Bibit Tanaman Lada
Rp 150.000
Rp 75.000
Harga Grosir
2-2
3-4
5-9
>10
Rp 75.000
Rp 70.000
Rp 60.000
Rp 55.000
`Saya Mau Dong!!!
`Tambahkan Ke Keranjang


Sejak dahulu, indonesia memang dikenal sangat kaya akan sumber daya alam yang melimpah ruah, mulai dari lautan, batu bara, gas alam, minyak bumi, dan masih banyak lagi. Tak hanya dari kekayaan non hayatinya saja, berbagai daerah di indonesia juga dikenal dengan tanaman tanamannya yang mampu menghasilkan rempah rempah yang telah mendunia.
Dari sekian banyak rempah rempah yang ada di Indonesia, Piper nigrum atau yang kerap dipanggil lada ini termasuk ke dalam jenis rempah rempah yang paling banyak digunakan dalam berbagai olahan masakan di segala penjuru dunia. Bahkan, ia juga memiliki julukan sebagai King og Spice atau rajanya dari segala rempah rempah.


Tanaman lada memnag sudah dikenal lama berada di tanah indonesia, penyebaran tanamannya yang sangat luas mampu membuatnya hidup di wilayah tropika antara 200 LU dan 200 LS dengan curah hujan dari 1.000 – 3.000 mm per tahun. Ia mampu tumbuh dengan baik pada semua jenis tanah, terutama tanah berpasir dan gembur dengan unsur hara yang cukup dan berada pada ketinggian mulai dari 0 hingga 700 meter dari permukaan laut.
mLada adalah tanaman yang merambat, ia akan mencari tiang agar bisa tumbuh ke atas dan tidak menjalar di permukaan tanah. Batang dari tanaman lada terbilang kecil dengan panjang yang mampu mencapai 15 meter. Sementara daunnya memiliki bentuk bulat telur yang meruncing pada ujungnya dengan warna hijau mengkilat pada bagian atas serta hijau bulat pada bagian bawah. Panjangnya bisa mencapai ukuran 12 hingga 18 cm loh.
Buah lada memilki bentuk bulat dan keras dengan ukuran yang lumayan kecil namum memiliki kulit luar yang lunak. Biasanya, kulit biji dan buahnya memiliki besar sekitar 4,5 mm dengan berat biji buahnya dalam hitungan 100 biji sekitar 4,5 gram. Keitka masih mudah, kulit buah lada akan mempunyai warna hijau dan akan berubah menjadi merah ketika sudah masak. Meski biji buah lada memilki rasa yang pedas, hangat, dan sedikit pahit, namun kulit dari buah lada memiliki rasa yang manis loh.
Rasa pedas yang dihasilkan oleh lada dikarenakan oleh kandungan zat zat piperin, piperanin, dan chavicin di dalamnya. Biasanya, lada kerap dijadikan sebagai bumbu untuk berbagai macam olahan masakan. Untuk itu, lada harus diolah sedemikian rupa agar dapat digunakan. Selain lada putih dan lada hitam yang sudah sangat umum di pasaran dunia, ternyata lada juga dapat dijadikan sebagai olahan lain loh, diantaranya seperti green pepper, pepper oleoresin, dan black papper oil.

Jika ingin melakukan pembudidayaan pada tanaman lada, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui stek pada batang, itu disebabkan karena stek lebih praktis, efisien, dan bibit yang dihasilkan sama dengan induknya. Jika Anda terkendala dengan lahan yang dibutuhkan, opsi alternatifnya adalah dengan menggunakan polybag yang sudah diisi dengan campuran tanah, pasir, dan pupuk dengan perbandingan 2:1:1.
Selain itu, Anda juga harus meletakkannya ke dalam lubang tanam yang telah dipersiapkan didekat tiang panjat agar tanaman dapat tumbuh merambat dengan baik. Perawatannya pun terbilang cukup mudah, pemberian sinar matahari yang cukup dan penyiraman air secara rutin adalah hal yang wajib, pemberian pupuk berbahan organik selama sebulan sekali juga akan membantu tanaman agar dapat tumbuh dengan lebih optimal.


Dengan penanaman dan perawatan yang tepat, Anda akan mendapatkan khasiat dari tanaman lada ini karena kandungan dari lada sangatlah banyak seperti kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, kalium, vitamin A, B1, B2, B3, B6, serta vitamin K yang dapat memberikan manfat yang baik untuk tubuh, seperti:
  1. Meredakan hidung tersumbat
  2. Mencegah kerusakan sel
  3. Menghambat pertumbuhan bakteri
  4. Membantu mengobati penyakit lambung
  5. Mampu meredakan radang sendi
  6. Mengontrol kadar gula darah

Spesifikasi : Nama : Lada. Nama Ilmiah : Piper nigrum. Asal bibit : Stek. Tinggi bibit : 15 – 30 cm. Rekomendasi dataran : Dataran rendah dibawah 700 mdpl. Iklim tumbuh optimal : Iklim tropis. Kebutuhan sinar matahari : Penyinaran sepanjang hari. Waktu berbuah : 4 – 6 bulan sejak penanaman. Jika ditanam di dalam polybag : Diameter polybag : sekitar 30 cm. Media tanam : Tanah humus atau tanah kompos. Penyiraman : Satu kali sehari. Pemupukan : Sebulan sekali menggunakan pupuk organik.
`Saya Mau Harga Promo!!!
Mau tanya - tanya dulu?
0823-1087-4445
@2014 - 2020 Samudrabibit Inc.