belimbing madu.
b. Buatlah lubah tanam sedalam 30 – 50 cm dengan ukuran 50 x 50 cm.
c. Tambahkan pupuk kandang/pupuk organik sebanyak 5 kg untuk setiap lubang tanam.
d. Jika ingin menanam bibit dalam jumlah yang banyak, atur jarak tanamnya antara 50 cm – 1 meter.
e. Biarkan lubang selama kurang lebih 1 – 2 minggu setelah itu baru siap untuk di tanami.

5. Penanaman Bibit

Jika lahan tanam sudah disiapkan, selanjutnya kita bisa melakukan penanaman bibit ke lahan tanam. Penanaman bibit sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari ketika cuaca tidak begitu panas. Untuk cara penanamannya adalah sebagai berikut :

a. Sebelum penanaman, sirami bibit terlebih dahulu kemudian bawa bibit ke lahan tanam.
b. Lepaskan plastik polybag yang membungkus akar tanaman secara perlahan supaya tidak merusak perakaran.
c. Jangan buang tanah yang ada pada bibit, masukkan juga kelubang tanam bersama bibitnya agar bibit lebih mudah beradaptasi.
d. Atur posisi bibit agar tegak lurus, bila perlu tambahkan juga ajir (penopang dari kayu atau bambu) dan ikat pada bibit supaya bibit lebih kokoh dan tidak mudah roboh.
e. Tutup lubang tanam menggunakan tanah kemudian padatkan hingga rata.
f. Sirami bibit dengan air secukupnya dan rawat bibit belimbing madu agar dapat memberikan hasil panen yang melimpah.

6. Pemeliharaan dan Perawatan

Tahap pemeliharaan dan perawatan merupakan tahapan yang paling menentukan keberhasilan dalam budidaya belimbing madu. Tanaman yang dirawat dengan baik tentunya juga akan memberikan hasil yang maksimal. Dalam budidaya belimbing madu, ada beberapa hal yang perlu dilakukan yakni :

a. Penyiraman.
Penyiraman dilakukan setiap hari terutama pada awal masa tanam. Penyiraman sebaiknya menggunakan air bersih dan dilakukan minimal satu kali sehari. Ketika tanaman sudah mulai besar, intensitas penyiraman bisa dikurangi dan biasanya hanya dilakukan ketika kondisi cuaca benar – benar kering.

b. Pemupukan.
Pemupukan awal dilakukan ketika tanaman berumur tiga bulan sejak penanaman. Pupuk yang digunakan adalah pupuk dengan unsur N, P, dan K (Nitrogen, Posfir, dan Kalsium). Untuk tanaman yang berusia 1 tahun, pemupukan dapat dilakukan dengan dosis 100 gram urea, 100 gram SP-36, dan 100 gram KCL.

Saat tanaman sudah memasuki usia dua tahun, dosis pemupukan bisa ditingkatkan menjadi 150 gram urea, 100 gram SP-36, dan 150 gram KCL. Pada tahun ketiga dan keempat, dosis pemupukan ditingkatkan lagi sebanyak 50 gram untuk masing – masing pupuk.

Sedangkan jika sudah memasuki usia lima tahun keatas, dosis pemupukan bisa dikurangi menjadi 75 gram urea dan 150 gram SP-36. Dosis tersebut berlaku untuk satu tanaman dan pemberiannya dilakukan dengan menebarnya disekitar tanaman dengan jarak 10 – 100 cm dari batang.

c. Penyiangan.
Penyiangan adalah kegiatan membersihkan rumput atau gulma yang tumbuh disekitar tanaman. Hal ini bertujuan supaya kandungan unsur hara yang ada di dalam tanah tetap terjaga. Caranya adalah dengan mencabut gulma secara manual atau bisa juga menggunakan bantuan alat.

Penyiangan idealnya dilakukan setiap 1 – 2 minggu sekali. Jika gulma terlalu banyak dan tidak dilakukan penyiangan, pertumbuhan tanaman biasanya akan terganggu dan bisa juga memicu timbulnya hama penyakit yang merugikan tanaman.

d. Penanggulangan Hama dan Penyakit
Hama dan penyakit tidak jarang juga menyerang tanaman belimbing madu. Jika sudah terserang maka harus segera ditanggulangi. Namun ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah serangan hama penyakit yakni dengan menyemprotkan larutan pestisida atau fungisida setiap sebulan sekali.

e. Penjarangan Buah.
Penjarangan buah dilakukan supaya buah yang dihasilkan lebih berkualitas dan memiliki ukuran besar serta memenuhi standar di pasaran. Penjarangan buah bisa dilakukan dengan memilih buah yang bentuknya tidak sempurna dan kurang sehat untuk kemudian dibuang. Sisakan 3 – 4 buah saja dalam satu tandan.

7. Panen Belimbing Madu

Panen buah belimbing madu pertama biasanya sudah bisa dilakukan ketika tanaman berusia 4 – 5 tahun untuk bibit dari biji dan untuk bibit yang berasal dari teknik cangkok/okulasi hanya membutuhkan waktu sekitar 2 – 3 tahun saja. Buah yang sudah siap dipanen biasanya buah yang sudah berumur 65 – 90 hari sejak mekarnya bunga.

Ciri buah belimbing madu yang sudah siap dipanen adalah memiliki ukuran yang maksimal dan warnanya sudah berubah dari hijau menjadi oranye kekuningan. Buah yang sudah dipetik sebaiknya diletakkan ditempat yang sejuk untuk menjaga kesegarannya.
Nah itulah tips dan trik budidaya belimbing madu agar tumbuh sehat dan berbuah lebat. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan kita semua ya. Jika Anda tertarik untuk menanam atau bahkan membudidayakan belimbing madu, Anda bisa mendapatkan bibit belimbing madu unggulan hasil cangkok/okulasi dengan mengklik link berikut.

Selain bibit belimbing, kami juga menyediakan berbagai macam bibit unggulan yang sudah terbukti kualitasnya. Untuk melihat katalog bibit unggul kami, Anda bisa mengklik link berikut. Sampai jumpa lagi di artikel berikutnya ya! Happy Gardening!
Blog Post Lainnya
Mau tanya - tanya dulu?
0823-1087-4445
@2014 - 2020 Samudrabibit Inc.