Benih Tanaman Cabai Ceri
Rp 80.000
Rp 50.000
Harga Grosir
2-2
3-4
5-9
>10
Rp 50.000
Rp 49.000
Rp 47.000
Rp 46.000
`Saya Mau Dong!!!
`Tambahkan Ke Keranjang

Cabai merupakan salah satu jenis tanaman yang sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia. Cabai sendiri kerap digunakan sebagai bumbu karena dapat membuat citarasa masakan menjadi lebih lezat. Bahkan bagi sebagian orang ada yang merasa kurang jika makan tanpa ditemani dengan rasa pedas yang ada pada cabai.

Di Indonesia sendiri, terdapat berbagai macam jenis cabai seperti cabai rawit, cabai hijau, cabai merah, dan masih banyak lagi. Nah dari sekian banyaknya jenis cabai, pernahkah Anda mendengar cabai ceri? Pasti banyak yang belum bukan? Jika belum, hal tersebut wajar saja karena cabai ini bisa dibilang masih cukup langka di Indonesia dan belum banyak yang memilikinya.
Saat mendengar namanya, Anda pasti langsung berpikiran bahwa cabai ini memiliki nama yang terkesan unik. “Cabai kok ceri?” Penamaan tersebut bukan tanpa alasan karena cabai ceri memang dikenal memiliki segudang keunikan yang tidak dimiliki oleh cabai lainnya. Nah salah satu keunikan dari cabai ini terletak pada bentuknya.

Jika cabai pada umumnya memiliki bentuk yang memanjang, cabai ceri justru berbentuk bulat dan berwarna merah sehingga terlihat sangat mirip seperti buah ceri. Bentuknya yang berbeda ini membuat tampilan keseluruhannya menjadi terlihat sangat cantik, apalagi jika sudah berbuah. Perpaduan antara pohonnya yang hijau dengan buahnya yang merah menyala membuatnya sangat sedap dipandang mata.
Hal tersebut membuat banyak orang di mancanegara yang menanam cabai ceri sebagai tanaman hias untuk menambah nilai estetika di pekarangan rumah mereka. Beralih ke segi rasa, cabai yang juga dikenal dengan nama cabe pimento ini memiliki citarasa yang tidak terlalu pedas. Tingkat kepedasannya hanya berkisar antara 5.000-15.000 SHU saja.

Sebagai perbandingan, cabai rawit yang biasa kita gunakan sebagai bumbu masak berkisar antara 30.000-50.000 SHU. Meskipun rasanya tidak terlalu pedas, tapi jangan salah!!! Di luar negeri, cabai ceri banyak dimanfaatkan oleh banyak chef profesional sebagai bahan tambahan dalam berbagai macam masakan berkelas restoran berbintang.
Cabai ceri biasanya diolah bersama dengan salad, dijadikan sebagai campuran adonan daging/kornet, hingga dibuat menjadi manisan dan topping untuk mempercantik masakan. Selain itu, bagi Anda yang suka dengan masakan pedas namun tingkat kepedasannya yang tidak terlalu tinggi, cabai ini sangat cocok untuk Anda. Dijamin lidah Anda akan sangat bersahabat dengan rasa pedasnya.

Meskipun bukan tanaman asli dari tanah air, namun cabai yang berasal dari negara Portugal ini sangat cocok ditanam di daerah beriklim tropis seperti di Indonesia. Perawatannya pun juga relatif mudah dan sama dengan perawatan tanaman cabai pada umumnya. Untuk media tanamnya, Anda bisa menggunakan tanah humus/tanah kompos.
Nah untuk cara penanamannya, rendam benih menggunakan air hangat selama kurang lebih 3 jam lalu letakan benih kedalam polybag yang sudah berisi media tanam. Tutup benih dengan sedikit tanah dan tunggu hingga berkecambah. Jika sudah memiliki sekitar 3 – 5 helai daun, benih bisa dipindahkan ke tempat tanam yang lebih permanen.

Keunggulan lain dari cabai ceri terletak pada masa panennya yang terbilang cepat, yakni hanya sekitar 3 – 4 bulan saja sejak penanaman. Jika sudah mulai berbuah, tanaman cabai ceri bisa dipanen setiap 5 – 10 hari sekali secara berkala. Tak hanya itu, cabai yang satu ini ternyata juga bisa memberikan berbagai macam manfaat untuk tubuh kita seperti :

1. Mengurangi peradangan.
2. Mencegah infeksi.
3. Meningkatkan imunitas.
4. Menjaga kesehatan pernapasan.
5. Menjaga kesehatan tulang dan gigi.
6. Menjaga kesehatan mata.
7. Memperlancar pencernaan.
8. Menurunkan berat badan.
9. Menghilangkan stress.
10. Baik untuk kesehatan kulit.

Spesifikasi :
Nama : Cabai Ceri.
Nama ilmiah : Capsicum annum L.
Produk berupa : Benih siap tanam.
Rekomendasi dataran : Dataran rendah dan dataran tinggi.
Iklim tumbuh optimal : Iklim tropis.
Kebutuhan sinar matahari : Penyinaran sepanjang hari.
Waktu panen : 3 – 4 bulan sejak tanam.
Jika ditanam di dalam pot :
Diameter pot : Sekitar 30 cm.
Media tanam : Tanah humus/kompos.
Penyiraman : Satu kali sehari.
Pemupukan : Sebulan sekali menggunakan pupuk organik/NPK.
`Saya Mau Harga Promo!!!
Mau tanya - tanya dulu?
0823-1087-4445
@2014 - 2020 Samudrabibit Inc.