Bibit Tanaman Sawo Manila
Rp 250.000
Rp 150.000
Harga Grosir
1-2
3-4
5-9
>10
Rp 150.000
Rp 130.000
Rp 110.000
Rp 100.000
`Saya Mau Dong!!!
`Tambahkan Ke Keranjang

Pernahkah Anda mendengar atau bahkan mengkonsumsi buah sawo? pasti banyak dari kita yang sudah pernah merasakan kelezatan buah yang satu ini. Yaps, buah sawo memang terkenal karena citarasanya yang lezat serta daging buahnya yang lembut. Selain itu, harganya yang terjangkau juga menjadi salah satu faktor pendorong kepopuleran buah sawo.

Nah di Indonesia sendiri, terdapat berbagai macam jenis buah sawo dan salah satu yang menjadi primadona masyarakat adalah sawo manila. Sawo manila merupakan varietas sawo unggulan berkualitas internasional yang berasal dari Asia Tenggara tepatnya di Filipina. Dikatakan unggulan karena sawo ini memiliki citarasa buah yang sangat manis, lebih manis daripada sawo jenis lain.
Citarasanya yang manis ini masih dipadukan lagi dengan daging buahnya yang bertekstur sangat lembut, banyak mengandung air, dan memiliki aroma yang sangat harum. Hal inilah yang membuat banyak orang mulai mencari bibit sawo manila untuk dibudidayakan ataupun hanya sekedar untuk dinikmati buahnya.

Secara fisik, pohon sawo manila masih termasuk kedalam jenis tanaman buah tropis yang memiliki batang berkayu, tumbuh tegak, berwarna cokelat ke abu-abuan, dan memiliki percabangan yang banyak. Daunnya berjenis menyirip, berwarna hijau, memiliki permukaan yang kasar, dan berbentuk oval memanjang dengan ujung meruncing.
Bunganya berbentuk oval dan berwarna kecokelatan saat belum mekar kemudian bentuknya akan berubah mejadi seperti lonceng berwarna putih saat sudah mekar. Setelah beberapa hari, bunga ini akan berubah lagi menjadi buah sawo yang berbentuk bulat, berwarna cokelat, dan tentunya memiliki citarasa yang menggugah selera.

Tanaman yang memiliki nama ilmiah Manilkara Zapota ini dapat tumbuh subur pada daerah dataran rendah ataupun daerah dataraan tinggi berilklim tropis, dengan suhu udara berkisar antara 25 – 35°C. Media tanam yang baik untuk pertumbuhan bibit sawo manila adalah tanah humus sedikit berpasir yang kaya akan bahan organik dengan pH tanah (derajat keasaman tanah) sekitar 5,5 – 7.
Penanaman bibit sawo manila sebaiknya dilakukan pada lahan terbuka karena tanaman sawo ini sangat membutuhkan sinar matahari dalam pertumbuhannya. Selain itu, pastikan juga lahan penanaman memiliki sistem drainase yang baik supaya tidak ada air yang menggenang disekitar tanaman karena bisa menyebabkan akar menjadi membusuk.

Untuk perawatannya sendiri bisa dibilang cukup mudah, tidak ribet dan tentunya tidak membutuhkan biaya yang mahal. Cukup lakukan penyiraman setiap 1 – 2 kali sehari (pagi dan sore disesuaikan dengan kondisi cuaca) serta pemupukan setiap sebulan sekali menggunakan pupuk NPK daun/pupuk kandang.
Selain itu, lakukan juga pembersihan gulma (tanaman pengganggu) yang tumbuh disekitar tanaman sawo manila secara berkala. Jika dirawat dengan baik, bibit sawo manila biasanya akan mulai berbuah dalam waktu 1 – 2 tahun sejak penanaman dengan syarat bibit berasal dari hasil cangkok/okulasi.

Dibalik citarasanya yang lezat, di dalam buah sawo manila juga terkandung banyak nutrisi penting seperti vitamin A, vitamin E, fosfor, dan kalsium yang terbukti mampu memberikan berbagai macam manfaat yang tentunya sangat baik untuk kesehatan. Seperti :

1. Mencegah terjadinya penuaan dini.
2. Untuk mengobati disentri.
3. Menjaga kecantikan kulit.
4. Mengatasi sariawan.
5. Bagus untuk kesehatan gigi.
6. Membantu pembentukan sel darah merah.
7. Menjaga kesehatan tulang.
8. Mengatasi radang mulut.
9. Sebagai obat diare.
10. Bagus untuk kesehatan mata.

Spesifikasi :
Nama : Sawo Manila.
Nama ilmiah : Manilkara Zapota.
Asal daerah : Filipina.
Asal bibit : Hasil cangkok/okulasi.
Ukuran bibit saat dikirim : Sekitar 30 cm – 70 cm.
Rekomendasi dataran : Dataran rendah ataupun dataran tinggi.
Iklim tumbuh optimal : Iklim tropis dengan suhu 25 – 35°C.
Kebutuhan sinar matahari : Penyinaran sepanjang hari.
Waktu berbuah : Mulai berbuah dalam waktu 1 – 2 tahun sejak penanaman.
Jika ditanam di dalam pot (tabulampot) :
Diameter pot : Sekitar 60 cm.
Media Tanam : Tanah humus sedikit berpasir.
Penyiraman : 1 – 2 kali sehari.
Pemupukan : Sebulan sekali menggunakan pupuk NPK daun/pupuk kandang.
`Saya Mau Harga Promo!!!
Mau tanya - tanya dulu?
0823-2246-8111
@2014 - 2020 Samudrabibit Inc.