Bibit Tanaman Aren Genjah
Rp 200.000
Rp 100.000
Harga Grosir
1-2
3-4
5-9
>10
Rp 100.000
Rp 90.000
Rp 80.000
Rp 75.000
`Saya Mau Dong!!!
`Tambahkan Ke Keranjang

Aren atau yang juga sering disebut dengan nama Enau merupakan salah satu jenis tanaman yang masih berkerabat dekat dengan pohon kelapa karena berasal dari family yang sama, yakni Arecaceae. Saat ini, tanaman aren sudah tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Hal tersebut membuat tanaman ini memiliki nama yang berbeda – beda di setiap daerah.

Di semenanjung malaya dan sumatera, tanaman ini dikenal dengan nama nau, peluluk, biluluk, hanau dan ijuk. Dalam bahasa sunda, tanaman aren biasa disebut dengan kawung atau taren. Sedangkan di nusa tenggara, tanaman ini memiliki nama moka, moke, dan tuwak. Tak hanya di Indonesia, tanaman ini juga sudah tersebar hingga ke mancanegara.
Namun sayangnya tanaman aren dikenal dengan masa produktif yang sangat lama, yakni bisa mencapai lebih dari 10 tahun untuk panen pertamanya. Tentunya 10 tahun bukanlah waktu yang singkat bukan? Nah untuk mengatasi permasalahan tersebut, kini telah hadir varietas unggulan dari tanaman aren yang memiliki nama aren genjah.

Hanya dengan mendengar namanya, Anda pasti langsung tahu apa saja keunggulan dari aren yang satu ini. Yaps, tepat sekali. Keunggulan utama dari aren genjah terletak pada sifatnya yang genjah atau cepat berbuah. Bahkan untuk panen pertamanya dapat Anda lakukan ketika tanaman baru berusia 4 – 5 tahun sejak penanaman.
Selain itu, tingkat produktivitas buahnya juga cukup tinggi yakni bisa mencapai hingga 4000 buah/panen. Buahnya ini dikenal dengan nama kolang – kaling dan sering kita temui pada campuran es buah atau es teler. Sama seperti tanaman aren pada umumnya, aren genjah juga menghasilkan carian manis atau yang sering disebut dengan nama nira.

Nira ini berwarna agak keruh dan biasanya tidak dapat bertahan lama, maka dari itu nira yang sudah diambil harus segera diolah. Cara mendapatkan air nira adalah dengan menyadap tandan bunga jantan yang sudah mekar dan mengeluarkan serbuk sari berwarna kuning. Tandan ini awalnya dimemarkan terlebih dahulu dengan memukul – mukulnya hingga keluar cairan nira dari dalam.
Tandan tersebut kemudian dipotong dan di dipasang wadah dari bambu untuk menampung air nira yang menetes. Setelah terkumpul, nira biasanya langsung dimasak dengan menambahkan bahan campuran lain hingga mengental. Air nira yang sudah mengental akan langsung dicetak dan jadilah gula aren yang sering kita manfaatkan dalam kehidupan sehari – hari.

Bibit aren genjah dapat ditanam pada daerah dataran rendah maupun daerah dataran tinggi mencapai 1500 mdpl. Untuk penanamannya bisa menggunakan media tanam berupa tanah humus atau tanah kompos. Keunggulan lain dari tanaman ini terletak pada sifatnya yang tangguh dan tahan terhadap serangan hama maupun penyakit.
Sedangkan untuk perawatannya, cukup lakukan penyiraman setiap dua kali sehari (pagi dan sore), pemupukan setiap sebulan sekali menggunakan pupuk NPK/pupuk kandang, serta pembersihan gulma secara berkala. Dengan segala keunggulannya, wajar saja jika para petani aren mulai beralih ke aren genjah untuk dibudidayakan.

Spesifikasi :
Nama : Aren Genjah.
Nama ilmiah : Arenga pinnata.
Asal bibit : Biji. Tinggi bibit : 30 – 70 cm.
Rekomendasi dataran : Dataran rendah dan dataran tinggi.
Iklim tumbuh optimal : Iklim tropis.
Kebutuhan sinar matahari : Penyinaran sepanjang hari.
Masa produktif : 4 – 5 tahun sejak penanaman.
Media tanam : Tanah humus atau tanah kompos.
Penyiraman : Dua kali sehari.
Pemupukan : Sebulan sekali menggunakan pupuk NPK/pupuk kandang.
`Saya Mau Harga Promo!!!
Mau tanya - tanya dulu?
0823-1087-4445
@2014 - 2020 Samudrabibit Inc.