Bibit Tanaman Adas
Rp 150.000
Rp 75.000
Harga Grosir
2-2
3-4
5-9
>10
Rp 75.000
Rp 70.000
Rp 60.000
Rp 55.000
`Saya Mau Dong!!!
`Tambahkan Ke Keranjang

Indonesia merupakan sebuah negara yang dianugerahi kekayaan rempah – rempah yang sangat melimpah. Itulah sebabnya mengapa hampir semua masakan tradisional Indonesia memiliki citarasa yang kuat dan lezat. Nah salah satu jenis rempah – rempah asli Indonesia yang unik adalah Adas. Pernah mendengar nama tanaman ini?

Adas merupakan varietas tanaman yang sering digunakan sebagai bumbu untuk mengolah berbagai macam masakan yang berbahan dasar daging dan santan. Rasanya yang manis dan sedikit pedas membuat rempah yang satu ini kerap digunakan untuk menambah citarasa masakan. Adapun masakan yang sering menggunakan adas sebagai bumbu adalah gulai dan opor.
Meskipun tanaman asli dari Indonesia, ternyata bangsa Mesir Kuno, Yunani, dan Romawi telah sejak lama menggunakan biji dari tanaman ini untuk membuat minyak wangi, sabun, teh, dan kue. Sedangkan di Indonesia, biji adas sering digunakan dalam pembuatan gelatin, permen, bahkan hingga penyegar nafas karena memiliki harum yang aromatik menyerupai licorice hitam (akar manis).

Selain sebagai bumbu rempah, tanaman dengan nama ilmiah Foeniculum vulgare Miller ini juga sering dijadikan sebagai tanaman obat. Biji dari tanaman ini mengandung minyak atsiri atau minyak esensial yang digunakan dalam pembuatan minyak telon bayi. Tak hanya bijinya, daun dari tanaman adas juga dapat dikonsumsi sebagai sayuran yang lezat dan bergizi.
Rempah – rempah? Sudah. Tanaman obat? Sudah. Nah selain sebagai tanaman rempah dan tanaman obat, tanaman adas juga sering dijadikan sebagai tanaman hias untuk menambah nilai estetika di pekarangan rumah. Seperti yang kita bisa lihat, hampir seluruh bagian dari tanaman ini terlihat sangat unik dan berbeda dengan jenis tanaman lainnya.

Daunnya tumbuh memanjang, berbentuk seperti pita, terlihat berambut, tumbuh berseling - seling, berwarna hijau segar, dan terlihat sangat rimbun. Bunganya berbentuk seperti payung majemuk yang berdiameter sekitar 5 – 15 cm, berwarna kuning cerah, dan setiap bunga ditopang oleh tangkai yang berukuran 2 – 5 cm.
Batang tanaman adas memiliki sekitar 3 – 5 cabang dalam satu rumpun. Batang tersebut berwarna kehijauan, permukaannya beralur, memiliki ruas, berair, dan dapat tumbuh hingga mencapai lebih dari 1 meter. Sedangkan untuk buahnya berbentuk lonjong, berwarna hijau ketika masih muda dan akan berubah menjadi cokelat ketika sudah menua.

Tanaman ini dapat tumbuh dimana saja, baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi mencapai ketinggian 1800 meter diatas permukaan laut. Meskipun demikian, tanaman adas akan tumbuh lebih baik jika ditanam pada daerah dataran tinggi. Untuk media tanamnya, bisa menggunakan media tanam berupa tanah humus atau tanah kompos.
Penggunaan tanaman adas sebagai rempah maupun obat sebaiknya jangan sampai berlebihan karena apa saja yang berlebihan itu tidak baik. Bagi sebagian orang, tanaman ini dapat menimbulkan efek samping seperti alergi, halusinasi, mual dan muntah. Selain itu, bagi pengguna pil KB/kontrasepsi juga dihimbau agar tidak mengonsumsi adas karena dapat membuat obat tersebut tidak berfungsi.

Meskipun harga jualnya dipasaran cukup terjangkau, namun siapa sangka bahwa di dalam tanaman ini terkandung berbagai macam gizi seperti vitamin C, asam amino, dan flavonoid. Selain beberapa manfaat diatas, tanaman adas ternyata masih menyimpan segudang manfaat lain seperti :

1. Mengatur tekanan darah.
2. Membuang racun dari dalam tubuh.
3. Menurunkan tekanan darah tinggi.
4. Menurunkan berat badan.
5. Mengobati gangguan pencernaan.
6. Mengurangi risiko penyakit jantung.
7. Mencegah kanker.
8. Meningkatkan kekebalan tubuh.
9. Melancarkan siklus menstruasi.
10. Menjaga kesehatan mata.

Spesifikasi :
Nama : Adas.
Asal bibit : Stek.
Tinggi bibit : 20 – 50 cm.
Rekomendasi dataran : Dataran rendah dan dataran tinggi, mencapai 1800 mdpl.
Iklim tumbuh optimal : Iklim tropis.
Kebutuhan sinar matahari : Penyinaran sepanjang hari.
Jika ditanam di dalam pot :
Diameter pot : Sekitar 30 cm.
Media tanam : Tanah humus atau tanah kompos.
Penyiraman : Disesuaikan dengan kondisi cuaca.
Pemupukan : Sebulan sekali menggunakan pupuk kandang.
`Saya Mau Harga Promo!!!
Mau tanya - tanya dulu?
0823-2246-8111
@2014 - 2020 Samudrabibit Inc.