Bibit Tanaman Pohon Pulai
Rp 200.000
Rp 100.000
Harga Grosir
1-2
3-4
5-9
>10
Rp 100.000
Rp 90.000
Rp 80.000
Rp 75.000
`Saya Mau Dong!!!
`Tambahkan Ke Keranjang

Pulai atau dikenal juga dengan nama ilmiah Alstonia scholaris merupakan salah satu jenis tanaman yang berasal dari kawasan Asia Tenggara dan banyak ditemukan di Kamboja, Myanmar, Thailand, Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Indonesia. Selain di Asia Tenggara, tanaman ini juga bisa ditemukan di Nepal, Sri Lanka, India, Australia, dan Kepulauan Solomon.

Tanaman pulai hingga saat ini banyak dipilih sebagai tanaman untuk reboisasi karena memiliki daun yang rimbun, tumbuh melebar, dan mampu memberikan kesejukan. Tak hanya itu, batang kulit pulai juga sudah sejak lama dikenal sebagai bahan baku obat tradisional yang bermanfaat untuk membantu mengobati radang tenggorokan, mengatasi demam, hipertensi, dan masih banyak lagi.
Cara menggunakan kulit batang pulai untuk obat tradisional dapat dilakukan dengan merebus kulit batangnya kemudian disaring dan diminum air rebusannya. Selain kulit batangnya, meminum air rebusan daun pulai juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan seperti mengobati sifilis, beri – beri, cacingan, disentri, diare, diabetes, dan malaria.

Kayu pulai memiliki tekstur yang tidak terlalu keras sehingga kurang cocok untuk dijadikan sebagai bahan bangunan karena mudah melengkung jika terlalu lembab. Namun kayu pulai justru banyak digunakan untuk membuat perkakas rumah tangga maupun bahan kerajinan seperti ukiran, miniatur, dan hiasan rumah.
Selain bermanfaat sebagai tanaman obat, tanaman pulai juga banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias sekaligus tanaman peneduh dihalaman rumah. Daunnya yang berbentuk unik dan cabangnya yang berkarang membuatnya terlihat sangat cantik untuk ditanam di depan rumah. Selain itu, tajuknya yang rimbun juga mampu membuat udara disekitarnya menjadi lebih sejuk dan asri.

Secara fisik, tanaman pulai dapat tumbuh hingga mencapai 10 meter dengan batang yang tegak, berkayu, memiliki percabangan yang banyak, dan mempunyai tajuk yang rimbun. Akarnya termasuk kedalam jenis akar tunggang dan berwarna kecokelatan. Daunnya berwarna hijau, ujungnya membulat, pangkalnya meruncing, memiliki tepi yang rata, dan terlihat mengkilat.
Tanaman ini ternyata juga memiliki bunga yang berbentuk malai, berjenis majemuk, dan biasanya muncul pada ujung batang. Bunganya biasanya mulai mekar pada bulan oktober dan memiliki aroma yang sangat harum. Meskipun jarang dimanfaatkan, tanaman ini juga memiliki buah yang berwarna putih, panjangnya sekitar 2 – 5 cm, dan terdapat biji kecil di dalamnya.

Habitat asli dari tanaman pulai terletak pada daerah beriklim tropis sehingga sangat cocok ditanam di seluruh wilayah Indonesia. Tanaman ini juga bisa ditanam di hampir semua ketinggian dataran dengan ketinggian ideal sekitar 50 – 1500 mdpl. Tanaman pulai juga dikenal sangat adaptif karena dapat ditanam pada daerah bersuhu dingin maupun panas dengan suhu 12 - 32°C.
Untuk media tanamnya, bibit pulai dapat ditanam menggunakan media tanam berupa campuran tanah humus dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Agar pertumbuhannya berjalan lebih maksimal, cukup lakukan penyiraman dua kali sehari serta pemupukan sebulan sekali dengan pupuk organik/NPK. Mudah bukan?

Spesifikasi :
Nama : Pulai (Pule).
Nama ilmiah : Alstonia scholaris.
Tinggi bibit : 30 – 70 cm.
Rekomendasi dataran : Semua dataran, bisa dataran rendah maupun tinggi.
Iklim tumbuh optimal : Iklim tropis.
Kebutuhan sinar matahari : Penyinaran sepanjang hari.
Media tanam : Campuran tanah humus + pupuk kandang (perbandingan 1:1).
Penyiraman : Dua kali sehari.
Pemupukan : Sebulan sekali, bisa menggunakan pupuk NPK/pupuk organik.
`Saya Mau Harga Promo!!!
Mau tanya - tanya dulu?
0823-1087-4445
@2014 - 2020 Samudrabibit Inc.