21 Januari 2021 10:32 am

Tips Sukses Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Tanaman Kelengkeng

Tips Sukses Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Tanaman Kelengkeng
Kelengkeng merupakan salah satu komoditas yang paling banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Selain rasanya yang manis, buahnya yang menyegarkan juga membuat buah kelengkeng menjadi sangat disukai oleh banyak orang. Bahkan hingga saat ini, banyak pebisnis yang mulai memilih kelengkeng untuk dibudidayakan.

Namun dalam budidaya kelengkeng, tak sedikit yang mengalami berbagai macam permasalahan seperti hama dan penyakit yang menyerang tanaman kelengkeng. Akibatnya, pertumbuhan tanaman kelengkeng jadi terhambat sehingga berpengaruh pada hasil panen atau bahkan dapat menyebabkan tanaman menjadi mati.
Maka dari itu, sebelum memulai budidaya kelengkeng ada baiknya jika kita mengetahui jenis hama dan penyakit apa saja yang sering menyerang tanaman kelengkeng beserta cara mengatasinya. Dengan mengetahuinya, serangan hama dan penyakit dapat ditangani dengan lebih cepat sehingga bisa meminimalisir kerugian. Berikut ulasannya :

Hama Kelengkeng

1. Kelelawar.
Hama pertama yang sering menyerang tanaman kelengkeng adalah kelelawar. Hewan yang satu ini akan menyerang dan memakan buah kelengkeng baik yang sudah matang maupun yang masih muda. Kelelawar biasanya akan mengambil buah kelengkeng dan membawanya pergi untuk dimakan. Kelelawar akan menguyah buahnya lalu hanya mengambil mengambil air dan sari buahnya sedangkan serat dan bijinya akan dibuang begitu saja.

Karena aktif di malam hari, pengendalian hama ini cukup sulit. Nah yang bisa dilakukan untuk mengatasi hama ini adalah pencegahan dengan cara membungkus buah ketika buah masih kecil. Dengan membungkus buahnya, kelelawar tidak akan bisa mengambil buah kelengkeng yang ada di pohon. Selain membungkus buahnya, pengalihan aroma kelengkeng juga bisa untuk mengatasi hama ini.

Kelengkeng memang memiliki aroma buah yang khas dan tajam sehingga dapat dengan mudah dicium oleh kelelawar. Maka dari itu, pengalihan aroma dapat dilakukan untuk menyamarkan aroma dari buah kelengkeng. Anda bisa menggunakan bahan yang berbau tajam seperti terasi atau ikan asin. Bahan tersebut bisa Anda letakkan di beberapa titik di sekitar tanaman kelengkeng.

2. Penggerek Batang (Zeuzera Coffeae Neitner).
Penggerek batang merupakan istilah yang digunakan untuk hama yang menyerak dengan cara masuk kedalam batang tanaman. Hama ini memilik bentuk larva dan serangannya dimulai ketika ngengat dewasa bertelur di kulit batang tanaman kelengkeng. Setelah telurnya menetas, larva akan mengebor kedalam batang tanaman kemudian masuk dan hidup disana.

Hal ini akan menimbulkan banyak lubang pada pohon tanaman kelengkeng sehingga mengganggu proses transportasi unsur hara dan air dari akar ke batang bagian atas. Serangan hama ini akan menyebabkan batang diatasnya bekas gerekan (lubang) menjadi kering dan kemudian mati atau patah tertiup angin. Ciri serangan hama ini ditandai dengan adanya kotoran dan cairan berwarna kemerahan disekitar lubang bekas gerekan. Untuk pengendaliannya, dapat menggunakan insektisida sistemik berbahan aktif kabofuran atau fipronil.

3. Stink Bug (Tessaratoma javanica).
Tessaratoma javanica atau dikenal dengan nama lain stink bug merupakan salah satu hama yang menyerang kelengkeng. Hama ini akan mengeluarkan bau busuk saat terancam dan biasanya akan menyerang tanaman pada saat fase pembungaan sehingga bunga menjadi rusak. Stink bug biasanya berada disekitar bunga dan buah – buah muda.

Selain itu, mereka juga berkembang biak diatas buah kelengkeng muda. Dalam budidaya kelengkeng, hama yang satu ini sangatlah merugikan karena dapat mengakibatkan gagal panen. Cara mengatasinya, Anda bisa langsung membuang hama beserta buah atau bunga yang terinfeksi. Selain itu, pestisida dengan bahan aktif azodrine juga bisa digunakan supaya hama ini tidak lagi menyerang tanaman kelengkeng yang sudah berbunga ataupun belum.

4. Aphids (Kutu daun).
Hama ini memiliki bentuk yang kecil dan berwarna kehijauan. Kutu daun tidak menyukai terik sinar matahari sehingga mereka lebih suka bersembungi dibawah daun yang tidak terjangkau sinar matahari langsung. Hama ini akan menyerang daun yang masih muda atau pucuk daun sehingga daun menjadi keriting dan terlipat. Kutu daun akan menghisap cairan daun menggunakan mulutnya yang tajam seperti jarum.

Tak hanya merugikan secara langsung, hama ini juga menjadi salah satu faktor pembawa penyakit pada tanaman kelengkeng. Pengendaliannya dapat dilakukan dengan mengurangi pemberian pupuk N pada tanaman. Insektisida berbahan aktif seperti monokrotophos, profenofos, methidathion, malathion, dan phosphamidon juga dapat digunakan untuk membasmi hama ini.

Caranya adalah dengan menyemprotkannya pada tunas yang terserang. Selain itu, pestisida alami dari daun tembakau juga efektif untuk mengendalikan hama ini.

5. Lalat Buah.
Serangan hama ini bisa menyebabkan buah kelengkeng menjadi busuk. Lalat buah biasanya akan menempatkan telurnya di dalam buah kelengkeng dengan cara menusukan ovopositornya kedalam buah. Setelah itu, telur akan menetas dan menjadi larva – larva kecil yang memakan daging buah dari dalam.

Adapun gejala yang ditimbulkan dari serangan hama ini adalah adanya titik hitam atau bekas tusukan pada buah. Pengendaliannya adalah dengan membuang buah yang sudah terserang karena sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Selain itu, pembungkusan buah dan pemasangan feromon trap juga bisa untuk mengatasi hama ini.

6. Kutu Putih.
Sama seperti namanya, kutu ini memiliki tubuh yang berwarna putih dan biasanya terdapat serbuk putih mirip tepung disekitar area hidupnya. Hama ini dapat ditemukan dihampir seluruh bagian tanaman kelengkeng baik pada daun, buah, bunga, bahkan hinga cabang – cabang yang masih muda. Gejala serangan kutu daun adalah klorosis, daun menjadi layu mengeriting, dan buah menjadi kurang segar.

Pengendalian hama yang satu ini bisa dibilang cukup sulit karena penyemprotan pestisida tidak efektif sebab adanya lapisan lilin yang menyelimuti hama ini. Anda harus menyemprotkan larutan deterjen terlebih dahulu untuk menghilangkan lapisan lilinya baru kemudian penyemprotan pestisida bisa dilakukan.

Penyakit

1. Jamur Upas (Corticium salmonicolor).
Dalam budidaya tanaman, jamur upas merupakan salah satu penyakit yang paling banyak yang banyak menyerang berbagai macam jenis budidaya tanaman seperti karet, cokelat, kopi, teh, cengkeh, dan kelengkeng. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian pada tanaman dan mudah menular ketanaman lain yang ada disekitarnya.

Gejala yang ditimbulkan dimulai dengan munculnya semacam benang putih mirip seperti jaring laba – laba pada batang yang terserang. Lama – kelamaan, jaring putih ini akan berubah menjadi kerak berwarna merah jambu kecokelatan dan akan membusukan jaringan batang yang ada di sekitarnya.

Cabang atau batang yang terserang akan mudah patah. Selain itu, infeksi juga dapat menyebar keseluruh bagian tanaman. Spora yang terbentuk dapat menyebar dengan berbagai macam cara seperti melalui percikan air, angin, maupun serangga.

Pengendaliannya dapat dilakukan dengan memangkas kemudian membuang batang yang terserang lalu membakarnya. Pemberian fungisida berbahan aktif copper juga sangat dianjurkan untuk mengatasi penyakit ini.

2. Akar Putih (Rigidoporus lignosus).
Penyakit akar putih disebabkan oleh pathogen Rigidoporus lignosus. Jamur ini akan menyerang akar tanaman sehingga menghambat penyerapan unsur hara dari dalam tanah. Gejala yang ditimbulkan dari serangan penyakit ini ditandai dengan perubahan warna daun menjadi kusam dan terlihat lebih tebal. Selanjutnya daun akan menguning dan rontok dan disertai dengan keringnya ranting – ranting pohon.

Seiring dengan berjalannya waktu, pohon kelengkeng akan roboh karena akarnya membusuk sehingga tanaman tidak memiliki cengkeraman. Ketika akar dibuka, akan terlihat benang – benang putih seperti jala yang menempel pada akar tanaman. Pada serangan lanjut, akan terbentuk jamur berwarna cokelat yang menempel pada pangkal tanaman.

Jamur ini, membawa spora yang dapat menyebar ketanaman lain melalui angin dan air. Untuk mengatasinya, dapat dilakukan dengan membuat parit galian disekeliling tanaman yang terserang untuk memotong persebaran jamur ke tanaman lain.

Jika serangan sudah terlalu parah, sebaiknya cabut tanaman dan buang tanah disekitar lubang kemudian taburkan antagonis Trichoderma harzianum kedalam lubang untuk membasmi sisa sisa jamur yang ada. Jika tidak ditaburkan, jamur tetap dapat hidup bahkan hingga bertahun – tahun dan akhirnya menyerang ke tanaman lain.

3. Akar Hitam (Rosellina Bunodes).
Sama seperti akar putih, penyakit yang satu ini juga menyerang akar tanaman. Gejala yang ditimbulkan adalah daun akan terlihat kusam, berwarna kekuningan, dan menggantung. Tahap selanjutnya adalah seluruh daun akan layu secara bersamaan dan akhirnya akan mengering.

Identifikasi penyakit ini dapat dilakukan dengan melihat akar tanaman kelengkeng apakah terlihat bintik – bintik berwarna hitam dan juga kerak yang terbuat dari tanah yang melekat pada akar. Akar yang terserang biasanya juga akan mengalami busuk kering dan lunak.

Pengendaliannya adalah dengan mencabut tanaman yang terserang beserta tanahnya kemudian dibuang atau dibakar. Setelah itu, taburkan T. Harzianum dosis 200 gram kedalam lubang bekas penanaman.

4. Bercak Daun (Pestalotia Sp).
Pestalotia Sp merupakan jamur yang dapat menyebabkan bercak pada daun yang berwarna cokelat tua dengan tepi yang berwarna kehitaman dan berbentuk yang tidak beraturan. Bercak ini biasanya dimulai dari tepi daun dan akan menjalar menuju tulang daun. Daun yang terserang biasanya akan rapuh ketika diremas dan tumbuh tidak teratur.

Penyakit ini dapat dicegah dengan menjaga kebersihan serta rajin membersihkan gulma yang ada di sekitar tanaman kelengkeng. Lingkungan yang terlalu lembab juga dapat mempengaruhi munculnya penyakit ini. Pemangkasan pada bagian yang terlalu rimbun dapat dilakukan guna mengurangi kelembaban udara.

Untuk pengendalian kimia, Anda dapat menyemprotkan fungisida berbahan aktif klorotalonil pada tanaman yang terserang.
Sampai disini dulu ya artikel yang membahas tentang pengendalian hama dan penyakit pada tanaman kelengkeng. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Bagi Anda yang tertarik untuk memulai budidaya kelengkeng, Anda bisa memesan bibitnya melalui website kami melalui link berikut.

Atau jika Anda berada disekitar Solo Raya, Anda bisa langsung berkunjung ke kebun kami dan memilih sendiri bibit kelengkeng yang Anda sukai. Sampai jumpa lagi di artikel selanjutnya dan selamat berkebun.
Blog Post Lainnya
Mau tanya - tanya dulu?
0823-1087-4445
@2014 - 2020 Samudrabibit Inc.