Benih Tanaman Pare Belut
Rp 100.000
Rp 50.000
Harga Grosir
2-2
3-4
5-9
>10
Rp 50.000
Rp 49.000
Rp 47.000
Rp 46.000
`Saya Mau Dong!!!
`Tambahkan Ke Keranjang


Sebagai manusia, tentunya kita ingin senantiasa hidup sehat dan terhindar dari berbagai penyakit. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengonsumsi makanan dengan pola makan yang benar. Dalam konsep 4 sehat 5 sempurna, sayur sayuran memiliki peran penting sebagai sumber utama mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Diantara banyaknya jenis sayuran yang ada, pare merupakan salah satu jenis sayuran yang tidak begitu digemari oleh sebagian orang karena memiliki rasa yang pahit.
Tanaman pare sendiri pada umumnya memiliki jenis dan varietas yang cukup banyak, salah satunya adalah Pare Belut. Tanaman dengan nama latin Trichosanthes anguina ini merupakan flora asal Indonesia yang termasuk dalam keluarga Cucurbitaceae atau labu labuan. Pare jenis ini mungkin sedikit memiliki perbedaan dibandingkan dengan pare biasa, pare jenis ini rasanya tidak pahit namun cenderung tawar seperti labu atau oyong.
Tanaman Pare Belut mampu tumbuh dengan baik di daerah tropis, baik pada dataran rendah maupun dataran tinggi dengan ketinggian tempat hingga 1.500 meter diatas permukaan laut. Ia sangat mudah untuk beradaptasi di berbagai tanah dengan kisaran pH antara 5 sampai 6 yang banyak mengandung humus dan gembur. Ia mampu tumbuh di berbagai tempat meski tidak mendapat pencahayaan yang cukup.
Tanaman pare merupakan tanaman terna tahunan yang tumbuh secara merambat atau memanjat dengan cabang yang sangat banyak. Tanaman pare memiliki batang berusuk lima yang panjangnya kurang lebih 2 hingga 5 meter. Daunnya sendiri tergolong sebagai daun tunggal berbentuk seperti jantung yang terletak secara berseling dengan panjang kurang lebih 3,5 hingga 8,5 cm dan lebar 2,5 sampai 6 cm yang berwarna hijau tua.
Tanaman ini disebut sebagai Pare belut dikarenakan bentuk buahnya yang sangat unik, bentuknya memanjang menyerupai belut dengan ukuran panjang antara 40 hingga 120 cm dan berdiamater antara 5 sampai 8 cm. Buah Pare Belut akan berwarna hijau segar ketika masih berusia muda dan akan berubah menjadi kuning ketika memasuki usia tua, pada permukaan luarnya terdapat bintil bintil yang tak beraturan.
Buah Pare belut tidak memiliki cita rasa yang pahit seperti pare pada umumnya, keunikan inilah yang menyebabkan pare belut lebih digemari oleh sebagian orang. Didalam buah pare terdapat komposisi serta nilai gizi yang bernilai tinggi diantaranya seperti mineral besi( Fe), Natrium( Na), Kalsium( Ca), serta Kalium( K) yang mampu memenuhi kebutuhan nutrisi setiap hari.
Tanaman Pare belut sangatlah mudah untuk dibudidayakan sendiri di rumah Anda, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menanamnya melalui pembenihan, itu disebabkan karena tanaman Pare Belut tergolong cepat dalam proses pertumbuhan. Jika Anda terkendala dengan lahan yang dibutuhkan, opsi alternatifnya adalah dengan menggunakan media pot berdiameter sekitar 40 hingga 60 cm yang sudah diisi dengan campuran tanah, dan pupuk dengan perbandingan 1:1.
Dalam tahap pemeliharaan, Anda harus melakukan perawatan secara intensif dengan melakukan penyiraman secara rutin sebanyak 1 - 2 kali ketika pagi dan sore hari. Pemberian pupuk terhadap tanaman juga dapat dilakukan sebanyak sekali dalam sebulan dengan menggunakan pupuk berbahan organik. Selain itu, pemangkasan juga wajib dilakukan terhadap cabang yang rusak atau mati agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman.

Meskipun memiliki cita rasa yang tawar, nyatanya buah Pare Belut banyak dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuatan makanan seperti sop, tumis, atau komponen pelengkap dalam siomay. Kandungan senyawa yang ada didalamnya akan memberikan beberapa khasiat dan manfaat untuk kesehatan tubuh manusia, diantaranya:
  1. Meringankan dampak diabetes,
  2. Mengobati demam berdarah,
  3. Mengobati penyakit kuning,
  4. Meningkatkan kesehatan jantung,
  5. Megatasi sembelit,
  6. Membantu menjaga berat badan,
  7. Memperkuat gigi dan tulang.

Spesifikasi: Nama : Pare Belut. Nama ilmiah : Trichosanthes anguina. Produk berupa : Benih. Rekomendasi dataran : Dataran rendah dan Dataran tinggi. Iklim tumbuh optimal : Iklim tropis. Kebutuhan sinar matahari : Penyinaran sepanjang hari. Waktu panen : Sekitar 2-3 bulan setelah penanaman. Jika ditanam di dalam pot : Diameter pot : Kurang lebih 30 cm. Media tanam : Campuran tanah humus dan pupuk kandang Penyiraman : Dua kali sehari. Pemupukan : Sebulan sekali menggunakan pupuk organik.
`Saya Mau Harga Promo!!!
Mau tanya - tanya dulu?
0823-1087-4445
@2014 - 2020 Samudrabibit Inc.