Bibit Tanaman Bunga Wijaya Kusuma
Rp 200.000
Rp 100.000
Harga Grosir
1-2
3-4
5-9
>10
Rp 100.000
Rp 90.000
Rp 80.000
Rp 75.000
`Saya Mau Dong!!!
`Tambahkan Ke Keranjang

Bunga wijaya kusuma merupakan salah satu jenis bunga yang sangat terkenal di kalangan pecinta tanaman hias. Bunga yang satu ini ternyata masih satu keluarga dengan tanaman kaktus karena berasal dari family yang sama, yakni cactaceae. Bunga wijaya kusuma sendiri banyak ditemukan di pulau jawa dan papua.

Karena namanya yang mirip seperti nama orang jawa, banyak yang mengira bahwa bunga wijaya kusuma adalah tanaman asli dari Indonesia. Padahal sebenarnya tanaman ini berasal dari kawasan Amerika Selatan, tepatnya dari negara Venezuela. Pada zaman kerajaan Majapahit, para pedagang China membawanya ke Indonesia.
Tanaman ini dikenal memiliki bunga yang berukuran cukup besar, berwarna putih, terlihat sangat eksotis dan elegan. Bunga wijaya kusuma memiliki daun yang berbentuk pipih, berwarna hijau, tumbuh memanjang, sedikit kaku, dan terlihat berlekuk - lekuk.

Selain itu, bunga yang sering disebut dengan nama “Ratu Malam” ini juga termasuk kedalam jenis tanaman yang langka sehingga banyak kolektor - kolektor tanaman hias memburu bunga ini. Yang menjadikan bunga ini langka bukan karena tanamannya sulit didapat, namun kesempatan untuk menyaksikan bunganya yang sedang mekar begitu sulit.
Hal ini disebabkan karena bunga wijaya kusuma hanya mekar pada malam hari dan hanya mampu bertahan selama beberapa jam saja. Ketika mekar, bunga ini akan mengeluarkan aroma harum semerbak yang sangat kuat. Setelah mencapai puncak mekarnya, bunga wijaya kusuma perlahan akan layu.

Inilah yang membuat para penggemar fotografi berlomba - lomba untuk mengabadikan momen langka tersebut, bahkan sampai ada yang rela menunggu berjam - jam. Alasan mengapa bunga wijaya kusuma mekar hanya pada malam hari adalah untuk menarik perhatian serangga malam sekaligus membantu proses penyerbukan.
Nah saking langkanya, beredar mitos bahwa siapapun yang bisa mendapatan bunga wijaya kusuma mekar akan mendapatkan keberuntungan. Di kalangan keraton Kasunanan Surakarta dan Yogyakarta, bunga wijaya kusuma dipercaya memiliki hubungan yang erat dengan raja - raja Majapahit pada masa lalu.

Selain itu, dalam budaya keraton Surakarta dan Yogyakarta calon raja diwajibkan untuk memetik bunga wijaya kusuma yang sudah mekar sebelum naik tahta. Calon raja yang berhasil mendapatkannya diyakini dapat membawa kejayaan bagi kerajaan yang dipimpinnya kelak.
Nah jika Anda ingin menanam bunga wijaya kusuma, Anda bisa menggunakan media tanam berupa campuran tanah humus, pupuk kandang, dan pasir dengan perbandingan 2:1:1. Untuk perawatannya, lakukan penyiangan dengan cara membersihkan gulma dan menyingkirkan hama yang terdapat disekitar tanaman wijaya kusuma.

Selain itu, lakukan juga pemupukan menggunakan pupuk organik setiap sebulan sekali. Karena termasuk kedalam jenis tanaman kaktus, tanaman wijaya kusuma ini sangat tidak tahan terhadap air. Maka dari itu, jangan sampai ada air yang menggenang disekitar tanaman.
Meskipun demikian, namun bunga wijaya kusuma tetap membutuhkan air untuk pertumbuhannya. Sehingga untuk penyiraman sebaiknya disesuaikan dengan kondisi lingkungan. Jika kondisi lingkungan sedang kering, maka dapat dilakukan penyiraman secara berkala dan teratur.

Terlepas dari berbagai mitos yang melekat pada bunga wijaya kusuma, sejak zaman dahulu bunga ini ternyata sering dimanfaatkan sebagai ramuan obat herbal karena dapat memberikan berbagai macam khasiat untuk kesehatan seperti :

1. Mengobati luka.
2. Mengobati bisul.
3. Mengatasi radang tenggorokan.
4. Mengatasi batuk berdahak.
5. Mengobati sesak nafas (asma).
6. Mengobati nyeri lambung.
7. Mengobati pendarahan rahim.
8. Mengatasi muntah darah.
9. Mencegah stroke.
10. Mencegah infeksi.

Spesifikasi :
Nama : Bunga Wijaya Kusuma.
Asal daerah : Venezuela, Amerika Selatan.
Asal bibit : Stek.
Tinggi tanaman : 20 - 50 cm.
Rekomendasi dataran : Dataran rendah dan dataran tinggi.
Iklim tumbuh optimal : Iklim tropis.
Kebutuhan sinar matahari : Secukupnya/di bawah naungan.
Jika ditanam di dalam pot :
Diameter pot : Sekitar 30 cm.
Media tanam : Campuran tanah humus, pupuk kandang, dan pasir, perbandingan 2:1:1.
Penyiraman : Secukupnya.
Pemupukan : Sebulan sekali menggunakan pupuk organik.
`Saya Mau Harga Promo!!!
Mau tanya - tanya dulu?
0823-2246-8111
@2014 - 2020 Samudrabibit Inc.