Bibit Tanaman Anggrek Phalaenopsis
Rp 250.000
Rp 150.000
Harga Grosir
1-2
3-4
5-9
>10
Rp 150.000
Rp 130.000
Rp 110.000
Rp 100.000
`Saya Mau Dong!!!
`Tambahkan Ke Keranjang

Anggrek merupakan salah satu jenis bunga yang sangat terkenal di seluruh dunia. Di kalangan para pecinta tanaman hias, bunga anggrek bisa dibilang merupakan tanaman wajib yang harus ada di halaman rumah mereka. Nah hebatnya, Indonesia merupakan rumah bagi sekitar 4 ribu jenis anggrek. Angka tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki hampir seperlima anggrek dunia.

Hal tersebut tentunya menjadi sebuah kekayaan alam yang tiada duanya sekaligus membanggakan. Dari sekitar 4 ribu jenis anggrek tersebut, anggrek phalaenopsis menjadi varietas bunga anggrek yang cukup terkenal dan banyak digemari. Bagi yang masih awam di dunia tanaman hias, bisa jadi belum pernah mendengar nama anggrek ini.
Namun bagi Anda para pecinta tanaman anggrek, tentunya sudah sangat akrab dengan spesies asli dari tanah air ini. Seperti namanya, anggrek phalaenopsis merupakan jenis anggrek yang masih termasuk kedalam marga Phalaenopsis. Anggrek ini diyakini pertama kali ditemukan di pulau Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Jika diperhatikan morfologi bunganya, anggrek ini memiliki bunga yang berbentuk seperti kupu – kupu. Hal inilah yang mendasari mengapa anggrek ini dinamakan anggrek phalaenopsis karena kata phalaenopsis sendiri berasal dari dua kata, yakni “Phalaina” yang berarti kumbang/kupu – kupu dan “Opsis” yang berarti bentuk.
Selain dikenal dengan nama anggrek phalaenopsis, anggrek yang satu ini juga dikenal dengan nama anggrek bulan dan Moth Orchid (anggrek kumbang). Anggrek ini biasanya hidup menumpang pada batang atau pada dahan tumbuhan berkayu (simbiosis komensalisme). Batang anggrek ini sangat pendek dan tertutup oleh daun yang berbentuk jorong, berwarna hijau, dan berdaging.

Panjang daunnya sekitar 20 – 30 cm dan lebarnya sekitar 7 – 12 cm. Sedangkan untuk bunganya, bunga anggrek phalaenopsis tersusun dalam karangan berbentuk tandan dengan kuntum bisa mencapai 25/tandan. Diameter bunganya saat mekar sekitar 6 – 12 cm. Salah satu keunggulan anggrek ini adalah bunganya yang mampu bertahan lebih lama, yakni hingga 3 minggu.
Selain ditemukan di Indonesia, anggrek phalaenopsis juga kerap dijumpai di Pulau Palawan (Filipina), Taiwan, Australia, dan Papua Nugini. Di Indonesia sendiri, anggrek ini dapat ditemukan di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Ambon, hingga Papua. Anggrek phalaenopsis dapat tumbuh subur pada daerah dataran rendah dengan ketinggian berkisar antara 50 – 600 mdpl.

Nah hebatnya, anggrek ini ditetapkan sebagai salah satu dari tiga bunga nasional Indonesia loh!!! Berdasarkan Keputusan Presiden No. 4 Tahun 1993, anggrek phalaenopsis disebut sebagai Puspa Pesona. Sedangkan dua bunga nasional lainnya adalah melati (Jasminum Sambac) yang disebut sebagai Puspa Bangsa dan bunga padma raksasa (Raflessia Arnoldi) yang disebut sebagai Puspa Langka.
Hingga saat ini, anggrek phalaenopsis bisa dibilang sangat populer di dunia. Kepopulerannya bahkan telah menjulang tinggi jauh sebelum ditetapkan sebagai Puspa Pesona. Warna putihnya yang cantik, dipadukan dengan bentuknya yang eksotis, serta labellumnya yang khas membuat bunga anggrek ini banyak dipilih sebagai induk silangan untuk menghasilkan hibrida – hibrida unggul.

Namun sayangnya popularitas anggrek phalaenopsis sebagai Puspa Pesona kini justru terdesak di tanah air. Keberadaannya di alam liar semakin susah dijumpai akibat dari perdagangan gelap maupun kerusakan hutan. Oleh karena itu, kita sebagai masyarakat Indonesia seharusnya ikut menjaga dan melestarikan bunga asli dari tanah air ini.
Sama seperti tanaman anggrek pada umumnya, anggrek phalaenopsis ini dapat ditanam dengan dua metode, yakni ditempel pada batang pohon berkayu atau ditanam di dalam pot. Jika ditanam di dalam pot, Anda bisa menggunakan pot yang terbuat dari tanah liat maupun plastik dengan media tanam berupa pecahan genteng/batu bata merah, sabut kelapa, arang maupun serutan kayu.

Oiya, tanaman anggrek phalaenopsis adalah tanaman anggrek yang tidak terlalu suka dengan sinar matahari. Kebutuhan sinar mataharinya hanya sekitar 20 – 30% saja. Jadi, pastikan anggrek ini ditanam pada tempat yang teduh/mendapat naungan. Untuk perawatannya, tanaman anggrek ini tidak membutuhkan perawatan yang spesial sehingga sangat mudah dilakukan.
Yakni cukup lakukan penyiraman setiap dua kali sehari dengan cara disemprot (spraying) dan jangan sampai becek karena anggrek phalaenopsis tidak tahan terhadap air yang menggenang. Sedangkan untuk pemupukannya dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk NPK/pupuk dekastar yang sudah dilarutkan kedalam air kemudian disemprotkan menggunakan spray.

Spesifikasi :
Nama : Anggrek Phalaenopsis.
Nama ilmiah : Phalaenopsis amabilis.
Asal bibit : Stek/pemisahan rumpun.
Tinggi bibit : 10 – 30 cm.
Rekomendasi dataran : Dataran rendah, ketinggian 50 – 600 mdpl.
Iklim tumbuh optimal : Iklim tropis.
Kebutuhan sinar matahari : Secukupnya.
Jika ditanam di dalam pot :
Diameter pot : Sekitar 20 cm.
Media tanam : Pecahan genteng/batu bata merah, sabut kelapa, arang maupun serutan kayu.
Penyiraman : Dua kali sehari dengan cara disemprot.
Pemupukan : Dua minggu sekali menggunakan pupuk NPK/pupuk dekastar yang dilarutkan kedalam air lalu disemprotkan pada daun.
`Saya Mau Harga Promo!!!
Mau tanya - tanya dulu?
0823-2246-8111
@2014 - 2020 Samudrabibit Inc.