Bibit Tanaman Jeruk Santang Madu
Rp 250.000
Rp 150.000
Harga Grosir
1-2
3-4
5-6
>7
Rp 150.000
Rp 130.000
Rp 110.000
Rp 100.000
`Saya Mau Dong!!!
`Tambahkan Ke Keranjang

Jeruk merupakan salah satu jenis buah tropis yang sangat populer di seluruh negara di dunia, termasuk di Indonesia. Buah yang identik dengan bentuknya yang bulat dengan warnanya yang orange cerah ini memang sudah menjadi buah favorit bagi semua orang. Dari anak – anak, remaja, hingga orang dewasa sepertinya tidak akan ada yang menolak jika ditawari untuk mencicipi kesegaran rasa buah jeruk.

Di Indonesia sendiri, terdapat berbagai macam jenis jeruk seperti jeruk monde, jeruk siam, jeruk pamelo dan masih banyak lagi. Nah, dari sekian banyaknya jenis jeruk, jeruk santang madu sepertinya menjadi varietas buah jeruk yang paling banyak dicari. Meskipun bukan berasal dari tanah air, jeruk yang berasal dari negeri tirai bambu ini mampu mencuri hati masyarakat Indonesia dengan segudang keunggulannya.
Kata“Madu” yang ada dibelakang nama jeruk santang madu juga bukan tanpa alasan karena faktanya rasa manis yang ada pada jeruk ini sangat manis semanis madu. Ketika kulitnya dikupas, Anda akan menjumpai daging buah yang berwarna kuning, bertekstur renyah, memiliki kandungan air yang melimpah, dan beraromah harum.

Karena kelezatan rasanya, tidak jarang juga jeruk santang madu ini dikonsumsi langsung dalam kondisi segar, maupun dikreasikan menjadi berbagai macam olahan produk kuliner seperti jus, campuran ice cream, salad buah dan pudding.
Secara fisik, pohon jeruk santang madu memiliki batang berkayu, berwarna hijau kecokelatan, tumbuh tegak, memiliki percabangan yang banyak, dan berukuran tidak terlalu besar sehingga memudahkan saat proses pemanenan. Daunnya berwarna hijau tua, terlihat mengkilap, berjenis menyirip, dan sedikit kaku.

Jika diperhatikan, tanaman jeruk santang madu ini memiliki penampilan yang sangat cantik apalagi jika sedang berbuah. Perpaduan antara buahnya yang berwarna orange dengan daunnya yang berwarna hijau pasti membuat semua orang yang melihatnya langsung terpesona. Hal inilah yang membuat banyak orang mulai menanam jeruk santang madu sebagai tabulampot untuk menghias pekarangan rumah ataupun untuk dinikmati bauhnya.
Tanaman yang memiliki nama ilmiah Citrus Sp ini dapat tumbuh subur pada daerah dataran rendah ataupun daerah dataran tinggi beriklim tropis dengan suhu udara berkisar antara 25 – 32°C. Namun jika menginginkan hasil yang lebih maksimal, penanaman bibit jeruk santang madu sebaiknya dilakukan pada daerah dataran tinggi.

Media tanam yang baik untuk pertumbuhan bibit jeruk ini adalah tanah humus atau tanah kompos. Untuk menunjang pertumbuhannya, lakukan penyiraman setiap dua kali sehari (pagi dan sore) serta pembersihan gulma (tanaman pengganggu) yang tumbuh disekitar tanaman agar kandungan nutrisi yang ada di dalam tanah tetap terjaga.
Pemupukan merupakan salah satu faktor penentu dalam budidaya jeruk santang madu. Untuk pemupukannya sendiri bisa dilakukan setiap sebulan sekali menggunakan pupuk NPK dan pupuk kompos. Jika dirawat dengan baik, bibit jeruk santang madu biasanya akan mulai berbuah dalam waktu 1 – 3 tahun sejak penanaman (bibit hasul cangkok/okulasi).

Tak hanya manis, di dalam buah jeruk santang madu juga terkandung berbagai macam jenis nutrisi penting seperti vitamin C, vitamin B6, magnesium, kalsium, dan masih banyak lagi. Sehingga, mengkonsumsi jeruk ini secara teratur juga mampu memberikan banyak sekali manfaat untuk tubuh. Seperti :

1. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
2. Meningkatkan fungsi otak.
3. Menjaga kesehatan jantung.
4. Mencegah kerusakan kulit.
5. Menjaga kesehatan ginjal.
6. Baik untuk kesehatan mata
7. Menurunkan risiko terkena stroke.
8. Menurunkan tekanan darah.
9. Mencegah penyakit kanker.
10. Baik untuk kesehatan pencernaan.

Spesifikasi :
Nama : Jeruk Santang Madu.
Nama ilmiah : Citrus sp.
Asal daerah : Cina.
Asal bibit : Hasil cangkok/okulasi.
Ukuran bibit saat dikirim : Sekitar 30 – 70 cm.
Rekomendasi dataran : Dataran rendah dan dataran tinggi.
Iklim tumbuh optimal : Iklim tropis dengan suhu udara berkisar antara 25 – 32°C.
Kebutuhan sinar matahari : Penyinaran sepanjang hari.
Waktu berbuah : Mulai berbuah dalam waktu 1 – 3 tahun sejak penanaman.
Jika ditanam di pot (tabulampot) :
Diameter pot : Kurang lebih 60 cm.
Media tanam : Tanah humus atau tanah kompos.
Penyiraman : Dua kali sehari (pagi dan sore).
Perawatan tambahan : Bersihkan gulma (tanaman pengganggu) secara berkala.
Pemupukan : Sebulan sekali menggunakan pupuk NPK dan pupuk kompos.
`Saya Mau Harga Promo!!!
Mau tanya - tanya dulu?
0823-2246-8111
@2014 - 2020 Samudrabibit Inc.