21 Januari 2021 10:32 am

Tips dan Trik Budidaya Rambutan Binjai Agar Tumbuh Subur dan Cepat Berbuah

Tips dan Trik Budidaya Rambutan Binjai Agar Tumbuh Subur dan Cepat Berbuah
Rambutan? Suka dengan buah ini? Hampir semua masyarakat di Indonesia, pasti suka dengan buah eksotis berwarna merah hingga kekuningan ini. Bahkan tak hanya di Indonesia, buah berambut ini sepertinya juga sangat populer di hampir semua negara di dunia. Rata – rata masyarakat pasti pernah mencicipi atau setidaknya melihat buah rambutan.

Selain karena memiliki citarasa yang lezat, pohonnya yang mudah tumbuh juga menjadi salah satu kunci kepopuleran buah ini. Di Indonesia, buah rambutan juga dapat dengan mudah dijumpai dimana saja karena sudah banyak dijajakan di kios buah hingga di pasar – pasar tradisional. Atau bahkan mungkin saja di halaman rumah Anda sendiri terdapat pohon dari buah yang manis ini.
Jenis rambutan yang beredar saat ini juga sangatlah beragam loh! Namun salah satu yang paling terkenal adalah rambutan binjai. Bagi Anda para pecinta buah rambutan, pastinya sudah sangat familiar dengan rambutan jenis ini kan? Seperti namanya, rambutan binjai merupakan salah satu varietas rambutan yang berasal dari kota Binjai, Sumatera Utara.

Meskipun merupakan jenis rambutan lokal, namun rambutan ini punya mutu dan kualitas jempolan yang berani diadu dengan rambutan import. Salah satu keunggulan dari rambutan binjai terletak pada daging buahnya yang lebih tebal, ngelotok (mudah terlepas dari biji), dan bertekstur sangat crunchy.
Untuk rasanya ndak usah diragukan lagi deh! Juara pokoknya! Rambutan ini menawarkan citarasa buah yang sangat manis, bahkan tingkat kemanisannya jauh lebih manis daripada jenis rambutan biasa. Citarasanya yang manis ini masih ditambah lagi dengan kandungan airnya yang cukup banyak sehingga mampu memberikan kesegaran saat disantap.

Jika diperhatikan, rambutan binjai juga memiliki karakteristik buah yang terlihat sangat cantik. Yakni berwarna hijau saat masih muda dan akan berubah menjadi merah menyala saat sudah matang. Perpaduan antara citarasanya yang lezat dengan buahnya yang eksotis tentu saja membuat siapa saja yang melihatnya pasti langsung tertarik untuk mencicipinya.
Nah bagi Anda yang tertarik untuk mulai membudidayakan rambutan binjai, ada baiknya Anda mengetahui beberapa hal penting yang perlu dilakukan agar bibit rambutan binjai yang ditanam dapat tumbuh optimal dan memberikan hasil yang memuaskan untuk Anda. Nah berikut sudah kami rangkum tentang Tips dan Trik Budidaya Rambutan Binjai Agar Tumbuh Subur dan Cepat Berbuah :

1. Persiapan Lahan.
Agar pertumbuhan rambutan binjai berjalan lebih maksimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti :
a. Tanaman ini dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun dataran tinggi, namun untuk hasil yang lebih maksimal sebaiknya ditanam pada daerah dengan ketinggian dibawah 600 mdpl.
b. Pastikan suhu daerah penanaman berkisar antara 25 - 35°C dengan curah hujan 1500 – 3000 mm per tahun.
c. Untuk penanamannya, sebaiknya menghindari lahan kering karena rambutan binjai cukup sensitif. Lahan yang gambut dan subur lebih disukai rambutan ini.
d. Ph tanah atau derajat kasaman tanah yang ideal sekitar 4 – 6,5. Anda bisa mengeceknya dengan kertas lakmus, pH-meter, atau indikator lainnya.
e. Ukuran lubang tanam untuk penanaman adalah sekitar 60x60x60 cm atau disesuaikan dengan ukuran bibit. Jika Anda ingin menanam beberapa bibit, maka jarak tanam antara tanaman satu dengan tanaman lainnya minimal 10 meter karena pohon akan tumbuh besar.
f. Pisahkan tanah galian bagian atas dan bawah, kemudian biarkan selama kurang lebih 3 – 4 minggu. Hal ini bertujuan untuk mematikan bakteri merugikan.
g. Setelah itu, masukan kembali sebagian tanah bagian bawah sedangkan tanah bagian atas dapat dicampur dengan pupuk organik.

2. Persiapan Bibit.
Dalam pembibitan rambutan binjai, ada dua cara yang bisa dilakukan yakni melalui perbanyakan generatif (biji) ataupun secara vegetatif (bantuan manusia, misal cangkok, okulasi, dan sebagainya). Jika tidak mau ribet, bibit rambutan binjai juga dapat dengan mudah Anda beli toko pembibitan tanaman seperti di samudrabibit.net.

Meskipun bisa diperbanyak dengan dua cara, namun metode perbanyakan vegetatif lebih disarankan karena memiliki lebih banyak keunggulan daripada perbanyakan dengan metode generatif. Metode perbanyakan vegetatif terbukti menghasilkan bibit yang lebih cepat berbuah, serta memiliki kualitas dan sifat yang sama seperti indukannya.

Namun yang terpenting adalah pastikan bibit yang akan ditanam merupakan bibit berkualitas unggul yang sehat serta terbebas dari segala jenis gangguan hama maupun penyakit tanaman.

3. Penanaman.
Setelah menentukan lahan tanam dan memilih bibit unggul, tahapan yang selanjutnya adalah penanaman bibit. Penanaman bibit rambutan binjai harus dilakukan secara hati – hati karena tahap penanaman sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang tanaman berikutnya. Adapun cara penanaman bibit yang benar adalah sebagai berikut :

a. Pindahkan bibit kedalam lubang tanam yang sudah disiapkan.
b. Buka polybag bibit (jika ada) kemudian letakkan bibit ditengah – tengah lubang tanam dan atur peletakan bibit agar tegak lurus keatas/tidak miring.
c. Setelah itu, tutup bibit dengan tanah galian atas yang sudah dicampur dengan pupuk organik hingga menutupi leher akar.
d. Padatkan media tanam yang berada di sekitar pangkal batang dan pastikan tanaman sudah berdiri kuat. Kemudian siram dengan air untuk menjaga kelembaban media tanam.
e. Jika diperlukan, Anda bisa menambahkan penyangga berupa kayu atau bambu untuk membantu bibit berdiri tegak.

4. Perawatan.
Nah faktor terpenting yang mempengaruhi sukses atau tidaknya budidaya rambutan binjai adalah perawatan. Perawatan yang dibutuhkan oleh rambutan ini diantaranya adalah penyiraman, pemupukan, penyiangan, pemangkasan, serta pengendalian hama penyakit secara teratur. Berikut adalah tata caranya :

a. Penyiraman.
Dalam pertumbuhannya, tanaman rambutan binjai sangat bergantung dengan air. Maka dari itu, penyiraman harus dilakukan secara rutin kecuali ketika musim penghujan. Pada musim kemarau, penyiraman sebaiknya dilakukan setiap 1 – 2 kali sehari (pagi atau sore) untuk memastikan kebutuhan air pada tanaman tercukupi.

Namun penyiraman juga tidak boleh dilakukan secara berlebihan karena dapat meyebabkan tanaman menjadi layu, terserang hama penyakit, atau bahkan mati.

b. Pemupukan.
Pemupukan rambutan binjai dapat dilakukan sekitar 3 – 4 bulan sekali. Untuk awal penanaman, pemupukan cukup dilakukan dengan pupuk organik saja. Setelah tanaman berusia kurang lebih satu tahun, Anda mulai bisa menambahkan pupuk KCL dan urea dengan dosis disesuaikan dengan tanaman. Agar lebih optimal, pemupukan sebaiknya dilakukan di awal dan di akhir musim penghujan.

c. Penyiangan.
Agar kandungan unsur hara yang ada di dalam tanah tetap terjaga, lakukan juga penyiangan atau pembersihan rumput liar dan gulma yang tumbuh disekitar tanaman. Gulma yang terlalu banyak dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman karena akan bersaing dalam menyerap unsur hara dari dalam tanah.

d. Pemangkasan.
Tujuan dari pemangkasan rambutan binjai ada tiga, yakni pemangkasan bentuk, pemangkasan produksi, dan pemangkasan peremajaan.
- Pemangkasan bentuk : Dilakukan untuk membentuk tajuk baru dan mengatur pertumbuhan tanaman agar semua bagian mendapatkan sinar matahari.
- Pemangkasan produksi : Pemangkasan yang kedia ini biasanya berkaitan dengan fungsi produksi tanaman. Pemangkasan ini dilakukan pada tunas untuk merangsang pembungaan. Selain itu, lakukan juga pemangkasan pada bagian yang terserang penyakit.
- Pemangkasan peremajaan : Pemangkasan ini dilakukan pada bagian tanaman yang telah tua dan tidak produktif lagi. e. Pengendalian hama dan penyakit.
Pengendalian hama penyakit harus dilakukan sedini mungkin, yakni sejak memilih bibit. Selain itu, pemilihan bibit unggul juga dapat meminimalisir serangan hama dan penyakit tertentu. Maka dari itu, belilah bibit dari sumber yang terpercaya.

Menjaga kebersihan kebun dan media tanam dapat Anda lakukan untuk mencegah munculnya serangan hama penyakit. Gulma yang berlebihan juga bisa menjadi sumber hama dan penyakit sehingga harus rajin dibersihkan. Adapun jenis hama yang biasa menyerang rambutan binjai adalah lalat daun atau kutu daun.

Untuk mengatasinya, Anda bisa memanfaatkan insektidisa. Namun perlu diperhatikan, penggunaan segala jenis pestisida baik itu kimia maupun organik secara berlebihan dapat menyebabkan pencemaran. Penggunaan pestisida harus dilakukan secara hati – hati, baca petunjuk penggunaan, dan pakai dosis sesuai yang disarankan.

5. Pemanenan.
Setelah berjuang dalam merawatnya, kini waktunya panen tiba. Panen pertama rambutan binjai yang bibitnya berasal dari perbanyakan vegetatif (cangkok/okulasi) biasanya berlangsung lebih cepat, yakni hanya sekitar 2 – 3 tahun saja setelah penanaman. Namun untuk bibit yang berasal dari perbanyakan generatif (biji) biasanya berlangsung lebih lama. Namun itu semua juga bergantung pada perawatan. Jika dirawat dengan baik, masa berbuah tentunya juga menjadi lebih cepat.

Nah itulah beberapa tips dan trik budidaya rambutan binjai agar tumbuh subur dan cepat berbuah. Jika Anda tertarik untuk membudidayakan rambutan ini, Anda bisa mendapatkan bibit unggul dari perbanyakan cangkok/okulasi melalui website kami dengan mengklik link berikut.

Atau jika ada waktu luang, Anda juga bisa langsung berkunjung ke kebun kami (klik disini). Semoga artikel ini bisa menambah wawasan dan bermanfaat bagi kita semua ya! Sampai jumpa lagi di artikel menarik selanjutnya dan selamat berkebun.
Blog Post Lainnya
Mau tanya - tanya dulu?
0823-1087-4445
@2014 - 2020 Samudrabibit Inc.