Bibit Tanaman Mahkota Dewa
Rp 200.000
Rp 100.000
Harga Grosir
1-2
3-4
5-9
>10
Rp 100.000
Rp 90.000
Rp 80.000
Rp 75.000
`Saya Mau Dong!!!
`Tambahkan Ke Keranjang

Mahkota dewa merupakan tanaman obat yang sangat populer di Indonesia. Tanaman yang juga dikenal dengan buah “simalakama” ini sejak zaman dahulu sering dijadikan sebagai obat herbal tradisional yang diyakini sangat bermanfaat untuk mengobati berbagai macam penyakit. Kata “simalakama” sendiri biasanya selalu identik dengan dua pilihan yang beresiko.

Nah julukan ini juga bukan tanpa alasan karena mahkota dewa memang dikenal beracun, tetapi juga dapat menyembuhkan meski terkadang dapat menimbulkan efek samping seperti pusing dan mual. Meskipun berlabel simalakama yang penuh resiko, mahkota dewa tetap menjadi juaranya obat herbal tradisional. Bahkan saat ini banyak produk olahan herbal mahkota dewa laris manis diserbu pembeli.
Tanaman mahkota dewa sendiri juga dikenal sebagai tanaman yang kaya akan manfaat karena hampir semua bagian dari tanaman ini mulai dari batang, daun, dan juga buahnya dapat dimanfaatkan sebagai obat. Namun untuk bagian buah, jangan pernah coba – coba untuk mengonsumsi bagian bijinya karena di dalam bijinya terdapat kandungan racun yang sangat tinggi.

Dikutip dari perkebunan.litbang.pertanian.go.id, tanaman mahkota dewa merupakan tanaman asli dari Indonesia, tepatnya berasal dari tanah Papua. Ukuran tanaman ini tidak terlalu besar dengan tinggi yang biasanya tidak lebih dari 4 meter. Batang tanaman mahkota dewa memiliki kulit yang berwarna cokelat kehijauan, berkayu, tumbuh tegak, dan memiliki percabangan yang banyak.
Daunnya berbentuk lonjong/memanjang, terlihat ramping, tepi daunnya rata, permukaannya licin, dan meruncing pada bagian ujungnya. Selain sering dijadikan sebagai tanaman obat, tanaman mahkota dewa juga sering dijadikan sebagai tanaman hias. Hal ini dikarenakan bunganya yang terlihat sangat cantik, yakni berwarna putih, berukuran kecil, beraroma harum, dan sangat mirip seperti bunga cengkih.

Buahnya berbentuk bulat, berdiameter sekitar 3 – 5 cm, permukaannya licin, dan terdapat garis dipermukaan kulit buahnya yang cukup keras. Buah mahkota dewa yang masih muda berwarna hijau, sedangkan yang sudah tua berwarna merah merona. Daging buahnya berwarna putih, berserat, dan sedikit berair. Di dalam buahnya, terdapat biji lonjong berdiameter sekitar 1 cm dan berwarna cokelat.
Sejak zaman dahulu, tanaman mahkota dewa sudah lama digunakan oleh para bangsawan jawa sebagai obat herbal tradisional. Di Jawa Tengah sendiri, tanaman ini dulunya hanya bisa dijumpai di lingkungan Keraton Jogja dan Keraton Solo. Namun saat ini, tanaman mahkota dewa sudah banyak dibudidayakan baik di Jawa Tengah maupun di Yogyakarta.

Dalam hal perawatan, perawatan tanaman mahkota dewa sangatlah mudah yakni cukup lakukan penyiraman setiap 1 – 2 kali sehari disesuaikan dengan kondisi media tanam, pemupukan setiap sebulan sekali menggunakan pupuk kandang, serta penyiangan secara berkala agar tanaman mahkota dewa terhindar dari hama dan rumput liar yang dapat mengganggu pertumbuhannya.
Segudang manfaat yang ada pada tanaman mahkota dewa ini tidak lepas karena adanya beberapa senyawa penting di dalamnya. Pada daunnya terdapat kandungan antihistamin, saponin, polifenol, dan alkaloid. Sedangkan kulit buahnya mengandung flavonoid, saponin, dan alkaloid. Nah untuk buahnya memiliki kandungan flavonoid, tanin, alkanoid, fenol, saponin, lignan, sterol, dan minyak atsiri.

Beberapa kandungan tersebut sangat dibutuhkan oleh tubuh jadi tidak mengherankan jika tanaman mahkota dewa juga mampu memberikan berbagai macam khasiat untuk kesehatan. Seperti :

1. Mencegah tekanan darah tinggi.
2. Menghambat pertumbuhan sel kanker.
3. Menyembuhkan asam urat.
4. Menjaga kesehatan ginjal.
5. Mengobati penyakit kulit.
6. Mengatasi ketergantungan obat.
7. Mencegah rematik.
8. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
9. Mengurangi kadar gula dalam darah.
10. Mengurangi rasa sakit pada pendarahan atau pembengkakan.

Spesifikasi :
Nama : Mahkota dewa.
Nama ilmiah : Phaleria Macrocarpa.
Asal daerah : Papua.
Asal bibit : Cangkok/okulasi.
Tinggi bibit : 30 – 70 cm.
Rekomendasi dataran : Dataran rendah dan dataran tinggi mencapai 1200 mdpl.
Iklim tumbuh optimal : Iklim tropis.
Kebutuhan sinar matahari : Penyinaran sepanjang hari.
Jika ditanam di dalam pot (tabulampot) :
Diameter pot : Sekitar 50 cm.
Media tanam : Tanah humus atau tanah kompos.
Penyiraman : 1 – 2 kali sehari, disesuaikan dengan kondisi media tanam.
Pemupukan : Sebulan sekali menggunakan pupuk kandang.
`Saya Mau Harga Promo!!!
Mau tanya - tanya dulu?
0823-1087-4445
@2014 - 2020 Samudrabibit Inc.