Bibit Tanaman Asam Kranji
Rp 350.000
Rp 200.000
Harga Grosir
1-2
3-4
5-9
>10
Rp 200.000
Rp 180.000
Rp 160.000
Rp 150.000
`Saya Mau Dong!!!
`Tambahkan Ke Keranjang

Buah asam? Pernah mendengar nama buah ini? Pastinya pernah dong. Dinamakan buah asam karena buah yang satu ini dikenal memiliki citarasa yang masam namun terasa sangat lezat dan menyegarkan. Nah di negara ini, buah asam yang paling terkenal adalah asam jawa. Namun ternyata ada loh jenis buah asam lain yang rasanya tidak kalah dengan asam jawa.

Sudah bisa menebaknya? Kalau belum, perkenalkan asam kranji namanya. Bagi Anda yang lahir di era 90-an, pastinya sudah sangat akrab dengan buah asam kranji. Buah yang juga dikenal dengan nama velvet tamarind dalam bahasa inggris ini dahulu memang pernah menjadi buah favorit masyarakat pada masanya.
Sepulang sekolah, anak – anak zaman dahulu banyak yang berkumpul dan mencari buah asam kranji untuk dimakan bersama – sama. Pernah mengalami masa – masa ini? Sangat menyenangkan bukan? Namun sayangnya kepopuleran buah asam kranji semakin lama semakin tergerus oleh perkembangan zaman karena kalah pamor dengan buah lain seperti sawo, jeruk, durian, dan lain sebagainya.

Bahkan saat ini, asam kranji bisa dibilang termasuk kedalam jenis tanaman yang langka karena sangat sulit untuk ditemukan. Nah bagi Anda yang ingin bernostalgia dengan masa kecil, kini Anda bisa menanamnya sendiri di rumah. Selain bisa dinikmati buahnya, Anda juga bisa mengenalkan buah ini kepada anak, cucu, saudara, dan tetangga.
Asam kranji sendiri memiliki citarasa yang sangat mirip seperti asam jawa, yakni asam manis dan menyegarkan. Namun jika dibandingkan dengan asam jawa, asam kranji memiliki citarasa yang lebih manis. Buah ini memiliki kulit yang tipis dan rapuh sehingga memudahkan kita saat ingin mencicipinya. Yakni cukup benturkan dua buah asam kranji bersamaan, lalu kulit akan terbuka dengan sendirinya.

Ketika sudah terbuka, Anda akan disambut dengan daging buah yang berwarna cokelat, berdaging tebal, bertekstur lembut, terdapat biji kecil di dalamnya, dan sedikit kering sehingga tidak terlalu lengket seperti buah asam jawa. Jika diperhatikan, daging buahnya ini terlihat sangat mirip seperti bubuk cokelat yang dipadatkan. Mantap bukan?
Tanaman asam kranji sendiri banyak ditemukan tumbuh secara alami di Thailand, Malaysia, dan di Indonesia. Tanaman yang satu ini memiliki pohon yang berukuran cukup besar dan bisa tumbuh hingga mencapai 35 meter. “Loh, panennya sulit dong?” Tenang saja! Buah asam kranji yang sudah matang biasanya akan jatuh dengan sendirinya sehingga Anda tidak perlu bersusah payah untuk memanjatnya.

Selain tinggi, pohon asam kranji juga dikenal memiliki tajuk yang sangat rimbun sehingga sangat cocok dijadikan sebagai tanaman peneduh di halaman rumah. Itu artinya, selain dapat dinikmati kelezatan buahnya, hadirnya tanaman asam kranji di pekarangan rumah juga dapat membuat udara di rumah kita menjadi lebih sejuk dan menyegarkan.
Tak hanya buahnya, hampir semua bagian dari tanaman asam kranji ternyata juga bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan. Air rebusan daunnya dapat digunakan untuk mengobati gangguan lambung, mengatur kadar gula dalam darah, dan sebagai obat hipertensi. Rebusan kulit kayunya juga dapat dimanfaatkan untuk mengobati sakit gigi.

Nah untuk kayunya, kayu pohon asam kranji dikenal bernilai ekonomi tinggi karena memiliki sifat yang keras dan padat sehingga sangat cocok digunakan sebagai bahan bangunan. Selain nikmat dan menyegarkan, di dalam buah asam kranji ternyata juga terdapat beberapa kandungan gizi seperti vitamin A, C, K, kalsium dan magnesium sehingga sangat bermanfaat untuk kesehatan seperti :

1. Mencegah dan melawan kanker.
2. Menjaga kesehatan jantung.
3. Meningkatkan kecerdasan otak.
4. Memperkuat dan menutrisi tulang.
5. Memperkuat sistem imun.
6. Menyehatkan mata.
7. Mempertajam daya ingat.
8. Menjaga kesehatan lambung.
9. Memperlancar peredaran darah.
10. Mengatasi nyeri sendi.

Spesifikasi :
Nama : Asam Kranji.
Nama ilmiah : Dialium indum.
Asal bibit : Cangkok/okulasi.
Tinggi bibit : 30 – 70 cm.
Rekomendasi dataran : Dataran rendah dan dataran tinggi.
Iklim tumbuh optimal : Iklim tropis.
Kebutuhan sinar matahari : Penyinaran sepanjang hari.
Waktu berbuah : Berbuah sekitar 2 – 3 tahun sejak penanaman.
Jika ditanam di dalam pot :
Diameter pot : Sekitar 60 cm.
Media tanam : Tanah kompos/humus.
Penyiraman : Dua kali sehari.
Pemupukan : Sebulan sekali menggunakan pupuk kandang/NPK.
`Saya Mau Harga Promo!!!
Mau tanya - tanya dulu?
0823-2246-8111
@2014 - 2020 Samudrabibit Inc.