29 Januari 2020 1:41 pm

6 Trik Jitu Dalam Budidaya Belimbing Bangkok Dalam Pot Agar Tumbuh Subur Dan Cepat Berbuah

6 Trik Jitu Dalam Budidaya Belimbing Bangkok Dalam Pot Agar Tumbuh Subur Dan Cepat Berbuah
Belimbing bangkok merupakan salah satu jenis belimbing unggulan yang banyak digandrungi oleh masyarakat Indonesia. Dikatakan unggulan karena belimbing ini memiliki ukuran yang lebih besar jika dibandingkan dengan jenis belimbing pada umumnya. Bagaimana tidak? Panjang satu buahnya saja bisa mencapai 15 cm dengan diameter sekitar 10 cm.

Tak hanya besar, belimbing ini juga dikenal memiliki daging buah yang tebal dan juicy. Belum lagi ditambah dengan citarasanya yang manis dan menyegarkan serta kandungan air yang melimpah. Untuk membedakan buahnya yang masih mentah dan yang sudah matang dapat dilihat dari warna buahnya. Jika buahnya sudah berwarna kuning kemerahan, itu tandanya buah sudah matang.
Bibit belimbing bangkok sangat cocok ditanam di daerah dataran rendah dibawah ketinggian 500 mdpl dengan suhu udara berkisar antara 25 - 35°C, menggunakan media tanam berupa tanah humus yang subur, gembur, dan banyak mengandung unsur hara. Selain itu, pastikan bahwa lahan tanam memiliki sistem drainase yang baik serta senantiasa mendapatkan sinar matahari secara langsung.

Nah kelebihan lain yang membuat belimbing ini menjadi primadona adalah perawatannya yang tergolong sangat mudah serta mampu memproduksi buah yang cukup banyak meskipun ditanam di dalam pot (tabulampot). Jika Anda tertarik untuk membudidayakan belimbing ini, berikut sudah kami rangkum artikel tentang “6 Trik Jitu Dalam Budidaya Belimbing Bangkok Dalam Pot Agar Tumbuh Subur Dan Cepat Berbuah”

1. Pilih Bibit yang Berkualitas Unggul
Untuk mendapatkan tanaman belimbing bangkok dengan kualitas terbaik diawali dengan pemilihan bibit yang berkualitas. Pemilihan bibit harus benar – benar diperhatikan agar nantinya tanaman dapat menghasilkan buah yang banyak dan sesuai dengan keinginan kita. Nah berikut adalah tips dalam memilih bibit belimbing bangkok yang baik dan benar

  • Pastikan bahwa bibit belimbing bangkok yang ditanam merupakan hasil cangkok/okulasi.
  • Pilihlah bibit yang sehat, dapat dikenali dari batangnya yang mulus dan bebas dari bercak – bercak yang merupakan akibat dari serangan cendawan atau bakteri.
  • Hindari memilih bibit yang daunnya cacat, berlubang, dan terdapat bercak – bercak.
  • Pilihlah bibit belimbing bangkok yang memiliki tajuk rimbun, batang yang lurus dan warna daun terlihat segar.
  • Bibit belimbing bangkok sebaiknya sudah berumur sekitar 6 bulan dengan tinggi bibit sekitar 40 – 70 cm dan diameter batang 1 – 2 cm.

2. Penanaman di Dalam Pot
Penanaman bibit belimbing bangkok yang ideal sebaiknya dilakukan pada saat sore hari. Tepatnya ketika sinar matahari sudah tidak terlalu terik. Tahap penanaman belimbing bangkok di dalam pot adalah sebagai berikut.

  • Yang pertama tentunya adalah menyiapkan bibit belimbing bangkok unggulan yang sehat serta pot berdiameter sekitar 40 – 60 cm yang terdapat lubang drainase pada bagian bawahnya.
  • Letakkan pecahan batu bata pada bagian dasar pot kemudian masukan juga media tanam berupa tanah humus, pupuk kandang, dan sekam dengan perbandingan 1:1:1.
  • Apabila pada bibit terdapat polybag, maka lepaskanlah polybagnya terlebih dahulu dan usahakan supaya media tanam tetap menempel pada akar tanaman.
  • Setelah itu, tanam bibit ke dalam pot kemudian tutup lagi bagian atasnya menggunakan media tanam yang sudah dipersiapkan.
  • Lakukan penyiraman dengan menggunakan air secukupnya dan tempatkan tabulampot belimbing bangkok pada lokasi yang terbuka dan sedikit mendapat naungan.

3. Tahap Perawatan
Jika sudah ditanam, maka bibit belimbing bangkok juga perlu dirawat agar pertumbuhannya menjadi lebih maksimal dan tentunya cepat berbuah. Adapun perawatan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut :

a) Penyiraman
Sepanjang hidupnya, tanaman belimbing bangkok sangat membutuhkan air untuk proses tumbuh kembangnya. Meskipun demikian, namun tanaman belimbing bangkok tidak menyukai air yang berlebihan, apalagi sampai menggenang. Maka dari itu, pemilihan pot yang memiliki lubang perlu dilakukan agar air penyiraman dapat keluar dan tidak menggenang di dasar pot.
b) Pemangkasan
Untuk membentuk tajuk yang rapi dan memperlancar sirkulasi udara, maka perlu dilakukan pemangkasan. Selain itu, pemangkasan juga bertujuan untuk mendorong tingkat produktivitas buah dan memudahkan dalam pemanenan karena ukuran tanaman tidak terlalu tinggi. Pemangkasan ini dapat Anda lakukan pada cabang atau ranting yang rusak dan terlalu rimbun.

c) Pembungkusan buah
Jika sudah berbuah, disarankan untuk membungkus buahnya menggunakan kantong plastik (PE) yang sudah digunting pada bagian bawahnya dan dilapisi kertas koran untuk menyerap uap air supaya tidak terlalu lembab. Pembungkusan ini bertujuan untuk melindungi buah dari serangan lalat buah dan hama lainnya sehingga kualitas buah akan tetap terjaga.

4. Tahap Pemupukan
Semua jenis tanaman pastinya membutuhkan pemupukan agar dapat menghasilkan buah yang lebat dengan kualitas terbaik, tak terkecuali tanaman belimbing bangkok. Selain itu, pemupukan juga dapat mempercepat perkembangan bunga menjadi buah. Berikut adalah cara pemupukan yang dapat Anda lakukan :

a) Tanaman Umur 1 Bulan
Pemupukan untuk tanaman yang berusia satu bulan dapat menggunakan pupuk berupa campuran urea, TSP/SP, dan KCL dengan perbandingan (2:1:1) sebanyak 20 gram atau sebanyak dua sendok makan per tanaman. Pemberian pupuk dapat dilakukan dengan cara dibenamkan di dalam media tanam.

b) Pemupukan Lanjutan
Pemupukan yang selanjutnya dilakukan setiap sebulan sekali menggunakan pupuk nitrogen ZA sebanyak 10 gram kemudian dilarutkan kedalam air. Kemudian siramkan larutan pupuk ke tanaman hingga media tanam terlihat cukup basah.

c) Pemupukan Ketika Tanaman Mulai Berbunga dan Berbuah.
Pemupukan ketiga dilakukan ketika tanaman sudah mulai berbunga dan berbuah menggunakan pupuk NPK sebanyak 20 gram/tanaman. Waktu pemberian dapat dilakukan setiap 4 bulan sekali sesudah panen.

5. Tahap Pemanenan
Setelah bersusah payah dalam dalam merawatnya, kini saatnya kita untuk memanen buah belimbing bangkok. Panen pertama belimbing bangkok biasanya dapat dilakukan ketika tanaman sudah berumur 1 – 2 tahun sejak penanaman dengan menggunakan bibit yang berasal dari hasil cangkok/okulasi.

Umumnya, tanaman belimbing bangkok dapat berbuah sepanjang tahun. Namun untuk panen besar, biasanya dapat dilakukan 3 – 4 kali dalam setahun. Waktu yang dibutuhkan untuk perkembangan dari bunga menjadi buah siap panen diperkirakan sekitar 70 – 75 hari.

Pemanenan buah belimbing bangkok disarankan dilakukan pada pagi hari, yakni antara pukul 06.00 - 09.00 atau dilakukan pada sore hari antara pukul 15.00 – 17.00. Pemanenan pada siang hari sebaiknya dihindari karena panas yang berlebihan dapat menurunkan kualitas buah.

6. Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama dan penyakit merupakan sebuah momok menakutkan dalam budidaya tanaman buah. Hampir semua jenis tanaman pasti punya musuh tersendiri. Namun resiko kegagalan dalam budidaya dapat diatasi apabila kita tahu cara menangani hama maupun penyakit tersebut. Berikut adalah beberapa hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman belimbing bangkok beserta cara menanganinya :

a) Lalat Buah
Hama lalat buah biasanya menyerang pada bagian buah belimbing bangkok untuk dijadikan sebagai tempat berkembang biak sekaligus tempat untuk bertelur. Telur tersebut akan menetas dan berubah menjadi larva yang akan masuk kedalam buah belimbing. Larva ini nantinya akan merusak daging buah sehingga buah akan menjadi busuk dan berguguran.

Cara pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan cara membungkus buahnya sejak masih kecil atau berumur sebulan sejak mekarnya bunga. Selain itu, dapat juga dengan mengumpulkan buah yang jatuh atau membusuk kemudian membakarnya supaya hama ini tidak menyebar lagi.

b) Kutu Daun
Hama kutu daun ini biasanya menyerang tanaman belimbing dengan cara memakan daunnya yang masih muda. Hama ini biasanya hidup dalam sebuah koloni (berkelompok), berwarna cokelat, hitam, atau hijau, dan berukuran kecil, panjangnya sekitar 1 mm hingga 2 mm. Hama ini dapat dikendalikan dengan cara menyemprotkan insektisida seperti matador 25 EC.

c) Semut Rangrang
Salah satu hama yang harus diwaspadai dalam budidaya belimbing bangkok adalah semut rangrang. Meskipun tidak mengganggu tanaman secara langsung, namun terkadang hama ini dapat membuat buah belimbing menjadi berlubang. Cara mengendalikan hama semut rangrang dapat dilakukan dengan memberikan insektisida dengan dosis secukupnya.
d) Kelelawar
Kelelawar merupakan hama yang cukup meresahkan dalam budidaya belimbing bangkok karena hama ini memakan buah belimbing yang sudah matang sehingga membuat buah menjadi rusak. Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan memotong dahan yang terlalu lebat supaya tidak menjadi tempat tinggalnya. Selain itu, dapat diantisipasi juga dengan menutup pohon menggunakan jaring.

e) Bercak Daun
Penyakit bercak daun biasanya disebabkan oleh cercospora averrhoge fres dan menyerang bagian daun tanaman. Gejala yang ditimbulkan penyakit ini adalah terdapat bintik kecil berwarna cokelat dan berbentuk bulat pada permukaan daun. Jika tidak segera diatasi, dapat menyebabkan daun menjadi layu dan rontok.

Cara mengendalikan penyakit bercak daun adalah dengan memotong bagian tanaman atau daun yang terinfeksi kemudian dibakar. Untuk mencegahnya dapat juga dilakukan dengan menyemprotkan fungisida yang memiliki kandungan kaptafol seperti difolatan.

f) Kapang Jelaga
Kapang jelaga biasanya disebabkan oleh jamur kutu yang tidak segera ditangani. Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini adalah permukaan daun tertutup lapisan berwarna hitam sehingga mengganggu proses fotosintesis. Untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan melakukan penyemprotan fungisida dithane M45 sesuai dengan dosis anjuran.

g) Jamur Upas
Jamur ini biasanya menyerang bagian batang tanaman belimbing bangkok yang masih muda. Cara mengendalikan jamur upas adalah dengan merawat dan memangkas tanaman secara rutin dan teratur.
Sampai disini dulu artikel yang membahas tentang “6 Tips budidaya belimbing bangkok dalam pot agar tumbuh subur dan cepat berbuah”. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan membantu kita semua dalam menanam belimbing bangkok.

Untuk mendapatkan bibit belimbing bangkok hasil cangkok/okulasi yang berkualitas, Anda bisa memesannya di website kami melalui link berikut (bibit belimbing bangkok unggul hasil cangkok/okulasi) atau langsung berkunjung ke kebun kami yang beralamat di Dusun Kandangsari Kwarasan RT 04 RW 07 Gaum, Tasikmadu, Karanganyar – Solo, Jawa Tengah 57761.
Blog Post Lainnya
Mau tanya - tanya dulu?
0823-1087-4445
@2014 - 2020 Samudrabibit Inc.