Bibit Tanaman Kapulaga
Rp 140.000
Rp 75.000
Harga Grosir
2-2
3-4
5-9
>10
Rp 75.000
Rp 70.000
Rp 60.000
Rp 55.000
`Saya Mau Dong!!!
`Tambahkan Ke Keranjang

Indonesia merupakan satu – satunya negara di dunia yang memiliki potensi mengagumkan dalam penyediaan bahan baku tanaman obat. Sayangnya berdasarkan sebuah penelitian, dari sekian banyaknya jenis tanaman obat di Indonesia baru sekitar 20 – 22% yang baru dibudidayakan. Sedangkan sisanya masih diperoleh langsung dari hutan.

Jenis tanaman obat yang ada di negara ini juga sangatlah beraneka ragam dan salah satu yang paling terkenal serta memiliki berbagai macam fungsi dan manfaat adalah kapulaga. Tanaman dengan nama ilmiah Elletria Cardamomum ini sebenarnya merupakan tanaman rempah tetapi juga mempunyai nilai ekonomis dan prospek yang bagus sebagai tanaman obat herbal.
Bahkan penggunaan kapulaga sebagai obat juga tidak mempunyai efek samping dibandingkan dengan menggunakan obat kimia. Maka dari itu, apabila tanaman kapulaga dibudidayakan dan diolah dengan benar akan sangat bermanfaat untuk mengatasi berbagai macam masalah kesehatan serta dapat juga untuk membantu meningkatkan roda perekonomian masyarakat.

Selain itu, tanaman kapulaga juga sudah tersebar keseluruh penjuru Indonesia. Jadi tidak mengherankan jika tanaman ini memiliki nama yang berbeda – beda di setiap daerah. Contohnya saja di Aceh, masyarakat disana mengenal tanaman ini dengan nama Kardamon. Dalam bahasa jawa, tanaman ini lebih dikenal dengan nama Kapulogo. Sedangkan di Minangkabau sering disebut dengan nama palago.
Sejak zaman dahulu, tanaman ini memang sudah dikenal sebagai rempah – rempah karena dapat membuat citarasa masakan menjadi lebih lezat. Selain itu, masyarakat juga sering memanfaatkan kapulaga untuk diolah menjadi jamu. Nah hebatnya lagi, tanaman ini bisa dibilang merupakan tanaman yang kaya akan manfaat karena hampir semua bagiannya dapat dimanfaatkan.

Air rebusan batang kapulaga dapat digunakan sebagai obat penurun panas, sedangkan buahnya dapat digunakan menghilangkan gatal – gatal pada tenggorokan, obat sakit perut, dan obat batuk. Rimpang kapulaga yang sudah dikeringkan, digiling, kemudian direbus dapat dijadikan sebagai minuman penghangat sekaligus untuk mengobati panas dalam.
Yang lebih menakjubkan lagi, di Amerika tanaman kapulaga banyak dimanfaatkan sebagai bahan penyedap dalam pembuatan es krim hingga soft drink. Tanaman kapulaga ini memiliki cara tumbuh yang mirip seperti tanaman jahe, yakni tumbuh berumpun, dan dapat tumbuh hingga mencapai 2 meter dengan batang bulat berwarna hijau.

Daunnya berukuran cukup besar, berbentuk oval memanjang, ujungnya meruncing, permukaannya bergelombang, dan berwarna hijau seperti batangnya. Sedangkan untuk bunganya, bunga tanaman kapulaga biasanya muncul dalam sebuah tandan kecil dan keluar dari rimpangnya. Dalam hal budidaya, bisa dikatakan bahwa budidaya tanaman kapulaga sangatlah mudah.
Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada daerah dataran rendah maupun daerah dataran tinggi dengan ketinggian ideal berkisar antara 300 – 500 mdpl menggunakan media tanam berupa tanah humus atau tanah kompos. Sebelum ditanam, pastikan bahwa lahan penanaman memiliki sistem drainase yang baik karena tanaman kapulaga tidak tahan terhadap air yang menggenang terlalu lama.

Agar pertumbuhannya berjalan lebih maksimal, lakukan juga perawatan seperti penyiangan gulma secara berkala, pemotongan daun/batang yang sudah kering, serta pemupukan setiap sebulan sekali menggunakan pupuk organik. Sedangkan untuk penyiraman hanya dilakukan ketika media tanam dirasa sudah cukup kering.
Tanaman kapulaga biasanya mulai bisa dipanen ketika sudah berumur 1 – 2 tahun sejak penanaman. Tanaman ini dapat berbuah sepanjang tahun dan dapat dipanen hingga 4 kali dalam setahun. Selain itu, masa produktif tanaman kapulaga juga cukup lama, yakni bisa mencapai 10 - 15 tahun. Untuk memperbanyak tanaman, Anda bisa menggunakan bijinya ataupun dengan cara stek batang.

Spesifikasi :
Nama : Kapulaga.
Nama ilmiah : Amomum compactum.
Asal bibit : Biji.
Tinggi bibit : Sekitar 30 – 70 cm.
Rekomendasi dataran : Dataran rendah dan dataran tinggi, ideal 300 – 500 mdpl.
Iklim tumbuh optimal : Iklim tropis.
Kebutuhan sinar matahari : Penyinaran sepanjang hari.
Waktu panen : 1 – 2 tahun sejak penanaman.
Media tanam : Tanah humus/tanah kompos.
Penyiraman : Secukupnya.
Pemupukan : Menggunakan pupuk organik, sebulan sekali.
`Saya Mau Harga Promo!!!
Mau tanya - tanya dulu?
0823-1087-4445
@2014 - 2020 Samudrabibit Inc.